NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Tak Mampu Berdusta

Ketika Cinta Tak Mampu Berdusta

Status: tamat
Genre:Duda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:148.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sarah Mai

Kisah cinta yang terhalang dengan keegoisan orang tua. Namun kembali dipertemukan oleh takdir setelah semuanya berubah.

Cerita hanya fiktif belaka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Gerimis kecil di sore itu. Hembusan angin meniup pepohonan. Seolah-olah dedaunan sedang melambai-lambai kepada siapa saja yang melintasi jalan pedesaan.

Terlihat jelas ada lamunan panjang Mila Asyari di atas sepeda motornya. Demi Ibu dan sang kakak. Ia berjuang penuh melawan banyak rasa yang bergejolak dihatinya. Mila masih tidak percaya, jika roda putaran hidupnya harus kembali kepada lingkaran masa lalu yang pernah menguras airmata kekecewaan.

Sepeda motor Mila berhenti di gerbang tinggi rumah Hartati Ningsih. Rumah orang tua Bagas Angkara. Sosok pria yang pernah mengisi hatinya dengan cinta dan kasih sayang.

"Eh ada neng Mila!" ujar seorang pria yang ditugaskan Bagas untuk menjaga kediaman rumah orang tuanya di desa.

"Mas Jaja. Mila ingin bertemu dengan Ibu Hartati!"

"Apa tadi sudah buat janji, Neng?" Tanya ramah Jaja diiringi senyuman manisnya. Jaja tampak senang memandangi wajah janda kembang desa itu.

"Sudah Mas!" jawab cepat Mila.

"Yah sudah. Mila duduk dulu, biar Mas langsung masuk menjumpai ibu yah!" ucap Jaja meninggalkan Mila di area Posko keamanan.

Tidak lama kemudian. Tampak Hartati berdiri tegak di teras rumah. Sebelah tangannya melambai memanggil Mila. Kemudian mengajak wanita itu bergegas masuk ke dalam rumahnya.

Hartati menuntun Mila menuju ruangan tamu dan keduanya duduk bersama. Ia juga memerintahkan pelayan di rumah itu agar segera membuatkan hidangan kecil untuk Mila.

"Mila sudah pulang bekerja?" tanya ramah Hartati dengan senyumannya.

"Sudah Bu!" jawab sungkan Mila yang sebenarnya tidak siap jika harus bertemu dan berbicara langsung kepada Bagas.

Setelah cinta tak dapat bersatu. Mila dan Bagas tidak pernah lagi bertemu secara intens.

"Silahkan di minum Mila!"

"Terima kasih Bu?"

"Bagaimana. Apa Bidan Rani sudah menceritakan maksud saya mengundang kamu kesini!"

"Sudah Bu!" Angguk Mila.

"Em, Oh iyah Bu! Kalau boleh tau, putri Mas Bagas itu sakit apa ya. Mila masih kurang paham!"

"Sebenarnya tidak ada sakit apa-apa. Hanya saja ibu pengasuh yang merawatnya sangat kurang ajar."

"Oh!" Mila terkejut dengan ucapan Hartati.

"Padahal. Bagas sudah memakai jasa pengasuh berkualitas di kota. Tapi pengasuh itu sungguh kejam. Setelah diselidiki. Emma cucu saya, ternyata sering mengkonsumsi susu basi karena pengasuhnya malas bangun malam. Setiap pagi Emma juga jarang dijemur. Di mandikan terlalu siang. Masih banyak kecerobohan lainnya. Bagas sangat geram, ingin sekali memberikan pelajaran kepada pengasuh itu. Tapi saya melarangnya!" ucap Hartati begitu gemes melihat tingkah kerja pengasuh Emma yang lalu. Tetapi wanita paru baya itu membiarkannya karena tidak ingin anaknya menambah masalah.

Percakapan Mila dan Hartati semakin serius membahas kesehatan Emma.

Tiba-tiba seorang pria bertubuh kekar berdiri tegak menatap bengis ke arah Mila.

"Keluar kau!" Bentakan suara Bagas yang begitu lantang hingga menggelar ke seluruh penjuru ruangan tamu.

Mila dan Hartati reflek berdiri dalam raut terkejut.

"Bagas!" Tegur Hartati kepada putranya yang kurang sopan kepada seorang tamu.

Emosi yang bergejolak bak gelombang Tsunami, sampai tega menghantarkan langkah cepat Bagas menarik keluar Mila dan hampir saja perempuan itu terjungkal.

