NovelToon NovelToon
ARINDRA

ARINDRA

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 3.3
Nama Author: Lesta Lestari

STORY LOVE ARINDRA

Wanita itu mengerjap-ngerjapkan matanya kala ia terbangun di ranjang rumah sakit. Entah berapa lama ia tertidur, saat ini yang dirasakan hanya sakit kepala yang luar biasa menyerangnya.

Beberapa orang muncul setelah kesadarannya, namun tak satupun ia mengenalnya. Ia berusaha mengingat, namun semua di luar kuasanya.

"Mbak menderita amnesia anterograde"
Kata seorang dokter saat menyapanya

Namun sesosok bayangan muncul di balik pintu kaca, seorang laki-laki berbaju putih itu menatap ke arahnya, seketika ia teringat apa yang sudah terjadi pada dirinya dan menjerit memukul-mukul kepalanya.

"Brengsek, laki-laki brengsek, tak cukup kau memperkosaku, kau pun ingin membunuhku, pergi-pergi"

Jeritan itu terus menerus terlontar, air matanya juga tak kuasa dibendung. Membuat beberapa orang yang di ruangan itu pun panik, karena wanita itu juga memukul-mukul kepalanya dan berusaha melepas selang infusnya dan hendak berlari, namun pada kenyataannya ia malah terjatuh di sisi ranjang dan kaki yang tak bisa digerakkan.

Syabila Arindra nama wanita itu, kisah sedih pilu, romantis dan misteri hidup yang menyelimutinya. Sanggupkan bertahan dan apa yang membuat ia bertahan???

Nantikan selalu Upnya ya pembaca budiman, dang lupa komentar terbaiknya 😆😆

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9

"Masalah Syara biar Daddy yang tangani, minggu depan persiapkan saja pernikahan Syara dan Hans Mam, lebih cepat lebih baik. Pernikahan Hans dengan wanita itu akan dilaksanakan lebih dulu"

"Papa yakin bisa membujuk Syara secepat itu dan menemukan keluarga wanita itu sekaligus membujuknya"

"Itu jadi urusan Papa Ma, kalian tinggal urus saja apa yang harus dipersiapkan. Ini sudah malam lebih baik kita semua istirahat. Hans, setelah masalah ini selesai Daddy harap kamu bisa kembali fokus pada perusahaan"

"Iya Daddy, terima kasih dan mohon maaf sekali"

Tuan Wijaya menepuk pundak Daddynya itu kemudian memeluknya dan berbisik.

"Besok Daddy tunggu di kantor, dan katakan pada Aldo untuk berhenti mencari keluarga wanita itu, jangan banyak bertanya patuhi saja perintah Daddy"

Hans sebenarnya ingin bertanya rencana apa yang akan Daddy lakukan dengan waktu sesingkat itu untuk mendapatkan persetujuan keluarga Syara dan Syara juga tentunya. Jika mengenai keluarga wanita itu Hans memiliki keyakinan Daddynya sudah mengetahui identitasnya. Namun kemudian dia hanya menganggukkan kepala, memilih untuk patuh karena bagaimanapun ia merasa sangat bersalah telah membuat keluarganya menghadapi masalah karena dirinya.

Tuan Wijaya dan istrinya beranjak meninggalkan ruangan, begitu juga Hana dan Hans menuju kamar masing-masing. Tak hanya Hans yang bertanya-tanya tentang bagaimana caranya Tuan Wijaya bisa membujuk keluarga Syara dan kesedian Syara untuk menikah dengan kakaknya.

Hana jelas sangat senang jika sahabatnya itu menjadi bagian dari keluarganya, artinya do'a-do'a yang ia panjatkan dikabulkan. Namun, dia tak bisa membayangkan reaksi Syara jika tahu orang yang akan dijodohkan dengannya adalah pemerkosa dan hampir membunuh orang yang sama, pasien rahasia yang mereka rawat selama ini.

Hana mengambil ponselnya, mencoba menghubungi Syara yang berada di rumah sakit.

"Assalamualaikum Ra"

"Walaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh Han, belum tidur"

"Belum, kamu lagi di ruangan Mbak Arindra?"

"Iya, kenapa Han ada sesuatu?"

"Di mana dr Dea, bukannya dia yang harusnya jaga"

"Oh dr Dea tadi jaga saat siang sampai magrib, soalnya malem ini dia ada perlu katanya. Jadinya aku yang jaga Mbak Arindra malam ini"

"Oh begitu, o ya Ra, kamu sudah ada calon suami atau sudah dijodohkan oleh ortu mungkin"

Syara di sebrang sana terdengar terkekeh mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu. Entah keberapa kalinya Hana menanyakan pertanyaan yang sama, dan hanya dijawab candaan saja olehnya.

