Jangan di baca!!! alur berantakan gak jelas gak nyambung..😌
Kisah yang menceritakan tentang seorang gadis biasa dan sederhana yang terpaksa harus menikah dengan seorang tuan muda yang sangat angkuh dan lumayan kejam, namun di balik sikap nya itu tersimpan kehangatan dan kelembutan hati nya yang bisa meluluhkan hati seorang wanita..
Bagaimana kisahnya? yuk di baca 👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terbongkar
Hari demi hari Naya lalui, semakin sering ia melihat Xander rasa cinta itu pun mulai tumbuh dengan sendirinya. setiap hari Naya menyiapkan segala kebutuhan untuk suami nya, sampai tiba waktu nya dimana Naya melihat Xander yang semakin hari semakin dekat dengan Tania yang membuat nya sedikit cemburu.
Suatu hari di saat ada acara fashion show Naya di ajak Xander menuju tempat itu, dan bukan hanya Naya, Tania juga Chandra hadir di acara tersebut. Xander hanya sibuk mengurusi Tania dan sedikit mengabaikan Naya, karena Tania merupakan salah satu model yang akan memeragakan busana milik Xander.
acara pun di mulai, Naya yang duduk di sebelah suami nya itu hanya menatap suami nya yang tengah sibuk memerhatikan Tania, dan seolah-olah gak peduli dengan Naya yang da di samping nya.
"aku izin ke toilet sebentar" ucap Naya pada suami nya.
Xander hanya sedikit mengangguk tanda mengiyakan, Naya pun segera pergi menuju toilet. Setelah melihat Naya pergi Chandra yang sedari tadi memerhatikan Naya segera pergi menyusul Naya.
"kenapa hati aku sakit melihat Xander bersama wanita lain? sadar Nay pernikahan ini hanya kontrak, ya benar semua nya hanya sandiwara aku gak boleh jatuh cinta sama dia" ucap Naya di dalam ruangan toilet.
setelah selesai Naya pun segera keluar, dan langsung di kagetkan dengan suara pria yang memanggilnya.
Naya pun menoleh ke arah sumber suara tersebut dan dilihatnya Chandra yang telah menunggu Naya di luar toilet.
"apa kamu baik-baik aja?" ucap Chandra.
"pertanyaan mu sungguh aneh" Jawab Naya sambil tersenyum.
Naya segera pergi meninggalkan Chandra, namun saat Naya akan melangkah Chandra menarik tangan Naya dan menyeretnya ke sebuah tembok.
setelah cukup lama Naya belum juga kembali dari toilet, Xander mulai cemas dan berniat untuk menyusul Naya.
*
"Chandra! kamu apa-apaan! lepasin aku!" ucap Naya sambil berontak"
"Nay, aku suka kamu aku gak bisa lihat kamu tersakiti!" ucap Chandra dengan tegas.
"tapi Chand" ucapan Naya terpotong, karena Chandra yang tanpa basa basi melum*t bibir mungil Naya.
Naya pun berontak memukul-mukul Chandra, namun semua nya gak membuat Chandra melepaskan ciuman nya.
Xander yang baru sampai di kagetkan dengan apa yang dia lihat, dan segera menghampiri mereka. tanpa basa basi Xander menarik adik nya itu dan langsung menghajar nya. "seett Duaakk" pukulan keras Xander mendarat di pipi Chandra hingga membuat sudut bibir nya berdarah. Naya hanya terdiam melihat semuanya, sementara Xander terus memukul adik nya.
"Xander stop!" teriak Naya.
"heh (smirk), kenapa kamu menyuruh ku berhenti?" ucap Xander dengan santai.
"dia adik kamu, kalo kamu gak berhenti dia bisa mati di tangan kamu! apa kamu gila?" ucap Naya.
"aku atau dia yang gila?" bentak Xander.
"dia tau kamu istri aku, kenapa dia bisa memperlakukan kamu seperti ini?" sambung Xander dengan penuh emosi.
"kamu sendiri gak sadar dengan apa yang kamu katakan barusan!" jawab Naya dengan nada tinggi.
tanpa basa basi Xander langsung menyeret Naya menuju mobil nya dan pergi dari tempat itu.
