PENGUMUMAN PENTING!
Saya Acep Maulana memohon maaf kepada para pembaca. Karena satu dan novel ini akan saya Remake Total.
Saya sadar masih banyak belajar sebagai pemula, dan saya ingin memberikan karya yang lebih layak untuk kalian baca. Versi baru akan segera hadir dengan judul yang sama namun dengan kualitas tulisan yang jauh lebih baik.
Sampai jumpa di versi terbaru yang lebih bar-bar!
"Sial beneran! Erika, mantan agen rahasia yang energinya tak habis-habis, malah transmigrasi ke dalam novel tragis menjadi Rosalind von Astride, sang Putri Terbuang yang lemah dan sakit-sakitan!
Lebih parahnya lagi, keluarganya adalah kumpulan orang 'Tampan tapi Telmi (Telat Mikir)' yang ditakdirkan hancur total dalam dua tahun. Beruntung, Erika punya Sistem Makan Melon (Gosip) yang bisa membongkar semua rahasia musuh.
Sambil menikmati martabak diskon dari Ruang Sistem, Erika bertekad merombak takdir tragis keluarganya. Tapi masalahnya... radio batin Erika ternyata bocor ke seluruh keluarganya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acep maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 19 Sesi Ghibah Internasional Dimulai
Keheningan di ruang keluarga utama kediaman Duke Wiraatmadja kini bukan lagi keheningan yang kosong. Ini adalah keheningan penuh antisipasi, seolah-olah seluruh anggota keluarga sedang duduk di depan sebuah bom waktu yang detik Kannya terdengar sangat merdu namun mematikan. Duke Lyon mengeratkan pegangan pada dokumen militernya yang masih terbalik, Duchess Elena meletakkan rajutan kusutnya di pangkuan, dan Xander menyarungkan pedang pusakanya dengan suara klik yang mantap.
Mereka semua, tanpa terkecuali, memasang telinga batin lebar-lebar. Mereka mempersiapkan mental untuk informasi gila, skandal memalukan, atau ramalan kiamat apa lagi yang akan keluar dari "radio batin" putri kecil mereka yang sedang asyik mengunyah remah terakhir macaron stroberinya.
Erika, yang masih berakting sebagai Rosalind yang rapuh, sebenarnya sedang sibuk berselancar di dalam antarmuka sistem hologram yang hanya bisa dilihat oleh matanya sendiri. Matanya yang ungu jernih berkedip-kedip, memindai deretan menu di "Sistem Mall" yang baru saja dibuka oleh Nana.
[ (Rosalind):]
["Wah... Nana, lihat ini! Mall sistemmu ternyata lebih lengkap dari department store di Beijing! Ada Pil Kecantikan 'Kulit Porselen Tanpa Pori', Pil Kebugaran 'Otot Kawat Tulang Besi', sampai ramuan 'Awet Muda Abadi'. Semuanya sangat menggoda iman agen rahasia sepertiku! Aku mau semuanya! Aku mau kulitku bercahaya sampai kalau malam nggak perlu pake lampu obor lagi! Aku mau tubuh ini jadi sekuat naga supaya bisa tendang pantat Pangeran Cedric sampai ke bulan!"]
Rosalind menelan ludah secara batin saat melihat harga yang tertera di bawah masing-masing item. Angkanya berwarna merah darah, seolah-olah sedang mengejek kemiskinan poinnya.
[Sistem Peri Nana (Terbang berputar di depan hidung Erika):]
{"Tahan air liur batin Nona! Semua barang mewah ini memang tersedia, tapi tentu saja tidak ada yang gratis di dunia transmigrasi ini. Nona harus membayar dengan 'Poin Melon'! Ingat pepatah sistem: Semakin rajin Nona 'makan melon' atau membongkar skandal orang lain sampai mereka kena azab batin, maka Nona bisa membeli apa saja di mall ini, termasuk kebahagiaan duniawi!"}
[ (Rosalind):]
["Kalau begitu, aku mau jadi dewa sekalian kalau poinnya cukup! Aku ingin kekuatan mutlak agar tidak ada lagi yang berani menyentuh sehelai rambutku atau merusak jam rebahanku yang sangat berharga!"]
