NovelToon NovelToon
Dikira Satpam Rendahan Ternyata Raja Tentara Bayaran

Dikira Satpam Rendahan Ternyata Raja Tentara Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Lin Yuan hanyalah seorang satpam biasa yang ingin menikmati hidup tenang setelah meninggalkan gelarnya sebagai Raja Tentara Bayaran paling mematikan.

Namun, hari-harinya berubah menjadi kacau ketika ia terjebak kesepakatan menjadi pacar palsu seorang CEO wanita sedingin es bernama Shen Yuxuan demi menggagalkan pertunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Mobil sport merah milik Mengyao melaju memasuki gerbang kediaman utama keluarga Shen.

Rumah bergaya arsitektur tradisional Tiongkok yang dipadukan dengan sentuhan modern itu berdiri megah di kawasan perumahan elite Kota Hai.

Penjagaan di sekitar rumah terlihat sangat ketat dengan beberapa pria berbadan tegap berpakaian rapi berpatroli di area taman.

Mereka adalah mantan prajurit bawahan Jenderal Shen yang kini bertugas sebagai pengawal pribadi keluarga.

Lin Yuan memarkirkan mobil sport itu dengan mulus di pelataran rumah.

Mengyao masih enggan melepaskan pelukannya dari lengan Lin Yuan meskipun mereka sudah tiba dengan selamat.

"Kita sudah sampai di rumahmu, Tuan Putri, kau sudah aman sekarang."

Lin Yuan menepuk punggung tangan Mengyao dengan pelan untuk menyadarkan gadis itu.

Mengyao menunduk malu dan perlahan melepaskan pegangannya pada lengan berotot Lin Yuan.

"Te-terima kasih, Kakak ipar, kau benar benar pahlawanku hari ini."

Mengyao berbisik dengan wajah yang semerah tomat matang.

Gadis genit yang biasanya berani menatap mata pria mana pun kini tidak berani mengangkat wajahnya.

Lin Yuan hanya tersenyum tipis dan keluar dari mobil membawakan puluhan tas belanjaan Mengyao.

Baru saja mereka melangkah menaiki tangga beranda, pintu utama rumah kayu berukir itu terbuka lebar.

Nyonya Shen muncul dengan pakaian santai rumahan yang menonjolkan lekuk tubuhnya yang masih terjaga sempurna.

"Oho..., lihat siapa yang datang, menantu tampanku ternyata mampir untuk berkunjung."

Nyonya Shen tersenyum cerah dan langsung berjalan mendekati Lin Yuan.

Matanya yang tajam menyadari perubahan sikap pada putri bungsunya.

Mengyao biasanya akan berlari memamerkan barang belanjaannya, namun kini gadis itu hanya berdiri diam dengan wajah merona di belakang Lin Yuan.

"Ada apa dengan wajahmu, Mengyao? Apa kau sedang sakit?"

Nyonya Shen menyentuh dahi putrinya dengan raut wajah khawatir.

"A-aku tidak apa apa, Ibu, hanya sedikit lelah setelah berkeliling di mal."

Mengyao menjawab dengan gugup dan buru buru mengambil alih tas belanjaannya dari tangan Lin Yuan.

"Aku akan ke kamarku dulu untuk istirahat."

Gadis itu setengah berlari masuk ke dalam rumah, meninggalkan Lin Yuan berduaan dengan Nyonya Shen.

Nyonya Shen menatap punggung putrinya dengan senyum penuh arti sebelum beralih menatap Lin Yuan.

"Apa yang kau lakukan pada putri kecilku, Menantu? Dia terlihat seperti anak kucing yang sedang kasmaran."

Lin Yuan mengangkat bahu dengan santai.

"Aku hanya membelikannya es krim rasa vanilla, mungkin dia terlalu senang."

Lin Yuan berbohong dengan wajah tanpa dosa, menutupi kejadian penyerangan di lorong servis tadi.

"Tentu saja, sebuah es krim," Nyonya Shen terkekeh pelan. "Masuklah, Jenderal Tua itu sedang menunggumu di ruang kerjanya."

Lin Yuan mengangguk sopan dan melangkah masuk ke dalam kediaman keluarga Shen.

