Di Benua Mendalam, seni bela diri telah mencapai puncak kejayaannya. Xiao Xuan, leluhur tua Keluarga Xiao, memiliki sebuah cheat yang mampu mereplikasi segala sesuatu tanpa batas. Dengan kekuatan ini, dia memimpin keluarganya mendominasi seluruh langit berbintang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wusan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penghancuran klan tian dan klan hu
Hari kelima, ada 4 bangunan megah berada di kaki gunung. Itulah 4 Balai yang baru dibentuk oleh klan. 4 Tetua Agung akan menjabat sebagai Kepala Balai masing-masing. Lalu para tetua akan mendistribusikan sisanya. Mulailah beroperasi setiap balai itu.
Dalam 5 hari berlalu, akhirnya 5 leluhur sisanya melangkah ke alam Raja Bela Diri. Dengan vitalitas mengguncang seluruh dunia Klan Xiao. Aura mereka menyebar ratusan ribu mil jauhnya.
Kini Klan Xiao memiliki 6 Raja Bela Diri. Lalu Xiao Xuan bahkan lebih kuat—dia sudah menembus alam Raja Bela Diri peringkat 3. Niat pedangnya mencapai level 4—70 persen.
Para Tetua Agung serta Kepala Klan Xiao menembus alam Leluhur Bela Diri. Banyak bayangan gua surga luas bermunculan di dunia Klan Xiao. Para tetua menembus alam Grandmaster. Lalu ada beberapa murid berbakat juga menembus alam Grandmaster.
Xiao Yan, Xiao Bing Ning, Xiao Hao, Xiao Yi, Xiao Fan, Xiao Tian, Xiao Chen, Xiao Qing Xue, Xiao Yao, Xiao Di. Mereka sepuluh generasi muda yang kultivasinya setara alam para Tetua Agung—alam Grandmaster. Bahkan mengejutkan bahwa Xiao Hao dan Xiao Yi bersaudara yang awalnya biasa-biasa saja menjadi sangat kuat.
Lalu semua anggota Klan Xiao sisanya menembus alam Master Bela Diri.
——
Xiao Xuan memanggil Xiao Yan di Balai Pemurnian.
Xiao Yan datang ke Balai Pemurnian. Melihat dimana sudah ada seratus tungku pil di ruangan dan di atas setiap kompor. Dan ada beberapa ratus tungku penempaan senjata. Semuanya senjata spiritual tinggi tingkat menengah. Ini biasanya senjata spiritual dipakai oleh sekte-sekte tingkat 3 ke atas.
Dia melihat Xiao Xuan sedang berdiri menatapnya.
"Junior memberi salam kepada Leluhur."
Xiao Xuan menatap Xiao Yan. Dia sepertinya mengingat template protagonis. Putra keberuntungan di klannya berada. Sungguh hebat.
"Leluhur ini memanggil anda hanya ingin melihat api surgawi anda. Bisa kah?"
Xiao Xuan berkata dengan lembut.
Xiao Yan mengangguk. Asal leluhur tidak memaksa ambil api surgawinya.
Lalu tangan Xiao Yan muncul bara api berwarna biru menyala-nyala. Suhu memuncak hingga puluhan ribu derajat Celcius.
Melihat ini, Xiao Xuan mengangguk. Dia mulai mereplikasinya sebanyak 500.
Menatap Xiao Yan.
"Nak, kamu boleh pergi. Ohh, dan jika kamu mau memurnikan pil sendiri, kau bisa pergi ke Balai Pemurnian."
Xiao Yan mengangguk, menghilangkan apinya, lalu menangkupkan tangan dan pergi.
Dia berencana akan pergi keluar untuk mencari berbagai api surgawi. Karena mencapai alam Grandmaster, sumber dayanya meningkat menjadi 10 ribu batu roh tingkat tinggi dan puluhan ribu pil pemulihan spiritual kelas 4. Juga berbagai ramuan roh kelas 4 dan 5 sebagai cadangan sumber dayanya.
Xiao Yan izin ke Xiao Zhan untuk pergi keluar mencari pengalaman. Xiao Zhan mengizinkan dan mengingatkannya sering-sering berhubungan dengan tokennya.
Xiao Yan mengangguk. Sekarang setiap anggota klan saling menambahkan pertemanan satu sama lain guna menjaga jika terjadi sesuatu di luar sana.
——
Sementara Xiao Xuan mulai mengintegrasikan setiap api surgawi itu ke dalam setiap tungku roh dan tungku pemurnian senjata. Banyak anggota klan juga mahir membuat pil dan senjata. Ada sekitar beberapa ratus orang. Juga ada para tetua mantan alkimia dan mantan pemurnian senjata mengajari para murid-murid klan cara memurnikan pil dan senjata.
Lalu di Balai Perdagangan, kebanyakan para gadis yang mengurusnya. Sebab mereka paling ahli dalam menawar. Juga memamerkan kecantikan gadis-gadis dari klan mereka.
Sekarang klan hanya kurang transportasi untuk keluar ke mana-mana. Artefak transportasi benua ini dibagi dari kelas 1 sampai kelas 6. Kelas 1 terendah dengan kecepatan—menurut Xiao Xuan—mencapai kecepatan suara.
