seorang badboy SMA satu nusa bernama rehan akbar yang memiliki kepribadian cuek dan dingin terhadap seseorang orang kecuali orang yang dia sayang termasuk teman teman nya,banyak wanita yang mendekati rehan tapi tidak ada satupun wanita yang membuat hatinya rehan luluh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juan dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAU BUSUK
Tingg......tingg......
Bel istirahat telah berbunyi, seluruh siswa berdatangan ke kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong
"Makan gue dah abis,gue cabut duluan" ucap rehan yang langsung pergi dari kantin
"Gue duluan juga ya cin gue mau nyusul rehan dulu, gapapa kan kalo lo bareng mamat sama roni nanti nya ke kelas?" tanya renata ke cindi sambil pamit
"Iya na gapapa kok" sahut cindi
"Gue duluan ya" pamit renata pada mereka bertiga
Renata pun mencari keberadaan rehan, tapi dia tidak menemukan nya
"Duh cepet banget tu anak jalan nya, apa dia lari ya makanya cepet banget ngilang nya" gumam renata yang melihat sekeliling mencari rehan
"Nyari siapa?" Ucap rehan yang tiba tiba berads di belakang renata dan mengagetkan nya
"Ehh buser ayam ayam" kaget renata dengan sifat latah nya yang tiba tiba keluar dan membuat rehan tersenyum dan jarang ada orang yang membuat rehan tersenyum seperti itu
Orang orang yang melihat senyuman rehan pun terpukau karna mereka jarang melihat seorang rehan tersenyum seperti itu
"Aduh, manis banget kalo rehan lagi senyum kayak gitu" ucap salah satu siswi yang melihat nya
"Iya yah, jarang banget badboy yang satu ini tersenyum kayak gitu, ah gue semakin meleleh deh melihat rehan kayak gitu" ucap siswi lain nya
"Boleh gak ya gue bawa pulang ke rumah"
"Gue rela nikah muda, asalkan sama rehan"
"Yee enak aja lo, rehan mana mau sama lo mending sama gue"
"Enak aja kalian rehan itu punya gue ya, nanti gue karungin trus gue bawa ke KUA dan gue nikahin"
"Emang nya lu kira rehan beras di karungin segala hahaha" ucap siswi siswi yang memperebutkan rehan
Kembali ke rehan dan renata
"Hihihi, cantik cantik latah" ucap rehan mengejek renata
"Ihhhh, dasar lo ngagetin aja sih, nyebelin deh lo" dengus renata kesal
"Sorry" ucap rehan datar
"Ihh, nyebelin banget sih ini anak, tadi aja ketewa lah sekarang ini datar lagi malah dingin banget lagi kayak kulkas 10 pintuk, apasih maksud ni anak heran gue"gumam renata dalam hati
Tuwinggg.....
Rehan menyolek hidung nya renata
"Ihh, ngapain sih lo nyolek nyotek hidung gue" protes renata
"Jangan melamun, gue mau ngambil jaket gue, mana jaket nya?" Ucap rehan meminta jaketnya kembali
"Ohh, ada kok di kelas, yuk ke kelas dulu apa lo nunggu disini?" tanya renata pada rehan
"Lo jalan duluan nanti gua ngikutin dari belakang" jawab rehan pada renata
Renata pun berjalan menuju kelas nya dan di ikuti oleh rehan dari belakang, dimana renata berjalan sangan santai di koridor sambil bernyanyi dan sesekali ia menyapa siswa siswi yang ada di sekolah itu
"Yang a digoyang digoyang aaaa..... goyang bangg aseekk" nyanyi renata sambil berjalan
"Bang rehan...... Paling ganteng" nyanyi renata yang menyebutkan nama rehan dan rehan pun bingung dengan renata yang bernyanyi sambil nyebut nama nya
"Hayy kamu" sapa renata pada siswi yang berpapasan dengan nya
"Saya suka abang.....suka sekali" sambung renata bernyanyi
"Heh lo apaansih, bisa diem gak sih" cetus rehan
"Apaasih ganggu orang nyanyi aja" celetuk renata
"Haiii...." sapa renata pada siswi berkacamata yang berpapasan dengan nya
"Haii juga" balas siswi tersebut
"Ternyata ini anak gak bisa diem, tapi lucu juga sih tapi nyanyian nya gak jelas" gumam rehan dalam hati dengan tersenyum tipis yang tidak dapat dilihat orang.
