NovelToon NovelToon
Galeri Rasa Suka

Galeri Rasa Suka

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:893
Nilai: 5
Nama Author: suziehloranda

Celine selalu menyukai Ares. Dia mengabadikan seluruh momen laki-laki itu di sebuah buku kecil. Ratusan foto. Lalu kini buku itu hilang, menyisakan perasaan khawatir yang menghantui Celine setiap malam.

Celine hanya tidak tahu, buku itu berada di tangan Ares. Di simpan baik-baik, menunggu waktu yang tepat untuk membuka kedok Celine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suziehloranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penumpang Hati

Mama lagi di rumah nggak? —Celine

Lagi kerja sayang, kenapa anak mama ada yang mau dikasih tahu?

Enggak Ma, mau nitip makan aja. Mau yang manis-manis Hehe.

Celine mengalihkan pandangannya pada pesan yang sudah dia kirim sejak satu setengah jam yang lalu. Helaan napas panjang lolos dari bibirnya, ia memijat pelipisnya lantas bersandar pada kepala ranjang.

Bosan.

Dia tidak mungkin meminta ibunya untuk pulang, atau mengatakan pada ayahnya untuk menunda jadwal meeting. Terlalu malas juga meminta nomor supir pada mamanya, pertanyaan itu akan mengalir ke mana-mana. Dia tidak ingin membuat orang tuanya khawatir.

"Harusnya sejak jauh-jauh hari, aku simpan nomor supir di ponselku. Nunggu pulang aja dulu, nanti nebeng sama Berlian," gumamnya, ia memejamkan kedua matanya.

"Balik kali ke kelas? Ah enggak deh udah diizinin juga, sekarang mata pelajaran yang menyebalkan."

Celine membuka ponselnya, nomor di baris atas beberapa menit yang lalu mengiriminya pesan.

Lemah, tepar dulu. Bebal banget kalo dibilangin, kalau gak kuat sejak awal gak usah berangkat.

Sekarang gimana, udah mendingan? Siapa yang nemenin di UKS. Dengar-dengar dari anak kelas sebelah si Ares, ya?

Nanti kalau pulang, tungguin aku di parkiran.

Celine mendelik tidak suka, ia mencibir, "Dih, sok perhatian banget, padahal nanti juga yang pertama judge. Gak suka deh."

Celine memilih abai, membuang rasa bosannya dengan lonjakan dopamin ketika dia membuka media sosial. Scroll berjam-jam hingga tak terasa jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah empat, bel sekolah berbunyi nyaring.

"Pulang juga!" serunya kemudian merentangkan kedua tangan, perempuan itu menyimpan ponselnya. Merapikan tempat tidur, bergegas keluar dari UKS. Dia hendak menemui Berlian, sebelum temannya itu pergi meninggalkannya.

"Eh, kamu, nengok Berlian gak. Di mana dia?" tanyanya pada seorang siswi yang keluar dari kelasnya.

"Udah keluar tadi duluan."

Celine dibuat kelimpungan, agaknya bingung harus melakukan apa. "Ah iya, parkiran!" Dia bergegas pergi menuju parkiran, sebelum Berlian benar-benar pergi.

Namun nyatanya ketika Celine sampai di parkiran, tempat itu sudah lumayan sepi. Matanya menyipit ketika tidak sengaja menangkap keberadaan Gabriel di gerbang. Decakan halus ia lontarkan, ia memilih untuk putar balik menuju gerbang belakang. Enggan pulang bersama Gabriel.

"Sekarang gimana?" Celine membuka ponselnya, ia menghela napas untuk kesekian kalinya. Memilih order grab, kemudian ia duduk di halte menunggu.

Langit yang semula biru berubah jadi kelabu dimakan waktu yang menjelang malam. Awan hitam menggantung, menciptakan ritme aneh di setiap titik hujan yang membasahi bumi. Celine menarik sepatunya kala air hujan menitik ke aspal. Dia menengadah ke atas, menatap jalanan yang mulai sepi. Tidak ada tanda-tanda grab yang dia pesan akan datang.

"Sakit lagi kalau gini," gumamnya.

Lama Celine menunduk dalam, menatap sepatunya yang sedikit berdebu. Ia mengeratkan tali ranselnya, sampai kemudian sepasang kaki jenjang berhenti tepat di depannya. Perempuan itu mendongak, menatap heran ke arah Ares yang diam mematung.

"Belum pulang?" tanya laki-laki itu.

"Aku sedang menunggu grab yang baru saja kuorder," kata Celine meringis. Dia merapatkan badannya ketika rasa dingin menyelusup.

"Ikut denganku, jika kau menunggu lebih lama takutnya hujan akan turun lebih deras. Batalkan saja pesananmu. Kau baru saja sembuh jangan mencari penyakit lagi," tuturnya. Ia berbalik, seolah tidak perlu menunggu jawaban Celine. Perempuan itu berdiri, mengikuti Ares masuk ke dalam mobil.

Di bangku penumpang Celine mengalihkan pandangannya ke arah Ares. Laki-laki yang sibuk menatap ke arah jendela, seolah enggan melewatkan satu tetes hujan yang membasahi kaca mobil.

Bian yang menyetir mengernyit heran, tidak pernah menduga akan menemukan Celine duduk bersama dengan Ares. Pikirannya bercabang dengan spekulasi yang membuatnya pusing sendiri. Dia tidak pernah mendapati Ares secanggung itu dengan seseorang.