Lalu Xiao Xuan melihat-lihat apakah ada di ruang warisan sebuah artefak transportasi. Lalu mencari-cari, ternyata memang ada. Dari kelas 1 sampai kelas 6, tapi mereka hampir rusak.
Bentuknya seperti kapal dan ada sebuah dorongan di setiap kapal itu, makanya bisa terbang. Lalu bahkan setiap kapalnya dilengkapi formasi.
Lalu Xiao Xuan menyerahkan pada Tetua Agung untuk mencari bahan-bahan memperbaiki kapal terbang ini. Dan memberi mereka kapal dari peringkat 1 sampai 4 untuk digunakan.
Para tetua dan Tetua Agung mulai mengerjakan apa yang dikatakan leluhur mereka. Ini kapal terbang yang bahkan tidak pernah mereka impikan.
——
2 hari berlalu.
Di Aula Klan, Tetua agung Ketujuh maju ke Xiao Zhan. Dia seorang perempuan paruh baya yang cantik, penuh pesona. Bernama Xiao Rou. Kultivasinya mencapai alam Leluhur Bela Diri tingkat 4. Dengan berbagai seni kultivasi klan dan jurus kultivasi klan serta sumber daya berlimpah, Xiao Rou sangat kuat. Bahkan melawan 2 tingkat di atasnya, dia mampu.
"Kepala Klan, izinkan Xiao Rou pergi ke Kota Cangnan memusnahkan Klan Tian dan Klan Hu."
Mata indah Xiao Rou penuh kebencian mengingat kedua klan itu. Dia masih mengingat bagaimana dia hampir dilecehkan oleh kedua klan terkutuk itu, lalu diselamatkan oleh Xiao Zhan dan Tetua Agung lainnya. Jika dia tidak membalas, dia tidak bisa tenang.
Xiao Zhan dan Tetua Agung lainnya menatap Xiao Rou. Mereka mengerti ini karena masa lalu. Xiao Rou trauma akibat kedua klan itu. Kini dengan kultivasi Xiao Rou di alam Leluhur Bela Diri, dia akan pergi membalas, memusnahkan dua klan itu.
"Pergilah. Apakah kau ingin membawa 1 Tetua Agung sebagai temanmu?"
Xiao Rou menggelengkan kepalanya. "Tidak apa, Tetua. Aku sendiri cukup."
"Emm... hati-hati. Pastikan selalu terhubung."
Xiao Zhan mengingatkan.
Xiao Rou mengangguk dan mundur, pergi keluar dari dunia Klan Xiao. Dia membawa senjata spiritual menengah tingkat tinggi.
Dengan kecepatan 10 kali suara.
Di Kota Cangnan, terus terjadi peperangan antara Klan Hu dan Klan Tian. Karena memperebutkan sebagai penguasa Kota Cangnan. Setiap hari puluhan orang mati karena perang.
Kini Klan Hu dan Klan Tian masing-masing memiliki seorang Master Bela Diri sebagai penopang klan mereka. Kepala Klan Hu dan Kepala Klan Tian sering bentrok.
——
Di kediaman Klan Tian, kini Kepala Klan Tian menatap leluhurnya dengan muram.
"Leluhur, bagaimana ini? Klan Hu itu didukung Sekte tingkat 6. Ada Grandmaster Bela Diri di belakang mereka. Sungguh sial, anak kecil Hu Mingxuan itu memiliki guru seperti itu."
Leluhur itu menatap kehampaan dan menunggu. Lalu di kehampaan, sebuah sosok berjubah putih turun. Itu seorang pria tampan tapi mengenakan jubah wanita—sangat aneh.
"Salam, Senior He Chun."
Leluhur itu menghormatinya.
"Senior He Chun?"
Kepala Klan Tian menatap sosok itu. Seorang Grandmaster yang memukau berbagai kota kecil ratusan tahun dahulu. Dia sosok yang sangat kuat dan kejam. Dia sangat suka menyiksa laki-laki.
"Hmm... jangan lupa janjimu. Ayo pergi sekarang. Saya banyak kerjaan."
He Chun hanya membuka kipas dengan gemulai dan berkata dengan datar.
Leluhur Tian mengangguk. "Ayo pergi."
Lalu seluruh Klan Tian menyerbu ke Klan Hu.
——
Di Klan Hu, sosok guru Hu Mingxuan sudah ada di sini. Dia seorang pria tua dari Sekte tingkat 6 itu.
Kepala Klan Hu dan Hu Mingxuan menatapnya.
"Guru, kenapa guru tak bertindak selama sebulan menghancurkan Klan Tian itu?"
Hu Mingxuan berkata dengan penuh amarah dan kebencian.
Sosok guru itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Tidak bisa. Saya awalnya hanya berjanji datang untuk melenyapkan Klan Xiao. Tapi karena mereka sudah pergi, saya sudah tidak bisa ikut campur urusan kalian. Xuan'er, kapan kau kembali ke sekte? Sebentar lagi ujian sekte akan dimulai."
Hu Mingxuan tersenyum pahit. Sungguh sulit. Jika bukan karena gurunya di sini, Klan Hu akan hancur karena Klan Tian memiliki leluhur alam Master Bela Diri.