NovelToon NovelToon
Gravitasi Terbalik

Gravitasi Terbalik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:77
Nilai: 5
Nama Author: Aarav Rafandra01

Saat si badboy jatuh cinta pada kebaikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aarav Rafandra01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehampaan

Faisal berjalan menuju motornya tanpa memperdulikan Aruna yang memanggil namanya. Di sepanjang jalan pulang, pikiran Faisal berkecamuk. Ia mencintai Devina, ia mencintai masa depannya bersama Devina yang ambisius. Namun, ia juga sadar bahwa ia telah membiarkan Aruna masuk terlalu jauh karena egonya yang merasa butuh pelarian.

Kini, bola panas ada di tangan Faisal. Ia harus memilih, antara kenyamanan palsu yang ditawarkan Aruna, atau berjuang mati matian menebus kesalahannya pada Devina, meski itu berarti ia harus bersikap sangat kejam untuk memutus semua akses Aruna kehidupnya.

Sementara itu, Aruna berdiri sendirian ditaman.

- Satu kesempatan? Aku ga akan ngebiarin kesempatan itu membuahkan hasil. Aku bakal pastiin Faisal gagal ngebuktiin. Gumam Aruna.

Keesokan harinya.

Aruna merencanakan semuanya dengan sangat rapi. Ia tahu Faisal sedang merasa bersalah. Ia juga tahu bahwa sore ini, Devina berjanji akan datang ke sekolah Faisal untuk memberikan kesempatan bagi Faisal menjelaskan semuanya secara langsung.

Aruna memulai aksinya. Ia sengaja mengunci dirinya di dalam gudang peralatan olahraga yang sepi dan jarang dilalui siswa siswi. Dengan tangan gemetar yang ia buat buat, ia menelpon Faisal sambil berteriak hebat.

" Sal..... Tolong aku..... Aku kekunci di gudang belakang. Tiba tiba pintunya kekunci, rusak. Dan aku sesak napas, Sal...... Aku takut. "

Faisal yang sedang menunggu kedatangan Devina di gerbang depan langsung panik. meskipun ia bertekad untuk menjauhi Aruna, rasa kemanusiaannya tidak bisa membiarkan seseorang dalam bahaya.

" Na? Tenang Na! Aku kesana sekarang! "

Faisal berlari menuju gudang belakang. Begitu tiba, ia melihat pintu gudang hanya tertutup sedikit. Ia mask kedalam ruangan yang minim cahaya itu.

" ARUNA? KAMU DIMANA? "

Tiba tiba Aruna muncul dari balik rak, ia tidak tampak sesak napas. Sebaliknya, ia langsung menubruk Faisal, memeluknya dengan sangat erat, dan sengaja menjatuhkan dirinya ke tumpukan matras olahraga yang berjajar rapi dibelakang Faisal.

" Makasih Sal udah datang, aku takut banget....." Aruna menangis didada Faisal, tangannya melingkar kuat dileher Faisal sehingga Faisal sulit untuk melepaskan diri tanpa menggunakan kekerasan.

Tepat pada titik itu, pintu gudang terbuka lebar. Cahaya matahari masuk kedalam ruangan yang remang remang itu, memperlihatkan posisi mereka yang sangat intim diatas matras.

Devina berdiri disana. Ia baru saja tiba disekolah dan diberi tahu oleh seorang teman yang sengaja dipersiapkan Aruna untuk memberitahu Devina bahwa Faisal ada di gudang belakang bersama Aruna. Devina melihat semuanya, Faisal yang berada diatas matras dengan Aruna yang mendekapnya erat dengan pakaian Aruna yang sengaja dibuat sedikit berantakan.

" Devina! Ini ga kaya yang kamu liat! " Faisal berteriak sambil berusaha melepaskan diri dari Aruna yang masih berpura pura trauma.

Devina tidak berteriak,ia tidak menangis keras. Ia hanya menatap mereka dengan tatapan kosong, seolah jiwanya baru saja dicabut paksa. Kotak kecil berisi surat yang ia ingin berikan kepada Faisal terjatuh ke lantai.

" kesempatan terakhir itu..... ternyata adalah kesalahan terbesarku. " bisi Devina dengan suara yang nyaris hilang.

Aruna melirik dari balik bahu Faisal, menatap Devina dengan sorot mata kemenangan yang tidak lagi disembunyikan. Ia tahu, dengan pemandangan seperti ini, tidak akan ada lagi kesempatan atau penjelasan yang bisa diterima oleh logika Devina.

Devina berbalik dan berjalan pergi. Kali ini tidak lari, namun melangkah dengan pasti menuju gerbang sekolah. Baginya, Faisal bukan lagi rumah yang ia kenal. Faisal hanyalah sebuah tempat yang sudah terlalu penuh dengan kebohongan masalalu.

- mata ga pernah bohong, Sal. Aku udah nyoba buat kasih kamu kesempatan. Tapi kamu malah balik ke masalalu kamu lagi, aku pamit! Gumam Devina.

