NovelToon NovelToon
ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Action
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Jeremy Aslan, kepala mafia paling ditakuti, mengira menikahi Claire, putri wakil presiden akan memberikan keuntungan besar pada bisnis senjata yang sedang dia jalankan. Ternyata, yang ia dapatkan adalah ... menghadapi perempuan paling bikin sakit kepala sepanjang dia hidup.

Alih-alih fokus dengan bisnis dunia gelapnya, ia malah fokus dengan segala tingkah laku random Claire seperti, diam-diam menciptakan bom dan meledakkan kantor polisi hanya karena ia punya dendam dengan polisi, merusak rumah pribadi politisi yang dia anggap sering merendahkan ayahnya, dan bekerja di perusahaan Farmasi hanya untuk membuktikan mantan pacarnya adalah gay.

Bagi Jeremy, mengendalikan ratusan anak buah bersenjata jauh lebih mudah daripada menghadapi satu istrinya yang nakal dan sama sekali tidak mengenal kata takut. Jeremy hampir menyerah pada semua kenakalan perempuan itu, sampai Claire tiba-tiba di culik, saat itulah dunia Jeremy hancur. Karena akhirnya ia menyadari, Claire adalah dunianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingat rasanya?

Ciuman Jeremy begitu dalam dan mendesak, seolah ingin menelan seluruh napas Claire. Awalnya gadis itu tertegun, matanya terbelalak sejenak sebelum perlahan terpejam rapat, membiarkan dirinya hanyut dalam kehangatan yang menyelimuti seluruh tubuhnya.

Perlahan, tangannya yang sempat terkulai di sisi meja mulai bergerak, melingkar erat di leher Jeremy, menarik wajah pria itu makin dekat seolah tak ingin ada celah sedikit pun di antara mereka. Ia mulai membalas ciuman itu dengan ragu, meniru gerakan Jeremy yang kini membuat jantungnya berpacu lebih cepat dari sebelumnya.

Mata Jeremy terbuka sedikit, menatap wajah Claire yang kini tampak begitu pasrah sekaligus penuh gairah di bawahnya. Sudut bibirnya menyeringai tipis, puas melihat istrinya tak lagi kaku. Berciuman dengan Claire yang begitu terbuka dan tanpa kepura-puraan memang memiliki keuntungan tersendiri, gadis itu tidak menyembunyikan apa yang ia rasakan, dan justru keaktifannya yang mulai muncul perlahan semakin menyalakan api di dada Jeremy. Ia sangat menyukai saat Claire tidak hanya diam menerima, tapi ikut bergerak dan meminta lebih.

Mulut Jeremy turun menyusuri garis rapi lalu ke leher jenjang yang kini terasa hangat dan berdenyut kencang. Ia menyesap kulit di sana dengan kuat, meninggalkan jejak yang membuat Claire tersentak hebat, punggungnya melengkung naik. Desahan pelan lolos dari bibirnya, suara yang begitu lembut namun mampu membuat pertahanan diri Jeremy runtuh seketika.

"Ah ..." suaranya bergetar di udara yang mulai terasa panas.

Jeremy hanya mendengus pelan di kulit lehernya, lalu mulutnya bergerak makin turun, melewati tulang selangka yang menonjol, hingga akhirnya bibir hangatnya mendarat tepat di dada kiri Claire yang seakan menantangnya dengan menegang kencang.

Saat itu juga, mulut Claire terbuka lebar, napasnya tercekat di kerongkongan. Sensasi hangat, dan tajam itu langsung menyambar seluruh sarafnya, mengingatkannya dengan sangat jelas pada momen di pesawat dulu. Rasanya sama persis, namun kali ini terasa jauh lebih nyata, jauh lebih dekat, dan jauh lebih intens.

"Mmh ..." Claire menekan bibirnya menahan suara yang makin tinggi, tangannya mencengkeram bahu Jeremy erat sekali, kuku-kukunya tak sengaja menekan kulit di balik kaos pria itu.

Tubuhnya terasa lemah sekaligus berapi-api, seolah setiap sentuhan Jeremy membawa arus listrik yang menyusup ke dalam tubuhnya. Ia tidak menyangka rasanya akan sehebat ini, tidak menyangka bahwa sentuhan suaminya mampu membuatnya lupa segalanya, lupa waktu, lupa tempat, lupa segala hal selain perasaan yang meluap-luap di dadanya.

Jeremy merasakan getaran hebat yang melanda tubuh Claire, merasakan bagaimana gadis itu kini sepenuhnya menyerah padanya. Ia tidak berhenti, justru semakin menjadi-jadi memainkan bagian itu, menikmati setiap reaksi yang diberikan istrinya. Ia tahu Claire belum sepenuhnya paham tentang hal-hal intim seperti ini, tapi justru rasa ingin tahu gadis itu yang membuat Jeremy semakin bersemangat.

"Kau ingat rasanya?" bisik Jeremy parau, napasnya terasa panas saat menyentuh kulit perut Claire yang halus. Ia menatap mata gadis itu yang kini terbuka sedikit, berkabut namun penuh kepercayaan.

"Kau ingat bagaimana aku menyentuh tubuhmu saat kita di pesawat?" suaranya parau.

Claire mengangguk pelan, pipinya memerah padam namun matanya tak beralih sedikit pun dari wajah suaminya.

"Iya... aku ingat... rasanya... rasanya seperti terbang... tapi juga seperti mau meledak ..." suaranya terdengar lemah dan bingung, namun di ujung kalimatnya terselip permohonan yang jelas.

"Jangan berhenti ... Aku suka rasanya ..."

