NovelToon NovelToon
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Idola sekolah / Diam-Diam Cinta
Popularitas:970
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Cery Vanesa Chaseiro, gadis mungil berusia delapan belas tahun, saat ini ia baru menduduki bangku kelas sebelas SMA, namun tingkah nya masih seperti anak kecil, begitu juga dengan penampilan nya.

Bagi yang tidak tau bagaimana cerita hidup Cery yang sebenarnya, mereka mengatakan kalau Cery adalah gadis paling ceria. Itu karena Cery sangat baik dengan semua orang dan selalu membantu mereka yang kesulitan. Meskipun kenyataannya dia tidak punya teman dan sering di cemooh anak-anak di sekolah nya.

Kenapa ia di cemooh? Ya karena penampilan nya yang kusut dan terlihat sangat miskin, bukan hanya itu banyak yang mengatakan kalau Cery tidak tahu diri?

Kenapa begitu? Ya karena meskipun Cery seperti anak-anak dia tetap lah gadis remaja yang punya perasaan seperti gadis remaja pada umumnya, dia naskir dengan laki-laki tertampan di sekolah Mawar Mekar. Linus Caesar Pratama, kakak kelas sekaligus ketua tim basket di sekolah Cery, ya sekaligus anak seorang CEO kaya. Seperti raja di sekolah, Linus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

"udah sih, gak usah gugup biasa aja, kayak Lo baru pertama kali ngobrol sama gue," ungkap Raja berusaha membuat Cery untuk tidak gugup bicara dengan nya.

"I-iya kak," jawab Cery yang kini terpaksa menatap wajah Raja.

"Oh iya, terusin omongan Lo," pinta Raja.

"Aku, aku mau tanya kenapa kak Raja ngelaporin Della ke guru BK cuma gara-gara aku?" Cery terlihat merasa bersalah padahal dirinya tidak punya salah sedikitpun.

"Lo ini beneran polos apa bego sih? Bukan nya Della emang salah ya ngunciin Lo di toilet, Lo bayangin deh, kalau gue gak nolongin lo kemarin, Lo bisa kehilangan nyawa, dan masalah Della bukan cuma sama guru BK melainkan sama polisi, Lo gak perlu merasa bersalah, apalagi dengerin kata-kata Linus Lo gak perlu," jelas Raja kepada Cery.

Cery terdiam, dia akhirnya tau kenapa Raja melakukan hal itu, karena memang Raja orang nya berjiwa pemimpin ia bijaksana dalam segala hal.

"Linus terlalu peduli sama Della karena mungkin dia tau kehidupan Della di rumah nya gimana, tapi Linus masih bodoh dan gak bisa mikir yang mana baik dan yang mana buruk, udah, sekarang Lo masuk kelas deh gak perlu banyak pikiran fokus aja sama diri Lo sendiri, jangan sampai di tindas sama orang lain," setelah mengatakan itu, Raja beranjak pergi dari hadapan Cery dengan langkah besar.

Cery menatap punggung Raja yang kian menjauh dari pandangan nya, tidak butuh waktu lama Raja pun tidak terlihat lagi, Cery memilih untuk tidak masuk kelas dan duduk di kursi taman tersebut.

Entah apa yang ada di benak nya saat ini, intinya ia merasa kalau beberapa masalah ini mungkin belum berakhir, Linus dan Della sama-sama membencinya gara-gara tindakan Raja, yang memang sangat benar namun juga menimbulkan konflik di antara Cery dan Linus serta Della lebih panas lagi.

Satu hari segera berlalu, ini adalah hari berikutnya Cery sekolah setelah sakit, dan hari ini juga, Della telah masuk kembali ke sekolah.

"Morning!" ujar Della masuk ke dalam kelas, di belakang Della ada dua orang temannya yang mengikuti sambil membawa sesuatu di tangan mereka.

Tidak langsung duduk ke kursi masing-masing, Della dan dua temannya malah berdiri di depan kelas.

"Bagiin," ujar Della ke pada dua teman nya, ia memerintahkan mereka untuk membagikan benda yang mereka bawa.

"Baik," kedua temannya itu tampa banyak basa-basi langsung membagikan ke seluruh siswa siswi yang ada di dalam kelas.