[Sistem Peri Nana:]
{"Nona, di sini bahkan ada Pil Umur Panjang yang bisa membuat Nona hidup sampai bosan melihat pergantian dinasti. Tapi harganya... yah, Nona butuh melon tingkat nasional untuk itu."}
Mata Rosalind berbinar-binar. "Wow..." gumamnya tanpa sadar secara lisan, membuat Duke Lyon hampir melompat dari kursinya karena kaget. Namun, begitu Rosalind mencoba menekan tombol "Beli" pada sebuah Pil Kebugaran tingkat dasar, sebuah notifikasi sistem berwarna merah terang muncul dengan suara yang hanya terdengar di otaknya.
[NOTIFIKASI: POIN MELON TIDAK CUKUP. SILAKAN CARI SKANDAL TERDEKAT UNTUK MENGISI SALDO!]
[ (Rosalind):]
["Cih! Sistem macam apa ini?! Pelit banget! Masa nggak ada bonus selamat datang atau kode promo 'AwalTransmigrasi'? Aku ini inang pilihan semesta lho! Masa harus cari gosip dulu baru bisa sehat? Hadeh, penderitaan agen rahasia di dunia fantasi memang nyata."]
Sesi Ghibah Dimulai
Setelah drama kursi dan macaron selesai, suasana di ruangan itu sedikit mereda secara fisik, namun bagi Rosalind , acara utamanya baru saja akan dimulai. Ia sudah bosan hanya duduk diam dan berpura-pura menjadi boneka porselen. Sebagai mantan agen Ghost Viper, ia haus akan informasi taktis. Ia butuh "bahan bakar" untuk mall sistemnya.
[ (Rosalind):]
["Hahhh... capek juga akting jadi orang suci yang rapuh. Rasanya punggungku mau pegal harus duduk tegak dengan pose 'Merak Anggun' ini. Nana, kapan kita mulai sesi 'Makan Melon'-nya? Perut sudah kenyang kue kancing pelangi, sekarang saatnya kita bongkar drama rumah tangga keluarga Wiraatmadja! Ayolah Nana, buka sistem radarnya sekarang! Aku mau lihat siapa yang hari ini bakal kena azab batin dariku! Aku butuh poin untuk beli pil kulit porselen itu!"]
[Sistem Peri Nana (Berteriak Ceria):]
{"DING DONG! DING DONG! DING DONG! RADAR SKANDAL DIAKTIFKAN! Ada melon besar terdeteksi di dalam radius sepuluh meter, Nona! Nona mau makan melonnya sekarang? Target sedang berdiri tepat di belakang Duchess Elena!"}
Nana terbang dengan cepat, meninggalkan serbuk cahaya keemasan di udara, dan berhenti tepat di atas kepala seorang pelayan pria senior yang mengenakan seragam rapi dengan lencana kepala rumah tangga sementara. Namanya adalah Ferdyan Santo. Ia tampak sangat berwibawa, namun di mata sistem, ia bercahaya merah pekat.
Duke Lyon, Xander, dan Evelyn yang mendengar suara "Ding Dong" di kepala mereka seketika menahan napas. Mereka tahu, seseorang akan segera dieksekusi secara mental.
[ (Rosalind):]
["Oalah... ternyata si Kepala Pelayan Ferdyan Santo ini toh targetnya? Mukanya sih kelihatan jujur, alim, dan sangat mengabdi pada keluarga Duke. Tapi lihat ini... Nana, buka datanya!"]
[DATA SKANDAL: FERDYAN SANTO]
Dosa Utama: Korupsi Dana Perbaikan Paviliun & Anggaran Dapur.
Metode: Pencucian uang melalui bandar judi online—eh, maksudku bandar judi ilegal di pasar gelap ibu kota.
Total Kerugian: Setara dengan pembangunan tiga paviliun baru.