Chandra yang masih diam di tempat, hanya bisa melihat mereka pergi tanpa berkutik sedikit pun. Tak lama kemudian setelah mereka pergi Thania pun datang menghampiri Chandra.
"astaga Chandra.. muka kamu kenapa?" ucap Thania sambil memegang muka Chandra yang lebam.
Chandra yang hanya tersenyum sinis melihat Thania dan pergi meninggalkan Thania sendiri.
"apa sih hebat nya wanita itu?" ucap Thania dengan tatapan sinis nya.
*
Kediaman Xander..
Naya dan Xander sampai di rumah nya, dengan perasaan yang masih kesal Xander menyeret Naya menuju kamar nya dan mendorong Naya ke kasur.
"apa yang kau lakukan!" teriak Naya.
tanpa mendengar ucapan Naya, Xander lngsung melum*t bibir Naya dengan kasar dia mulai permainan nya.
"Xander lepas!" ucap Naya sambil berontak.
"bukan kah ini yang kamu mau?" jawab Xander.
"plak" sebuah tamparan mendarat di pipi Xander.
"jaga ucapan kamu! aku gak serendah itu!" jawab Naya dan segera pergi dari kamar Xander.
Xander pun hanya terdiam melihat Naya pergi, dan tak lama ia memukul dinding kamar nya untuk meluapkan kekesalan nya.
Naya pergi menuju kamar nya dengan deraian air mata yang membasahi pipi nya.
"kenapa semuanya harus seperti ini? kenapa?" teriak Naya sambil menangis dan berendam di sebuah bathtub.
Setelah beberapa jam berlalu, Xander yang gak melihat Naya sama sekali, pergi menuju kamar Naya untuk melihat keadaan nya. Sesampai nya di kamar Naya, Xander masih belum menemukan istri nya dan cari sana sini, hingga akhir nya dia menemukan Naya yang masih di dalam bathtub dengan kondisi yang menggigil.
Xander pun segera menggendong Naya dan menutup nya dengan handuk lalu menidurkan nya di kasur.
"apa yang kau lakukan? dasar bodoh!" ucap Xander dengan kesal namun penuh rasa khawatir. Tanpa pikir panjang Xander langsung mengambil baju Naya dan memakaikan nya, badan Naya masih tetap menggigil Xander mencoba berbaring di samping nya dan memeluk Naya dengan erat, namun semuanya gak berhasil, Xander pun segera menelpon dokter pribadi nya.
tak lama kemudian dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan Naya.
"apa dia gak papa!" tanya Xander.
"dia hanya kedinginan dan agak demam, ini saya beri resep obat" ucap dokter.
Xander segera menyuruh Asep untuk menebus obat di apotek, sementara itu ia menyiapkan makan untuk istrinya.
beberapa menit setelah nya, Xander kembali menuju kamar Naya dengan membawa semangkuk sup dan coklat panas.
"makanlah" ucap Xander dengan nada dingin.
Naya yang hanya terdiam tak menoleh sedikitpun ke arah Xander karena masih kesal dengan apa yang Xander lakukan kepadanya. Dengan kesal Xander menaruh makanan nya di meja hingga membuat Naya sedikit kaget.
"apa mau kamu?" ucap Xander.
"perpisahan!" jawab Naya dengan nada lemah.
"apa kau tidak waras? kita belum lama menikah, apa kata orang-orang nanti" ucap Xander.
"pernikahan kita hanya kontrak Xander! aku bisa membatalkan nya kapan pun aku mu" jawab Naya dengan mata yang berkaca-kaca menahan bendungan air mata.
tanpa di sadari Chandra yang mendengar ucapan mereka segera masuk dan menghampiri mereka.
"jadi pernikahan kalian hanyalah kontrak?" tanya Chandra.
"sejak kapan kau disana?" tanya Xander.
"sejak kalian bertengkar, dan aku mendengar semuanya" jawab Chandra dengan santai nya.
"semuanya sudah terbongkar, besok aku akan pergi dari rumah ini" ucap Naya.
"gak ada yang bisa pergi dari rumah ini, tanpa seizin ku!" ucap Xander.
Chandra pun menolak pernyataan kakak nya dan terjadilah perdebatan di antara mereka berdua.
***
Berambung...