Hilangnya Devina menciptakan lubang hitam dihidup Faisal. Hari hari yang biasanya diisi dengan pesan penyemangat dari telepon singkat di sela belajar, kini berganti dengan keheningan yang mencekam.

Devina memblokir semua akses komunikasi, bahkan pindah rumah tanpa memberitahu siapapun selain pihak sekolah.

Satu minggu berlalu, Faisal tampak seperti mayat hidup. Ia tidak lagi mengejar Devina karena ia sendiri sadar tidak layak dimaafkan. Namun, ditengah keterpurukannya, instingnya mulai bekerja. Ia mulai merasa ada yang janggal dengan insiden di gudang beberapa hari yang lalu.

Aruna yang merasa telah menang, mulai bersikap seolah ia adalah kekasih Faisal. Ia semakin sering menempel pada Faisal, namun justru disinilah ia mulai melakukan kesalahan.

Sore hari dikantin sekolah, Faisal secara tidak sengaja mendengar Aruna berbicara di telepon dibalik tembok kelas. Aruna tertawa kecil, suara tawa yang tak pernah Faisal dengar sebelumnya, terdengar licik dan dingin.

" Iya, tenang aja. Uang sogoknya udah aku transfer kan? Makasih ya udah ngasih tau Devina kalo aku sama Faisal ada di gudang..... Rencana itu sukses besar. Sekarang Faisal gak punya siapa siapa lagi selain aku. " Ucap Aruna di telpon.

Darah Faisal mendidih. Tangannya mengepal hingga urat dilengannya terlihat jelas. Semua kepingan puzzle berputar dikepalanya. Tentang telepon Aruna ke Devina malam itu, pertemuan tidak sengaja ditaman, dan pintu gudang yang sebenarnya tidak rusak.

Faisal melangkah keluar dari balik tembok. Aruna yang menyadari Faisal langsung mematikan teleponnya, wajahnya berubah menjadi pucat.

" Sal? kamu dari tadi disitu? " tanya Aruna, mencoba kembali berakting manis.

Faisal menatap Aruna dengan tatapan yang sangat dingin.

" Iya. Dari kamu bilang soal uang sogokan dan rencana di gudang itu. "

Aruna terbata bata.

" Sal ......itu bukan tentang...... Aku cuma...."

" Cukup, Na! " bentak Faisal, suaranya menggelegar. Membuat seisi koridor menoleh.

" Selama ini aku kasih kamu tempat dihidup aku sebagai temen karena aku kasian sama kamu. Aku pikir kamu orang baik, Na. Tapi ternyata aku salah, kamu jauh lebih busuk dari yang Devina omongin. Kamu tega ngehancurin satu satunya hal yang paling berharga dihidup aku cuman karena ego kamu! " Faisal mendekat, membuat Aruna mundur ketakutan.

" Jangan pernah berani muncul didepan aku lagi. Kalo aku liat kamu sekali lagi, aku gak akan segan segan bongkar semua kelakuan kamu ke satu sekolah, termasuk ke orang tua kamu. "

Faisal melangkah meninggalkan Aruna yang terpaku membisu. Ia segera berlari ke parkiran, mengambil motornya untuk ke rumah Devina. Namun, sesampainya disana. Yang ia takutkan benar terjadi, rumah itu kosong. Ada papan ' disewakan ' didepan pagarnya. Devina benar benar pergi, ia menghilang karena merasa dikhianati oleh orang yang ia beri kesempatan terakhir.

Faisal jatuh terduduk didepan pagar rumah itu. Ia menyadari betapa bodoh dirinya. Ia membiarkan racun yang manis dari Aruna merusak kebahagiaannya bersama Devina. Ia kehilangan mutiara karena terpesona pada kilau palsu sebuah kaca.

Disisi lain kota, Devina duduk dibalkon kamar barunya yang asing. Ia menatap langit malam dengan tatapan kosong. Rasa sayangnya pada Faisal masih ada, namun luka itu terlalu dalam untuk dijahit kembali. Ia memutuskan untuk mengubur semua tentang Faisal dan Aruna, lalu fokus pada satu hal yang selama beberapa Minggu terakhir Faisal keluhkan, masa depannya sendiri.

Faisal hanya bisa menebak nebak kemana Devina pergi.

- Aku baru sadar bau busuk itu bukan berasal dari tempat sampah, melainkan dari masalalu yang aku anggap sebagai tempat berteduh. Dan sekarang, aku benar benar kehilangan rumahku yang sebenarnya.

Setelah sore yang hancur didepan rumah kosong Devina, Faisal berubah. Tidak ada lagi tawa yang meledak ledak. Ia menjadi pria yang sangat irit bicara. Ia menyadari bahwa selama ini ia terlalu banyak bicara namun sedikit bertindak.

Faisal mulai mendatangi teman teman sekolah Devina. Namun, ia disambut dengan tembok besar bernama ' kesetiaan sahabat '.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!