NovelToon NovelToon
Yura Untuk Langit

Yura Untuk Langit

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Action / Cintamanis / Mafia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:794k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nike Julianti

Lanjutan dari cerita Naina si Gadis Panti.

Langit merupakan anak lelaki yang di adopsi oleh Kinan, mertua Naina. Jatuh cinta pada gadis kecil yang merupakan adik asuh Naina.

Meski usia mereka yang terbilang muda, namun perasaan yang mereka miliki benar-benar murni. Dan mungkin, tidak selalu menceritakan tentang Yura dan Langit. Karena seperti biasa, akan ada kasus yang harus di selesaikan. Tapi, kisah cinta manis mereka berjalan di antara orang-orang yang mencintai dan menyayangi mereka berdua.

Semoga suka yaaaa, sama karyaku yang ke-11 ini🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Baik

"Bu bunda, tidak... DOKTER!!! DOKTER!!!" teriak Yura takut, tubuhnya bergetar hebat.

Saking paniknya Yura melupakan bila ada tombol darurat di samping ranjang, namun saat Yura akan berlari keluar. Pintu ICU terbuka dan masuklah dokter Ceril dan rekan-rekannya, Yuri diminta keluar. Namun ia menggelengkan kepalanya, tidak... Yura tidak mau keluar dari sana.

Langit pun menariknya keluar, sempat berontak. Namun, setelah Langit mengatakan agar dokter bisa lebih konsen melakukan pertolongan. Yura pun menurut, ia mengikuti Langit dengan sesenggukan.

"Sayang, semua akan baik-baik saja. Percayalah, bunda adalah wanita hebat." ucap Langit, hancur rasanya melihat Yura seperti ini

Tak lama Naina, Ken, Rei dan Calvin datang. Perasaannya tidak enak saat melihat Yura, sedang menangis di dalam pelukan Langit.

Kebetulan yang lain belum datang, karena sibuk dengan anak-anak.

"Ada apa? Kenapa kamu menangis Yura?" tanya Naina panik

"Kakak... huhuhu.... bunda kak, hiks" Yura melerai pelukannya dengan Langit, ia memeluk sang kakak.

"Bunda kenapa?" tanya Naina memegang kedua pundak Yura dan menggerakkannya pelan, bukan hanya Naina yang takut. Rei dan Calvin pun demikian

"Bunda kejang-kejang kak, huwaaaaaa" jawab Yura menangis semakin keras

DEG

Jantung mereka terasa sesak, Naina memeluk Yura. Mencoba menenangkannya, walau hatinya juga sebenarnya tak karuan.

ceklek

"Bagaimana dok?" tanya Rei, semua orang menatap dokter Ceril

Dokter tersebut menghembuskan nafas dan membuka maskernya, ia menatap ke semua orang dan tak lama... ia tersenyum.

"Alhamdulillah, Ros sudah siuman." jawab dokter Ceril dengan suara bergetar, bahkan air matanya juga ikut menetes.

Naina dan Yura menutup mulut mereka dengan telapak tangannya, air mata mengalir.

"Alhamdulillah" ucap lega semua orang

"Naina dan Yura saling berpelukan, Rei, Calvin, Ken dan Langit pun bernafas lega.

"A-apa kami bisa menemui bunda?" tanya Naina gugup

"Bisa, tentu saja bisa. Di dalam sedang melepas beberapa alat, yang terpasang pada tubuh Ros. Kita akan memindahkan pasien ke ruang perawatan, setelah semuanya di nyatakan baik-baik saja." jawab dokter Celin tersenyum

Lega, benar-benar sangat lega. Bekerja di bawah tekanan Rei, luar biasa menakutkan untuknya. Namun, bukan berarti ia merawat Ros karena takut. Dia memang bertanggung jawab sebagai dokter dan juga teman, namun sejak kemarin. Ia merasa tengah di awasi, dan terkurung.

"S-sekarang kami boleh bertemu?" tanya Yura

ceklek

Pintu terbuka, para perawat yang melepas alat pada tubuh Ros pun keluar.

