Di dunia di mana takdir ditentukan oleh kemurnian akar spiritual, Wang Tian terlahir sebagai kutukan. Memiliki lima elemen dasar yang saling bertabrakan, ia dicap sebagai "sampah abadi" dan dibuang ke Perpustakaan Terlarang yang terlupakan. Namun, di balik debu sejarah, ia menemukan Sutra Kaisar Sembilan Unsur—sebuah teknik terlarang yang mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari kemurnian, melainkan dari kekacauan primordial.
Demi mengubah nasib, Wang Tian menempuh jalan yang diharamkan: menghancurkan pusat energinya sendiri untuk membangun Pusaran Primordial yang mampu melahap segala elemen alam semesta. Dari murid pelayan yang dihina, ia bangkit menjadi anomali yang mengguncang tatanan langit.
Perjalanannya penuh darah dan pengkhianatan. Ia harus menyembunyikan kekuatannya dari 12 Klan Kuno yang angkuh dan 4 Sekte Penguasa Arah Angin yang mengincarnya sebagai ancaman dunia. Di tengah pelariannya, ia dipertemukan dengan empat wanita luar biasa—termasuk sang Ratu Kegela
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2 : Penghancuran dan Kelahiran Kembali
Rasa sakit itu tidak seperti apa pun yang pernah dibayangkan oleh Wang Tian. Di dalam Perpustakaan Terlarang yang gelap gulita, tubuh pemuda itu melengkung kaku di atas lantai kayu yang lapuk, urat-urat di kening dan lehernya menonjol keluar, berkilat keunguan di bawah cahaya bulan yang tipis. Jeritan tertahan keluar dari sela-sela giginya yang terkatup rapat, beradu dengan suara deru angin malam yang menembus celah-celah bangunan tua itu.
Sutra Kaisar Sembilan Unsur yang terbuka di depannya tidak lagi sekadar gulungan kulit; huruf-huruf darah di atasnya tampak hidup, melompat keluar dan menembus masuk ke dalam mata Wang Tian, langsung tertanam dalam kesadarannya. Suara kuno itu kembali bergema, kini lebih keras dan menuntut di dalam benaknya.
"Dunia mengajari mereka untuk mengumpulkan Qi sedikit demi sedikit, seperti mengalirkan air ke dalam cangkir retak. Itu adalah jalan menuju kegagalan. Wadahmu bukan cangkir, Wang Tian. Wadahmu adalah lautan yang kering. Sebelum lautan itu bisa menampung air, ia harus dihancurkan dan digali lebih dalam!"
Wang Tian memahami instruksi pertama dengan kengerian yang mendalam: Penghancuran Dantian. Di dunia kultivasi normal, Dantian adalah pusat kehidupan, tempat di mana seluruh energi Qi disimpan dan dimurnikan. Menghancurkannya sama saja dengan bunuh diri atau menjadi cacat permanen, selamanya terputus dari energi alam. Namun, Sutra ini menyatakan bahwa untuk menampung sembilan unsur yang saling berlawanan, ia harus membangun "Wadah Primordial" yang baru, sebuah pusat energi yang tidak memiliki batasan elemen tunggal.
"Jika aku tidak melakukannya... aku akan tetap menjadi sampah selamanya," bisik Wang Tian dengan suara serak, napasnya memburu. Pilihan di depannya sangat jelas: mati sebagai seorang pengecut yang gagal, atau bertaruh nyawa demi kesempatan menjadi seorang kaisar.
Dengan tekad yang lahir dari keputusasaan terdalam, Wang Tian memusatkan sisa-sisa kesadarannya. Ia menggerakkan aliran Qi yang kacau di dalam tubuhnya—energi api yang lemah dan tipis, energi air yang dingin, dan energi tanah yang kaku—yang selama ini hanya saling bertabrakan. Ia memaksa mereka untuk bersatu, bukan dalam harmoni, melainkan dalam konflik yang dahsyat, tepat di pusat Dantiannya.
BOOM!
Sebuah ledakan internal terjadi. Wang Tian memuntahkan darah segar yang kental, tubuhnya terlempar menghantam rak buku tua hingga kayu-kayunya patah dan gulungan-gulungan berhamburan. Rasa sakitnya begitu melumpuhkan, seolah-olah ribuan pisau sedang mencincang setiap inci organ dalamnya. Dantiannya hancur berkeping-keping, melepaskan gelombang energi liar yang merobek pembuluh darahnya dari dalam.
Kesadarannya mulai memudar. Kegelapan merayap di sudut matanya. "Apakah... aku gagal?" pikirnya sayu, merasakan dinginnya kematian mulai menyelimuti tubuhnya.
