NovelToon NovelToon
Maaf.. Kukira Ini Taksi

Maaf.. Kukira Ini Taksi

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Di tengah guyuran hujan deras yang membasahi jalanan Jakarta, Rima masuk ke mobil mewah yang baru saja ia buka dengan tergesa-gesa. Wajahnya memancarkan kaget luar biasa. Mata terbelalak lebar, mulut terbuka melongo. Saat baru menyadari bahwa ia salah masuk kendaraan, bukan taksi yang sudah dipesannya. Pantulan di kaca spion memperlihatkan Andre yang duduk di kursi pengemudi dengan wajah dingin kaku, tatapan tajam tanpa senyum, seolah tak percaya ada kejadian seaneh ini. Butiran air menetes di kaca jendela dan bodi mobil hitam mengkilap, memperkuat suasana yang canggung sekaligus kocak di pertemuan pertama mereka. Kontras jelas antara ekspresi Rima yang panik lucu dan sikap Andre yang tenang kaku langsung menyiratkan kisah pertemuan tak terduga yang penuh kekacauan manis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Laporan Akhir

Pagi itu suasana di ruang administrasi terasa lebih tenang dari biasanya.

Karyawan lain sibuk dengan tugas harian masing-masing, sementara Rima duduk di meja pojok yang selama tiga bulan ini menjadi tempat kerjanya.

Di hadapannya terbuka buku laporan kegiatan magang yang tebal, tumpukan berkas tersusun rapi di sebelah kiri, dan pena berwarna hitam tergenggam erat di tangannya.

Hari ini adalah hari terakhir ia menyusun laporan akhir sebelum diserahkan kepada Bu Tia dan kemudian dilaporkan ke bagian kepegawaian.

Rima membetulkan posisi duduknya, lalu mulai menulis kembali. Ia menuliskan setiap kegiatan yang pernah ia kerjakan dengan teliti.

Mulai dari hari pertama orientasi yang penuh kebingungan, membantu menyusun arsip lama, mengantar dokumen ke berbagai ruangan, hingga membuat poster pengingat keselamatan kerja yang ternyata disukai banyak orang.

Setiap kalimat yang ia tulis membawa kembali kenangan hari-hari yang berlalu begitu cepat.

Ia mengambil map berisi foto-foto kecil yang ia cetak sendiri. Ada foto ruang arsip tempat ia hampir terjatuh dari tangga, ada foto kantin tempat ia sering makan bersama teman-teman magang, ada juga foto papan pengumuman tempat gambarnya dipasang.

Dengan hati-hati dan lembut, ia menempelkan foto-foto itu di bagian lampiran laporan, lalu menuliskan keterangan singkat di bawahnya.

"Tempat ini benar-benar sudah seperti rumah kedua bagiku," bisiknya pelan sambil mengelus kertas laporan itu.

Matanya tanpa sadar melayang ke arah lorong panjang di ujung ruangan, tempat di mana letak ruang kerja Andre.

Pintu kaca itu tampak tertutup rapat, samar-samar terlihat bayangan orang yang sedang berdiri di baliknya. Rima segera menunduk kembali, jantungnya berdebar kencang tanpa alasan yang jelas.

"Sudah tiga bulan," gumamnya pelan. "Rasanya baru kemarin aku salah masuk mobil Pak Andre saat hujan deras. Waktu berjalan begitu cepat sekali sampai aku tidak sadar."

Ia menutup buku catatannya sebentar, lalu menopang dagu dengan tangan. Pikiran Rima melayang pada sosok Andre.

Pria yang tampak dingin dan tegas di awal pertemuan, namun perlahan ia temukan kebaikan hati yang tersembunyi di balik sikapnya yang kaku.

Rima ingat bagaimana Andre membantunya mengambil kotak arsip di ruang bawah tanah, bagaimana beliau membiarkannya memakai payung saat pulang, bagaimana beliau menghargai gambarnya yang sederhana, dan bagaimana matanya menatapnya dengan perhatian yang membuatnya merasa dihargai.

"Beliau pimpinan yang hebat, orang yang sangat baik," batin Rima dengan perasaan campur aduk.

"Tapi dunia kita berbeda jauh. Aku cuma anak magang yang sebentar lagi akan pergi jauh ke Jogja. Mungkin setelah ini Pak Andre akan lupa begitu saja padaku."

Perasaan sedih perlahan menyelimuti hatinya. Ia menyadari bahwa diam-diam ia sangat mengagumi Andre, kagum pada kecerdasannya, ketenangannya, dan kebaikan hatinya.