"Untuk apa kau datang kesini, pergi kau?" Usir Bagas dengan tatapan dua bola mata amarah. Mila terlihat sangat ketakutan hingga tubuhnya bergetar.

"Bagas...Bagas tenanglah. Kamu jangan seperti Nak!" ujar Hartati berusaha menenangkan emosi anaknya.

"Mi...Mila pulang dulu yah Bu Assalamualaikum!" Mila bergegas memakai sepatunya lalu berlari menuju gerbang hingga bertemu dengan Jaja.

"Apa yang terjadi neng?" tanya Jaja terlihat panik.

"Tidak apa-apa Mas. Mila pulang dulu. Terima kasih?" perempuan itu bergegas menjalankan sepeda motornya dengan rasa ketakutan.

"Anj*Ng, Najis!" Makian kasar Bagas. Pria itu masih belum puas melampiaskan kemarahannya.

"Bruk!"

Bagas menendang keras kursi kayu teras hingga bergeser. Kemudian berteriak memanggil sang pelayan di rumah itu.

"Marniiiii!"

Mendengar jeritan Bagas. Marni berlari tergesa-gesa menghadap sang majikan.

"I-iya Tuan!"

"Bersihkan seluruh lantai ruangan tamu hingga teras dan pastikan seluruh jejak-jejak manusia tidak berguna hilang dengan sempurna di rumah ini!" ucapan emosional Bagas yang dipenuhi amarah.

"B-baik Tuan!" Angguk gugup Marni.

Bagas tidak menghiraukan wajah marah Ibunya. Dengan langkah yang cepat, ia masuk ke dalam kamar.

Hartati hanya terdiam dan berdiri termenung. Ia tidak percaya dengan sikap kasar anaknya. Namun sebenarnya ia sangat sedih dan bisa memahami apa yang sedang dirasakan oleh Bagas.

Setelah sampai di rumah. Mila tampak terbaru-buru memarkirkan sepeda motor miliknya hingga membuka sepatu.

"Assalamualaikum!"

"Waalaikumsalam. Mila kakak sudah masak makanan kesukaan ka...!" belum siap Wita berbicara, terdengar suara hempasan pintu kamar Mila.

"Bruk?" Wita terkejut dan mendekati pintu kamar Mila.

"Tok...tok"

"Mila? Kau baik-baik saja?" panggilan Wita yang lembut. Namun Wita tidak mendengar sautan apapun dari dalam kamar Mila meskipun Wita sudah menempelkan daun telinga ke pintu.

"Tidak biasanya dia begini?" gumam Wita.

Mila bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur basah tubuhnya. Disana perempuan itu melampiaskan kesedihannya dengan tangis isak air mata.

Sementara Bagas menjatuhkan tubuh kekarnya di atas kasur sambil mengepal kuat kain sprei. Pria yang sedang diselimuti perasaan tidak stabil. Ternyata Bagas masih menyimpan rasa dendam kepada Heru dan kekecewaan yang besar kepada Mila karena dulu tidak mau berpihak kepada dirinya.

Dalam suasana makan malam yang lebih tenang.

Hartati mencoba kembali membujuk hati Bagas Angkara.

"Bagas, sebaiknya pergi ke rumah Mila, kau harus minta maaf?"

"Minta maaf? Bagas salah apa Bu?"

"Bagas!" Tegur marah Hartati.

"Bu! Apa ibu lupa yah, Heru si pria tua bangsat itu, sudah menginjak-injak harga diriku, menghinaku seenaknya, bahkan menghina keluarga kita!"

"Jangan pernah samakan antara Ayah dan anak!" protes Hartati.

"Heh (tawa sinis Bagas) apa bedanya ayah dan anak Bu? Mereka sama-sama kejam dan matre!"

Mendengar ucapan Bagas Hartati hanya mengelus dadanya dengan sabar.

"Mulai hari ini. Cari sendiri, siapa ibu pengasuh yang cocok buat Emma. Ibu tidak ingin berdebat panjang dengan kamu, Bagas. Ibu ini sudah tua. Terserah, siapapun di desa ini yang ingin kau pilih untuk menjadi pengasuh Emma, bawalah pergi ke Jakarta!" ucap geram Hartati meninggalkan Bagas di meja makan.

Hari terus berlalu. Bagas terlihat kusut, karena hari-harinya di sibukkan hanya untuk mencari ibu pengasuh baik secara online maupun offline di desa itu. Bagas tidak memiliki waktu banyak untuk menetap di desa. Ia harus segera kembali bekerja dan mendapatkan pengasuh Emma.

