NovelToon NovelToon
Alvaro

Alvaro

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:924
Nilai: 5
Nama Author: Patmandari Nugraheni

Alvaro Zaidan Alexander adalah anak ketiga dari empat bersaudara, ia adalah anak tengah yang hampir terlupakan oleh keluarganya sendiri semenjak sang mamah meninggal, keluarganya yang dulunya harmonis dan hangat sekaranh hanya keluarga dingin dan juga kaku.
Dan ada satu kejadian yang membuatnya berubah yaitu musuh bebuyutan sang Papah yang mengincarnya yang membuat sang Papah dan 3 saudaranya berubah seketika...

Apa yang di inginkan oleh musuh Papah kepada Alvaro?
Apakah mereka berhasil melindungi Alvaro atau tidak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patmandari Nugraheni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 8 Rencana Liburan Singkat Untuk Alvaro

[Ruang Kelas Alvaro - Pukul 09.00 WIB]

Jam istirahat pun bunyi

Kringgggg

Kringggg Kringggg

"Ok anak-anak jam istirahat sudah berbunyi kalian bisa istirahat sekarang dan nanti masih ada pelajaran ya cuma 2 jam saja" ucap guru itu mengingatkan dan karena sudah waktunya istirahat.

"Baik bu" jawab mereka semua serentak.

Sesudah guru tersebut pergi dari dalam kelas Alvaro 15 menit kemudian Elvano dan teman-temannya pun masuk ke dalam kelas Alvaro tanpa salam, tanpa permisi dan tanpa suara mereka sudah masuk di dalam kelas Alvaro.

Di dalam kelas Alvaro

"Var ayo ke kantin kau ajak teman-temanmukan seperti biasa" ucap Elvano.

Alvaro dan para sahabatnya pun kaget karena kedatangan sang kembaran dan teman-temannya yang terbilang tiba-tiba, karena ia tidak mendengar orang bilang permisi saat masuk ke dalam kelasnya.

"Elvano dan kalian berlima bisa gak sih kalau masuk ke kelas kami itu permisi atau salam kek" tegur Alvaro karena sudah dua kali Elvano seperti itu yanga pertama sendiri dan kali ini malah ngajak teman-temannya seperti dia.

"Hedeh temen-temenya kayaknya udah kena virusnya Vano deh" batin Alvaro.

"Ya habisnya kalian lama kalau di tunggu di luar mending sekalian masuk" batah Aksa.

"Hadeh jawab lagi yaa" ucap Alvaro geram dan Elvano serta teman-temannya menunduk di depan Alvaro yang terbilang pendek untuk seorang laki-laki apa lagi di hadapan mereka malah tambah pendek kacak bocil.

"Iya maaf kami salah Varo kami gak kayak gitu lagi" ujar Elvano sambil tertunduk.

"Ya sudah ayo ke kantin udah aku sudah maafin, tapi jangan kayak gitu lagi bikin orang kaget tau gak" jawab Alvaro dan Elvano serta teman-temannya mengangguk mengerti.

Di kantin sekolah

Seperti biasa mereka semua pergi kekantin untuk nongkrong dan tempat duduknya mereka seperti biasa di pojok kantin yang lumayan sepi karena jarang di gunakan oleh para siswa maupun siswi yang ada di sekolahan.

"Kalian mau makan apa?" tanya Aksa.

"Kita gak mau makan nanti ajah pulang" jawab mereka kompak.

"Ya sudah nantikan pulangnya juga cepet kan nanti kita makan aja di luar sebelum pulang" ucap Vian.

"Aku setuju" ujar Alvaro semangat dan agak berteriak dan yang lainnya hanya bisa menggelengkan kepala mereka pasrah.

"Alva kenapa kamu teriak? Kan sudah kakak bilang kalau kamu gak boleh teriak-teriak nanti tenggorokan kamu sakit" ucap Elvano tegas sekaligus mengingatkan.

"Maaf Vano aku lupa" jawab Alvaro sedih.

"Gak usah sedih Alva, maaf ya" ujar Elvano lagi dan Alvaro mengangguk dan tidak lupa senyumnya.

"Nanti kita pulang sekolah makan di restoran aja dulu baru kita jalan-jalan bentar, sekalian nemenin Alvaro dia jarang keluar soalnya" ucap Elvano dan teman-temannya menganguk setuju.

"Iya aku mau aku mau pliss ya aku sangat jarang keluar dari mansion di tambah lagi aku juga di incarkan ya plis boleh ya agak lama juga" mohon Alvaro kepada kembarannya dan teman-temannya.

"Iya boleh agak sorean juga gak papa tapi jangan menuju malam aja bahaya dan kita juga harus isi energi duli nanti" jelas Darren dan Alvaro menganggukan kepalanya semangat dan Elvano serta teman-teman yang lain tersenyum bahagia melihat kelucuan Alvaro.

