NovelToon NovelToon
Pegasus From Diamond Planet

Pegasus From Diamond Planet

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Saat Planet Diamond runtuh menjadi abu akibat amukan monster legendaris Typhon, sebuah pengorbanan darah terakhir mengirim dua benih harapan ke Planet Bumi. Namun, badai dimensi memisahkan takdir mereka secara kejam.
Alan, bocah Pegasus berusia tujuh tahun yang cerdas, terdampar di danau sebuah kastil kuno. Ia ditemukan oleh Jacob, sang Raja Vampir penguasa malam yang mematikan. Di dunia yang dipenuhi predator berdarah dingin, Alan harus bertahan hidup, menyembunyikan sayapnya, dan tumbuh bersama seorang Pangeran Vampir misterius.
Sementara itu, di belahan kota seberang, seorang bayi perempuan berambut seputih salju terlahir dari kristal pualam ajaib di tengah hutan. Dirawat oleh sepasang petani miskin yang menamainya White Crystal, bayi itu menyembunyikan rahasia besar: setiap kali kulitnya menyentuh air, udara musim panas mendadak membeku menjadi es.
Dua penyintas terakhir. Dua klan bumi yang saling bertolak belakang—Vampir yang dingin dan Petani yang naif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Mencari Sang Archmage

"Lalu... apa korelasi fundamental antara ramalan kuno sepuluh tahun lalu itu dengan urgensi kedatangan mendadakmu ke pulauku saat ini, Jacob?"

Jacob mengusap wajah pucatnya dengan gerakan kasar, ekspresi wajah garis kepemimpinannya tampak menampakkan raut yang teramat sangat terbebani oleh misteri semesta.

"Aku memiliki keyakinan insting sebesar 100%... bahwa aku saat ini telah berhasil menemukan dan mengamankan sosok anak Orakel Bintang yang tertulis di dalam lembar ramalan tersebut."

"Apa?! Kau... kau serius dengan ucapanmu, Jacob?!"

Jason nyaris saja melompat berdiri dari kursi kerjanya akibat didera kejutan psikologis yang luar biasa masif di dalam otaknya.

"Aku tidak pernah memproduksi candaan atau bualan fiktif untuk masalah takdir semesta seperti ini, Jason. Dan yang menjadi puncak dari segala krisis kecemasanku saat ini, anak Orakel berambut putih itu sekarang sedang tinggal menetap di dalam Kastil utara milikku. Aku didera kebingungan massal harus berbuat apa; aku teramat takut jika seandainya sisa kebocoran energi sihirnya kelak akan memicu kedatangan para pengejar, dan sesuatu malapetaka buruk akan menghancurkan nyawa kecilnya sebelum dia matang," ucap Jacob dengan intonasi suara cemas yang teramat sulit untuk disembunyikan dari balik wibawa dinginnya.

"Jadi... sosok Orakel yang ditakdirkan membantai Raja Demon itu berwujud seorang anak laki-laki? Dan sekarang dia berada di bawah barier perlindungan kastil daratanmu?"

Jason bangkit dari kursi, mulai berjalan mondar-mandir secara acak di atas lantai marmer dengan ekspresi wajah yang teramat gelisah.

"Hentikan pergerakan lari mondar-mandir konyolmu itu, Jason! Kau justru membuat isi kepalaku bergerak kian bertambah pening!" gerutu Jacob kesal, melayangkan tatapan jengkel.

Dia selalu merasa sepupunya itu terkadang memendam kepribadian yang bisa bertindak konyol dan panik di saat situasi darurat sedang berada di titik genting.

Jacob sadar betul bahwa saat ini dia berada di dalam fase yang teramat sangat membutuhkan bantuan eksistensi William. Sebagai seorang ksatria penyihir agung yang memegang gelar kehormatan Archmage, William bukan sekadar penyihir tua biasa yang menghafal mantra; dia adalah maestro sihir tingkat tinggi kuno yang memendam kapabilitas mutlak untuk memanipulasi koordinat ruang dan waktu, bahkan sanggup mengubah total hukum logika sirkulasi energi sihir dunia melalui implementasi teknik Meta Magic tingkat tinggi.

Hanya seorang Archmage legendaris sekelas William-lah yang dipercaya memendam kuantitas perlindungan magis yang cukup kuat dan absolut untuk bisa menyembunyikan eksistensi sang Orakel Bintang dari jangkauan radar penglihatan jarak jauh milik para musuh, atau sanggup memicu penggunaan mantra ilusi tingkat tinggi seperti sihir Mirror Image berskala masif untuk mengecoh pergerakan para pasukan pengejar faksi Demon.

Namun sialnya, sang pemegang kunci jawaban utama dari teka-teki takdir ini justru telah menghilang tanpa meninggalkan jejak sejak enam tahun lalu.