Entah sudah berapa orang berduyun-duyun datang menawarkan diri untuk menjadi pengasuh Emma. Namun satu pun tidak ada yang memenuhi standard keinginan Bagas.

Bagas mencari ibu pengasuh yang memiliki pendidikan minimal Sarjana. Mengerti ahli gizi makanan bayi dan susu formula. Berjiwa keibuan. Tidak buta teknologi. Memiliki IQ cerdas. Karena pengasuh Emma wajib mengikuti kelas pelatihan-pelatihan bayi baik secara online maupun offline.

Sudah memasuki satu pekan. Pencarian ibu pengasuh untuk Emma belum juga berhasil membuat Hartati jatuh sakit dan harus diinfus di rumahnya.

Rasa putus asa mulai menyelimuti keluarga Hartati. Bagas tampak menyandarkan lemas tubuhnya di sofa.

Sedangkan Yoga memijat dahinya. Ia merasa sangat pusing dengan kualitas tinggi untuk ibu pengasuh Emma.

Beberapa orang desa sudah banyak yang menyarankan agar Mila Asyari sangat cocok menjadi ibu pengasuh Emma. Tetapi Bagas masih bertahan tidak ingin menggunakan jasa sang mantan kekasih.

1
ρυтяσ✨
Alhamdulillah🤲🤲🤲🤲 walaupun q terlat baca ini😭😭😭😭😭
trimakasih banyak kaaaaa🙏🙏🙏🙏 akhir'y pecah telor

bikin karya baru yoook
ρυтяσ✨
dih ko bisa q g tau ini up🤔🤔🤔dan sudah END pula😭😭😭😭😭
Muzie✰͜͡v᭄
Seneng akhirnya happy ending,,, semuanya bahagia dengan pasangan nya masing²,,, bahagia kumpul bersama keluarga,,, akhirnya cinta sejati tau kepada siapa hati ini berlabuh,,,cinta bisa mengalahkan rasa dendam dan rasa cinta yang besar bisa melewati segala rintangan dan masalah,,,
Doa Bu Wirda tembus ke langit sehingga anak² beliau bisa mendapatkan kebahagiaan,,,
Muzie✰͜͡v᭄
Pecat saja penghianat aparat yang tidak bertanggung,,,ini yang bikin negara kita rusak karena oknum aparat yang tidak bertanggung jawab
Muzie✰͜͡v᭄
Panik dong kak Wita masa kagak sih,,wong Bagas terluka parah banget
Muzie✰͜͡v᭄
mulai deh Bagas manja manja sama Mila,, semua di bilang pada sakit,, kesempatan baik ya Bagas jangan di sia² kan
Muzie✰͜͡v᭄
Alfin beraninya keroyokan bukan lelaki, dasar licik si Alfin,,,
Very cepat datang dong tolong bos Bagas jangan sampai terlambat,,,
Mila jangan keluar nurut apa kata Bagas tetap di dalam mobil saja
Muzie✰͜͡v᭄
Aku bacanya kok deg deg kan semoga Mila dan Bagas baik² saja,,, baru juga bahagia sebentar sekarang datang masalah lagi
Muzie✰͜͡v᭄
sederhana sekali Mila,,, keinginan yang sederhana itu akhirnya bisa terwujud,,,
Muzie✰͜͡v᭄
Pohon rambutan salah sasaran tersambar petir gara² selingkuh 😂😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Gak bakalan bosen Mila sama kamu
Muzie✰͜͡v᭄
Sabar ya Mila,,,
Emang paling susah ngurusin anak mertua di lawan takut dosa, sudah bawel ya apalagi monster biawak😂😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Gercep juga Bu Hartati membawa Emma untuk tidur sama Bu Hartati, biar Jhon nya Bagas bisa bekerja 😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Lah siapa yang nikah ini,,,masa yang malam pengantin duluan si Yoga sama Wita😂😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Lah Bagas nyaa maunya sama Mila bukan sama ponakan situ😂😂
Muzie✰͜͡v᭄
Alhamdulillah semoga sakinah mawadah warohmah,,, aamiin
Muzie✰͜͡v᭄
Sah akhirnya Sah lagi mereka menjadi suami istri
Muzie✰͜͡v᭄
Lah si Very kompor meleduk, sekarang bos Lo sudah insyaf,,
Muzie✰͜͡v᭄
Mulai dari awal lagi aja Mila,,,buka hati kamu kembali buat Bagas,, sekeras apapun Mila ingin menjauh dari Bagas tapi takdir mempersatukan mereka kembali,,
Muzie✰͜͡v᭄
apem nya si Mila pulen kaya ketan makanya bikin nagih😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!