NovelToon NovelToon
Mr And Mrs Adiputra

Mr And Mrs Adiputra

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Obsesi / Naik ranjang/turun ranjang
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Bagi Arunika Nirmala, mencintai Marsellino adalah luka yang paling dalam. Namun, saat Marsellino memilih wanita lain, sebuah tawaran gila datang dari Thomas Adiputra—kakak Marsel sekaligus CEO dingin bermulut pedas yang selalu menghinanya.
Sebuah kontrak pernikahan disodorkan. Thomas butuh tameng dari perjodohan ibunya, dan Arunika butuh harga diri di depan pria yang membuangnya.
Arunika pikir ini hanya transaksi bisnis dua tahun yang hambar. Ia tidak tahu bahwa bagi Thomas, kontrak ini adalah rencana sepuluh tahun untuk menjerat satu-satunya gadis yang pernah ia cintai dalam diam.
"Hapus sampah itu dari ponselmu, Arunika. Sekarang, kamu adalah milikku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Gedung rektorat pagi itu terasa cukup gerah. Arunika mengibaskan tangannya ke wajah, mencoba mengusir sisa-sisa keringat setelah berjuang menghadapi birokrasi ruang dekan yang cukup melelahkan. Namun, senyumnya tidak luntur. Urusan skripsinya hari ini lancar jaya, satu beban besar di pundaknya terasa terangkat.

Sambil berjalan menuju parkiran kampus, ia mengeluarkan ponselnya. Ada keinginan impulsif untuk mengganggu pria kulkas yang mungkin saat ini sedang sibuk dengan dunianya yang serius.

"Pasti dia lagi pasang muka serem depan karyawannya," gumam Arunika sambil mengetik pesan di WhatsApp.

Di saat yang bersamaan, di lantai tertinggi gedung Adiputra Group, suasana sangat kontras. Ruang rapat direksi itu terasa dingin dan tegang. Beberapa pria berjas rapi duduk dengan wajah serius menatap presentasi grafik keuntungan kuartal kedua di layar proyektor.

Thomas duduk di kursi kebesaran di ujung meja, matanya menatap tajam ke arah layar. Tangannya sesekali mengetuk meja marmer, menunjukkan bahwa ia sedang dalam mode "CEO Galak".

Bzzzt... Bzzzt...

Ponsel Thomas yang tergeletak di atas meja bergetar. Layarnya menyala, menampilkan sebuah notifikasi pesan.

Ardi, manajer operasional sekaligus sahabat Thomas sejak SMA yang duduk di sebelah kanannya, tanpa sengaja melirik layar tersebut. Mata Ardi membelalak. Ia hampir tersedak air mineral yang baru saja diminumnya.

Di layar itu, tertulis nama pengirim pesan: Gorgeous wife💙

Ardi berdehem sangat keras sampai-sampai direktur pemasaran yang sedang bicara mendadak berhenti. "Ehem... ehem! Maaf, tenggorokan agak gatal," ujar Ardi sambil melirik Thomas dengan tatapan penuh arti, menaik-turunkan alisnya.

Thomas melirik ponselnya. Ia terdiam sesaat melihat nama itu. Nama yang ia ketik sendiri dengan jemari gemetar suatu malam saat Arunika sudah tertidur pulas di kamar sebelah. Tentu saja, Arunika tidak tahu. Gadis itu pasti akan terbahak-bahak jika tahu pria sedingin Thomas menggunakan emoji hati biru dan label "istri cantik".

Bzzzt... Bzzzt... Bzzzt...

Ponsel itu kembali bergetar beruntun.

Gorgeous wife💙: Mas mau dibawain apa kebetulan aku udah selesai nih. Otw ke kantor

Gorgeous wife💙: P

Gorgeous wife💙: P

Gorgeous wife💙: P

Gorgeous wife💙: Bales mas!!

Thomas mengepalkan tangannya di bawah meja. Ia merasa semua mata di ruangan itu mulai terfokus pada ponselnya yang terus-terusan bergetar seolah sedang mengalami gempa bumi kecil.

"Pak Thomas? Ada masalah mendesak?" tanya salah satu direktur dengan ragu.

