Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyeramkan
" Yang mengatur adalah kepala sekolah dan juga wakil kepala sekolah, tidak ada yang bisa membantah akan dipasangkan dengan siapa. Saya tahu kalian pasti masih mengingat momen awal ketika kalian bertemu dengan Bu Ika, dan saat ini kalian pasti sedang mengasihani Grace kan karena guru pamannya adalah Bu Ika." ucap Pak Haris dan mereka semua pun mengganggu.
" Bapak sudah mengerti arah pembicaraan kami kan, jujur saja kamu masih sangat tidak menyangka Pak." jelas Jovita.
" Kalian doakan saja agar teman kalian itu baik-baik saja, karena dia akan mendapatkan begitu banyak tekanan dari Bu Ika setelah ini."
" Semoga saja dia tidak sampai jatuh sakit untuk menghadapi Bu Ika ya pak." jelas Khalid yang belum khawatir.
" Kalau menurut kalian apakah Grace bisa sanggup? saya lihat kalian sudah sangat dekat dengan para mahasiswa kampus sebelah itu. Padahal mereka baru saja tiba di sekolah kita ini kemarin, tapi Sepertinya kalian sudah sangat lengkap."
" Sebenarnya kamu bisa akrab juga karena kamu sama kamu seperjuangan, walaupun kami beda kampus tetapi kami di sini kan sama-sama mahasiswa magang pak." jelas Kenan.
" Yang kalian katakan itu cukup masuk akal sih, semoga saja proses magang kalian bisa selesai dengan baik ya. Dan kalian bisa mendapatkan nilai yang memuaskan untuk melanjutkan studi kalian, terutama kalian yang akan langsung menyusun skripsi."
" Berbicara mengenai skripsi Pak, ternyata para mahasiswa dari kampus sebelah itu bukan mahasiswa tua ya. Dari kabar yang mau kami dengar katanya mereka masih anak mahasiswa semester 4, dan nanti di semester 7 mereka akan mengadakan magang lagi." ucap Kurniawan.
" Kabarnya sih begitu, dan Sebenarnya kamu juga sangat terkejut ketika mengetahui ternyata mereka adalah mahasiswa semester 4. Tapi mau bagaimana lagi, itu adalah peraturan dari kampus mereka yang meminta mereka untuk pergi magang."
" Sungguh peraturan kampus yang sangat tidak bisa ditentang, karena setiap kampus pasti memiliki peraturan Yang tersendiri dan sangat berbeda dengan konsep lainnya. Tapi kamu sangat tidak menyangka aku masih mahasiswa semester 4, dan bahkan nantinya mereka akan melaksanakan magang ulang di semester 7." ucap Jenny yang ini juga masih tidak menyangka.
" Sudahlah kalian tidak usah tarawih kecampur dengan urusan mereka, waktu magang kalian di sini tinggal 2 bulan lagi. Itu sangat berbeda dengan mereka yang masih full 4 bulan lagi, dan setelah ini kalian juga akan disibukkan dengan proses penyusunan skripsi. Jadi lebih baik kalian fokuskan saja pikiran kalian kepada skripsi, ingin begitu kalian semua bisa lulus dengan cepat."
" Terima kasih atas sarannya Pak, kami juga berharap penyusunan skripsi kami akan selesai dengan cepat dan kami bisa segera di wisuda. Karena jujur saja sangat melelahkan Pak ketika menyusun seperti itu, judul saya saja sampai saat ini masih belum di-acc juga." ucap Jessica yang memang merasakan judulnya belum di-acc dan ia bersedih.
" Kalau begitu semangat buat kalian yang judulnya belum di-acc, dan semoga dalam waktu dekat judul kalian bisa cepat dia ACC." ucap pak Haris yang kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
" Pak hari sangat perhatian kepada kita ya, padahal kita bukanlah mahasiswa bimbingannya." ucap Jovita.
" Kira-kira siapa di antara mereka berenang yang menjadi mahasiswa bimbingan Pak Haris, karena kabarnya apa Haris kan mendapatkan mahasiswa bimbingan." ucap Khalid yang memang penasaran.