Ruang kerja Jenderal Shen terletak di bagian belakang rumah yang menghadap langsung ke taman bunga mawar.

Pintu ruang kerja itu tidak tertutup rapat, dan Lin Yuan bisa mencium aroma teh melati yang sangat kuat dari dalam.

Lin Yuan mendorong pintu dan melihat Jenderal Shen sedang duduk santai di kursi malasnya.

Pensiunan militer itu sedang membersihkan sebuah senapan angin berburu model lama dengan sangat teliti.

"Duduklah, Lin Yuan, dan ceritakan padaku tikus jenis apa yang baru saja kau bunuh hari ini."

Jenderal Shen berbicara tanpa mengangkat wajahnya dari senapan angin tersebut.

Kemampuan intelijen mantan jenderal ini rupanya masih sangat berfungsi dengan baik.

"Hanya beberapa lalat kecil berjaket hitam dari kelompok Kalajengking Hitam."

Lin Yuan duduk di kursi kayu di seberang sang jenderal dan menuangkan teh untuk dirinya sendiri.

"Mereka mencoba mendekati Mengyao di pusat perbelanjaan, tapi aku sudah mematahkan tangan mereka semua."

Gerakan tangan Jenderal Shen yang sedang mengelap laras senapan langsung terhenti.

Aura membunuh yang pekat dan dingin seketika memenuhi ruang kerja tersebut.

Meskipun usianya sudah tua, kemarahan seorang jenderal bintang tiga tetaplah sesuatu yang mengerikan bagi orang biasa.

"Keluarga Zhao benar benar sudah melewati batas kesabaranku."

Suara Jenderal Shen terdengar sangat berat dan penuh dengan ancaman mematikan.

"Menargetkan putri bungsuku adalah kesalahan terbesar yang pernah dibuat oleh Zhao Ming seumur hidupnya."

Jenderal Shen meletakkan senapannya ke atas meja dengan sedikit keras.

Dia menatap Lin Yuan dengan pandangan yang jauh lebih menghargai daripada sebelumnya.

"Kau menyelamatkan putriku, Lin Yuan, keluarga Shen berhutang nyawa padamu hari ini."

Jenderal Shen mengutarakan rasa terima kasihnya dengan tulus, sebuah hal langka dari pria berhati baja itu.

Lin Yuan menyesap tehnya dengan santai seolah pujian itu hanyalah angin lalu.

"Paman tidak perlu berterima kasih, aku sudah berjanji akan melindungi keluarga ini, bukan?"

Lin Yuan tersenyum miring, senyum khas seorang predator yang telah menemukan target buruannya.

"Lagipula, bayaran yang Paman tawarkan kepadaku sangat pantas untuk diperjuangkan."

Jenderal Shen tertawa keras mendengar jawaban lugas dan tidak munafik dari Lin Yuan.

"Kau pemuda yang menarik, tidak bersikap rendah hati yang memuakkan seperti pria pria kota pada umumnya."

Jenderal Shen berdiri dan berjalan ke arah jendela menatap taman mawarnya.

"Biarkan keluarga Zhao menikmati sisa waktu mereka yang singkat."

Jenderal Shen memberikan perintah tidak langsung kepada Lin Yuan.

"Lakukan dengan caramu, hancurkan mereka dari dalam dan jangan sisakan apa pun."

Lin Yuan meletakkan cangkir tehnya ke atas meja dan ikut berdiri.

"Sesuai perintahmu, Jenderal."

Lin Yuan memberikan hormat militer yang jauh lebih rapi dan serius daripada yang biasa dia lakukan.

Ini adalah bentuk penghormatan sesama pria yang pernah mempertaruhkan nyawa di medan perang.

Tepat saat Lin Yuan menurunkan tangannya, terdengar suara langkah kaki yang terburu buru dari arah lorong.

"Lin Yuan, kau di sini."

Pintu ruang kerja didorong terbuka dengan kasar oleh Shen Yuxuan.

CEO cantik itu masih mengenakan pakaian kerjanya, blus putih ketat dan rok pensil hitam yang kini terlihat sedikit kusut.

Napasnya terengah engah seolah dia baru saja berlari dari mobilnya.

Wajahnya merah padam, tapi kali ini jelas bukan karena malu, melainkan karena cemburu yang memuncak.