"Wahhh, undangan ulang tahun nya Linus!? Ini serius Dell kita di undang?" tanya salah satu teman sekelas terlihat sangat antusias setelah melihat benda yang mereka bagikan adalah surat undangan ulang tahun Linus yang ke sembilan belas tahun.

"Yups, Lo semua harus datang, satu sekolah di undang," jawab Della yang kemudian berjalan lalu duduk di kursi nya.

Ya, nanti malam adalah pesta perayaan ulang tahun nya Linus, sebenarnya Linus ini sama sekali tidak suka jika ulang tahun nya di buat pesta yang meriah, namun siapa sangka sang mama yang begitu memanjangkan Linus tetap ingin merayakan, meskipun Linus mengatakan itu lebay dan seperti anak kecil.

Tidak tanggung-tanggung, mama nya juga mengutus Della untuk menyebarkan undangan kepada seluruh siswa dan siswi yang ada di sekolah Mawar Mekar.

Cery juga mendapat undangan tersebut, dia yang melihat itu seketika sangat bahagia, dan ingin memanfaatkan kesempatan kali ini untuk meminta maaf secara tulus kepada Linus dan Della nanti malam di pesta, ia ingin secepatnya masalah nya dan Linus terselesaikan.

Beberapa jam pun berlalu, mata pelajaran terakhir pun telah selesai, Cery bergegas membersihkan tas nya untuk segera pulang.

Hari ini kedamaian seperti sedang berpihak kepada Cery, ban sepeda nya tidak bocor, Della tidak menggangu nya, anak-anak lain juga tidak mempedulikan atau mengejeknya.

Ia mengayuh sepeda segera keluar dari gerbang sekolah dengan hati yang berbunga-bunga.

"Menurut Lo dia bakal datang gak?" tanya Rena kepada Della.

Della menoleh ke belakang dan melihat siapa yang berbicara barusan di belakang nya.

Ya, sedari tadi memang Della sedang memperhatikan Cery, namun dia hanya sendirian kedua temannya juga sudah pulang.

"Ngapain Lo di sini?" ujar Della memutar balik badan berhadapan dengan Rena.

"Gue cuma lewat kok, tapi gue lihat Lo terus merhatiin dia dari tadi," jawab Rena sambil tersenyum miring.

"Terus, urusan nya sama Lo apa ya?"

Rena dan Della memang tidak pernah terlihat akrab, meskipun Rena adalah kakak kelas sekaligus ketua OSIS yang di hormati di sekolah, keduanya begitu karena sama-sama ingin mendapatkan gelar ratu sekolah, namun di saat ini Rena masih berada dalam gelar tersebut.

Hal itu lah yang membuat Della begitu tidak menyukai Rena.

"Bisa gak kali ini Lo gak usah ngegas sama gue, biasa aja, setau gue kita gak pernah punya konflik sampai harus musuhan gini," jawab Rena dengan nada bicara yangs sedikit tajam.

"Karena itu gue gak mau ada hubungannya sama Lo," Della yang keras kepala tidak mudah terpancing akan omongan Rena.

"Sekarang gini aja deh, Lo kan tau musuh kita itu sama ya, kenapa Lo gak kerja sama aja sama gue gituh? Buat ngejatuhin dia,"

"Maksud Lo Cery?" Della mulai menangapi apa yang Rena katakan.

Rena mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum kecil, entah apa rencana yang akan dia lakukan kali ini.

Namun Della merasa sedikit tersentak dengan ucapan Rena barusan, karena setahunya Rena selama ini tidak punya masalah dengan Cery dia juga terlihat baik dan beberapa kali membantu Cery lolos dari Della.

"Bukan nya Lo baik ke Cery, kenapa tiba-tiba Lo ngajak gue kerja sama buat nyingkirin dia?" Della penasaran.

Rena tersenyum miring, dia berjalan lebih dekat di depan Della." Lo pikir gue beneran baik sama dia? Ini semua gue lakuin cuman pengen dapat perhatian dari Linus, dan si culun bisa-bisa nya percaya sama semua ucapan dan kebaikan gue, gak tau aja dia kalau gue berusaha adu domba dia sama Linus, bikin Linus makin benci sama dia,"

Della seketika menyadari apa yang dia lihat beberapa hari lalu, dimana ia memperhatikan Cery dan Rena di parkiran sekolah, dia juga sempat mendengar kalau Rena mengatakan Linus yang menghapus video yang Della sebar, saat itu Della masih mengira mungkin Rena tidak tau dan asal bicara, namun ternyata itu adalah tipu daya Rena.