" Nanti ketika kita sudah bertemu dengan mereka baru kita tanyakan secara langsung kepada mereka, lagian hal itu juga tidak terlalu penting untuk kita ketahui saat ini. Jadi kita tidak usah terlalu memikirkannya, dan seharusnya lebih fokus pada skripsi kita terlebih dahulu." jelas Kenan yang mengingatkan pesan dari Pak hari sebelumnya
...----------------...
Saat ini mereka masih melakukan observasi berkeliling sekolah, tetapi pikiran mereka tiba-tiba saja tertuju ke arah pembicaraan sebelumnya yang membahas mengenai 8². Tentunya mereka semua diliputi dengan rasa penasaran, dan mereka sangat ingin tahu Ada apa sebenarnya dengan kelas yang dimasuki oleh Grace. Dan sepertinya mereka memang harus mencari tahu mengenai hal tersebut, karena saat ini mereka sedang diliputi dengan rasa penasaran yang sangat tinggi.
" Kalian tidak merasa curiga dengan tatapan para mahasiswa kampus sebelah tadi?" hanya Gina yang memang masih merasa penasaran.
" Penasaran karena apa Gina?" tanya indah.
" Pandangan mereka tadi ketika Bu Ika meminta Grace untuk masuk ke kelas 8², kalian apa tidak merasakan sebuah kejanggalan?"
" Setelah kau mengatakannya ulang aku baru mulai menyadarinya, sepertinya ada yang mereka sembunyikan mengenai kelas tersebut dan juga Bu Ika." jelas Intan yang mulai menyadari hal tersebut.
" Kini aku menjadi khawatir akan terjadi sesuatu kepada Grace, mudah-mudahan saja tidak akan terjadi sesuatu kepadanya."
" Kami tahu kau adalah adiknya Grace, karena itu wajar saja jika kau merasa khawatir kepadanya. Tetapi kau juga tidak boleh terlalu berpikir negatif mengenai hal tersebut, bisa saja itu hanya bentuk keterkejutan mereka saja. Jadi hal tersebut tidak berbahaya sama sekali, Jadi kau tidak perlu memikirkan hal tersebut terlalu sampai seperti ini ya." ucap Ira yang berusaha menenangkan.
" Semoga saja tidak akan terjadi sesuatu kepadanya, jika sampai terjadi sesuatu kepadanya Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan kepada kedua orang tuaku. Kedua orang tuaku pasti akan sangat kecewa kepadaku karena aku tidak bisa menjaga Grace dengan baik, ya walaupun sebenarnya Grace adalah yang seharusnya menjagaku. Tetapi kami berdua harus saling menjaga kan agar tidak terjadi sesuatu hal yang buruk kepada kami, dan kami harus berusaha untuk saling menjaga."
" Semoga saja kekhawatiranmu kepada Grace tidak akan terbukti, atau dengan kata lain itu hanya kekhawatiran semata. Jadi bisa dipastikan kalau Grace pasti sedang dalam keadaan aman, dan itu akan membawa sebuah ketenangan bagi kehidupanmu." jelas Irma.
" Terima kasih ya semuanya kalian sudah berusaha untuk menenangkan aku, Dan semoga saja kekhawatiranku itu tidak akan mungkin pernah terjadi. Karena jika sampai terjadi sesuatu kepada Grace maka aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri, aku dan Grace adalah anak kembar dan sejak dulu kami selalu bersama. Hidupku akan terasa hampa jika dia tidak berada di sisiku, dan aku tidak bisa hidup jika tidak ada dirinya di sisiku."
" Sekali lagi semuanya hanya sebuah kekhawatiran semata dan masih belum memiliki bukti, mungkin lebih baik kita tanyakan saja langsung kepada mereka nantinya. Karena jika kita hanya beradu argumen di sini saja maka semuanya tidak akan selesai, dan hal itu justru akan membawa kesedihan bagi Gina." ucap indah dan mereka semua mengangguk karena mereka memang sedang berusaha mencari sebuah jawaban.
' Semoga saja kekhawatiran Gina tidak akan terjadi, dan aku harus segera mencari informasi yang valid mengenai hal ini.' batin Idah.
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)