[ (Rosalind):]
["ASTAGA! Luar biasa! Ferdyan Santo, kau benar-benar bandar judi sejati dalam balutan seragam pelayan! Ayah Lyon, kau benar-benar jenderal yang malang. Kau sibuk menghitung jumlah panah di gudang senjata, tapi kau tidak sadar kalau kepala pelayanmu ini sedang mempertaruhkan uang makan istrimu di atas meja judi setiap malam! Dia sudah korupsi kayak bandar judi profesional! Pantas saja paviliun lamaku bocor sana-sini dan makanannya cuma bubur basi, ternyata uangnya habis buat pasang taruhan di pacuan kuda ilegal!"]
Duke Lyon merasa pembuluh darah di pelipisnya hampir pecah. Tangannya mencengkeram dokumen militer itu hingga hancur menjadi bubur kertas. Ia menatap Ferdyan Santo yang berdiri di pojokan dengan tatapan yang bisa membakar seluruh isi ruangan.
Ferdyan Santo, yang tidak tahu apa-apa, merasa suhu ruangan mendadak turun drastis. Ia merasa tatapan Duke Lyon seperti ribuan pedang yang siap mencincangnya.
[Batin Erika (Rosalind):]
["Nana, apakah judi di dunia ini semenarik itu? Sampai-sampai si Ferdyan ini rela menukar nyawanya demi kartu dan dadu? Hehehe, aku jadi mau coba sedikit. Siapa tahu aku bisa menang banyak dan beli seluruh isi mall sistem tanpa perlu ghibah lagi?"]
[Sistem Peri Nana:]
{"Nona, jangan sekali-kali menyentuh judi! Judi di dunia ini lebih kejam dari dunia Nona! Sekali terjebak, Nona tidak akan bisa keluar, apalagi dengan keberuntungan Nona yang minus!"}
[ (Rosalind):]
["Iya, iya, aku cuma bercanda! Tapi serius deh, lihat wajah Ferdyan itu. Dia masih sempat-sempatnya memikirkan nomor taruhan untuk nanti malam di dalam hatinya! 'Semoga angka tujuh keluar hari ini', katanya dalam hati. Wah, benar-benar sudah stadium empat ini orang! Ayah Lyon, kalau aku jadi kamu, aku akan menyita seluruh tabungannya dan menjadikannya biaya makanku selama setahun ke depan!"]
Duke Lyon berdiri secara tiba-tiba, membuat semua orang tersentak. Wajahnya yang semula pucat kini merah padam oleh amarah yang tertahan.
"Ferdyan Santo!" suara Lyon menggelegar, mengguncang lampu gantung kristal di atas mereka.
"I-Iya, Tuan Duke? Ada yang bisa saya bantu?" jawab Ferdyan dengan suara gemetar, berlutut seketika.
"Bawa seluruh pembukuan rumah tangga sepuluh tahun terakhir ke ruang kerjaku SEKARANG! Dan panggil pengawal pribadi untuk menggeledah kamarmu dan seluruh aset atas namamu!" Lyon menunjuk hidung Ferdyan dengan jarinya yang gemetar karena marah. "Jika ada satu koin pun yang hilang karena taruhan judi... aku akan memastikan kau tidak akan pernah melihat matahari besok pagi!"
Ferdyan Santo memucat pasi, ia tersungkur di lantai. Bagaimana Duke bisa tahu tentang judi?! Rahasia itu ia simpan sangat rapat!
(Rosalind) hanya menutup mulutnya dengan telapak tangan yang kurus, berpura-pura batuk untuk menyembunyikan senyum kemenangannya.
[Batin Erika (Rosalind):]
["Mampus kau, Ferdyan! Satu melon habis dimakan, satu pengkhianat ditumbangkan! Ayo Nana, cek saldo poin melonku! Aku butuh Pil Kulit Porselen itu sekarang juga!"]
Xander dan Evelyn *sal*ing melirik dengan wajah horor. Mereka baru saja menyaksikan bagaimana Rosalind menghancurkan karier dan nyawa seseorang tanpa mengeluarkan satu kata pun selain "*Wow*". Paviliun itu bukan lagi tempat minum teh, melainkan tempat eksekusi tak terlihat yang sangat efisien.