NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Zaman Dinasti Hanbei

Transmigrasi Ke Zaman Dinasti Hanbei

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Wanita / Reinkarnasi
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: Twis G

Hujan turun tanpa jeda malam itu, di kamar kos sempit berbau lembab, Dian terbaring sendirian, tidak ada keluarga yang menemani Dia hidup sebatang karang, hanya terdengar suara tetesan air dari atap bocor, nafasnya semakin berat. Perutnya kosong sejak kemarin Dian belum makan apapun, Dian sudah terbiasa menahan lapar, sejak kecil Dia hidup tanpa orang tua bekerja serabutan berpindah-pindah tempat tinggal. Menahan hinaan, rasa dingin sendirian, seakan dunia tidak pernah memberinya pilihan.

Namun malam ini terasa berbeda, tubuhnya terlalu lemah untuk bangkit, pandangannya mulai kabur, Dia menatap langit-langit atap yang bocor dan tersenyum tipis, "Apa memang hidupku cuma sampai disini..?"

Malam itu hujan turun semakin deras, angin menyusup dari celah jendela membawa hawa dingin yang menusuk tulang.

Nantikan kelanjutan cerita yaa🌹🌹

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twis G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 9

Yin Yin berjalan menyelusuri jalan kecil keluar dari hutan, keranjang bambu di punggungnya kini terasa jauh lebih berat dari biasanya, di dalamnya ada dua ekor kelinci montok dan besar hasil buruannya, sementara di balik semak-semak tidak jauh darinya, anak harimau putih kecil berjalan diam-diam menguji Yin Yin.

"Jangan terlalu dekat," bisik Yin Yin pelan tanpa menoleh.

Anak harimau itu menggerakkan telinganya lalu melompat ke balik semak lain, tetap menjaga jarak. Tak lama kemudian atap-atap rumah desa mulai terlihat, asap tipis dari dapur warga naik ke udara menandakan waktu makan siang sudah dekat.

Begitu sampai di halaman rumahnya, Yin Yin langsung membuka pintu bambu kecil.

"Aku pulang!"

Suara langkah kaki segera terdengar dari dalam. Ibunya, Lin Mei Hua keluar dari dapur sambil membawa mangkuk kayu, begitu melihat keranjang Yin Yin, matanya langsung membesar.

"Yin Yin?! Apa yang kamu bawa sebanyak itu?"

Ayahnya, Yin Guo, yang sedang memperbaiki alat pertanian di halaman juga menoleh, sedangkan adik-adiknya_ Lin Meli, Yin Chen, dan Xiao Lan_ langsung berlari mendekat.

Yin Yin menurunkan keranjangnya, dua kelinci montok dan besar terlihat jelas, semua orang terdiam beberapa detik.

"Ka-kakak... ini semua kamu tangkap sendiri? Tanya Yin Chen dengan mata berbinar.

Lin Meli sama terkejut, "Kelinci sebesar ini biasanya hanya didapat para pemburu desa!"

Ayahnya mengangkat salah satu kelinci dan memeriksanya dengan serius,

"Lukanya bersih, ini seperti sekali di pukul," gumam Yin Guo terkejut. "Bagaimana kamu bisa melakukannya?"

Yin Yin hanya tertawa kecil sambil menggaruk pipinya,

"Mungkin keberuntungan ku hari ini, kelinci-kelinci ini seperti datang sendiri, lalu aku menangkapnya."

Ibunya menghela napas lega namun masih terkejut.

"Huh, lain kali kamu harus lebih berhati-hati, kelinci ini cukup untuk kita makan beberapa hari, Yin Yin kamu benar-benar membantu keluarga."

Yin Yin hanya tersenyum kecil mendengar ucapan ibunya, tiba-tiba perut Yin Yin berbunyi, membuat mereka tertawa kecil.

Dengan rasa canggung Yin Yin berkata, "khem, kalau begitu, hari ini aku yang memasak!"

Semua orang langsung menoleh padanya,

"Nak, kamu bisa masak?" tanya Lin Mei Hua ragu

Yin Yin tersenyum misterius, "Tentu, aku akan buat masakan yang berbeda."

Dalam hati Dia langsung memanggil sistem.

DING!

[Sistem aktif]

" Sistem, aku ingin resep masakan daging dari dunia modern."

Beberapa detik kemudian panel transparan muncul didepan matanya.

DING!

[Resep rekomendasi sistem]

*Daging kelinci tumis lada hitam

*Daging kelinci panggang madu

*Sup daging kaldu herbal

Melihat tampilan resep itu, Yin Yin menelan ludah, dan mulai memilih resep.

"Aku mau yang pertama saja, tumis lada hitam."

DING!

[Resep dipilih]

[Daftar bumbu, Bawang putih, bawang merah, lada hitam, garam, kecap, sedikit gula, jahe.]