"Mau diputar lagu apa, perjalan ini begitu sangat sepi. Membosankan," kata Bian akhirnya.

Ares akhirnya menoleh. "Apa saja." katanya.

Celine tersenyum canggung ketika Ares menoleh padanya. Dia pura-pura sibuk dengan ponselnya, membuka apa saja yang bisa meghilankan kegugupan yang datang secara tiba-tiba. Baru saja, kakinya tidak sengaja menyentuh kaki Ares.

"Maaf, gak sengaja!"

Bian memperhatikan interaksi keduanya dengan alis tertekuk. Dari kaca depan, ia mengamati perubahan ekspresi Ares yang terlalu signifikan, caranya menatap Celine sedikit aneh.

"Ngomong-ngomong Celine arah rumahnya ke mana? Biar kami antar dulu, nanti takutnya malah kelupaan. Haha."

Celine segera menyebutkan alamatnya, "Komplek Melati, nanti di persimpangan belok kanan trus lurus terus. Nanti aku bilang kok kalau udah nyampe."

"Oke."

Sepuluh menit perjalanan, mobil hitam milik Bian berhenti di pekarangan rumah milik Celine. Dia meringis sesaat sebelum kemudian membuka pintu mobil, sebelum benar-benar keluar Ares menyodorkan hodieenya.

"Pakai ini untuk menutupi kepalamu, aku sedang tidak membawa payung. Jangan sampai sakit." Bian bahkan harus menoleh untuk mendapati Celine yang menerima hodiee milik Ares dengan senyuman.

"Terimakasih, aku pinjam dulu nanti kukembalikan. Makasih juga ya Bian udah nganterin."

"Iya sama-sama."

Celine menutup pintu mobil dengan jantung berdebar. Penanganannya pada hodiee milik Ares menguat. Aroma mint bercanpur kopi samar tercium. "Wangi banget," katanya dramatis. "manis banget, segala pake acara ngasih aku. Kan jadi baper!"

Celine membuka pintu rumah dengan hati gembira. Herry muncul dari balik pintu dengan wajah bantal. Celine baik-baik menasehati, "Jangan keluar-keluar kalau masih setengah nyawa, bahaya! Mau ngapain?"

Herry memicing curiga, tidak biasanya Celine menanggapinya dengan senyuman. "Kakak kesambet ya, senyum-senyum mulu kayak orang gila," cetusnya. "Biasanya juga ketemu adek langsung galak, nyuruh-nyuruh dan ledekin mulu."

"Kakak lagi dalam suasana hati baik, sekarang katakan kamu lagi apa?"

"Mau ke minimarket, lapar mau makan camilan. Kagak ada lagi stocknya!"

Celine memegang kedua pundak Herry erat. "Tapi masih hujan," katanya. "Kakak temani aja ya, udah bawa payung?"

"Udah."

Celine ngeyel, dia letakin ranselnya di sofa luar setelah menutup pintu rumah. Ia genggam tangan adiknya, menuntun ke minimarket di seberang. Mereka lari menyusuri trotoar.

"Mau apa? Beli semua kakak traktir deh!"

"Yang benar?" Mata besar Herry berbinar, dalam sekejap dia memborong banyak makanan dari rak. Celine menepuk jidatnya terdiam begitu Herry tersenyum sumringah.

"Ini mulut lantam banget ngomong , udahlah uang tinggal kenangan," katanya. "Udah itu aja, jangan nambah lagi!"

Herry yang hendak mengambil lebih banyak memanyunkan bibirnya, menatap tajam Celine yang mengingkari janjinya. "Tadi katanya ambil semuanya. Bohong ih!"

"Kamu ambil semua, kakak bangkrut."

"Biarin."

1
seonghyeon
cemburu? ngakak
seonghyeon
author jadi ini sama anak tetangga atau my crush nih
Suzie: 🤭 itu rahasia negara
total 3 replies
seonghyeon
semangat author, ditunggu bab berikutnya /Tongue/
seonghyeon
lama-lama kesel sama ares
seonghyeon
gila ceritanya penuh emosi banget, absolut sinema banget sih ini
seonghyeon
yah gambar Celine lah /Proud/
seonghyeon
antara orang lama atau orang baru/Doge/
seonghyeon: orang baru sih/Applaud/
total 2 replies
seonghyeon
ah sepertinya sama-sama pengagum rahasia nih
seonghyeon
bian ikut campur bangett /Curse/
seonghyeon
sengaja berarti,bangsut/Curse/
Suzie: 🤣 aduhh jangan gituu
🤭
total 1 replies
seonghyeon
Bagus banget author cocok nih yang suka gendre percintaan+komedi anak sekolahan.🥰

Salut banget sih author lucu gemes
Suzie: 🤭 senang dehh, kalo sukaa😍
total 1 replies
seonghyeon
lucu banget pliss, sampe lupa waktu gua baca perbab kemudian perbab lagi /Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
dipegang nih/Slight/
seonghyeon
kalo aku malu kepikiran tujuh turunan itu 🗿
seonghyeon
hm, senyum "sendiri gw/Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
jangan bilang kita Ares itu pemberian Jasmine /Determined//Determined/
seonghyeon: *itu bukan kita,typo thor 🗿
total 1 replies
seonghyeon
😭😭
seonghyeon
ngakak /Facepalm/
seonghyeon
guna-guna nggak tuh /Bye-Bye/
seonghyeon
aku curiga sama Gabriel /Doge/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!