NovelToon NovelToon
Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:926
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

Ardian dan kebahagiaan nya.
Kembali berkumpul dengan putrinya serta menikah dengan wanita yang merubah dirinya menjadi pria dengan pribadi yang baik, membuatnya sangat bahagia walaupun cerita masalalu yang sedikit demi sedikit terbuka.
Jidan dan kisah cintanya.
Tidak sama seperti tuannya yang memilih berlabuh ke hati lain dan berdamai dengan masalalu nya. Jidan malah terjebak dengan perasaan nya yang belum benar-benar mencintai wanita lain. Seakan takdir berputar-putar ditempat nya, membuat Jidan selalu terjebak dengan perasaan sendiri, walaupun ada hati lain yang menariknya untuk beralih.
Bagaimana kisah selanjutnya? Simak yuk, biar nggak penasaran bagaimana kisah mereka selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Ardian dan Fazar kembali masuk kedalam rumah itu yang sudah mengeluarkan aroma tidak sedap, dan karena itu mereka melarang Harum dan juga Nalda untuk ikut masuk.

"Apakah kalian tidak merawatnya dengan baik sampai kondisinya seperti ini?"

"Maaf tuan, kami sudah membawa dokter seperti perintah tuan Fazar, tapi dia malah mengamuk dan menyakiti dokter yang kami bawa, sehingga dokter takut untuk merawatnya. Setiap kami memberikan obat, dia malah mengamuk dan menyakiti dirinya sendiri. Karena tidak ada pengobatan secara langsung, penyakitnya semakin parah seperti saat ini." jelas orang suruhan Fazar.

"Bersihkan semua nya, karena diluar ada putri ku. Dia datang untuk melihat Tante nya."

"Baik tuan." jawab nya berlalu masuk kedalam rumah itu, dan melakukan sesuai seperti yang diperintahkan oleh Fazar.

Setelah semua siap, Nalda, Harum serta Ardian masuk kedalam. Bau busuk tidak menyengat tadi setelah di semprotan pewangi ruangan.

"Tante." lirih Harum, saat melihat Tante nya yang beberapa tahun terakhir tidak ia lihat: terakhir saat Tante nya menjualnya.

"Jangan mendekat sayang, penyakit itu menular." ucap Ardian mencegah putrinya saat harum ingin melangkah mendekat. Mereka hanya bisa melihat dari jarak jauh kondisi tante harum yang semakin melemah, sepertinya wanita itu dalam keadaan sakarat.

"Tapi harum mau melihat Tante, Pa. Harum ingin melihat tante dari dekat."

Mendengar permintaan sang putri Ardian memeluk tubuh itu dan mencium keningnya dengan lembut."Nak, papa tidak tau terbuat dari apa hatimu hingga masih mengasihani orang jahat seperti dia. Tapi papa banga dengan sifat mu ini." batin Ardian.

"Tante hanya satu-satunya saudara mama Pa. Jadi biarkan harum mendekat untuk melihatnya yang terakhir kali nya." lanjut nya lagi dengan wajah memohon. Ardian menoleh ke arah sang istri yang juga melihat nya.

Sementara fazar memanggil anak buahnya yang berdiri tidak jauh dari mereka."Apa kami bisa mendekat?"

"Maaf tuan, tidak bisa. Karena ini sudah terlalu parah, takut nya aroma nya mengganggu anda dan juga yang lain."

"Tante.." Harum ingin menangis saat mendengar ucapan orang suruhan fazar tapi segera di tenangkan oleh Nalda.

"Tidak apa-apa kita bisa melihat Tante dari sini." ucap Nalda menenangkan.

"Tente tidak sedih' sama sekali rum. Tante malah senang Harum ada disini. Walaupun harum tidak dekat dengan Tante."

"Benarkah, Bunda?” Nalda mengangguk mengiyakan sebagai jawaban.

Kondisi tente harum benar-benar kritis, dan mereka hanya bisa berdiri dari jarak yang sedikit jauh. Berapa saat kemudian.

"Tuan Dia telah tiada." Ucap bawahan fazar

"Inalilahi wa innailaihi rojiun." Ucap ketiganya dengan serentak saat mendengar kalau tante nya harum telah berpulang, tidak dengan Harum. Gadis itu terdiam membeku hingga akhirnya dia menangis.

