NovelToon NovelToon
Bad Girl In The School

Bad Girl In The School

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:61.5k
Nilai: 5
Nama Author: kdk_pingetania

Gimana ya rasanya punya empat kakak yang bad boy? Ditambah satu sahabat dari kecil yang sama bad boy nya?

Itu yang Clarissa rasakan. Awalnya gadis itu merasa senang, karena ia merasa terlindungi dengan adanya cowok-cowok itu. Tapi lama kelamaan ia merasa terkekang karena sifat protektif kakak dan sahabatnya itu. Apalagi saat Clarissa jatuh hati kepada seorang laki-laki yang awalnya adalah musuh bebuyutannya.

Akankah Clarissa diijinkan untuk merasakan manisnya jatuh cinta di masa putih abu-abu ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kdk_pingetania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jatuh Cinta

Author Pov

Pulang sekolah Clarissa langsung masuk kamar. Dia membuka lemari dan menyiapkan pakaian yang akan digunakannya ke klub bersama Darrel. Entah kenapa Clarissa sangat bersemangat untuk bertemu Darrel, sampai-sampai ia sudah menyiapkan pakaian di siang hari.

Setelah selesai mengobrak-abrik pakaiannya di dalam lemari, Clarissa akhirnya menemukan sesuatu yang pantas untuk ia kenakan. Ia pun menggantung pakaian tersebut. Clarissa juga memilih heels yang cocok untuk pakaian tersebut, kemudian juga pernak-pernik lainnya.

Oke, semuanya udah siap, batinnya.

***

Jam menunjukkan pukul sembilan lebih sepuluh menit. Darrel telah siap dengan kaos putih dengan celana jeans yang robek di bagian lutut serta jaket hitam. Sebelum ia keluar kamar, Darrel terlebih dahulu bercermin sambil merapikan rambutnya.

Kok gue jadi merhatiin penampilan gue? Padahal gue cuma mau ke klub sama Clarissa, batinnya.

Darrel mengambil kunci motor dan bergegas pergi. Lelaki itu memutuskan untuk menggunakan motor, sepertinya dia ingin modus saat bersama Clarissa nanti.

***

Tepat pukul sembilan, Darrel sudah berada di depan rumah Clarissa. Lelaki itu segera menghubungi Clarissa.

"Hallo.”

"Gue udah sampai nih!"

"Iya, tunggu bentar, gue ke depan sekarang," ucap Clarissa lalu mematikan sambungan telpon.

***

"Aduh, gimana caranya gue ijin sama kakak-kakak gue?" gumam Clarissa sambil menuruni anak tangga.

Huh! Syukur gak ada siapa-siapa, batinnya. Dengan secepat kilat, Clarissa memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur dari rumah.

"Hei!" Clarissa menepuk pundak Darrel.

"Akhirnya lo dateng juga," kata Darrel.

"Ayo buruan, nanti gue bisa dicincang sama kakak-kakak gue, kalau mereka tau gue keluar tanpa izin," ujar Clarissa sambil naik ke atas jok motor.

Darrel memberikan helm untuk Clarissa. “Pegangan,” ucap Darrel.

***

"Lo udah minum sepuluh kali, udah yuk kita pulang!” Darrel merangkul Clarissa yang sudah setengah sadar itu menuju parkiran.

Aduh gue bloon banget sih, ngapain gue bawa motor, mana berharap ada adegan uwu-uwu lagi, batin Darrel.

Darrel tampak berpikir sebentar. Oh, iya, taksi!

Lelaki itu segera memberhentikan taksi.

"Gue suka sama lo," cetus Clarissa secara tiba-tiba.

Darrel tak menggubris rancauan tidak jelas dari gadis itu. Ia membuka pintu taksi dan menuntun Clarissa agar masuk ke dalam. Di dalam taksi, Clarissa terus saja merancau.

Kepala Clarissa tiba-tiba terjatuh di bahu Darrel. Darrel memperbaiki posisi kepala gadis itu agar lebih nyaman. Tetapi belum ada semenit, Clarissa sudah kembali merubah posisinya. Ia merebahkan kepalanya di dada bidang milik Darrel lalu memeluk pinggang Darrel.

"Cie abang nyari kesempatan yak?" goda supir taksi.

"Shhh! Pacar saya lagi tidur."

“Siap bos.”

***

"Pak, tolong bukain pintunya, nanti minta ongkosnya sama mama saya aja," pinta Darrel. Setelah pintu mobil dibuka, Darrel keluar sambil menggendong Clarissa.

"Aduh ini kenapa?" tanya Ulan cemas.

"Ini si Clarissa kebanyakan minum," lapor Darrel. Darrel membawa Clarissa ke kamarnya, diikuti Ulan di belakangnya.

