Hidup Xiao Chen berubah ketika sebuah kejadian misterius membuatnya terlempar ke jaman kerajaan, dengan berbekal sistem beladiri dan rasa ingin tahu ia mulai menjalani kehidupan barunya yang penuh dengan tantangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RubahPerak77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjalanan menuju Ibukota
Seorang wanita menuruni kapal dengan anggun, meskipun wajahnya tertutup oleh cadar, namun dari gerak langkah dan jari tangannya yang lentik serta kulitnya yang putih mulus, orang-orang sudah bisa menebak secantik apa rupa dari wanita itu.
"Siapa dia?"
Xiao Chen menggoyang lengan Wu Mei yang sedang memanjangkan lehernya demi bisa melihat wanita yang sedang turun dari kapal dengan anggunnya.
"Apa..? Hahhh? Kau sungguh tidak tahu siapa dia???" Jawab Wu Mei dengan ekspresi ganjil.
"Apa kau kira aku google yang tahu segalanya??"
"Go? Apa? Apa yang kau katakan barusan??"
"Lupakan, cepat beritahu aku siapa dia??"
"Astaga, dia adalah putri dari kaisar Song..!!!"
"Serius??? What the fuck..!!! Aku benar-benar akan mengawal seorang putri??" Ucap Xiao Chen dalam hati.
Putri Qiong Hua membisikkan sesuatu ke jenderal Zhao Ming, "Semuanya, segera atur barisan dengan formasi setengah prajurit di depan dan setengah prajurit lagi menjaga belakang, lalu kereta kuda yang mulia Putri Qiong Hua akan diapit oleh dua kereta kuda yang lain. Sedangkan untuk para pendekar yang menerima misi pengawalan, jaga keempat penjuru mata angin. Laksanakan..!!!" Seru Jenderal Zhao Ming.
"LAKSANAKAN...!!!
Seluruh prajurit langsung berlari dan berbaris sesuai dengan instruksi sang jenderal, tak lama kemudian kereta kuda yang berwarna merah dengan aksen naga emas datang. Disusul oleh dua kereta kuda yang lain. Kereta kuda itu begitu megah dan besar, dimana ruang utamanya bisa muat untuk 10 orang dewasa, sedang bagian belakang masih bisa diisi oleh peti-peti yang pastinya berisi harta-harta berharga.
Di bagian depan kereta, ada seorang kusir yang juga memakai baju zirah lengkap, di sampingnya ada tempat duduk kosong yang nantinya akan dipakai sebagai tempat duduk sang jenderal Zhao Ming.
Kereta berhenti tepat di depan sang Putri Qiong Hua, seorang pelayan masuk terlebih dahulu, kemudian dua orang pendekar wanita menyusul sebelum akhirnya sang Putri masuk ke dalam kereta.
Jenderal Zhao nampak memberikan arahan kepada pelayan wanita yang masuk terakhir sebelum akhirnya menutup pintu kereta. Jenderal Zhao juga akhirnya duduk di sebelah kusir, dan kereta yang ditarik oleh enam kuda pilihan itu pun mulai berjalan meninggalkan tepi dermaga diiringi oleh ratusan prajurit dan juga pendekar. Total ada lima kereta dimana dua kereta berisi para prajurit, sedangkan dua kereta lagi berisi bahan logistik dan juga tenda serta senjata cadangan.
Rombongan bergerak pelan melewati jalanan kota Dae Ho. Di sepanjang jalan para warga yang melihat iring iringan kereta kekaisaran, menghentikan aktifitasnya, menunduk dan memberikan hormat.
Gerbang kota Dae Ho dibuka selebar lebarnya, iring iringan rombongan Putri kaisar mulai meninggalkan kota dan memulai perjalanan panjangnya menuju ke ibukota kekaisaran Song yang memakan waktu setidaknya 25 sampai 30 hari jika ditempuh dengan berkuda.
"Apa ini sungguh nyata? Mengawal Putri kaisar?? Ini gila, aku bisa merasakan jika hal besar akan terjadi, dan itu biasanya bukan hal yang baik.." Ucap Xiao Chen dalam hati.
Para prajurit yang sudah terlatih, mampu berjalan dengan kecepatan stabil selama seharian penuh. Namun tetap saja kecepatan mereka tidak bisa dibandingkan dengan kecepatan kuda yang dinaiki oleh para pendekar.
Bahkan Xiao Chen terlihat menguap dikala senja mulai merayap di cakrawala. "Apa kau mau mati?? Sudah kukatakan untuk menjaga sikapmu..!!!"
"Aaaooowwww..." Xiao Wu melepas jitakan keras kearah kepala Xiao Chen setelah ia melihat adiknya tidak serius dalam melakukan penjagaan.
