NovelToon NovelToon
Realita Menikah

Realita Menikah

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cattygril

Menikah muda terdengar indah di mata banyak orang—tentang cinta, perhatian, dan hidup bahagia bersama pasangan. Namun, bagi Elvara Naomi Wijaya, kenyataannya jauh berbeda. Setelah resmi menjadi istri Arsen Rafael Mahardika, pria dingin dan ambisius yang sangat ia cintai, Elvara mulai menyadari bahwa pernikahan bukan hanya soal rasa cinta.

Di balik rumah mewah dan status sebagai pasangan sempurna, mereka perlahan terjebak dalam kesalahpahaman, ego, luka batin, dan rahasia yang tidak pernah terungkap sebelumnya. Arsen yang sulit mengekspresikan perasaan membuat Elvara merasa sendirian di dalam hubungan mereka sendiri.

Saat masalah demi masalah datang menghancurkan ketenangan rumah tangga mereka, Elvara harus memilih—bertahan demi cinta yang masih ia perjuangkan, atau melepaskan semuanya sebelum dirinya hancur lebih dalam.

Karena terkadang, realita menikah tidak seindah janji di hari akad.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cattygril, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 (Pertemuan di Atas Bara)

...HAPPY READING...

...🧸💕...

Waktu berjalan begitu cepat. Pasca-insiden kecelakaan misterius yang menimpa Vivian dan gelombang pemberitaan media yang tak henti menguliti gugatan cerai Elvara, hari Senin yang mendebarkan itu akhirnya tiba.

Ruang rapat utama di lantai teratas gedung pencakar langit itu terasa begitu dingin dan mencekam. Arsen Mahardika duduk di ujung meja panjang dengan setelan jas rapi, namun gurat kelelahan dan kecemasan di wajahnya tidak bisa disembunyikan sepenuhnya. Di hadapannya, duduk sosok pria bule asal Australia yang sejak tadi memancarkan aura dominasi yang luar biasa—Julian Vance Sterling.

Ini adalah pertama kalinya mereka berhadapan langsung untuk membahas agenda krusial: megaproyek pembangunan resor ekologis terpadu di Labuan Bajo.

"Jadi, Tuan Sterling," Arsen membuka suara, mencoba terdengar seprofesional mungkin meski fokusnya terpecah. "Kami telah merevisi draf pembagian saham dan jaminan tata kelola lingkungan seperti yang tim Anda minta minggu lalu. Kami berharap Vance Sterling Industries bisa segera menurunkan dana talangan pertama agar proyek tidak mengalami stagnan."

Julian menyilangkan kaki kekarnya, bersandar santai pada kursi kulitnya sembari menatap berkas di depannya dengan pandangan menilai yang dingin. Detik berikutnya, ia menutup berkas tersebut dengan bunyi dentuman pelan yang sanggup membuat atmosfer ruangan kian menegangkan.

Julian menatap lurus ke sepasang mata Arsen, lalu membisikkan sesuatu dalam bahasa Inggris kepada asisten pribadi yang berdiri di sebelah kirinya. Setelah mengangguk patuh, sang asisten langsung melangkah maju dan berbalik menatap Arsen.

"Draf ini cukup menarik, Tuan Mahardika," ujar sang asisten, membuka suara untuk mewakili Julian. "Tetapi, Tuan Sterling menegaskan bahwa perusahaan kami tidak pernah berinvestasi hanya berdasarkan angka di atas kertas. Kami berinvestasi pada stabilitas sang pemimpin."

Arsen sedikit mengernyit, merasakan ada sindiran personal dalam kalimat tersebut. "Apa maksud Anda? Mahardika Group memiliki rekam jejak yang bersih dalam memimpin proyek skala besar."

Asisten Julian tersenyum tipis, lalu melanjutkan dalam bahasa Indonesia yang sangat lugas, sementara Julian di sampingnya hanya menyimak dengan wajah datar tanpa ekspresi, seolah-olah ia tidak mengerti sepatah kata pun.

"Secara korporasi, ya. Tapi secara personal, belakangan ini nama Anda memenuhi tajuk utama berita karena skandal rumah tangga yang berantakan. Tuan Sterling merasa kehidupan pribadi Anda bisa memengaruhi jalannya proyek ini."