Permohonan itu adalah pemicu yang membuat Jeremy tak lagi menahan diri. Ia mencium bibir Claire kembali dengan lembut, menenangkan gadis itu sejenak sebelum kembali menjelajahi setiap inci tubuh yang menjadi miliknya sepenuhnya. Tangannya yang besar dan hangat bergerak menyusuri lekuk pinggang, punggung, hingga ke paha mulus, membuat Claire makin melengkung.

Tidak ada lagi rasa canggung atau takut. Di antara mereka kini hanya ada hasrat yang meluap, dan ikatan suami istri yang kian menguat setiap kali kulit mereka bersentuhan.

Claire kini tidak lagi pasrah saja. Ia mulai berani menggerakkan tubuhnya mengikuti irama Jeremy, sesekali mendekap leher pria itu lebih erat, atau mendorong bahunya saat ingin membalas ciuman dengan lebih berani.

Lalu Claire tersentak saat jemari Jeremy mengusap di bawah sana. Impian semua laki-laki. Tapi punya Claire tentu sudah ada pemilik yang sah. Jeremy pemiliknya. Dia tahu saat memutuskan menikah dengan Jeremy, tubuhnya adalah milik pria itu, begitu pun sebaliknya.

Meski Claire tahu di antara mereka mungkin belum ada cinta, atau hanya dia yang antusias karena sangat menyukai wajah tampan Jeremy, tapi kalau suaminya mau minta, tentu saja akan dia kasih. Laki-laki kan memang begitu. Nafsu mereka sangat tinggi. Lagipula Claire juga suka di sentuh, karena rasanya bikin nagih.

"Mmhh ..." mata Claire terbuka saat ia merasakan Jeremy menyentuh bagian yang terlarang. Ia bisa lihat senyum nakal Jeremy sebelum matanya tertutup lagi karena sensasi dari jari Jeremy semakin membawanya ke awan-awan.

"Ahhh..." suara desahan semakin kencang sesuai dengan ritme jemari suaminya yang makin menjadi-jadi.

Jeremy menunduk mencium kening Claire saat melihat gadis itu semakin tak berdaya di bawah sentuhannya. Kecepatan tangannya tak berkurang sedikit pun, justru kini disertai tekanan kuat yang membuat Claire semakin melengkungkan tubuhnya.

Claire menggigit bibir bawahnya menahan desahan yang makin keras, tangannya mencengkeram tepi meja erat-erat. Ia merasa seperti terangkat tinggi-tinggi, dihantam gelombang nikmat yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, membuat kepalanya kosong melompong hanya menyisakan nama suaminya yang terus berputar di benak.

"Jeremy... Aku... Mau pipis ..." rintihnya tak kuasa menahan lagi, kakinya melilit erat pinggang pria itu seolah mencari sandaran satu-satunya.

Jeremy memperlambat gerakannya sejenak, menikmati napas tak beraturan istrinya, lalu kembali mempercepat dengan irama yang luar biasa cepatnya.

"Itu bukan pipis namanya , gadis nakal..." ucapnya dengan senyum menggoda.

"Itu namanya pelepasan." bisik Jeremy parau di telinganya, lalu kembali menambah tekanan lembut di titik yang berbentuk seperti kacang itu.

Detik berikutnya, gelombang hangat yang luar biasa besar menyapu seluruh tubuh Claire dari ujung kaki hingga ujung kepala. Ia tersentak keras, punggungnya melengkung maksimal, mulutnya terbuka lebar mengeluarkan desahan kencang.

"Ahhhh ... Shhh..." Seluruh tenaganya tersedot habis, tubuhnya gemetar hebat sejenak sebelum akhirnya terkulai lemas di atas meja, napasnya berat dan tak beraturan, namun hatinya terasa begitu ringan dan damai.

Jeremy puas sekali melihat gadis ini kewalahan akibat permainannya. Tapi, tanpa mengijinkan Claire beristirahat sebentar, kepala Jeremy turun, dan langsung menyerang dengan mulut.

Claire kaget sekali dan mendorong kuat kepala Jeremy yang sudah menempel di bawah sana.

1
Atik Marwati
hemmm....🧐
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Qiqi Maryam
walau ada nada cemburu to masih so so an plenger si si Claire mah
MamDeyh
Astaga Claire... Kamu aja jalan blm bener udah cari gara2 sama si Jembret 😅😅
jeakawa loving❤️
Claire bisa gak sih sehari aja gak bikin aku nepuk nepuk perut karna kelakuan kamu yang lucu bikin bengek 🤣🤣
SLina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
SLina
mulut kara sll rem blong
Yuliana Purnomo
ya ampun,, ketemu mantan 🤦
Tuti Tyastuti
𝘩𝘢𝘮𝘱𝘪𝘳 𝘰𝘭𝘦𝘯𝘨 𝘨𝘦𝘨𝘢𝘳𝘢 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯🤣🤣🤣
Tuti Tyastuti
𝘥𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘮𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘭𝘢𝘭𝘶
Gian Hazza
semoga mereka kompak terus ya Thor ..biar para mafia kelimpungan ngurus istri2nya🤭
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘭𝘰𝘩 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯😂😂
Turwaty suketi
Mau di hukum lagi kau claire
call mi🌹
Di buat mati gaya kau Mr jem 🤣🤣... Claire di lawan🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
ririen handayani
🤣🤣🤣👍👍👍👍👍👍👍👍👍 mantab pemikirannya🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
wahyu widayati
kayaknya sebelas ronde masih kurang itu si claire...harus ditambah lagi mister hukumannya si claire tar malam....wkwkwk #thanks a lot othor udah up banyak hari ini....🤗
Riska Baelah
kara ,, udh lama gak dengar omongan kara yg polos tp mematikan,,🤣😄🤣😄😄😄😄😄
aman2 semua ydh move on,,,🤣😄😄😄😄
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!