Namun Rima juga sadar betul posisinya. Ia gadis desa yang harus kembali melanjutkan kuliah, belum memiliki apa-apa, sementara Andre adalah CEO besar yang sudah berusia tiga puluh tahun dengan kehidupan yang jauh berbeda darinya.

Rima menghela napas panjang, mencoba mengusir rasa sedih itu. Ia kembali menata berkas-berkasnya, memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal atau salah urutan.

Ia ingin meninggalkan kesan yang baik, ingin menunjukkan bahwa selama tiga bulan ini ia bekerja sebaik mungkin.

"Rima," sapa Bu Tia yang tiba-tiba berdiri di sebelahnya. "Laporanmu sudah selesai ya?"

"Hampir Bu," jawab Rima sambil tersenyum tipis. "Sedikit lagi selesai. Saya ingin semuanya rapi dan lengkap."

Bu Tia menatap tumpukan berkas dan foto-foto yang ditempel Rima, lalu tersenyum lembut.

"Kamu bekerja dengan sangat rajin dan teliti ya. Saya sangat berterima kasih kamu mau bekerja di sini. Banyak hal yang kamu berikan pada kantor ini, bukan sekadar menyelesaikan tugas."

"Terima kasih Bu Tia," mata Rima berkaca-kaca. "Bu Tia sudah sabar sekali membimbing saya. Saya tidak akan lupa nasihat-nasihat Ibu."

"Sekali pun kamu sudah pergi nanti, pintu kantor ini tetap terbuka buatmu," ucap Bu Tia tulus. "Belajarlah dengan giat di Jogja nanti. Kejar cita-citamu setinggi langit."

Setelah Bu Tia pergi, Rima kembali melanjutkan pekerjaannya. Laporan akhirnya selesai sempurna.

Ia mengikatnya dengan tali rapi, lalu menyimpannya sebelum nanti sore akan diserahkan ke meja Bu Tia.

Ia kembali menoleh ke arah lorong ruangan Andre. Pintu masih tertutup, dan hari itu ia tidak sempat berpapasan dengannya.

Rima berjalan keluar ruangan dengan langkah pelan. Setiap sudut kantor ini menyimpan kenangan.

Ia tahu bahwa sebentar lagi ia harus berpisah dari semua ini, berpisah dari orang-orang yang telah menyayanginya, dan berpisah dari pria yang diam-diam selalu ada di pikirannya.

"Selamat tinggal kantor kesayanganku," bisiknya pelan. "Selamat tinggal Pak Andre. Semoga Bapak selalu bahagia dan sukses."

1
🌺⃟ SasMaya
dihhh pak dino ngintipin ya.. 😂
🌺⃟ SasMaya
ckckck... Andre sudah tidak tertolong .. udah terpesona akut dia
🌺⃟ SasMaya
ya .. iya pak, sendirian.. emng kamu mau temenin ... udah makin bucin ya, Andre
🌺⃟ SasMaya
modus doank kah ini Andre 🤭
Europa.
selotip penutup itu dalam kata medis namanya plester gulung ya kak/Slight//Slight/
Europa.
jangan ditutup woi. jadi tambah nyama—ehm—pengap disini suasananya 😡😡
𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱 𝓻𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲
Dino begitu peka ya
Europa.
cuma segores luka, eh atasan malah nyuruh ambil sekotak²nya. woo atasan sableng 😡😡😡
Europa.
woy. lu ngintilin gue ya? dimana² ada elu, Ndre😂😂
Europa.
bentar. jendela diperbaiki... bukannya malah di bongkar ya bingkainya? kok ini malah pengap thor?🤔
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
meleleh aku bang
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
jelas lah pak
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
malah jujur gimana sih pak🤣🤣🤣
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
aku kok puas banget ya. jahat enggak sih aku🤣🤣
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
bagus lah Rima, cukup aku saja yang patah hati 🤧
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Rimaaa🤧🤧🤧🤧
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
hu hu hu aku patah hati tor🤧🤧🤧
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy: 😄😄 jangaaan
total 1 replies
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah berpotensi tinggi jadi antagonis ini🤭🤭🤭
RahmaYesi
Akhirnya bisa melihat pasangan ini date di Malioboro. Langgeng ya kalian sampai nikah 🥰
Alia Chans
Walaupun Rima ceroboh, jiwa Hero nya gk main" ya🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!