"Lanjutkan saja presentasinya," perintah Thomas dingin, meski matanya tidak lagi fokus pada grafik.

Ardi mendekatkan tubuhnya ke arah Thomas, lalu berbisik sangat pelan, "Luar biasa, Pak CEO. 'Gorgeous Wife' ya? Pake emoji hati lagi. Sejak kapan kamu jadi se-bucinn ini, Tom? Mana pakai 'P P P' lagi, Gen Z banget bini lo."

Thomas memberikan tatapan mematikan pada Ardi. "Diam atau aku potong bonus tahunanmu."

"Galak amat. Balas gih, kasihan tuh 'istri cantik' nungguin," goda Ardi lagi tanpa rasa takut.

Thomas menghela napas. Dengan gerakan yang diusahakan sangat santai, ia meraih ponselnya dan mengetik balasan singkat.

Thomas: Jangan spam. Aku sedang rapat.

Thomas: Terserah kamu saja. Jangan beli yang terlalu manis.

Sedetik kemudian, balasan masuk lagi.

Gorgeous wife💙: Ih galak amat Pak CEO! Aku beliin kopi pait aja ya biar makin mirip sama mukanya. See you Mas!

Sudut bibir Thomas berkedut, hampir membentuk senyuman. Ia segera mematikan layar ponselnya dan kembali menatap forum. "Lanjutkan. Dan Ardi, kalau aku mendengar kata 'hati biru' keluar dari mulutmu di luar ruangan ini, kamu tamat."

Tiga puluh menit kemudian, pintu lobi lantai atas terbuka. Arunika melangkah masuk dengan gaya santai, membawa dua kantong plastik besar berisi camilan dan kopi. Ia sudah mengenakan pakaian yang lebih santai daripada kemarin, namun tetap terlihat segar.

Rapat baru saja bubar. Para direksi keluar dari ruangan satu per satu. Mereka tertegun melihat seorang gadis cantik berdiri di depan pintu ruang kerja Thomas dengan wajah ceria.

"Misi... Mas Thomasnya di dalam?" tanya Arunika sopan.

Ardi keluar terakhir, ia langsung menghampiri Arunika dengan senyum lebar. "Wah, ini dia nih sang 'Gorgeous Wife' ya? Halo, saya Ardi, manajernya si manusia es itu."

Arunika tertawa bingung. "Hah? Apa, Mas Ardi? Gorgeous apa?"

Thomas muncul dari balik pintu, wajahnya langsung mengeras saat melihat Ardi sedang mengobrol dengan Arunika. "Ardi, kembali ke ruanganmu sekarang."

"Santai, Bos. Gue cuma mau kenalan sama asisten—eh, maksudnya istri masa depan lo," Ardi mengedipkan mata pada Arunika lalu ngacir pergi sebelum Thomas benar-benar melemparnya dengan stapler.

Arunika masuk ke dalam ruangan Thomas dan meletakkan belanjaannya di meja tamu. "Mas, tadi Mas Ardi ngomong apa sih? Kok gayanya aneh banget?"

Thomas duduk di kursinya, mengabaikan pertanyaan itu. "Bukan apa-apa. Dia memang agak terganggu mentalnya. Kamu beli apa?"

"Tadi aku beli donat sama kopi. Nih, buat Mas aku beliin Black Coffee tanpa gula. Biar makin pahit kayak omongan Mas," canda Arunika sambil menyodorkan cup kopi.

Thomas menerimanya, matanya menatap Arunika yang sedang asyik membuka kotak donat. Ia teringat betapa berisiknya ponselnya tadi karena spam pesan dari gadis ini. Biasanya, Thomas benci diganggu saat bekerja, tapi entah kenapa, gangguan dari Arunika terasa seperti udara segar di tengah rapat yang mencekik.

"Urusan di kampus lancar?" tanya Thomas.

"Lancar, Mas! Dekannya baik banget, katanya skripsiku tinggal dikit lagi beres. Lusa aku udah bisa fokus ikut pertemuan keluarga kita tanpa kepikiran revisi," jawab Arunika ceria. Ia kemudian duduk di sofa sambil menggoyangkan kakinya. "Eh Mas, tadi aku liat di parkiran, mobil Marsel ada di bawah. Dia lagi apa ke sini?"