"Aku serius Syara"

Hana kesal karena lagi-lagi dia hanya diberi jawabn senyuman ataupun candaan.

"Kalau udah kenapa, kalau belum kenapa"

"Ya Allah nih anak ya, selalu begitu tuh jawabannya bikin kesel. Enggak bisa apa ya sekali aja serius ditanya masalah ini"

"Heeheeee, duh yang ngebet banget mau jadiin aku kakak ipar, gemes deh"

"Serius Ra, udah punya belum"

"Masih proses Han, doakan saja"

"Jadi udah ada nih, beneran"

"Masih proses Han, kan belum tentu juga sebelum ada akad kan belum bisa dikatakan jodoh"

"Proses khitbah atau taaruf ini?"

"Duh yang penasaran banget ini, sahabat siapa sih"

"Ra, aku bener-bener serius ini, tolonglah"

"Deile yang sensi hehee, alhamdulillah Han besok acaranya, makanya besok aku ijin balik dulu"

"Acara khitbah apa ta'aruf?"

"Maaf Han enggak cerita, sebenarnya taarufnya sudah sebulan lalu, Insyaa Allah besok khitbahnya"

"Masya Allah Ra, kenapa berita sebesar itu enggak ngasih kabar ke aku. Kamu anggap apa aku ini hemm"

"Kamu lupa, kalo taaruf mah masih jadi rahasia buat jaga Izzah. Makanya aku belum bilang, kalo sudah mau khitbah barulah bilang. Tadi pagi sebenarnya mau bilang, tapi melihat kondisinya seperti belum memungkinkan makanya aku tunda. Eh malah malem-malem gini kamu telpon dan bertanya, apalah dayaku ini yang tak lagi bisa menghindar?"

Hana terdengar menarik nafas panjang dan berat, ia bingung bagaimana menyampaikan ke orang tuanya dan kakaknya Hans jika Syara sydah memiliki calon.

"Kita akan tetap bersahabat Han, meskipun kemungkinan LDR heehee"

Syara tau Hana pasti kecewa, karena dia berkali-kali mengungkapkan agar Syara bersedia bertaaruf dengan kakaknya namun selalu ia tolak. Bagi Syara, keluarga Tuan Wijaya adalah keluarga dengan status sosial tinggi, ia bahkan menjadi dr karena bantuan keluarga Wijaya. Dan pondok pesantren yang dikelola Abinya semua dana awalnya dari keluarga Wijaya.

Syara hanya sadar diri akan status sosialnya yang tak sepadan. Dan Hans bukan juga tipe laki-laki yang diharapkan untuk bisa bersanding dengannya, meski dia ramah, dan bukan seperti pria kaya kebanyakan tapi secara pemahaman agama, keluarga Wijaya termasuk yang masih pemula.

Syara hanya ingin mendapatkan suami, yang mampu membimbingnya menjadi wanita sholehah dan bersama-sama belajar meraih jannahNYA.

"Ra, besok acaranya jam berapa?"

Pada akhirnya Hana percaya takdir, jodoh, rezeki, maut hanya Allah yang tau. Jika memang Syara jodoh kakaknya, meski apapun halangannya akan ada waktu yang tepat mereka bisa bersama. Namun jika tidak, sekuat apapun Daddy akan menikahkan Syara dengan Kak Hans, maka mereka takkan pernah disatukan.

Syara yang mendengar suara lemah sahabatnya itu juga tak enak hati. Tapi bagaimanapun hal seperti ini akan terjadi. Manusia hanya perencana dan berusaha baik dalam doa maupun kerja lainnya. Allahlah yang menentukan segalanya

"Jam sepuluhan agaknya Han, soalnya agaknya"

"Ya udah semoga sukses acaranya Ra, Insyaa Allah aku dateng besok"

"Syukron Han, aku tunggu lho kedatangannya, ya udah kamu istirahat sana gih besok dandan yang cantik, biar nanti ku bilang sama Abi buat nyariin calon untukmu"

"enggak kebalik, yang mau jadi pengantin siapa yang nyuruh dandan cantik siapa ihh"

"Hehee, semoga kau juga segera menyusul ya Han"

"Iya aamiin ya robbal alamin, Insyaa allah ketemu lagi besok di rumah. Aku mau tidur dulu, assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh"

"Walaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh, Insyaa allah Han met istirahat"

Di ruangan lainnya

Tuan Wijaya sedang berbicara dengan tangan kananya.