"Hemm Vano aku mau ke toilet bentar yaa" ucap Alvano.

"Aku temenin yaa aku khawatir" ujar Elvano dan Alvaro pun mengangguk setuju.

"Kalian tunggu di sini sebentar aku nemenin Alvaro sebentar" ucapnya

"Baiklah" jawab mereka serentak.

Di depan kamar mandi

"Sebentar ya Vano aku ke dalam bentar" ucap Alvaro.

"Ok" jawabnya singkat sabil merogoh saku celananya untuk mencari ponselnya.

[Di Depan Kamar Mandi]

Alvaro masuk ke dalam toilet, sementara Elvano bersandar di dinding luar sambil memainkan ponselnya. Ia membuka aplikasi pesan, memastikan tidak ada kabar yang mencurigakan dari pengawal mansion yang memantau mereka dari ke jauhan.

Rasa protektifnya kepada Alvaro memang sangat besar, mengingat status sang kembaran yang selalu menjadi incaran musuh keluarga mereka. Lima menit kemudian, suara pintu toilet terbuka, Alvaro keluar sambil mengeringkan tangannya yang basah ke ujung seragam.

"Sudah, Vano. Ayo kembali ke kantin," ucap Alvaro dengan senyum polosnya.

Elvano memasukkan kembali ponselnya ke saku celana. Ia mengacak rambut Alvaro pelan dengan gemas. "Lama banget sih, aku kira kamu pingsan di kamar mandi dalam tadi.

"Ih, Elvano! Jangan acak-acak rambutku nanti berantakan, apaan yang lama baru juga lima menit di kamar mandi kok" gerutu Alvaro sambil mengerucutkan bibirnya kesal, berusaha merapikan rambutnya kembali.

Elvano hanya tertawa kecil melihat tingkah menggemaskan adiknya. "Iya iya maaf, ayo jalan yang lain pasti sudah menunggu kita."

Mereka berdua berjalan beriringan kembali menuju pojok kantin. Dari kejauhan, Aksa, Vian, Darren, dan teman-teman lainnya tampak sedang asyik mengobrol sambil meminum es teh yang mereka pesan tadi saat mereka berdua berada di kamar mandi.

"Lama banget bro, kirain nyasar ke toilet putri tadi" goda Aksa saat melihat si kembar duduk kembali di kursi mereka.

"Sembarangan kamu, ya Aksa!" sahut Alvaro ketus, jengkel dan tak terima karena godaan dari Aksa tadi dan melihat sahutan dari Alvaro membuat yang lainnya hanya bisa tertawa terbahak-bahak.

"Bagaimana? Jadi kan kita makan di luar habis ini? Aku sudah lapar, nih," tanya Vian sambil melirik jam tangan elektroniknya yang menunjukkan pukul 09.10 WIB.

Sebentar lagi bel masuk untuk dua jam pelajaran terakhir akan berbunyi.

"Jadi, kita nanti langsung ke restoran favoritnya Alvaro aja di dekat persimpangan jalan utama. Habis itu kita keliling mall sebentar" jawab Elvano dan semuanya mengangguk untuk menyetujui itu.

"Tapi ingat ya, Alva jangan jauh-jauh dari aku maupun yang lain jika mah kemanapun itu harus di temenin nanti pas di mall." ucap Elvano lagi.

Alvaro mengangguk patuh dengan mata berbinar-binar. "Siap, Kapten Vano! Aku tidak akan lepas dari gandenganmu maupun dari pandangan yang lain."

Kringggggg!

Kringggggg kringggggg

Bel masuk berbunyi nyaring, memotong obrolan mereka. Semua siswa maupun siswi yang ada di kantin mulai berhamburan kembali ke kelas masing-masing.

"Ayo masuk kelas. Cuma dua jam pelajaran lagi, habis itu kita bebas!" seru Aksa sambil berdiri dari kursinya.

Mereka semua pun berjalan bersama menuju koridor kelas dengan perasaan tidak sabar menunggu bel pulang sekolah tiba.

Meskipun arah kelas mereka berbeda tetapi Elvano serta teman-temannya mengantar Alvaro dan teman-temannya terlebih dahulu ke kelas mereka baru mereka berenam pergi ke kelas mereka supaya kejadian kemarin yang Raka hampir mau membully Alvaro bisa mereka cegah meskipun mereka tidak tau apakah Raka dan teman-temannya masih berani mengganggu Alvaro di hadapan mereka, apa lagi kemarin Raka sudah di beri peringatan oleh Elvano jika berani mengganggu Alvaro satu jengkal saja berarti ia berani cacat seumur hidupnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!