"Boleh, silahkan. Tapi bergantian ya, maksimal dua orang." jawab dokter Ceril

Naina dan Yura menatap yang lain, para pria itu mengangguk.

Naina dan Yura saling berpegangan dan masuk ke dalam ruangan ICU, dengan perlahan mereka melangkah masuk.

HIks

Yura kembali menangis, saat mata mereka saling bertatapan. Begitu juga dengan Naina, langkah mereka berhenti di dekat pintu.

"A-apa k-kalian tidak me rin dukan b-bun da?" tanya Ros tersenyum

Bukannya melangkah, mereka malah diam di tempat. Menekan dada mereka, yang terasa sesak. Antara senang dan juga tak kuat melihat kondisi sang bunda. Meski beberapa alat sudah terlepas, namun selang oksigen dan infusan masih terpasang.

"Hei, men de kat lah. Bun da rin du" ucap Ros

Naina dan Yura berlari ke arah ranjang, mereka memeluk Ros dengan pelan.

"HUWAAAAAAAAA... AAAAAAA... kenapa bunda baru bangun, Naina rindu"

"Huhuhuu... tadi Yura ketakutan, bunda tiba-tiba kejang. HUWAAAAAAA" air mata Ros pun mengalir, ia belum menyadari dengan perutnya yang sudah rata

Ros ingin mengangkat tangannya, namun tenaganya belum benar-benar pulih.

"Ma af" ucap Ros, Naina dan Yura pun menegakkan tubuh mereka dan menghapus air mata.

"Tidak, bunda tidak boleh minta maaf. Kami bersyukur bunda bangun, kami sangat lega sekarang." ucap Naina

Ros tersenyum, ia mencoba mengusap perutnya.

Terkejut, kedua bola matanya membulat.

"P-perut bun da, a nak bun da?" tanya Ros dengan suara bergetar karena takut

Naina dan Yura langsung memegang tangan Ros, air mata Ros luruh. Pikirannya terisi hal-hal negatif, ia kembali mengingat saat kecelakaan. Ros menggelengkan kepalanya, tak boleh...

"A yah ka li an ma na? Ba yi bun da ma na?" tanya Ros terisak

"Anak bunda sudah lahir dengan selamat." jawab Naina

"Dan sangat tampan, perpaduan ayah dan bunda" lanjut Yura

Ros kembali menangis, lega....

"Alhamdulillah" ucapnya berbisik

"Di ma na put ra bun da?"

"Adik masih ada dalam inkubator, karena terlahir kurang bulan. Tapi bunda tenang saja, semuanya baik dan juga sehat." jawab Naina tersenyum, ia mencoba mengalihkan pembicaraan mengenai ayah Ezra.

"Bunda sekarang istirahat ya, agar segera pulih. Dan nanti bunda bisa bertemu dengan baby, baby pasti sangat senang bertemu dengan bunda. Dia sudah merindukan bunda loh" ucap Naina

"Tapi baby sangat soleh bun, dia jarang rewel." sambung Yura, Ros tersenyum

Tak lama, Ros pun terlelap. Naina dan Yura saling tatap dan menghembuskan nafas lega, mereka tersenyum.

"Ayo kita keluar" ajak Naina, Yura mengangguk

Mereka pun melangkahkan kakinya keluar, dengan wajah tersenyum. Meski dengan mata bengkak, mereka tetap cantik.

Naina langsung memeluk sang suami, sedangkan Yura langsung memeluk Langit.

"Sudah lega?" tanya Ken dan Langit, Naina dan Yura mengangguk

"Bagaimana?" tanya Rania, Kinan dan Hana

Mereka mendapat kabar, bila Ros telah siuman. Dengan tergesa, mereka langsung datang. Bahkan penampilannya pun masih memakai baju kebangsaan, daster

"Ma..." panggil Rei dan Calvin terbengong

"Haish... bagaiman Ros? Katanya sudah siuman?" tanya Kinan, seraya memukul pelan lengan sang suami

"Ahh... iya Ros sudah siuman." jawab Calvin

Naina dan Yura melerai pelukan dari para prianya dan berlari memeluk ketiga wanita tersebut.

