NovelToon NovelToon
LEONARA~Misi Menaklukkan Cowok Cuek!

LEONARA~Misi Menaklukkan Cowok Cuek!

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Romansa / Obsesi / Tamat
Popularitas:58.3k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Aira Putri Manggala tidak tahu arti kata menyerah. Sudah 99 kali ia menyatakan cinta, dan 99 kali pula Leonel menolaknya tanpa ragu.
Cowok paling cuek di sekolah itu seperti tembok es. Sulit didekati, mustahil ditaklukkan.
Tapi Aira bukan tipe gadis yang mundur hanya karena ditolak.
Bagi Aira, cinta bukan soal harga diri. Ini soal perjuangan.
Seluruh sekolah mengenal obsesinya. Sebagian menertawakan, sebagian menunggu keajaiban.
Yang tidak pernah mereka tahu…

AIRA-LEONEL DI SINI!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Di bayar

"Mana katanya rambutannya sudah berbuah? Mana, Nathan?" Anya melayangkan protes keras pada sahabatnya. Ia menatap tajam ke arah pohon rambutan di hadapan mereka yang sama sekali tidak menyisakan satu pun buah merah di dahan. Gadis itu menghela napas kasar. Mereka sudah bersusah payah datang ke tempat ini dengan niat menjarah hasil kebun itu karena janji Nathaniel tempo hari bahwa buahnya sudah ranum.

​"Ya, paling kita keduluan pemiliknya, Anya. Ini bukan tidak berbuah tapi memang sudah dipanen!" Nathan membela diri sambil menarik salah satu ranting pohon yang kosong melompong.

​"Ah, sudahlah. Mending kita pulang saja. Tidak ada gunanya masih di sini," sahut Denada yang mulai melangkah pergi. Aira mengekor di belakang Denada menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari sana.

​Begitu keempatnya masuk ke dalam kabin mobil, Anya masih menunjukkan wajah kesal dan menatap tajam ke arah Nathan. Waktu mereka terbuang sia-sia hanya untuk mendatangi lokasi ini yang letaknya sangat berlawanan arah dengan jalan pulang ke rumah.

​"Jangan cemberut begitu, Anya. Kita masih punya pilihan lain. Masih ada pohon mangga di rumah pak tua itu," ujar Aira dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Baginya, rencana pencurian kali ini adalah pengalihan yang bagus agar ia bisa berhenti memikirkan Leonel sejenak.

​"Kalau ke sana, kamu saja sendiri, Aira. Aku tidak ikut!" Nathaniel langsung angkat tangan. Wajah cowok itu mendadak pucat. Ingatannya tentang lolongan anjing galak tempo lalu seketika membuat bulu kuduknya meremang.

​"Nanti yang memanjat aku, Nathan. Bukan kamu lagi," ujar Aira meyakinkan.

​Mendengar tawaran itu, mereka akhirnya mengangguk setuju. Mobil Aira pun segera melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan tempat itu menuju target berikutnya.

Mobil itu kembali berhenti di tepi jalan raya yang cukup sepi. Seperti biasa, sebelum turun, pandangan mereka bergerak gelisah ke arah luar untuk memastikan tidak ada saksi mata yang akan melihat aksi konyol tersebut. Aira berjalan paling depan dengan wajah sumringah. Ia tidak sabar menatap pohon mangga di depan sana yang buahnya sudah terlihat menggantung bahkan dari kejauhan. Menyusuri area gang, langkah mereka bergerak cepat namun penuh kehati-hatian.

​Tepat di bawah pohon mangga yang rimbun itu, Aira memberikan instruksi pertama. Ia menyuruh Denada untuk memeriksa area sekitar rumah pemilik pohon demi memastikan tidak ada orang atau anjing galak seperti tempo hari.

​"Aman," bisik Denada sambil memberikan isyarat tangan.

​Mendengar kode itu, Aira berdiri tegak di bawah pohon. Ia menatap Anya dan Nathan bergantian dengan tatapan penuh rencana.

​"Nathan, naik!" perintahnya tegas, membuat mata Nathan membulat sempurna.

​"Tidak mau! Tadi kamu bilang kamu yang akan naik, Aira! Kalau tahu aku yang akan disuruh lagi, mending aku tidak usah ikut tadi!" protes Nathan dengan nada tertahan.

​Mendengar penolakan itu, wajah Aira seketika berubah memelas. Ia sengaja mengeluarkan raut sedih yang dibuat-buat agar temannya itu merasa tidak tega.