"Saya rasa kehidupan pribadi saya tidak ada hubungannya dengan profesionalisme proyek triliunan ini," jawab Arsen dengan nada suara yang mulai meninggi, menahan amarahnya agar tidak meledak di depan investor utamanya.

Mendengar itu, Julian tampak menyunggingkan senyum tipis yang dingin di sudut bibirnya. Ia kembali memberikan kode isyarat kepada asistennya.

"Tentu saja ada hubungannya, Tuan Mahardika," sambung sang asisten dengan nada yang kian mengintimidasi. "Fokus yang terbagi adalah musuh terbesar dalam bisnis. Tuan Sterling hanya tidak ingin uang triliunan milik perusahaan kami hangus karena Anda terlalu sibuk mengurus drama perceraian yang tidak kunjung selesai."

Suasana di dalam ruang rapat mendadak senyap. Wajah Arsen mengeras, rahangnya mengatup rapat menahan malu sekaligus murka karena masalah pribadinya dikuliti habis-habisan oleh pihak asing. Namun, sebelum Arsen sempat menyusun kata-kata untuk membela diri, Julian tiba-tiba menegakkan tubuhnya.

Aura intimidasi yang dipancarkan pria bule itu langsung mengunci perhatian semua orang di ruangan. Julian menatap Arsen dengan pandangan mata yang dingin, tajam, dan meremehkan.

"Enough," ucap Julian membuka suara. Suara baritonnya yang berat terdengar begitu mutlak dalam bahasa Inggris.

Julian menggeser draf kontrak kerja sama triliunan rupiah itu menjauh darinya, seolah benda itu tidak lagi memiliki nilai di matanya.

"I don't do business with desperate men, Mr. Mahardika. A man who cannot manage his own household is a liability to my multi-trillion rupiah investment. Look at your stock prices today—they are dropping because of your personal chaos," ujar Julian dengan pelafalan yang tajam dan penuh penekanan.

Arsen tersentak, tangannya yang berada di bawah meja mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih. "Mr. Sterling, please. We can secure the project. My personal life will not—"

Sebelum Arsen menyelesaikan kalimatnya, Julian sudah berdiri dari kursinya. Ia mengancingkan jas mewahnya dengan gerakan yang sangat tenang namun penuh wibawa.

"This meeting is over. The deal is off until you can clean up your own mess. Good day," potong Julian dingin tanpa memberikan kesempatan sedikit pun bagi Arsen untuk bernegosiasi.

Julian membalikkan badannya dan melangkah lebar meninggalkan ruang rapat, diikuti oleh asisten dan tim hukumnya yang bergerak cepat.

Brak!

Begitu pintu ruang rapat tertutup, Arsen memukul meja dengan keras. Napasnya memburu tak beraturan. Pertemuan hari Senin yang sangat ia harapkan bisa menjadi penyelamat Mahardhika Group justru berakhir dengan kegagalan total. Arsen terduduk lesu di kursinya, menyadari bahwa bayang-bayang kehancuran bisnisnya kini benar-benar nyata akibat kepergian Elvara.

Setelah meninggalkan gedung Mahardhika Group yang sedang dilanda kepanikan, mobil Rolls-Royce hitam milik Julian melaju tenang membelah jalanan kota. Alih-alih kembali ke kantor pusatnya, pria bule itu justru mengarahkan sopir pribadinya menuju ke sebuah kawasan pertokoan elite, tempat di mana butik mode milik Elvara berdiri.

Julian turun dari mobil dengan langkah tegap, membiarkan asisten pribadinya menunggu di luar. Begitu mendorong pintu kaca butik, gemerincing bel menyambut kehadirannya. Aroma wangi lavender yang menenangkan langsung menyapa indra penciumannya, sangat kontras dengan atmosfer ruang rapat yang panas tadi.

Seorang karyawan butik segera menghampiri Julian dengan sikap sopan, sedikit terkesima melihat sosok pria asing berpostur tinggi dan tampan dalam balutan jas mewah.

"Welcome, Sir. Can I help you find something?" sapa karyawan itu ramah, mencoba menggunakan bahasa Inggris.