"Bunda sudah bangun, hiks." ucap Naina

"Ya, bunda bangun." lanjut Yura

"Alhamdulillah ya Allah" ucap ketiga wanita tersebut

Lina juga ingin ikut saat mendengar bundanya siuman, namun ia tak bisa meniggalkan anak-anak. Apalagi Zea dan Naomi, kedua anak Naina yang masih kecil. Ia pun memilih untuk datang, setelah ketiga wanita yang menjadi ibu nya juga kembali.

"Apa mama boleh masuk?" tanya ketiga wanita tersebut

"Bunda baru saja tertidur, tadi sempat shock saat menyadari bila baby sudah lahir dan juga menanyakan ayah Ezra." jawab Naina

"Tidak apa-apa, kami tidak akan berisik" ucap Kinan

Naina mengangguk

Ketiga mama pun masuk ke dalam, dengan perlahan. Agar tidak mengeluarkan suara dan membangunkan Ros, mereka meneteskan air mata. Setelah melihat, bila di tubuh Ros sudah tidak terpasang banyak kabel.

"Syukurlah" ucap Rania berbisik, seraya menutup mulutnya dengan punggung tangannya.

"Ya, aku merindukannya." ucap Kinan

"Aku juga rindu semua tentangnya" lanjut Hana

Mereka mendekatkan diri mereka ke ranjang, satu per satu mencium kening Ros.

"Cepat pulih Ros, agar kamu bisa segera menyusui putramu." ucap Kinan berbisik

"Ya, agar kamu juga bisa melihat begitu tampannya putramu" ucap Hana

"Tak ada yang di rindukan putramu, selain pelukan kalian sebagai orang tua. Terutama ibunya..." ucap Rania

Setelah selesai, mereka langsung keluar dari ruangan tersebut.

Bersamaan dengan masuknya dokter Salman ke ruangan ICU Ezra, wajah panik pun kembali terlihat di wajah semua orang.

"Ada apa?

...****************...

Tadinya ga akan double, karena ada yang bikin ambyar😒😒😒

Tapi.... ga apa deh😁😁😁

...Happy Reading all💓💓💓💓...

1
Dwi Setyaningrum
crita zandra semua sdh kebaca..apa ga ada crita nom nom nih thor anaknya Naina dan ken🤔
ule_keke (IG: ule_keke26): iya juga ya, nanti aku baca lagi kak. siapa tau dapet ilhim sulihim
total 1 replies
Hilmiya Kasinji
Luar biasa
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak❤️
total 1 replies
Toni Wahyudi
Good job naomi. Keren👍👍
niara
udah ngikutin mak💪💪💪
Inez Putri
mantap
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak🥰🥰
total 1 replies
Muslimah
maaf ya mak, aq tak ketawa dulu🤣🤣🤣🤣🤣
ule_keke (IG: ule_keke26): 😑😑😑😑😑😑

sakitnya sampe ke usu 12 jari🤧
total 1 replies
Muslimah
bintang d kamar sebelah thor,, istirahat dulu thor kalo capek
Muslimah
paman kecil donk, kan adiknya mama naina
Cia Sanu
luar biasa
ule_keke (IG: ule_keke26): terima kasih kak
total 1 replies
SHO_@81
itu ITA & SYAHID family zandra kah?
Diah Susanti
kayak adik aq, suka nyocolin singkong rebus ke gula pasir
Diah Susanti
emaknya masih waras, 👍👍👍👍👍👍👍 untuk emaknya
Aquarius26
haishh baca ulangnya udh di penghujung aja ini
youuu
pak prasetyo sama bu Dewi aja
Iis Istiqomah
😭😭😭😭😭😭😭
Oma Umi
dah masuk rak thooorrr.... lanjut
Novita Sari
ceritanya best...
ule_keke (IG: ule_keke26): terima kasih sudah mampir kak
total 1 replies
Novita Sari
Buruk
Riduan Situmorang
Luar biasa
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak🤗
total 1 replies
Hariyanti
bagus ceritanya Thor. ringan dan menyenangkan plus mengandung haru biru 😀
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!