NovelToon NovelToon
Temui Aku Di Sisi Lain

Temui Aku Di Sisi Lain

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Persahabatan / Penyeberangan Dunia Lain / Light Novel / Tamat
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ripley

Namaku Protagonis, umur 16 tahun, follower IG hanya sampai dua digit angka, seorang anak SMA biasa. Tapi aku punya rahasia yang hanya aku yang tahu.

Bayangkanlah sebuah tempat yang terbentang sebuah padang perdu seantero mata memandang. Tanah subur, gunung sempurna lancip, juga hantu gentayangan.Tempat ini memang penuh hantu gentayangan atau kami sebut sebagai Yoma.Sebuah tempat dimana seluruh hal mistis di dunia menjadi kenyataan, itulah dunia bernama Sisi Lain. Tempat rahasiaku seorang.

Suatu hari, aku menemukan fakta bahwa tidak hanya aku seorang yang mengetahui rahasia dunia Sisi Lain. Mulai hari itu, duniaku berubah 180 derajat. Aku menjelajahi Lawang Sewu, bertarung melawan Genderuwo, dan masih banyak lagi petualangan yang aku alami di Sisi Lain.

Ikuti kisahku bersama teman-temanku, Nadla si Gadis Antagonis, Antara si Ilmuwan Gila, Mahendra si Buaya Darat, Anje si Dewi Pemarah, Sally si Kanjeng Ratu, dan si Konyol Zoya dalam mengarungi misteri dunia Sisi Lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ripley, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8 - Up&up (Bagian dua)

Aku berlari dan berlari. Langkah kakiku bergaung di seantero kegelapan. Hatiku perih. Aku terhenyak, duduk memeluk lutut. Yang aku bisa lakukan sekarang adalah menggambar matahari merah Sisi Lain. Hanya disini.

Semburat cahaya biru merangsang netraku. Aku membalikkan halaman buku bergaris, kembali tangan ini menari di atas halaman bergaris. Aku memandang cakrawala, anehnya sinarnya berbeda kali ini. Tidak merangsang penglihatanku sampai hancur dan tidak membuat hati ini tenang.

"Lampu?"

Wajah Mahendra muncul dari samping.

"UKS?"

"Sudah sadar? sorry banget ya tadi."

Aku teringat tadi tak sadar diri karena smash Mahendra.

"Gak apa. Lagian salah aku juga kok karena tidak fokus."

"Duduk dulu dong, jan langsung berdiri gitu. Istirahat sedikit tidak masalah kok."

"Di mana si Ilmuwan Gila?"

"Oh Antara, dia di kelas." Mahendra mengendikkan bahu, "Whats wrong?"

Kusingkapkan selimut, menjatuhkan kaki ke lantai lalu berlari menuju pintu. Tentu aku menepis tangan si Buaya Mahendra. Ketika aku hendak berjalan, pintu menjeblak terbuka.

"Kami menemukannya!" Antara muncul di ambang pintu. Dramatis layaknya FBI. Datang bersama kawan-kawannya pula.

"Prontagonis!!!!"

Sally sibuk melihat layar ponsel.

"Tuh kan, udah gue bilang kamu duduk aja. Duduk manis, mereka pasti datang kok!"

Aku mengangguk. Rasanya canggung melihat wajah-wajah temanku seperti itu, sedikit berkaca-kaca. Mereka khawatir sepertinya.

Mahendra di sisi kananku terlihat tak nyaman. "Bawa-bawa geng segala," celetuk Mahendra. Matanya sangat tertarik pada kemunculan Antara Marantara. Wajahnya seakan hendak berkata, "Kok bisa orang macammu bersama mereka?" Aku paham sekali tatapannya.

"Mengkhawatirkan teman adalah hal biasa."

"Betul! Betul!" Nadla mengangguk mantap.

"Boleh tinggalkan kami wakil ketua?" tanyaku sopan pada Mahendra.

"Oke aku keluar ye,"

"Thanks Endra dan Goodbye!"