Julian tersenyum tipis, matanya mengedar menatap deretan pakaian yang terpajang rapi, mengagumi selera seni wanita yang dicintainya. "Yes. I want to custom-order some long-sleeved shirts. Five shirts, to be exact," jawab Julian dalam bahasa Inggris, suaranya terdengar berat dan menawan.

"Ah, sure, Sir. Follow me to the premium fabric section, please," ujar karyawan itu dengan binar mata cerah, langsung mengarahkan Julian ke area khusus di bagian belakang butik.

Karyawan itu mulai mengeluarkan beberapa gulungan kain berkualitas tinggi di atas meja konter. Julian menyentuh permukaan kain-kain tersebut dengan ujung jarinya, memilih dengan sangat selektif.

"I want the finest quality. Give me the premium silk-blend and Egyptian cotton fabrics. Only the best materials for these five shirts,"* perintah Julian sembari menunjuk beberapa kain dengan warna-warna netral yang elegan seperti putih, hitam, dan biru dongker.

"Baik, Sir. Pilihan Anda sangat luar biasa, ini adalah koleksi kain termahal dan paling eksklusif di butik kami," sahut karyawan itu dengan antusias, kembali menggunakan bahasa Indonesia karena tidak menyangka sang pelanggan memesan produk kelas atas tanpa melihat label harga. "Untuk ukurannya, apakah Anda ingin kami ukur sekarang, Sir?"

Julian mengangguk pelan, membiarkan karyawan itu mengambil pita ukur. Sambil berdiri tegak, mata hazel Julian melirik ke arah pintu ruang desainer yang tertutup rapat di sudut ruangan. Ia tahu Elvara mungkin sedang berada di dalam sana, atau mungkin sedang menenangkan diri di tempat lain.

Julian sengaja datang ke sini dan memesan kemeja mahal bukan hanya karena ia butuh pakaian baru, melainkan sebagai caranya untuk mendukung bisnis Elvara secara finansial sekaligus menanam jejak kehadirannya di hidup wanita itu. Julian ingin memastikan bahwa saat Elvara berhasil lepas dari Arsen nanti, pria pertama yang akan Elvara lihat sebagai pelindung dan pendukung utamanya adalah dirinya sendiri.

… 

Di dalam ruang kerja pribadinya yang bernuansa putih porselen dan estetik, Elvara sedang duduk di balik meja kaca sembari menatap layar iPad-nya. Pikirannya yang sempat kusut karena urusan perceraian dengan Arsen mendadak buyar saat sebuah notifikasi sistem penjualan butik memunculkan angka nominal yang fantastis.

Elvara mengernyitkan alisnya, tidak percaya dengan data keuangan yang baru saja masuk ke rekening bisnisnya.

"Nilai transaksinya besar sekali... Siapa yang membeli produk premium sebanyak ini dalam satu waktu?" gumam Elvara heran.

Ia segera mengeklik detail pesanan tersebut. Di sana tertera bahwa koleksi kain kemeja pria ultra-premium miliknya telah dipesan sebanyak lima potong sekaligus. Bukan sembarang pakaian, itu adalah koleksi limited edition miliknya yang menggunakan bahan Egyptian Giza Cotton —katun terbaik di dunia yang seratnya ditenun sangat rapat, memberikan kilau alami seperti sutra, namun tetap sangat adem dan kokoh saat dikenakan. Ditambah lagi dengan perpaduan sutra murbei organik untuk bagian kerah bagian dalam.

Koleksi itu adalah mahakarya terbaik di butiknya dengan harga per potong yang setara dengan harga satu buah motor matic baru. Karena harganya yang selangit, kemeja dengan kualitas dewa itu biasanya hanya dipesan oleh kalangan pejabat tinggi atau ekspatriat melalui perjanjian khusus. Tapi hari ini, lima slot pesanan langsung ludes diborong dalam hitungan menit.

Rasa penasaran yang besar membuat Elvara bangkit dari kursi kerjanya. Ia berjalan keluar ruangan menuju area konter butik untuk menanyakan langsung pada karyawannya.

"Ria," panggil Elvara pada karyawan yang tadi melayani Julian. "Siapa yang baru saja memborong lima kemeja custom dari bahan katun Mesir premium tadi? Apakah ada klien VIP lama yang datang?"