Akhirnya renata dan rehan telah sampai di kelas mereka, dan renata segera mengambil jaket rehan di dalam tas nya, rehan pun menunggu tepat di belakang renata sambil berdiri
"Nih jaket nya...." ucapan renata pun terhenti karna saat ini posisi renata dan rehan sangat dekat cuman berjarak setengah jengkal saja
Karena badan rehan lebih tinggi dari pada renata, maka posisi renata ini tepat di bagian leher rehan, akan tetapi wajah rehan yang menunduk dan wajah renata yang melihat ke atas tempat ke wajah nya rehan, maka dari itu tatapan mereka bertemu untuk beberapa menit
"Cieeee lagi ngapain tuh" ucap mamat tiba tiba datang bersama roni dan cindi
"Cieeee yang lagi tatap tatapan nieh" goda roni
"Wah wah wah sebentar lagi kayak nya rehan si es batu akan mencair nih dengan kehadiran sosok renata, hihihi" sambung cindi
Rehan dan renata pun saling berjauhan dan duduk di bangku mereka masing masing, ada perasaan yang aneh di rasakan rehan dan renata, darah mereka mengalir begitu derasnya, jantung mereka dengan begitu cepatnya
"Bisa diem gak" tegas rehan rehan pada teman teman nya termasuk cindi
Mereka pun cekikikan karna telah berhasil menggoda rehan dan renata, cindi pun duduk di samping renata.
"Lo lagi PDKT ya sama es batu" goda cindi pada renata
"Ihhh apaansih cin, gak ada yang namanya PDKT" dengus renata dengan kesal
"Massasih, tapi lo cocok kok sama rehan" celutuk cindi
"Ishh, cindi nyebelin deh" ucap renata dengan cemberut
Rehan yang melihat renata pun merasa gemes, karna menurut rehan renata sangat imut kalo lagi cemberut.
"Na na, rehan lagi ngeliat lo tuh" goda cindi lagi
Renata oun melihat ke arah rehan dan tatapan mereka pun kembali bertemu, akan tetapi rehan langsung mengalihkan wajahnya
Renata pun berniat untuk pergi ke toilet untuk menghindari posisi ini, namun hal yang tak terduga pun terjadi
Bughhh
Renata terjatuh karena tersandung tali sepatu nya yang lepas
"Renata lo gapapa kan" cemas cindi pada renata
Rehan yang melihat itupun, ingin menolong akan tetapi sudah kedeluan oleh cindi
"Gak kok cin gue gapapa cuman kesandung doang" ucap renata yang terlihat baik baik saja
Cindi pun membantu renata untuk berdiri dan seketika rehan bercongkok di hadapan renata
"Makanya kalo ikat tali sepatu itu yang benar" ucap rehan sambil mengikat tali sepatu renata yang lepas
"Ron, liat tuh sih rehan, gak biasa nya dia bersikap kayak gitu sama cewek" cetus mamat berbisik pada roni
"Iya mat, gue rasa cuman renata yang bisa ngerubah sikap dingin rehan menjadi cair" balas roni pada mamat
Rehan pun telah selesai mengikat tali sepatu renata dan ia kembali duduk di kursi nya sambil memainkan ponsel nya, rehan sendiri merasa aneh terhadap dirinya sendiri, mengapa ia bisa melakukan hal manis kepada renata yang dimana dia tidak pernah melakukan hal itu pada cewek manapun, rehan juga menyadari dirinya memiliki perasaan yang berbeda kepada renata yang ia tidak pernah mempunyai perasaan itu pada perempuan manapun.
Renata pun bingung denga sikap rehan, terkadang bersikap manis akan tetapi juga bersikap cuek dan dingin kepada nya
"Makasih ya" ucap renata pada rehan yang di jawab dengan berdehem oleh rehan.
