"lumpur hitam akan selama nya hitam meski telah di rendam dengan emas dan berlian" celetuk nyonya Sin sinis saat melihat Orjioh keluar dari mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam, seketika senyumnya hilang dan moodnya pun berubah. ia tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang ingin di kenalkan Jonathan kepadanya adalah Orjioh, teman sekolah Jonathan ketika mereka masih tinggal di kampung dulu, yang menurut nyonya Sin tidak selevel dengan keluarga nya yang seorang pengusaha dan juga memiliki sebuah restoran mewah yang dilengkapi dengan penginapan kelas atasnya sekaligus. "benar" sambung In su setuju dengan kakaknya padahal tadinya dia sempat sedikit senang karena ternyata keponakan dekat dengan orang berpengaruh, pikir in su saat mobil yang dikendarai oleh Orjioh berhenti dibelakang mobil Jonathan, ia bahkan sudah sempat berangan-angan untuk menjilat, namun semua itu sirna ketika ia melihat Orjioh keluar dari mobil itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cinta semusim 9
"kalau kau menginginkan nya, kau bisa menyimpan kotak itu." Ujar Or ji oh tiba-tiba setelah keluar dari kamar mandi, ketika ia mendapati Oh pil sedang melihat isi kotak itu, raut wajahnya terlihat mengejek. "ck, aku tidak membutuhkannya, ambil untuk mu saja." jawab Oh pil sun juga mengejek, sembari menggeser kotak itu lebih ketengah, sementara Or ji oh memperhatikan apa yang Oh pil sun lakukan. "kalau begitu apa yang kau lakukan?" tanya Or ji oh "kenapa kau masih disini? lalu mengganti pertanyaan, "apa jangan-jangan kau juga ingin tidur disini?" lanjut nya mengejek, tidak memberi Oh pil kesempatan untuk berbicara.
"kenapa?" Tanya Oh pil sun tidak mau kalah, sembari melihat kearah Or ji oh, "apakah tidak boleh? Tanyanya lagi mulai mendekati Or ji oh, bagimana mungkin dia akan membiarkan Or ji oh menang mengejek dirinya. "tentu saja boleh" jawab Or ji oh sembari duduk di tepi tempat tidur seolah menantang Oh pil sun, "lagi pula sekarang tidak ada yang akan melarang mu." lanjutnya terlihat cuek.
"benarkah?" tanya Oh pil sun sembari menaikan sebelah alisnya, kini dia sudah berada didepan Or ji oh dengan jarak yang begitu dekat. "hmm" jawab Or ji oh malas, namun tetap terlihat tenang. "bagaimana kalau aku juga melakukan ini?" kata Oh pil sun sembari memegang pinggang Or ji oh, lalu dengan cepat membuat Or ji oh berbaring dibawah nya.
"silahkan saja kalau kau ingin melakukannya," kata Or ji oh begitu tenang, "kebetulan saat ini adalah masa suburku, mungkin isi kotak itu benar-benar tidak akan berakhir sia-sia." lanjutnya dengan mengingatkan Oh pil sun tentang kotak yang berisi test pack, yang diberikan oleh nyonya besar oh tadi.
Mendengar itu kening Oh pil sun langsung mengernyit, dengan gerak cepat ia bangkit menjauh dari Or ji oh, tadinya ia ingin membuat Or ji oh takut. Tapi yang terjadi justru sebaliknya malah ia yang di buat takut oleh Or ji oh. "aku akan tidur di sebelah" Ujar Oh pil sun setelah menjauh dari Or ji oh, "ingat, tanpa izin dari ku kau dilarang masuk kesana!" lanjutnya tegas sebelum pergi, memberi peringatan kepada Or ji oh. Melawan mantan seorang janda memang sungguh mengerikan, pikir Oh pil sun.
"huft" dengus Or ji oh begitu pelan bahkan nyaris tak terdengar. "siapa juga yang ingin masuk kesana." cibirnya sembari menarik selimut lalu berbalik membelakangi Oh pil sun yang juga sudah mulai berjalan meninggalkan kamar nya.
Sementara itu dilantai bawah! "bagaimana?" tanya nyonya besar oh pada pada Seol, setelah Seol turun dari lantai atas dimana kamar Or ji oh dan juga ruang kerja Oh pil sun berada, "mereka tidur di ruangan terpisah" jawab Seol dengan berbisik didekat telinga nyonya besar oh. Seketika raut wajah nyonya besar oh berubah kecewa, "tidak apa, tidak perlu terburu-buru." kata ibu pimpinan yang juga mendengar apa yang disampaikan oleh Seol sembari meniup ramuan herbal miliknya, lalu meneguk ramuan itu sedikit. "beri mereka sedikit waktu." lanjutnya lagi setelah selesai meminum ramuannya, dan terlihat begitu tenang.