​"Nathan, masa kamu tega menyuruh perempuan yang memanjat? Pakai logika dong, aku sedang pakai rok sekarang," ujar Aira pelan dengan nada bicara yang sangat meyakinkan.

​"Kemarin-kemarin juga kamu pakai rok tetap bisa memanjat, Aira!"

​"Itu beda dengan sekarang. Pamali bagi perempuan yang sedang pms naik ke dahan pohon, iya kan Anya?" Aira melirik Anya yang langsung direspons dengan anggukan cepat oleh gadis itu. Anya memang masih menyimpan kekesalan pada Nathan.

​"Ya sudah, kalau begitu tidak usah jadi saja," gerutu Nathan.

​"Jangan begitu, tanggung sekali sudah sampai di sini. Masa kita pulang dengan tangan kosong lagi? Lagipula anjingnya tidak ada, Nathan. Kalau memang ada, kita pasti sudah dikejar sejak tadi. Buruan naik sebelum pemiliknya datang!" titah Anya yang ikut menekan Nathan.

...----------------...

Pada akhirnya, dengan wajah yang menunjukkan keterpaksaan yang amat sangat, Nathan mulai memanjat pohon itu. Di atas sana, ia bergerak dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara patahan ranting yang mencurigakan. Tangannya mulai memilah buah mangga yang berukuran jauh lebih besar.

​"Lima saja ya!" bisik Nathan dari ketinggian dengan suara tertahan.

​"Sepuluh! Kali ini kondisinya sangat aman kok," jawab Anya yang mulai bersemangat memunguti mangga-mangga yang dilemparkan Nathan dari atas satu per satu.

​Setelah jumlah mangga yang mereka ambil dirasa cukup, Nathan akhirnya turun dengan napas lega. Kakinya kembali berpijak di tanah tanpa ada gangguan berarti.

​"Tuh kan, apa kataku? Kali ini anjingnya pasti sudah mati. Dia kena karma karena melolongi kita tempo hari," ujar Aira sambil menimang dua buah mangga besar di tangannya.

​Dengan langkah cepat dan pandangan yang terus celingak-celinguk ke arah sekitar, mereka segera menuju mobil. Masing-masing dari mereka membawa mangga dengan penuh kemenangan hingga akhirnya sampai di depan pintu kendaraan.

Baru saja mereka masuk ke dalam kabin dan bersiap melajukan kembali mobil untuk pulang, Aira tidak sengaja melirik ke arah kaca spion. Ia menangkap bayangan sebuah sepeda motor yang terasa sangat familier terparkir tidak jauh di belakang mereka.

​"Eh, sebentar. Itu?" Wajah Aira tampak heran. Ia kembali mematikan mesin mobil yang baru saja menyala. Tubuhnya menoleh ke belakang untuk memastikan apakah penglihatannya benar.

​"Ada apa, Ra?" tanya Denada yang menyadari perubahan raut wajah sahabatnya.

​"Itu, motor di belakang bukankah terasa sangat familier?" tanya Aira balik dengan nada ragu.

​Teman-temannya seketika ikut menoleh ke arah yang sama. "Iya, itu motor Leonel bukan sih?" tanya Anya dengan dahi berkerut.

​Mereka semua kompak mengangguk setuju setelah mengamati ciri-ciri kendaraan tersebut.

​"Fiks, Leonel mengikuti kita. Atau lebih tepatnya, dia sedang memantau Aira," gumam Denada pelan.

​"Tapi motornya tidak melaju. Apa sedang mogok?" Aira memperhatikan posisi motor yang berjarak beberapa meter dari mereka itu.

​"Entahlah, tapi coba kamu jalankan mobilmu sebentar. Pasti nanti dia akan ikut bergerak," ujar Denada lagi memberikan saran.

Aira mengangguk paham. Ia kembali menyalakan mesin dan melajukan mobilnya perlahan. Benar saja, motor Leonel mulai berjalan pelan di belakang mereka. Namun, begitu mendekati gang tempat pohon mangga tadi, Leonel justru berbelok masuk. Hal itu sontak membuat Aira dan teman-temannya yang didera rasa penasaran segera turun dari mobil.

"Dia masuk ke sana, tapi rumahnya bukan di situ. Sedang apa dia masuk ke dalam?" tanya Aira dengan nada penuh rasa ingin tahu yang sangat besar terhadap laki-laki itu. Tanpa sadar, mereka berempat kembali melangkahkan kaki masuk ke dalam gang secara diam-diam.

​Aira dan teman-temannya seketika terkejut saat melihat motor Leonel berhenti tepat di depan rumah pemilik pohon mangga. Di sana, Leonel tampak sedang berbicara dengan pria tua pemilik rumah yang tadi sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya saat mereka melakukan aksi pencurian.