"Aku memutuskan untuk putar balik pulang ke Luminara sekarang juga! Percuma saja aku membuang jatah waktuku berbicara denganmu di sini, Jason, karaktermu sama sekali tidak memberikan kontribusi bantuan apa pun untuk memecahkan masalahku," ujar Jacob sembari berdiri tegak, menyembunyikan sepasang tangan dinginnya di dalam saku celana panjang.

Dia melengos pergi melangkah menuju pintu keluar dengan perasaan dongkol yang tertanam di dada.

Lebih baik bagi dirinya untuk segera mengerahkan seluruh kuantitas pasukan zirah hitam bawahannya untuk melacak keberadaan William melintasi batas kota, daripada harus terus-menerus membuang jatah durasi waktu berharga di dalam ruangan kerja Jason yang menyesakkan ini.

Jason hanya memilih untuk terdiam kaku di posisinya, melayangkan tatapan mata merahnya menatap daun pintu marmer yang tertutup rapat secara kasar pasca-kepergian sepupunya tersebut.

Jacob mengayunkan langkah kaki lebarnya keluar dari koridor ruangan Jason. Deru suara hentakan sepatunya bergaung kencang membelah kesunyian lorong-lorong marmer bangunan mansion megah klan bayangan. Kombinasi antara amarah murni berbaur dengan rasa kecemasan maternal pada keselamatan anak-anaknya bergejolak hebat di dalam rongga dadanya.

Begitu langkah kakinya berhasil mencapai area lobi utama lantai dasar mansion, sesosok pria bertubuh tegap dengan pakaian zirah kulit serba hitam legam sudah berdiri tegak menunggunya dengan sikap tubuh siaga militer yang tinggi.

"Salam hormat yang setinggi-tingginya, Yang Mulia Raja Jacob," sapa pria itu sembari menundukkan kepala pucatnya dalam-dalam ke udara.

"Matteo," Jacob menghentikan total ayunan langkah kakinya tepat di hadapan poros tubuh pria tersebut.

Tatapan matanya mendadak berubah menjadi teramat dingin, tajam, dan sarat akan komando absolut. "Hentikan dan batalkan seluruh sisa tugas militer luar yang sedang kau kerjakan saat ini. Aku memendam sebuah misi prioritas utama berskala darat yang harus kau eksekusi detik ini juga."

Matteo menegakkan kembali struktur tubuh tegapnya, ekspresi wajah kaku prajuritnya langsung bertransformasi menjadi teramat serius. Sebagai tangan kanan militer luar kastil, dia tahu betul jika Rajanya sudah berbicara menggunakan nada suara bariton serendah itu, berarti kondisi tatanan dunia sedang berada di dalam fase yang tidak baik-baik saja.

"Hamba siap mendengarkan dan melaksanakan setiap bait perintah komando dari mulut Anda, Yang Mulia Raja."

"Lacak dan cari keberadaan William sampai ketemu," desis Jacob, volume suaranya bergaung pelan namun mencekam. "Aku sama sekali tidak memedulikan seberapa banyak kuantitas sumber daya logistik kastil yang harus kau kuras habis, atau seberapa mahal nominal koin emas yang harus kau bayar kepada para informan pasar gelap. Aku hanya menuntut satu hasil mutlak: aku ingin tahu koordinat keberadaan si penyihir itu berada di bawah tanganku dalam durasi waktu sesingkat mungkin. Dia tercatat menghilang misterius dari pulau Moon Island ini sejak enam tahun lalu, dan aku ingin kau mengerahkan seluruh indra pelacakmu untuk melacak sisa-sisa jejak fluktuasi magis apa pun yang pernah dia tinggalkan di semesta."

Matteo sedikit tersentak kaget di posisinya saat indra pendengarannya menangkap penyebutan nama agung sang Archmage kuno disebut oleh Rajanya.

"William sang Archmage legendaris, Yang Mulia? Baik, hamba akan melaksanakannya. Namun hamba perlu memberikan laporan taktis, jika seandainya pria itu sengaja menyembunyikan eksistensi jiwanya menggunakan barier mantra ilusi tingkat tinggi, maka progresi pencarian ini kemungkinan besar akan memakan durasi jatah waktu yang cukup lama."

Jacob melangkah maju satu langkah, merendahkan posisi wajahnya hingga hanya berjarak beberapa sentimeter dari telinga Matteo, memancarkan hawa dingin yang mengunci udara.

"Gunakan seluruh jaringan koneksi rahasia klan kita di dalam lingkaran pasar gelap sihir kuno, atau hubungi para master pelacak dari faksi klan bayangan terdalam jika situasi menuntut hal tersebut, Matteo. Kita saat ini sedang berada di dalam fase kehabisan jatah waktu semesta. Tingkat keselamatan nyawa dari sang Orakel Bintang sepenuhnya berada di bawah kendali perlindungan tangan kita, dan tanpa adanya bantuan intervensi sihir manipulasi dari William, benteng Kastil utara milikku kelak akan instan menjelma menjadi sebilah sasaran empuk yang rapuh bagi amukan invasi pasukan Demon bawah tanah."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!