"Haha, gue gak nyangka ternyata Lo selama ini ngelakuin itu cuma karena ada udang di balik batu, Lo bahkan lebih licik dari gue ya," ungkap Della, setelah mengatakan itu ia tidak ingin banyak bicara dengan Rena lagi dan memilih untuk beranjak pergi dari sana meninggal kan Rena sendirian.

Rena yang melihat respon Della seketika kesal, dia berharap kalau Della berkata oke untuk kerja sama dengan nya, namun ternyata Della malah meninggalkan Rena sendirian.

Della mengangap Rena seperti kupu-kupu, punya sayap yang indah dan terlihat sangat cantik namun beracun.

"Dia pikir gue gak bisa apa-apa sendirian? Harus berkomplot segala, gue juga gak setuju dia suka sama Linus kelaurga nya semua mata duitan," umpat Della sambil fokus mengendarai mobil nya.

"Sialan,awas aja Lo Della," Rena yang merasa tidak di gubris oleh Della segera mengumpat dan kemudian memilih masuk ke dalam mobil nya.

Sementara itu di sisi lain.

"Ma, apa-apaan sih? Aku bukan anak kecil lagi ma! Aku kan udah bilang gak mau di rayain kayak gini ulang tahun nya, gak mau aku ma, malu-maluin gak sih!" ujar Linus marah kepada sang mama, melihat rumah mewah mereka yang saat ini begitu banyak orang.

Ya mama nya Linus menyewa event organizer untuk mendekorasi rumah mewah mereka dan meminta sepenuhnya tanggung jawab untuk pelaksanaan acara ulangtahun Linus kepada mereka.

"Linus sudah lah, lagian kamu juga gak ngeluarin uang sepeser pun, ini semua mama yang menanggung nya, malu dong mama kalau gak bikin pesta ulang tahun kamu sementara kemarin anak temen mama bikin lebih mewah," uajar sang mama yang memang mementingkan segala hal untuk pamer.

"Iya mama memang ngelakuin ini semua demi mama, bukan aku," tak habis fikir melihat tingkah sang mama yang tidak lepas dari memamerkan kekayaannya, Linus pun lelah dan menyerah.

Ia akhirnya memutuskan untuk mengurung diri di dalam kamar saja, selama suasana sibuk dan begitu berisik di luar ia tidak mampu pergi ke dapur untuk makan siang.

"Gue harus apa sekarang? Capek banget, mama gak ada capek-capek nya bikin rumah gak nyaman, kalau gue keluar juga gak bakal di ijinin sekarang, papa juga gak kelihatan," ujar Linus berbaring di ranjang sambil mengotak-atik ponsel nya.

Ia benar-benar terlihat sangat bosan, ya inilah keluarga Linus, ia seorang anak tunggal, papa nya CEO kaya, mama nya seorang wanita yang cukup hobi memamerkan kekayaan dan membeli barang-barang bredit keduanya sibuk dengan urusan masing-masing tidak pernah mementingkan Linus, mereka fikir dengan memberikan barang-barang mewah kepada sang anak bisa membuat anak nya bahagia.

Linus tidak pernah merasa di perhatikan oleh kedua orang tua nya, dia juga tidak pernah cukup mendapatkan kasih sayang.

Kemana pun Linus pergi tidak pernah ada orang tuanya menanyakan atau meminta nya kembali ke rumah, balapan juga ia lakukan untuk mengisi waktu luang.

Ini juga sebuah alasan kenapa Linus sering datang dan makan di rumah Raja, karena di sana ia bisa bertemu mama nya Raja yang cukup baik.

Sementara itu Cery memarkirkan sepeda nya di sebuah toko jam tangan, setelah satu jam mengayuh sepeda ia merasa cukup lelah dan haus untuk sampai di sana itu cukup jauh bagi nya.

Sepulang sekolah ia berpamitan dengan bi Suni untuk keluar dengan alasan jalan-jalan sore, padahal ia membongkar tabungan nya untuk pergi ke toko jam, ia berniat membeli sebuah jam tangan buat hadiah ulang tahun sekaligus permintaan maaf untuk Linus nanti malam.

Bersambung ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!