Tepat saat harapannya sirna, gulungan hitam Sutra Kaisar yang tergeletak di lantai tiba-tiba melayang ke udara. Rantai besi berkarat yang tadi hancur menjadi debu seolah-olah bersatu kembali, membentuk lingkaran pelindung di sekitar Wang Tian. Gulungan itu memancarkan cahaya abu-abu yang pekat dan kuno, sebuah warna yang mewakili kekacauan primal sebelum penciptaan alam semesta.
Cahaya abu-abu itu menyelimuti Wang Tian, menarik energi dari alam sekitar dengan kerakusan yang mengerikan. Biasanya, seorang kultivator hanya bisa menyerap energi yang cocok dengan akar spiritual mereka. Tapi Wang Tian, dengan Dantian yang hancur, kini adalah sebuah kekosongan mutlak. Tubuhnya mulai menyerap segalanya.
Energi Kayu yang hijau dan hidup ditarik dari hutan bambu hitam di luar perpustakaan; energi Tanah yang kuning dan kokoh naik dari fondasi bumi di bawahnya; energi Air yang biru dan dingin mengalir dari kabut malam; energi Logam yang perak dan tajam ditarik dari pedang-pedang tua yang tersimpan di gudang senjata terdekat; dan energi Api yang merah dan membara diekstraksi dari panas tubuh Wang Tian sendiri.
Kelima elemen dasar itu mengalir masuk ke dalam tubuh Wang Tian secara bersamaan. Di tempat Dantiannya yang hancur, cahaya abu-abu dari Sutra Kaisar mulai membangun sesuatu yang baru. Sebuah pusaran kecil, berwarna abu-abu pekat, terbentuk di perut bawahnya. Pusaran ini tidak menolak elemen apa pun. Sebaliknya, ia melahap mereka semua, menetralkan pertentangan alami mereka, dan mengubahnya menjadi energi primordial yang murni.
Ini adalah Pusaran Primordial—wadah terlarang yang bisa menampung seluruh unsur alam semesta tanpa meledak.
Saat pusaran itu berputar, energi primordial mulai mengalir ke seluruh tubuh Wang Tian, melakukan perbaikan skala besar. Tulang-tulangnya yang retak dan patah menyatu kembali, namun kali ini mereka jauh lebih padat, berkilau seperti batu permata yang belum diasah. Pembuluh darahnya yang robek diperlebar dan diperkuat, menjadi saluran yang mampu menahan tekanan energi yang jauh lebih besar.
Kulit Wang Tian, yang tadinya pucat dan kotor, kini mengeluarkan keringat hitam yang kental dan berbau busuk. Itu adalah kotoran, racun, dan sisa-sisa "fana" yang dikeluarkan secara paksa dari dalam sel-selnya. Proses ini dikenal sebagai Pembersihan Sumsum, sebuah tahap yang biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi murid jenius sekalipun untuk mencapainya dengan bantuan pil-pil mahal.
Namun bagi Wang Tian, ini hanyalah langkah awal yang menyakitkan.
Matahari mulai terbit, menyinari kekacauan di dalam Perpustakaan Terlarang. Wang Tian perlahan membuka matanya. Pandangannya kini seribu kali lebih tajam; ia bisa melihat butiran debu menari di udara dan mendengar detak jantung tikus di bawah lantai. Ia bangkit berdiri, merasakan tubuhnya seringan kapas namun sekeras baja.
Ia mengepalkan tangannya. Samar-samar, ia melihat percikan api kecil dan butiran air menari di antara jari-jarinya secara bersamaan tanpa saling memadamkan. Ia telah melakukannya. Ia tidak lagi memiliki Dantian yang "sampah", melainkan Pusaran Primordial yang mampu menguasai segalanya.
"Aku... aku telah kembali," bisik Wang Tian dengan senyum tipis yang dingin di wajahnya. Ia kini berdiri di atas reruntuhan dirinya yang lama. Murid pelayan yang dianggap sampah itu telah mati. Di tempatnya, seorang Penempuh Dao Terlarang baru saja lahir, dan duniakultivasi belum siap menghadapi badai yang akan dibawanya.
Wang Tian menyadari satu hal yang krusial. Kekuatannya saat ini belum stabil. Ia masih berada di Ranah Pembersihan Tubuh Tingkat 1, namun kualitas energinya jauh melampaui tingkatannya. Ia harus belajar menyembunyikan auranya. Jika klan-klan kuno atau 4 Sekte Penguasa Arah Angin mengetahui keberadaannya, mereka pasti akan segera mengirim pasukan untuk memusnahkannya sebagai penyimpangan alam.