"Hiks....hikss...."

Nalda lantas memeluk tubuh itu dan mengusap nya dengan lembut, tidak hanya Nalda tapi Ardian juga ikut mendiamkan sang putri agar tidak menangis.

*****

Tante harum telah dikebumikan hari itu juga, karena mereka tidak bisa membawa nya pulang mengingat penyakitnya menular. Setelah berdoa, keempat nya berencana untuk pulang.

"Nanti kita kesini lagi ya."

"Iya bunda," Jawab Harum berdiri dari duduk nya.

"Kita pulang malam ini." Ucap Ardian

"Tapi sebelum kita pulang, bawahanku ingin memberikan peninggalan dari tante nya Harum."

"Apa itu, Zar?" Fazar mengangkat bahu nya tanda kalau dia juga tidak tau.

"Aku juga tidak tau. Tapi kata bawahanku, ini untuk mu dan Harum. Kalau kalian penasaran kalian bisa melihat nya langsung."

Fazar kembali mengantarkan Ardian bersama keluarga nya kembali ke rumah kayu. Rumah itu sudah tidak sebauh tadi setelah dibersihkan dan di sterilkan.

Keempat nya melangkah masuk ke dalam dan melihat ada bawahan Fazar disana yang membawa sebuah kotak berukuran sedang.

"Ini tuan barang-barang miliknya. Isi didalam diwasiatkan untuk anda tuan. Kami tidak tau isi nya apa karena kami tidak berani memeriksa nya." Ucap bawahan Fazar seberi memberikan kotak itu ke arah ardian.

Ardian sendiri tidak langsung menerima nya melainkan dia menatap penuh selidik ke arah kedua bawahan Fazar."Kamu yakin barang di dalamnya tidak membahayakan kami?"

"Maaf tuan sebelumnya. Barang didalamnya aman karena selama disini tidak ada hal-hal mencurigakan yang dia lakukan oleh almarhumah. Semua kami pantau hingga digigit nyamuk saja kami tau." jawab nya dengan sangat yakin, membuat Ardian yang tadi meragukan kotak itu perlahan meraih nya.

"Kalian bisa membukanya disini atau sampai di rumah kalian nanti."

"Biar aku membukanya disini Zar. Aku tidak yakin membukanya sampai di rumah nanti," jawab Ardian. Pria itu duduk lesehan di atas lantai lalu membuka kotak berukuran sedang itu.

Entah isinya apa, tapi terasa berat.

"Foto kalung dan surat?" Ardian memperlihatkan ketiga beda itu ke istri nya.

Nalda yang penasaran meraih kalung itu. Seketika dia itu terdiam membeku setelah melihat foto itu.

"Foto siapa ini?" Tanya nya dengan raut yang susah dijelaskan.

"Ada apa sayang?"

"Hubby tau foto ini siapa?"

"Hubby juga nggak tau sayang. Tapi dilihat-lihat wajah nya mirip dengan Mayla. Emang nya kenapa sayang?" Tanya Ardian penasaran saat melihat gurat terkejut di sana

"Hubby, ini foto adikku. Almarhumah adikku," ucap nya dengan tangan bergetar dan juga jantung yang berdebar. Mata melihat ke arah Harum. Mata amber itu mengingatkannya pada sang adik."Ini tidak mungkin, adikku sudah tiada bertahun-tahun yang lalu. Foto ini bukan milik nya."

"Kita bisa menanyakan kepada Harum untuk memastikannya." Sambung Fazar memberi saran. Seketika semua melihat ke arah harum.

"Harum sayang, Harum kenal sama orang didalam foto ini?" Tanya Nalda menatap manik amber itu.

"Dulu kata mama, itu Foto mama saat masih kecil."

Deg

Jantung Nalda seperti menggila dibuat nya. Entah kenapa semua nya menjadi buram.

"Sayang! ya Allah sayang!" Panik Ardian saat Nalda jatuh pingsan."Fazar panggil dokter cepat!" Perintah nya khawatir.

Bersambung….

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!