Wajah Thomas yang baru saja sedikit melunak kembali mendingin. "Dia ada urusan dengan divisi pemasaran. Kenapa? Kamu mau menemuinya?"

Arunika menggeleng cepat. "Enggak lah! Kan janji aku kemarin di butik, aku nggak akan nyari dia lagi. Aku cuma nanya aja, takutnya nanti dia ke sini terus liat aku lagi."

Thomas berdiri, berjalan mendekati sofa dan duduk di samping Arunika. Ia mengambil satu donat, lalu menatap Arunika dengan sangat dekat. "Bagus kalau kamu ingat janjimu. Karena lusa, setelah kita mengumumkan semuanya, tidak akan ada jalan kembali, Arunika. Kamu akan benar-benar terikat denganku."

Arunika menelan ludah, melihat keseriusan di wajah Thomas. "Iya, Mas. Aku tahu kok risikonya."

"Dan satu hal lagi," Thomas meraih ponsel Arunika yang tergeletak di meja, lalu menyerahkannya pada gadis itu. "Ganti nama kontakku di ponselmu sekarang."

"Hah? Emang kenapa? Di hp-ku namanya kan 'Mas Thomas Tetangga Galak'," jawab Arunika polos.

Thomas terdiam sejenak. Tetangga galak? Harga dirinya sebagai CEO terasa tercoreng.

"Ganti. Sekarang," perintah Thomas.

"Ganti jadi apa dong? 'Suami Kontrak'?"

"Ganti jadi 'Thomas'," ucap Thomas, namun dalam hati ia ingin sekali berkata 'Ganti jadi My Husband'.

Arunika tertawa, "Iya deh, iya. Galak banget sih."

Saat Arunika sedang sibuk mengganti nama kontak, Thomas terus memperhatikan wajah gadis itu. Ia membayangkan lusa nanti, saat ia menggandeng tangan Arunika di depan Marsel dan seluruh keluarganya. Ia tidak sabar untuk menunjukkan pada dunia—dan terutama pada Marsel—bahwa "Gorgeous Wife" miliknya ini bukan lagi sebuah rahasia di dalam ponselnya, tapi kenyataan yang akan ia jaga selamanya.

"Udah nih, Mas. Puas?" Arunika menunjukkan layar ponselnya yang bertuliskan 'Mas Thomas Adiputra 💙'.

Thomas melihat emoji hati itu—meski warnanya biru, sama dengan yang ia gunakan. Ia merasa menang hari ini.

"Lumayan," jawab Thomas pendek, menyembunyikan rasa bahagianya yang meluap-luap.

***

Minta tolong bintang 5 nya dong. Jangan lupa like + komen yaww 😘

1
Alex
ku tunggu thor🤭
merry
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/nungu dh lm tu ank org Ardi 🤣🤣🤣 dh lm bljr juga jdi bisa bkin ank perwan org baper🤣🤣🤣
merry
klo dh cinta diksh hal kcil pun dh bhgia y tom 🤭🤭🤭🤭
merry
moga aj nika gk terpengaruh lg sm Marcel biar Marcel nyesel dan Aleta nyesel yg di incar bukn CEO🤣🤣🤣
merry
msh polos 🤣🤣🤣mklum blm pnh pcran trs yg di kejar mn cuek Bebek
merry
jgn hrpin mercel lg nika,, trs jjur aj sm pernikahan mu sm orgtua mu
Alex
wkwkwkwkwkwkwk
gagal
coba lagi dong 🤭
Alex
sweet bgts pak CEO ini
Alex
suka bgtss ceritanya
Nasya
selamat pegantin baru
Dyou Tatik
lanjut kak
Nasya
diihh marsel 🙄
Nasya
🤣
bunga citra
sabar ya mas Thomas
bunga citra
bagus
bunga citra
lanjut
Nasya
aaawww so cutee 🥰
English Lesson
Kak, nggak update?
Nasya
co cuit mas thomas, smngat 😁💪🏻💪🏻
English Lesson
Sweet💕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!