Wang Tian mulai membersihkan sisa-sisa ledakan dan kotoran dari tubuhnya, mengenakan topeng penderitaan yang biasa ia pakai. Ia harus berpura-pura tetap menjadi "sampah" di mata orang lain, sambil perlahan-lahan membangun kekuatannya di kegelapan. Ujian sebenarnya akan segera datang, ketika para murid lain datang untuk menghinanya lagi, tidak menyadari bahwa di hadapan mereka kini berdiri seekor naga yang baru saja terbangun dari tidurnya.
Statistik Bab 2:
Karakter: Wang Tian.
Lokasi: Perpustakaan Terlarang.
Peristiwa Kunci: Penghancuran Dantian lama, pembentukan Pusaran Primordial, Pembersihan Sumsum.
Status Kultivasi: Ranah Pembersihan Tubuh Tingkat 1 (Awal).
Elemen yang Terkuak: Gabungan Lima Elemen Dasar (Kayu, Tanah, Air, Logam, Api) menjadi Energi Primordial Abu-abu.
Sistem 17 Ranah Kultivasi :
Setiap ranah memiliki 9 sub-level (Tingkat 1 hingga 9). Wang Tian harus melewati setiap tetes keringat ini untuk mencapai puncak.
Fase Bumi (Fondasi Fana)
Ranah Pembersihan Tubuh: Mengeluarkan kotoran dari kulit dan otot.
Ranah Penguatan Tulang: Membuat tulang sekeras baja.
Ranah Pemurnian Qi: Mulai merasakan dan mengalirkan energi alam ke Dantian.
Ranah Kristalisasi Inti: Energi cair di Dantian mengeras menjadi kristal elemen.
Ranah Manifestasi Unsur: Kultivator mulai bisa mengeluarkan elemen (api, air, dll) ke luar tubuh.
Fase Langit (Pencarian Keabadian)
Ranah Nascent Soul: Melahirkan "jiwa kedua" di dalam tubuh sebagai sumber nyawa tambahan.
Ranah Transformasi Roh: Penyatuan tubuh fisik dengan energi roh.
Ranah Penghancur Kosong: Kemampuan untuk membelah ruang hampa udara.
Ranah Integrasi Dao: Memahami hukum alam secara mendalam.
Ranah Kesengsaraan Langit: Menghadapi petir pembalasan dari langit untuk menyucikan tubuh.
Fase Dewa (Penguasa Alam)
Ranah Dewa Rendah: Mulai memiliki umur panjang hingga ribuan tahun.
Ranah Dewa Sejati: Menguasai satu wilayah kecil di dunia bawah.
Ranah Raja Dewa: Memimpin klan atau sekte besar.
Ranah Kaisar Dewa: Menjadi penguasa absolut satu benua.
Fase Primordial (Legenda Terlarang)
Ranah Leluhur Kuno: Setara dengan para pendiri 12 Klan Kuno.
Ranah Penakluk Langit: Mampu mengubah hukum alam sesuka hati.
Ranah Eternal Dao (Keabadian Mutlak): Menjadi satu dengan alam semesta. Hanya Wang Tian yang diprediksi mencapai ini.
Sistem Alkemis (Pembuat Pil)
Di dunia ini, Alkemis sangat dihormati karena mereka bisa menciptakan pil yang mempercepat kultivasi atau menyembuhkan luka fatal.
Tingkatan Alkemis:
Alkemis dibagi berdasarkan warna Api Jiwa yang mereka miliki:
Magang Alkemis: Api berwarna abu-abu (Hanya bisa buat obat luka luar).
Alkemis Perunggu (Kelas 1-3): Bisa membuat pil untuk Fase Bumi.
Alkemis Perak (Kelas 4-6): Bisa membuat pil untuk Fase Langit.
Alkemis Emas (Kelas 7-9): Sangat langka, hanya ada di 12 Klan Kuno.
Alkemis Suci: Mampu memberikan "nyawa" pada pil yang mereka buat.
Alkemis Ilahi: Pil buatannya bisa langsung menaikkan ranah seseorang tanpa efek samping.
Catatan Terlarang: Karena Wang Tian memiliki semua elemen, ia bisa menghasilkan Api Primordial (pelangi). Ini membuatnya bisa memurnikan bahan obat 100% tanpa ampas, sesuatu yang mustahil dilakukan Alkemis manapun.
jalur kultivasi lebih panjang,adegan baku hantam,,,,tar kita bikin dia berdarah