Punggung Mahendra hilang dari ambang pintu, menyisakan tiga jagoan bersamaku. Lengang mengisikan kekosongan.

"Apa yang kau lihat ketika bertanding melawan Mahendra?"

"Wajahmu kala itu mirip susu basi, bener-bener pucat pasi." Tambah Nadla.

Aku tak tahu bagaimana mengatakannya. Dia, makhluk tinggi dengan wajah polos putih. Tak ada lekuk apapun di sana. Mata, mulut, hidung, semua seperti tidak ada. Tangannya panjang dan tubuhnya memakai jas mewah. Yang aku tahu adalah makhluk itu terlalu berbahaya bagiku, dan dia menginginkan sesuatu dariku. Begitu kuceritakan pada tiga jagoan.

"Sesuatu yang dia inginkan darimu?" tanya Antara.

"Entah, aku merasa makhluk itu mencariku. Beberapa waktu lalu aku sering mendapati fenomena mistis. Bisa jadi makhluk putih itu pelakunya."

"Apa yang dia inginkan?" Antara bertanya lagi,

Aku menghela napas. Rasanya aku seperti diintrogasi. "Jangan tanya aku, aku sendiri tak paham mengapa."

"Apakah, yang kau lihat waktu pertandingan tadi adalah Yoma? Beneran Yoma?" tanya Nadla dan Sally bersamaan.

"Kemungkinan besar dia adalah Yoma, tapi devaisku mendapatkan frekuensinya sedikit aneh," ungkap Antara Marantara, bola matanya berputar.

"Kalau bukan Yoma lantas apa?"

"Menurutku makhluk itu Yoma, tapi mitos apa yang menyebutkan makhluk putih tinggi berjas mewah? Yang jelas itu pasti legenda-legenda baru abad 21."

Seisi ruangan menghela napas dalam, kehabisan kata-kata.

Ruangan kebisingan suara heboh dari luar. Hiruk piruk suara suporter timnas basket masing-masing kelas. Antara duduk di tepi ranjang. Nadla duduk bagai cacing kepanasan. Pikirannya kalut. Sementara itu, aku kepikiran rencana berbahaya.

"Berapa lama aku tak sadarkan diri?" Aku menarik udara kosong sekitar leher. "Eh?"

"Mencari ini?" Sally berkata lembut seraya menyodorkan mp3walkman dan Headphone biru navy.

"Terima kasih." Satu kata cukup untuk menyampaikan perasaanku.

"Kamu tertidur kurang lebih satu dua jam. Di luar masih pertandingan basket. Kelihatannya besok pertandingan semi finalnya, hari sudah hampir sore."

"Begitu," ucapku kaku seraya membolak-balikkan kotak musik yang biasa aku bawa.

Denting jam berbunyi, mengatakan sudah pukul 15.00. Walau begitu, hiruk-piruk suara suporter basket masih membahana.

"Bagaimana kalau kita sekarang masuk ke Sisi Lain?"

"Jam segini? Tidak berbahaya?" Antara yang paling bersuara.

"Sejauh ini aku mengarungi Sisi Lain, aku belum pernah merasakan peristiwa aneh dan ajaib seperti tadi. Bisa jadi aku salah, tapi dunia Sisi Lain berubah banyak ketika aku dan Nadla ke Lawang Sewu. Sesuatu pasti terjadi di sana. Entah apa." Tiga pasang mata menatap lekat-lekat diriku. Aku melanjutkan. "Ingat ketika kita kembali ke dunia nyata waktu itu?" tanyaku pada Nadla.

"Waktu itu ya, kalau tidak salah kita masuk ke salah satu ruangan seribu kemudian kembali tiba-tiba saat nenek itu menghancurkan pintu."

"Benar, dan kita kembali pukul 00.00, tepat tengah malam. Bisa jadi ketika hukum dunia Sisi Lain berubah."

Sally menguap kantuk. Banyak yang berlalu begitu saja penjelasan kami di kepalanya.