Yin Yin tersenyum puas melihat resep itu, untungnya sebagain besar bumbu itu ada di dapur desa. Dia segera menuju dapur kecil rumah mereka, Lin Mei Hua yang penasaran ikut masuk,

"Apa yang ingin kamu masak?"

"Resep baru, ibu tenang saja ini pasti enak," jawab Yin Yin tersenyum manis.

Dia mulai bekerja, pertama-tama, Yin Yin memotong daging kelinci menjadi potongan kecil, tangannya bergerak cepat dan rapi, membuat ibunya menatap semakin heran.

Kemudian Dia menumbuk bawang putih, bawang merah dan jahe. Aroma mulai menyebar begitu minyak panas menyentuh wajan.

"SSSSHHH_"

Bumbu tumis mengeluarkan aroma harum, Lin Mei Hua mengedip beberapa kali.

"Aromanya, aneh tapi pasti enak."

Yin Yin menambahkan daging kelinci, lalu kecap dan lada hitam. Tak lama kemudian seluruh dapur dipenuhi aroma yang jauh lebih harum daripada masakan desa biasanya.

Di luar dapur, tiga adiknya mengendus udara seperti anak kucing,

"Kakak masak apa sih?" bisik Xiao Lan.

"Baunya enak sekali.." tambah Yin Chen.

Ayah mereka bahkan ikut berdiri dari tempat duduknya, beberapa menit kemudian masakan sudah matang dan siap disajikan.

"Sudah selesai!"

Yin Yin membawa keluar sepiring besar daging kelinci tumis lada hitam yang mengkilap, semua orang menatap hidangan itu dengan tak percaya.

Lin Meli menelan ludah, ketika masakan itu mengeluarkan aroma harum.

"Ini... benar-benar dari kelinci yang di dapat tadi?"

"Iya dek, coba kamu rasa."

Ayah mereka, Yin Guo mengambil sumpit, mencicipi sedikit, merasakan rasanya sebentar kemudian matanya langsung melebar.

"Enak!"

Yin Guo segera mengambil potongan kedua, Ibunya juga mencoba, lalu ia berhenti beberapa saat sebelum berkata dengan wajah benar-benar terkejut.

"Yin Yin... masakan ini bahkan lebih enak dari makanan di kota!"

Ketiga adiknya langsung menyerbu makanan di meja.

"Untukku juga!"

"Aku juga mau!"

Tawa kecil memenuhi halaman rumah sederhana itu, sementara itu, jauh di balik semak-semak dekat pagar rumah, sepasang mata biru pucat mengintip. Anak harimau putih kecil duduk diam sambil mengendus aroma daging yang sangat menggoda, perutnya berbunyi pelan.

"Grrr.."

Di dalam rumah, sistem tiba-tiba berbunyi lagi di kepala Yin Yin,

DING!

[Rekan spiritual lapar, disarankan memberi makan untuk meningkatkan kepercayaan]

Yin Yin hampir lupa hewan itu,

"Hari ini benar-benar panen besar, sudah dapat hasil buruan dapat juga hewan spritual.." gumamnya. Dia mengambil satu potong daging, lalu diam-diam berjalan ke belakang rumah. Di sana, anak harimau putih kecil langsung berlari menghampirinya dengan mata berbinar.

Yin Yin berjongkok dan meletakkan daging di tanah.

"Nah, ini bagianmu, tapi ingat... jangan sampai ada orang desa yang melihatmu."

Anak harimau itu mengangguk kecil lalu langsung memakan daging dengan lahap.

DING!

[Kepercayaan rekan meningkat]

Yin Yin tersenyum puas, namun tepat satu hal itu_ sistem berbunyi lagi.

DING!

[Deteksi energi spiritual kuat mendekati desa]

[Perkiraan waktu tiba 2 jam]

Yin Yin mengerutkan alisnya, "Energi spiritual?" Dia menatap ke arah hutan di kejauhan, angin sore tiba-tiba terasa lebih dingin dari biasanya, tanpa Dia sadari sesuatu sedang menuju Desa Shanyin mereka.

Bersambung....

1
Ai
semangat yin yin
@Mita🥰
lanjut seru banget 😍😍
Ai
crazy Up donk thor
@Mita🥰
bagus ceritanya thor 🥰🥰
Ai
aku suka cerita spt ini ada kehangatan dlm keluarga wlaupun tdk hidup bergelimang harta tp ttp bahagia😍
Twis G
siap, sebentar 2 bab yaa
Dewiendahsetiowati
panen besar
Dewiendahsetiowati
hadir thor,ini MC nya gak ada jari emas kah
DISTYA ANGGRA MELANI
🆙 Doble dnk kak
Ani Ashari
bagus bngt,fiks lanjut Thor jangan berhenti di tengah jalan
yani nys nys
njut thoor.. kereeen...👏👏💪💪
Twis G: siap ditunggu ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!