Suaminya berkhianat dan selalu mengabaikan nya, Calista malah tak sengaja bermalam dengan seorang Office Boy hotel tempat dia dijebak.
"Kamu masih perjaka?" tanya Calista pada lelaki tampan yang tidur dengan nya.
"Ya, Nona."
"Baiklah, aku akan bertanggung jawab! Kita akan jadi kekasih!" tutur Calista dengan serius, dia adalah orang yang selalu bertanggung jawab pada hal yang telah ia lakukan.
"Tapi saya hanya seorang Office Boy miskin."
"Aku nggak perduli latar belakang mu, aku hanya harus bertanggung jawab telah mengambil keperjakaan mu! Aku orang yang berpikiran sangat kuno, dimana keperawanaan atau keperjakaan sangat penting!"
Siapa sangka, ternyata lelaki itu bukan lah seorang OB biasa... akan tetapi seorang Bos besar misterius yang menyembunyikan identitas aslinya dari Calista dan pria itu mencintai Calista dengan ugal-ugalan!
Bagaimana rasanya dikhianati dan diabaikan suami lalu diceraikan, namun malah dicintai secara ugal-ugalan oleh kekasih misterius?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter - 9.
Di ruangan khusus Ravindra kembali menonton audisi Calista dari telivisi, kali ini ia memakan pakaian santai t-shirt mahal dan juga celana bahan berwarna abu-abu. Tadi pagi saat mencari celana sobeknya, ia tak bisa menemukan nya dan entah kemana celana itu menghilang.
Ravindra sempat bertanya pada Calista tadi pagi, namun wanita itu menjawab dengan ambigu.
"Tuan, seperti nya sudah mulai. Bara berjanji akan melakukan yang terbaik untuk menghempaskan Andrean."
"Hm." Ravindra tersenyum saat melihat Bara ada di ruangan audisi, dia telah mencari tahu siapa aktor yang pernah bermasalah dengan Andrean dan mendapatkan nama Bara Sebastian.
Menurut informasi beberapa bulan lalu Bara ditangkap polisi dengan dugaan penggunaan barang haraam dan pesta seexxxss. Poliisi mendapatkan laporan dari seorang anonim dan akhirnya menggerebek rumah mewah Bara. Namun saat diperiksa, ternyata tidak didapat dibuktikan.
Penggerebekan terjadi setelah tak lama Bara mendapatkan predikat aktor terbaik, meski tidak terbukti namun nama baik Bara sudah tercoreng dan masyarakat sudah mencap Bara sebagai pemakai. Setelah dilepas dari kantor poliisi, karir Bara langsung hancur karena para sutradara dan pihak Production house banyak yang menjauhi nya agar tak terkena dampak dari berita sensasional waktu itu.
Selama beberapa bulan ini tak ada tawaran film atau sinetron bahkan menjadi model sekalipun, Bara begitu terpuruk. Lalu, tiba-tiba saja kemarin ada seseorang yang mengatakan jika penggerebekan yang terjadi pada Bara ada sangkut paut dengan Andrean dan Adele. Jika Bara bisa menyingkirkan Andrean dari project dan menjadikan Calista sebagai pemeran utama wanita, bukan hanya Bara akan dibayar tapi juga bukti-bukti penjebakan pada Bara akan diserahkan.
Tentu saja Ravindra sudah memegang bukti itu jika Andrean lah yang meminta Adele menjebak Bara, hanya saja dia ingin bermain-main dengan Andrean sebelum pria yang sudah menyakiti wanita kesayangan nya itu hancur sehancur-hancurnya.
•
Di ruangan audisi, Calista sudah berkenalan dengan Bara. Pria itu terlihat playboy namun ternyata sangat sopan pada Calista. Keduanya mudah sekali akrab, membahas tentang naskah. Bahkan Mutia sudah membuatkan kopi dan Calista menemani Bara minum di meja mereka.
Pandangan Andrean kini dipenuhi kecemburuan dan kebencian yang tidak bisa ditutupi. Kemarahan nya terasa saat ia melihat Calista begitu akrab dengan musuhnya dan membuat wajah Andrean tak sedap dipandang.
Dulu saat di awal Andrean meniti karir, Bara sebagai aktor senior selalu menyulitkan nya. Dengan dalih latihan, Andrean diperlakukan seperti babu yang diperintah membelikan kopi dan semacamnya. Andrean jadi kehilangan banyak waktu untuk menghapal naskah hanya untuk menyenangkan Bara. Sejak itu Andrean sangat membenci Bara dan berjanji akan semakin berusaha lebih keras lagi dan melambungkan namanya serta mengalahkan Bara suatu hari nanti sampai akhirnya keinginan nya terkabul.