"Clinggggg..."
Jendela transparan terbuka secara sendirinya, Xiao Chen yang terkejut segera menoleh kekanan dan kekiri untuk melihat reaksi orang-orang. Namun mereka terlihat biasa saja, seolah jendela itu hanya bisa dilihat oleh Xiao Chen.
Sebuah misi terbuka, misi yang membuat mata Xiao Chen melotot.
...MISI TINGKAT S...
"KAWAL SANG PUTRI KAISAR HINGGA SAMPAI DENGAN SELAMAT DI IBUKOTA KEKAISARAN SONG..!!!"
HADIAH : 100.000 Point
3X KOTAK ITEM MISTERIUS
HUKUMAN KEGAGALAN : KEMATIAN..!!!
"Sudah kuduga, pasti ada sesuatu.." Ucap Xiao Chen dalam hati.
Munculnya misi tingkat S membuat Xiao Chen harus bersiap-siap. Bagaimanapun kemampuannya saat ini masih rendah. Dan di dunia murim, begitu banyak individu-individu yang luar biasa kuat.
Untuk sampai di ibukota kekaisaran, rombongan ini harus melintasi dua pegunungan panjang, dan beberapa kota besar. Untuk kota besar, Xiao Chen tidak terlalu khawatir, karena seperti di cerita-cerita yang sering ia lihat dan baca, biasanya para perampok dan penjahat munculnya di hutan, apalagi salah satu pegunungan yang akan dilewati rombongan ini adalah pegunungan rusuk naga dengan telaganya yang terkenal mengerikan yaitu Telaga Darah.
Hari pertama berlalu dengan begitu cepat, rombongan berhenti di tepian sungai di kaki bukit. Para prajurit bergegas membuat perkemahan dan pos-pos keamanan yang melingkari area tenda Putri kaisar.
Bahkan lapisan keamanan dibuat hingga tiga lapis melingkar, dimana setiap lapisannya dijaga lebih dari 30 orang gabungan prajurit dan juga para pendekar. Dimana untuk lingkaran terdalam yang dekat dengan tenda sang Putri, diisi oleh jenderal, para tetua dan juga para pendekar pilihan dengan kemampuan yang jauh diatas lainnya.
Jika Xiao Wu berada di lapisan ketiga, maka Xiao Chen hanya berada di lapisan pertama. Namun kali ini Xiao Chen tidak banyak protes, karena ia hanya ingin fokus untuk berlatih.
Xiao Chen mencoba untuk bermeditasi dalam keadaan berdiri, perlahan lahan ia mulai menutup matanya, menghirup napas dalam dan menghempaskannya secara perlahan. Begitu seterusnya hingga kesadaran spiritualnya terpusat.
Xiao Chen bisa merasakan seluruh pori-porinya terbuka dan seakan menyedot energi alam yang ada di sekitar hingga akhirnya terjadi ledakan yang teredam di dalam dantiannya.
BUUUMMMMMM...
Aliran energinya laksana ombak yang bergejolak hebat, membuat seluruh nadi dan ototnya menegang hingga tanpa sadar tombak yang ia pegang hancur berkeping keping.
Ledakan energi saat hendak terjadi penerobosan mulai melonjak di setiap syaraf yang ada di otak, membuat mata Xiao Chen terbelalak. Xiao Chen kemudian berusaha untuk menenangkan lonjakanan energi sebelum ledakan kedua di dalam dantiannya terjadi.
BUUUUMMMMM....
Kali ini Xiao Chen merasa dantiannya melebar dan seluruh nadinya mengedarkan energi ke seluruh tubuhnya dalam jumlah yang cukup besar. Ledakan energi itu harus di salurkan keseluruh tubuh, jika tidak maka akan terjadi arus balik energi yang menyebabkan hancurnya dantian.
TOKKK...TOKKK...TOKKKK...
Wu Mei yang mengerti jika Xiao Chen hendak menerobos, mencoba membantu dengan menotok beberapa aliran syaraf utama.
"Apa kau gila?? Bisa bisanya kau menerobos dalam keadaan seperti ini??? Andai terjadi arus balik energi, maka kau akan lumpuh." Bisik Wu Mei.
"Pergilah dan sirkulasikan energi dalammu, aku akan menggantikanmu untuk berjaga malam ini.."
"Terima kasih.." Xiao Chen segera bangkit dan mencari tempat untuk bermeditasi.
Saat ini, energi dalam Xiao Chen layaknya air samudera yang tengah dihantam badai, namun dengan lembut dan telaten, Xiao Chen menuntun lautan energi di dalam dantiannya hingga akhirnya menjadi tenang kembali.