Tiba-tiba ponsel milik Clarissa bergetar.

"Angkat dong," kata Ulan.

Darrel menggeleng.

“Kenapa?" tanya Ulan.

"Mending Mama aja yang angkat. Kalau kakak-kakaknya Clarissa sampai tau jam segini Clarissa lagi bareng aku, bisa dikulitin aku," kata Darrel.

"Terus Mama bilang apa?" Darrel tampak berpikir.

"Bilang aja Clarissa nginep di rumah temen Mamanya.”

Ulan langsung mengangkat telpon tersebut.

"Hallo,"

"Hallo, siapa ya?"

"Saya Ulan, temennya Christi, ibu kamu. Clarissa nginep di rumah saya. Dia lagi tidur sekarang,"

"Ohh, saya udah cemas sama dia daritadi. Makasi ya tante, saya titip adik saya ya.”

“Tenang aja, adik kamu aman sama saya,” ujar Ulan.

“Oke tante, selamat malam.”

“Malam.” Lalu sambungan telpon terputus. “Udah beres ya, mama mau lanjut makan dulu, kamu tolong selimutin dia, jangan sampe dia masuk angin,” pesan Ulan sebelum keluar dari kamar tersebut.

"Nyusahin banget dah lo!” gerutu Darrel.

***

Clarissa Pov

Gue ngerasa ada cahaya yang nyilauin mata gue, akhirnya pelan-pelan gue bangun dari tidur gue. Kepala gue masih kerasa pusing banget. Beberapa saat kemudian gue baru sadar kalau sekarang gue nggak lagi di kamar gue.

"Gue dimana nih? Ni kenapa Darrel ada di sini?" gue menepuk-nepuk pipi Darrel.

"Eh lo udah bangun?" gumam Darrel.

"Gue dimana?" Gue nengok kanan-kiri. Anj*r, kamar cowok.

"Di kamar gue," jawab Darrel polos.

"Lo ngapain gue?" Gue langsung parno dong. Awas aja si Darrel kalau sampe berani macem-macem.

"Kepedean banget lo! Lo itu kebanyaan minum, jadi lo ga sadar diri, terus gue bawa lo ke sini gara-gara gamau kena masalah sama kakak lo," jelasnya. Oh iya, kemarin kan gue ke klub bareng ni anak.

Eh, iya, gue kemarin keluar dari rumah kan ga bilang-bilang. “Aduh mati gue, gimana kalau kakak gue tau?" Gue panik dan cepet-cepet nyari hape gue.

"Udah tenang aja, nyokap gue udah ngomong sama kakak-kakak lo,” kata si Darrel. Huh, untung banget!

"Eh udah pada bangun, ini tante bawa makanan," Tante Ulan tiba-tiba dengan nampan yang berisikan semangkok sup ayam.

"Untuk Darrel mana ma?" tanya Darrel.

"Kamu ambil sendiri!"

Muka Darrel langsung bete, “mama mah!”

Tante Ulan menaruh sup ayam itu di atas meja. “Udah jangan manja, ambil sendiri,” ucap Tante Ulan. “Dimakan ya, Sa biar eneknya lebih reda.”

“Makasi tante.”

“Sama-sama,” jawab Tante Ulan kemudian keluar dari kamar.

"Gue keluar dulu,” kata Darrel tapi dengan sigap gue megang tangan Darrel buat nahan cowok itu. "Apa?" tanya dia.

"Ambilin.” Gue nunjuk sup ayam yang tadi dibawa sama Tante Ulan.

Darrel mengambil mangkok itu, "Buka mulut lo, bisr gue suapin aja.” Dia kemudian menyendokkan sup itu ke arah mulut gue. Tanpa ragu gue langsung melahap sup tersebut.

"Udah.” Gue nolak buat makan lagi karena saking eneknya.

"Lo baru makan tiga suap.” Darrel kekeuh menyuruh gue makan.

"Tapi udah kenyang." Gue masih nolak.

"Tiga permintaan.”

Gue mengernyitkan dahi.

"Maksud lo?"

"Lo gak lupa kan sama perjanjian kita?"

1
Mukmini Salasiyanti
Enaknya pny abang....
Natasha
Gua iri sama rissa, dia enak bener punya abang perhatian kek gitu, ya gua punya abang perhatian kgk, baik cuma ada mau nya, dah lah komplit semua nya ☺️
Natasha
Wahhh kaya nya kakak orang Bali ya?
Tri Susanti
visualnya thoorr bikin gemes semua dech iiiihhhhh.....gemes dech gue thor
always alone 😌
serrru...
S1 GEMBEL
walah-walah orang kaya mah bebas yahh ... nama sekolah aja pake marganya, wkwk
vailyn🧚
klik favorit😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!