"Ah jadi kalian kembali sewaktu dunia di kita mulai mau cerah dan dunia di sana gelap?" tanya Antara lagi, kali ini tidak mengharapkan jawaban. "Pukul 16.45 di sini, terang di sana. Padahal masih belum sepenuhnya gelap dunia nyata tapi Otherside sudah terang. Lalu pukul 00.00 di sini, di sana gelap, padahal di dunia nyata masih gelap juga."

"Iya, persis yang aku pikirkan," ucapku agak ragu.

"Asumsi terang di dunia kita gelap di dunia sana adalah kurang tepat jikalau begitu problematikanya."

"Perasaanku mengatakan bahwa, jawaban yang kita inginkan berada di Lawang Sewu. Dan kita harus datang saat dunia di sana gelap." Nadla berkata, bola matanya berputar.

"Sekalipun kita hendak kesana, tidak portal yang terbuka jam segini bukan?"

Sally semakin menguap kantuk.

"Ada satu, yang baru terbuka. Oleh makhluk itu!"

"Benar juga! kita bisa masuk lewat sana. Lalu mencoba menuju wilayah baru untuk memastikannya, atas alasan apa Yoma tadi menginginkanku."

"Lalu bagaimana mengalahkan Yoma-yoma disana? Cuman aku yang punya senjata." Antara mengeluarkan bom rakitan yang disimpan apik di kantongnya.

Mataku tertuju pada Nadla. Syukurlah Antara paham.

"Aku membawa ini!" Si Gadis Antagonis mengeluarkan pistol keramatnya itu, Glock.

Sementara Nadla merekahkan senyuman licik, hiruk piruk gadis kelas sebelah sangat membahana kemari. Pertandingan basket di sana rupanya sangat mengunggah semangat anak kelas masing-masing.

1
Katsumi
udah April loh ini /Doge/
Quinnela Estesa
😔 tulisan kak Ripley kadang bikin orang harus baca dua kali. metafora dari kata anak bebek kayak gini loh yang bikin orang yang suka baca cepet kayak aku jadi pusing kadang😄
^_^: bacanya jan coba artiin tiap kalimat tiap kata. dihayati aja gess. Ripley juga kadang suka enggak paham waktu baca novel orang, ada kata" baru sama metafora aneh", tapi Ripley bisa bayangin ini tuh apa tanpa tahu arti kalimatnya lewat perasaan gitu. ya intinya gitu gess
total 1 replies
Quinnela Estesa
lebih enak dibangun di atas tanah sengketa antara anak yatim sih🤣
/Scowl/
Story
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🌀 SãñõõR 💞
jadi itu ya wewe gombel... aku pikir sama seperti kunti.../Chuckle/
🌀 SãñõõR 💞
anime jejepangan /Grin/
🌀 SãñõõR 💞
kata nyetrik bikin aku inget ladi gaga😆
🌀 SãñõõR 💞
ok lanjuttt
Story
Slenderman kah?
Story
Aturan tanda koma.
Quinnela Estesa
kuntilanak harusnya hanya patuh sama Kuntilanak Hitam aja. itu ratunya Kuntilanak soalnya.
^_^: iya sih harusnya begitu, cuman ini Sisi Lain bukan dunia biasa
total 1 replies
Quinnela Estesa
ada Prontagonis, ada Antagonis, ada bendahara, ada sekretaris, ada npc. yang paling gampang diingat cuman Zoya aja. yang lain gak tahu deh mau ngapain mereka.
Quinnela Estesa
semoga mereka masuk ruang BK semua😊
^_^: ide bagus
total 1 replies
Quinnela Estesa
bukan artis tapi dikejar2😟
Story
sejumpun apa sejumput?
^_^: yang betul sejumput ya. kebiasaan Ripley emang, bikin kata-kata baru plesetan dari kosakata dasar
total 1 replies
Story
Fourth Wall Awareness
Story
Kenapa gk dispasi.
Story
Atau sama deng.
^_^: hmmmmm ^_^
total 1 replies
Story
Hampir sama dengan nama asliku. /Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!