Namanya melejit tinggi, ketenaran dan kekayaan Andrean dapatkan. Lelaki itu tidak tahu jika dalam proses nya, ada andil Calista. Namun setelah berselingkuh dengan Adele, Andrean malah merasa Adele lah yang banyak membantu namanya tetap tenar.
"Oke! Kita mulai! Adela akan berpasangan dengan Andrean, dan Calista berpasangan dengan Bara." Ujar Sutradara.
"Tunggu! kenapa Bara harus ikut audisi dan informasi ini begitu dadakan sampai padaku. Bukankah, peran utama sudah menjadi milikku!" Andrean angkat bicara.
Sang Sutradara berdecak ringan, "Salah satu investor paling besar menginginkan Bara jadi aktor utama dan Calista jadi aktris utama. Sementara dari Tuan Cakra, Ayah Adele sebagai investor besar lainnya lah yang menginginkan kau jadi aktor utama dan Adele sebagai peran utama wanita. Jadi dengan audisi ini, kami akan memutuskan siapa yang berhak menjadi pemain utama."
"Ada investor yang sebanding dengan Ayah ku?" tanya Adele penasaran karena selama ini hanya ayahnya yang mengucurkan dana besar demi Adele, sang putri kesayangan.
"Ya, bahkan dia berinvest sebesar 200 miliar. Sebanding dengan Ayah mu," jawab sang Sutradara.
"Omong kosong! Mana ada orang yang bisa menandingi Papa ku...!!" Adele tak terima.
"Investor ini, bukan hanya memberikan dana besar tapi juga berjanji akan memberikan sokongan hotel untuk nanti kita menginap saat syuting jika diluar kota. Investor ini... adalah pemilik hotel di berbagai wilayah, dia berjanji akan memberikan fasilitas terbaik jika pihak produksi memerlukan nya. Bukankah dengan semua tawaran itu, seharusnya kami lebih condong padanya. Tapi tenang saja, tim produksi akan dengan adil memberikan penilaian pada audisi ini. Jadi, sebaiknya kalian berdua bekerjasama dan tidak membuat keributan pada keputusan final kami."
"Siapa Investor itu? Aku ingin bertemu dengan nya!" ucap Adele tiba-tiba, dia ingin tahu siapa yang mendukung Calista.
"Sepertinya dia tidak bisa kamu temui karena dia orang yang sangat penting, tapi aku akan memberitahukan namanya. Investor itu bernama Tuan Ravindra."
Ravindra? Calista terkejut saat mendengar nama itu.
"Tentu saja dia bukan Indra," Calista geleng-geleng kepala, merasa konyol dengan pemikiran nya sendiri. "Nama itu hanya mirip, Ravindra dan Indra agak mirip tapi beda juga kan."
"Ravindra, bukankah dia putra dari Tuan Rahardian Pratama dari Grup Pratama." Ucap seseorang.
Degh!
Pratama? Bukankah nama kepanjangan Indra juga Pratama?
Calista langsung mengirim pesan pada Ravindra dan menanyakan siapa nama ayah pria itu dan tak lama balasan dari Ravindra masuk dan mengatakan jika nama Ayahnya adalah Wisesa Pratama. Seketika Calista bernafas lega, dia percaya pada Ravindra dan mengenyahkan pikiran jika Ravindra dan Indra adalah orang yang sama.
Audisi pun akhirnya dimulai, saat Adele merasa siap Sutradara malah memangil Calista. "Baiklah, Calista dan Bara... kalian berdua lebih dulu!"
Calista sempat berkedip kaget, tapi dia maju dan naik ke panggung bersama Bara. Tatapan Andrean seperti ingin membunuh Bara saat itu juga dan Adele semakin kesal merasakan Andrean sedang merasa cemburu pada Bara karena Calista.
Tak lama di atas panggung, Calista sudah masuk ke dalam adegan nya bersama Bara dan mereka lebih kompak dan serasi dibandingkan saat Calista bersama Andrean kemarin.
Sekitar 20 menit kemudian, Calista mengakhiri sesi audisinya dengan sempurna dan mengesankan semua orang.
Lalu... giliran Adele dan Andrean. Namun, saat Adele dan Andrean memulai penampilan mereka, semua juri dan sutradara mengerutkan alis mereka karena Andrean terlihat tidak fokus. Andrean salah mengucapkan dialognya dan penyampaian nya mulai kacau. Sutradara dan para juri tak dapat menyembunyikan kekecewaannya.
Ternyata sejak mulai, fokus Andrean malah terganggu karena dia terus menatap ke arah Calista dan Bara yang sibuk mengobrol dan sesekali ada tawa kecil di bibir Calista membuat darah Andrean mendidih saking cemburunya.
___
Mau cemburu? Telat oiiiii 😌😏
Ah, paparazzi emang menyebalkan 🤔😅
Pasti dia pikir, Bara ada hubungan dengan Calista 😅