Dia baru saja mendengar dari pelayan bahwa Lin Yuan menghabiskan waktu berjam jam menemani adiknya berbelanja.

Dan sekarang, pria itu sedang mengobrol santai dengan ayahnya.

"Aku mencarimu ke seluruh area kantor dan kau malah bersantai di rumahku?"

Shen Yuxuan menatap tajam ke arah Lin Yuan, mengabaikan keberadaan ayahnya di ruangan itu.

"Apa kau lupa siapa yang membayarmu, dasar pengawal pemalas?"

Lin Yuan tersenyum lebar melihat wajah tsundere bosnya yang sedang mengamuk ini.

"Maafkan aku, Bos cantik, adik iparku yang manis memaksaku untuk menemaninya."

Lin Yuan sengaja menekan kata manis untuk memancing reaksi Shen Yuxuan.

"Dan sebagai pacar palsumu yang baik, aku tidak bisa menolak permintaan keluarga, bukan?"

Shen Yuxuan menggertakkan giginya menahan keinginan untuk melempar vas bunga ke kepala pria ini.

Namun Jenderal Shen berdehem dengan sangat keras untuk menyadarkan putrinya.

"Yuxuan, perhatikan sopan santunmu, dia adalah tamuku hari ini."

Jenderal Shen menegur putrinya dengan nada tegas yang tidak bisa dibantah.

"Dan mulai hari ini, Lin Yuan akan tinggal di rumah ini untuk sementara waktu."

Keputusan tiba tiba dari sang jenderal itu bagaikan petir di siang bolong bagi Shen Yuxuan.

"A-apa? Tinggal di sini? Tapi Ayah, dia-"

"Ini perintah, Yuxuan."

Jenderal Shen memotong ucapan putrinya dengan tatapan mematikan yang biasa dia gunakan pada bawahannya.

"Situasi di luar sedang tidak aman, keluarga Zhao mulai bermain kotor."

Jenderal Shen beralasan untuk melindungi putrinya dari ancaman nyata yang baru saja terjadi pada Mengyao.

"Memiliki kekasihmu untuk tinggal di sini adalah alasan yang masuk akal untuk memperketat keamanan keluarga kita."

Shen Yuxuan terdiam membeku, tidak berani membantah ayahnya.

Dia menoleh ke arah Lin Yuan yang sedang menyunggingkan senyum kemenangan yang sangat menyebalkan.

"Tolong mohon bimbingannya selama aku tinggal di sini, Nona Shen yang cantik."

Lin Yuan membungkuk sedikit dengan gaya dramatis mengejek.

Shen Yuxuan memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri.

Dia merasa hidupnya akan semakin kacau dengan adanya pria berandalan bermulut kotor ini di dalam rumahnya.

Terutama dengan adiknya yang genit dan ibunya yang suka ikut campur berada di bawah atap yang sama.

Perang dingin memperebutkan perhatian sang mantan tentara bayaran di kediaman keluarga Shen baru saja akan dimulai.

1
Reed
Wah /Hunger/, cepat up-nya Thor /Curse/
Kak Seto Kangen Band
coba lebih gede lagi cleavage nya kak👍
Reed
Lingtiang /Drool//Drool//Drool/
Reed
Hore, sepuluh Bab /Determined/. Jadikan 20 Bab Thor updatenya /Curse//Curse//Curse/
Reed
Sangat bombastis /Drool/, mana 10 Babnya Kak /Curse//Curse//Curse/
Reed
/Hunger//Hunger//Hunger/, Up Lagi Kak /Drool//Drool//Drool/
Reed
/Drool//Awkward//Awkward/, Ditunggu 8 Babnya /Curse//Curse//Curse/
Reed
Wah /Hunger//Hunger//Hunger/, langsung 10 Bab Thor /Curse//Curse/
Reed: Kamu pasti bisa Kak /Determined/
total 2 replies
Gege
lempar semua Thor 10k kata..gasss
Gege
mendadak MC ditabrak truk tronton Daan...Ding...😄🤣🤭
Tri Wahyuni: Gege berulah lagi🤭😅😅
total 2 replies
Gege
ada suara dingg...engga ini Thor...😄🤣
Yui: ehehehe, bukan system inih/Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!