​"Ini, Pak," ujar Leonel sambil memberikan dua lembar uang merah kepada pria paruh baya tersebut.

​Mata pria tua itu tampak berbinar saat melihat nominal uang di tangannya. Senyumnya melebar seketika.

​"Terima kasih, Nak. Bilang pada teman-temanmu itu untuk sering-sering datang memetik mangganya. Astaga, rezeki... rezeki..." sahut si pria paruh baya dengan penuh syukur sembari mencium dua lembar uang seratus ribuan tersebut.

​"Leonel membayar mangganya? Apakah selama ini..." Denada mengerutkan alis karena mulai menyadari sesuatu. Sementara itu, wajah Aira sudah memerah padam.

​"El!" panggilnya lantang. Suaranya yang melengking membuat dua pria beda generasi di hadapannya terlonjak kaget.

​"Kamu beli mangga?" tanya Aira sambil melangkah mendekat dengan gusar.

​"Bayar, Neng. Bayar mangga yang kalian curi," sahut pria paruh baya itu mendahului Leonel. Jawaban jujur itu membuat Leonel seketika menatapnya tajam agar diam.

​"Kamu bayar mangganya? Berarti selama ini juga begitu, iya?" tanya Aira dengan nada suara yang mulai naik karena emosi.

​"Ya, kalau tidak dibayar, menurutmu, Neng, saya akan terima mangga saya dicuri terus-menerus?" Lagi-lagi pria tua itu menjawab tanpa beban.

​"Ya tapi tidak sebanyak itu juga uangnya, Pak! Kami hanya mencuri beberapa biji, tapi uangnya sampai ratusan ribu begitu! Kalau tahu dibayar semahal itu, kami ambil semua saja sekalian buahnya!" pekik Aira.

​Tanpa memedulikan tatapan Leonel, Aira segera berlari kembali ke arah pohon mangga. Ia bersiap menginstruksikan Nathaniel untuk naik lagi dan menghabiskan seluruh buah yang ada di sana agar tidak merasa rugi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Erni andi arifuddin
wah ternyata si Williams lupa akan masa sma nya yg tidur sama Alena bahkan hampir menjebol nya begitu anaknya mau pacaran justru dia protektif
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Bukan lupa, tapi biar gak sama kayak diaaa😭
total 1 replies
Ila Wati
thour kapan buat up S2 nya dan seterusnya 🙏 dah nunggu lama lo
Hk Hk
kaya emaknya🤣
Rita Rita
request Thor,,, season kedua kisah Aira Leonel,,,tapi dalam suasana lain dan berbeda. dunia perkantoran CEO terpisah dan mereka kembali dipertemukan,,,
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
ah tiba tiba tamat 😑
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: cukup segitu aja kak🤭🤭
total 1 replies
Maya Marisa
ga jauh beda sama bundanya😄😄😄
its me
thor ayoo semangat update lagi..ditunggu yaaa💪💪
falea sezi
lanjt
falea sezi
egois lu pak aneh
its me
ah makasihhhh thor uda balikin ingatan si el dudulll 😭😭😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
semangat leonelll
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
hihhh kok kesel/Scream//Scream/ tpi juga kasian/Scream/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: wkekeke msh di rmh malah🤣
total 2 replies
Rita Rita
ga kebayang gimana Aira kalo tau Leonel kena musibah lagi,,, kenapa makin kesini makin mewek Thor,,
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Haisss, aku juga kurang paham kenapa suka banget nanam bawang bombay di ceritanya😁😁😭
total 1 replies
its me
makasih thor uda up 2 hari ini..ditunggu lanjutannya segera👍👍
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Makasih ya kak tetap di sini meski Othornya Up suka2😭🤣🫶
total 1 replies
Rita Rita
dulu mommy Alena bertransmigrasi dan semoga Leonel ada keajaiban,,
Rita Rita
kalo di mommy Alena kemaren ga ada bawang nya, kalo yg disini perih banget,😭😭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Disini pusat kebun bombay kak😭
total 1 replies
Rita Rita
duch ikut mewek baca cinta kuat yg sempat tertunda 🤭😭😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
aduh lagi lagi garavgara dady william kan/Scream//Scream//Scream//Scream//Scream/ inginku mengumpatmu dady/Scream/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: kesel aprah ih😑
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wah aldaren cari perkara😭😑😑/Curse//Curse//Curse//Curse/
Rita Rita
Ra,,, sekarang dukun ga laku dan pelet ga manjur lagi 🤭🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!