Tiga hari kemudian.
Semua dokumen sudah siap, kini Or ji oh hanya tinggal berangkat, bahkan jadwal keberangkatannya sudah di tentukan, ia akan berangkat sekitar dua jam lagi. "ingat setelah selesai harus segera pulang." pesan nyonya besar oh pada Or ji oh saat ia mengantar Or ji oh ke bandara, sebelum Or ji oh berangkat, meski sempat kecewa karena keinginannya untuk segera memiliki cucu terpaksa harus ditunda, namun dia bisa mengerti keinginan Or ji oh untuk melanjutkan pendidikannya.
"hmm" jawab Or ji oh hanya dengan anggukan kepala, "hubungi ibu jika sudah sampai!" pesan nyonya besar oh lagi, "hmm" jawab Or ji oh masih dengan anggukan kepala. "disana harus jaga kesehatan, dan jangan lupa harus makan tepat waktu." katanya terus mengingatkan, dan terlihat sangat menghawatirkan Or ji oh. "hmm, ibu jangan hawatir aku pasti akan menjaga diri dengan baik disana." jawab Or ji oh menenangkan dan sangat mengerti kekhawatiran wanita yang sangat menyayanginya itu.
"pergilah" kata nyonya besar oh akhirnya merelakan Or ji oh untuk pergi, "ibu juga harus segera pulang, diluar sangat dingin, jangan terlalu lama diluar." pesan Or ji oh pada nyonya besar oh sebelum pergi. "hmm, jangan hawatir, ibu akan segera pulang." jawab nyonya besar oh sembari melambaikan tangan pada Or ji oh yang kini sudah mulai berjalan meninggalkan nya. "Hati-hati" katanya lagi sebelum Or ji oh benar-benar masuk ke ruang tunggu khusus para penumpang yang akan segera berangkat, dan akhirnya tak terlihat lagi.
Saat itu Seol yang sejak tadi berdiri dibelakang segera menghampiri nyonya besar oh, "nyonya besar, sudah saatnya kita pulang." kata Seol mengingatkan dengan sopan, karena sebelum pergi tadi Or ji oh juga sudah berpesan padanya untuk segera membawa nyonya besar oh kembali kerumah, dan di jawab nyonya besar oh dengan anggukan kepala tanda setuju.
Sementara itu di tempat lain! "apakah dia sudah pergi?" tanya Oh pil sun dari dalam mobilnya yang sedang terparkir ditempat parkir yang tidak terlalu jauh dari bandara, "sepuluh menit lagi pesawatnya aku segera terbang." jawab Kim yang sejak tadi duduk di depan kemudi, "bagaimana dengan ibu?" Oh pil sun kali ini bertanya tentang ibunya, karena ia sangat menghawatirkan ibunya yang sejak kemarin terlihat sangat sedih setelah mengetahui Or ji oh akan pergi ke Jerman.
"nyonya besar baik-baik saja, Seol sudah membawanya pulang." kata Kim menjawab pertanyaan Oh pil sun.
Kening Oh pil sun mengeryit, kalau begitu untuk apa ia masih disini? "kembali kekantor!" ujarnya cepat, karena sudah tidak ada yang perlu ia tunggu. "baik tuan muda" jawab Kim cepat dan segera menjalankan mobilnya.
"hari ini apa saja yang harus kulakukan?" tanya Oh pil sun setelah mereka sampai di kantor, bertanya tentang jadwal nya hari ini. "tidak banyak, hanya perlu menemani presdir Jin bermain golf, lalu makan siang dengan direktur Lee." jawab Kim mengatakan apa saja kegiatan Oh pil sun hari ini. "hanya itu?" tanya Oh pil sun sembari melihat kearah Kim, karena biasanya jadwal sangat padat.
"hmm, apa tuan muda lupa hari ini hari apa?" Tanya kim balik bertanya. "memangnya hari apa sekarang?" tanya Oh pil sun tidak tahu. "hari ini adalah hari ulang tahun ibu pimpinan sekaligus hari peringatan kematian tuan besar." jawab Kim mengingatkan, yang sontak membuat Oh pil sun marah.