Ria yang sedang merapikan sisa contoh kain langsung menoleh dengan mata berbinar antusias. "Bukan, Ibu Elvara! Tadi yang datang itu pelanggan baru. Seorang pria bule asal Australia, tinggi besar, tampan sekali seperti model papan atas, dan memakai setelan jas yang sangat mewah!"

Jantung Elvara mendadak berdesir aneh saat mendengar deskripsi tersebut. Pria bule? Dari Australia?

"Bule?" ulang Elvara, mencoba memastikan. "Dia... meninggalkan nama untuk data pelanggannya?"

"Oh, ada, Bu! Ini nota pemesanannya baru saja saya cetak," jawab Ria sembari menyodorkan selembar kertas resi formal kepada Elvara.

Elvara menerima kertas tersebut dengan tangan yang sedikit gemetar. Matanya langsung tertuju pada baris nama pemesan yang tertulis dengan tinta hitam tebal di sana: Julian Vance Sterling.

Nama itu seketika membuat napas Elvara tertahan sejenak. Ingatannya langsung melayang pada sosok pria asing yang ia temui secara intens beberapa waktu lalu. Mengapa Julian tiba-tiba datang ke butiknya dan memborong pakaian mahal tepat di hari yang sama saat dirinya sedang dirundung masalah perceraian? Apakah ini hanya sebuah kebetulan, atau pria itu sengaja sedang mengawasinya dari dekat?

Elvara menghela napas panjang, lalu perlahan melipat nota pesanan atas nama Julian Vance Sterling tersebut. Di tengah badai hidupnya yang bergemuruh, ia memilih untuk tidak mau ambil pusing soal kehadiran pria bule itu di butiknya. Ada hal yang jauh lebih krusial yang harus ia hadapi.

Beberapa hari ke depan adalah penentu nasibnya. Ia harus mempersiapkan mental dan seluruh berkas fisik untuk datang ke Pengadilan Agama. Hari di mana ia akan resmi melepas statusnya sebagai istri Arsen Mahardhika.

Namun, entah mengapa, saat jemarinya menyentuh permukaan meja kaca, sebuah rasa sesak yang familier kembali merayap di dadanya.

Melupakan Arsen ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Biar bagaimanapun, Arsen adalah pria yang telah lama menguasai hatinya. Pria yang ia cintai dengan tulus sejak dulu, jauh sebelum pernikahan hambar mereka dimulai. Mengingat setiap kenangan manis—meski jumlahnya bisa dihitung dengan jari—membuat sudut hati Elvara terasa ngilu. Ia belum sepenuhnya bisa menghapus rasa suka itu, walau Arsen telah menorehkan luka yang teramat dalam.

Elvara memejamkan mata erat-erat, meremas ujung blusnya untuk menyalurkan rasa sakit yang mendadak menyerang penumpang batinnya. Menyakitkan memang, bersiap menceraikan seseorang yang sebenarnya masih Anda sayangi.

Namun, Elvara segera menggelengkan kepala, menghalau kelemahan itu sebelum air matanya kembali jatuh. Ia tahu betul, bertahan dengan pria yang hatinya milik wanita lain hanya akan membunuhnya perlahan. Rasa suka ini harus ia kubur dalam-dalam, demi harga diri dan masa depannya yang berhak untuk bahagia.

Bersambung….. 

1
Aquarius1276 Nonamolek
tidak bertele²...bahasa yg mudah dimengerti
Aquarius1276 Nonamolek
kapan thor season 2 nya ...plus judul nya donk😍
Cattygril
okee
mba mawar34
oh noo gw pikir bakalan sama kael
Cattygril: haha, tidak kk
total 1 replies
mba mawar34
Next💪😍
mba mawar34
ceritanya bgus, dan oke di baca
Cattygril: terimakasih☺
total 1 replies
mba mawar34
semangat thir💪😍
Cattygril: iya dongg👌☺
total 1 replies
cynth
Everyone biggest nightmare.
Cattygril: heee☺
total 1 replies
Amelia
Next😍
Amelia
iya Thor gak papa, semangat trus update ya💪😍
Cattygril: terimakasih yaa😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!