"Pastikan keluarganya tau Hans yang menabrak dan tak menuntut apa-apa paham. Dan bilang pada mereka Hans putraku akan menikahi putrinya. Berikan uang yang cukup untuk menutup mulut mereka, dan satu lagi siapkan dokumen-dokumen kematian dan segala sesuatunya paham"

"Baik Tuan, tapi bagaimana dengan mayat penganti Tuan, apakah kita harus merubah wajahnya dulu atau bagaimana?"

"Kau ini bodoh apa bagaimana, aku membayarmu mahal bukan untuk bertindak bodoh. Atur tentang mayat itu dengan dr. Dea, pastikan semua rapi dan tidak tercium oleh musuh-musuhku paham"

"Baik Tuan, ada lagi tuan?"

"Siapkan penerbangan Syara dan Hana ke negara A untuk tiket dua hari kedepan, dan biarkan biarkan mereka disana untuk dua hari"

"Baik Tuan"

Tuan Wijaya bergerak cepat, ia tidak ingin masalah ini berlarut-larut. Semua rencananya harus sempurna fikirnya.

"Tinggal keluarga Syara, hemm haruskan aku bertindak sejauh ini" Gumamnya sendiri.

#########

**Alhamdulillah selesai chapter 9

Kira-kira apa ya yang direncanakan Tuan Wijaya pada keluarga Arindra dan Syara???

Hemmmmm patut ditunggu nih kelanjutan Upnya guys...kuylah kalo suka tak boleh lupa

jejak-jejakmu yang kusuka

votee, likeeee, comeneee follow and poineeee

makasih

❤❤❤❤❤😍😍😍😍

Love-love deh buat kalian semua**

1
Julia Lubis
Kenapa harus sad ending sih😭😭😭😭
Nurma Lisa Hasanah
ihhh author kenapa ngambil foto idola saya... udah ganteng hafiz Qur'an jg...itu punya saya Thor hehehe 🤭
Tiwi Rahayu
sungguh baru kali ini aku kecewa lihat Jack menikahi Hana 😭😭😭😭
Tiwi Rahayu
tidak mudah melupakan rasa sakit yang dialami oleh Arindra ,rasa sakit yang ditorehkan berulang ulang,kematian orang tuanya dan orang disekitarnya yang turut jadi korban ...
Tiwi Rahayu
aku suka gayamu Arindra...bangkitlah dan bslaskan rasa sakit hatimu.
Tiwi Rahayu
nyesek banget kisah mu Syara tapi lebih miris dan nyesek Arindita yang tidak tau kalau sudah dinikahi dan hamil dari seorang pria pemerkosa dan parahnya lagi beristri 2 ...
Tiwi Rahayu
terkejut dong aku saat Abi Hasan tidak menerima pinangan Afdhan buat Syara
Tiwi Rahayu
Gimana nih jadinya Arindra. apabila tersadar dari komanya mengetahui fakta dia hamil dan lebih parahnya , orang yang harusnya bertanggung jawab malah menikahi orang lain.
Tiwi Rahayu
sediih banget Hana mengetahui kakak yang sangat disayangi dan dikagumi sanggup melakukan pemerkosaan dan yang hadir penyebab sikorban menjadi celaka 😭😭😭
Nur Khofifah
baru baca karya kk ternyata bagus banyak inspirasi banyak hal yg menuju islamnya banyak banget pelajarannya...
tpi kok kisahnya hana sama jack gx di lanjut kak😁
en_en
cerotanya bagus. 👍👍👍bisa out the box
Rain sky
saya dukung mereka gak bersatu😇
Anh PGRI
Terima kasih. novel yg banyak ilmu. salut buat author dan sukses selalu. Amin YRA
Dedeh Hasanah
xxc5
Dedeh Hasanah
,99,,999c, 9,
Mbak Gading Qeyod
aq gak suka polygamist, secara tidak ada hati wanitapun yg akan iklhas
tpi dgn novel ini dpt pelajaran jg dlm artian luas.......
(dan aq ttp menolka poligami) hehhehe

semangat thorrrr.......
Reny Ganestya
kasihan sama aindra ,,,
kasih jodoh buat aindra thor jga sama hans
Ari♈Aries
👍👍👍👍👍
Anggie Nifmala
CeritanyA bagus..
yeni nofriza
Disini yg terluka batinnya wanita2 sholeha...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!