"Hemmm" balas rehan
"Tuh kan nih anak aneh, awal nya cuek terus manis sekarang cuek lagi, dasar makhluk aneh" gerutu renata dalam hati
"Gue ke toilet dulu bentar ya cin" pamit renata pada cindi
"Mau gue anterin gak" tanya cindi
"Gak usah lo disini aja, gue bentar doang kok" tolak renata
"Ohh yaudah" sahut cindi
Saat renata ingin ke toilet, ia berpapasan dengan guru yang sedang banyak membawa buku, guru tersebut bernama rudi, rudi adalah guru laki laki yang paling muda daripada guru yang lainnya, bahkan rudo pun masih singel, karna status nya yang singel, maka ia jadi incaran guru wanita yang masih singel maupun janda, bahkan beberapa murid perempuan pun sangat mengidolakan guru tersebut
"Selamat siang pak" sapa renata pada rudo
"Siang, kamu murid baru ya, soalnya saya belum pernah liat kamu" tanya rudo pada renata
"Iya pak, kemarin saya masuk sekolah ini" sahut renata
"Pantas saja yang belum pernah liat murid secantik kamu" ucap rudo memuji renata
"Bapak mah bisa aja deh, bapak juga ganteykok masih muda deh kayak nya" balas renata memuji balik rudo
Rudo pun tersenyum mendengar ucapan renata tersebut, walaupun banyak dan sering memuji nya, akan tetapi pada saat renata yang memuji rudo, iya merasa sangat senang
"Oh iya pak, bapak mau kemana membawa semua buku ini?" tanya renata
"Saya mau ke perpustakaan mau mengantar buku ini" jawab rudo
"Yaudah, biar saya bantu ya pak, bolehkan?" ujar renata yang menawarkan bantuan kepada rudo
"Dengan senang hati cantik" balas rudo yang sangat senang karna renata mau membantu nya, otomatis dia bisa berduan dengan renata dan mencari tau tentang renata, walaupun sebagai guru sangat mudah untuk mencari identitas murid, tapi bagi rudo mencari tahu lewat orang nya langsung itu lebih jelas
Renata pun berjalan di belakang rudo menuju ke permukaan sekolah, mereka sambil berbincang bincang sambil menelusuri koridor sekolah, karena saat itu masih jam istirahat, maka banyak pasang mata yang melihat keberadaan renata dan rudo yang sedang berjalan sambil membawa beberapa buku paket yang akan di letakkan di perpustakaan sekolah .
Ada yang memandang kagum ada juga yang memandang dengan sinis tidak suka melihat renata berjalan bersama dengan rudo guru mereka itu
"Enak banget ya jadi renata, bisa deket dengan cowok famous seperti rehan yang ganteng, dan di deketin andra yang tampan, dan sekarang di dekatin sama bapak cogan" ucap salah satu siswi yang melihat renata dan rudo
"Orang cantik mah beda, semua cogan yang ada di SMA ini semua ngedeketin renata, gak kayak kita barang rongsokan" sambung siswi lain nya
"Lo aja yang rongsokan, gue mah masih bagus dan berharga di mata lelaki yang tepat"
"Ehh tapi kan rehan dingin tuh orangnya cuek, masa iya dia deketin renata, vina aja yang cewek famous di sekolah ini aja mati matian deketin si rehan"
"Iya jugasih, bisa aja kan renata yang genit sama rehan"
"Tapi apapun itu kalau rehan mau mah gak jadi masalah"
"Bener juga"
"Terus gimana dengan andra, kayak nya andra suka tuh sama renata"
"Mana gue tau emangnya gue emak nya"
Siswa siswi itupun bergosip tentang renata, renata yang sekilas mendengar pun hanya memasang wajah santai, akan tetapi saat renata merasa sakit perut, tapi dia harus mengantar buku buku itu dulu ke perpustakaan bersama pak rudo
Saat melewati beberapa siswi yang sedang berkumpul tiba tiba
Tuuuuuuuuttttttt......
Renata pun tak tahan lagi menahan gas yang ingin keluar itupun akhirnya di keluarkan tepat di dekat siswi yang sedang berkumpul
"Bunyi apaantuh" tanya pak rudo yang mendengar bunyi kentutnya renata
"Hah bunyi apa pak, saya gak denger apa apa kok pak" elak renata yang tidak ingin ketahuan kalo dia telah membuang gas alam nya
"Kok tiba tiba ada orama mie ayam busuk ya" ucap pak rudo yang mengendus ngendus aroma kentut nya renata
"Massasih pak, kok sayang gak nyium bau busuk ya, malahan saya nyium aroma parfum bapak yang wangi nya sangat menenangkan hati saya pak" ucap renata yang berusaha mengalihkan perhatian rudo dari aroma yang mematikan.
"Duh, bau banget sih kentuk gue, busuk banget ini aroma kentut, padahal tadi gue cuman makan mie ayam doang" gumam renata dalam hati yang juga mencium aroma kentut nya sendiri
Sedangkan siswi yang tadi sempat kena bom gas oleh renata pun juga saling tuduh menuduh
"Huh, ini bau bukus apaan busuk banget"
"Dih bau banget ini, kalian ada yang kentut ya" tuduh salah satu siswi pada temennya
"Gue gak ada"
"Gue juga gak ada"
"Apalagi gue yang jarang kentut"
"Terus siapa dong, masa mbak kunti penunggu sekolah ini, yakali mbak kunti kentutnya bau mie ayam busuk gini, masa iya mbak kunti abis makan mie ayam" ucap salah satu seorang siswi
Mereka pun bubar dan masuk ke kelas mereka masing masing karna merasa ngeri tiba tiba ada aroma kentun yang sangat busuk.
Renata dan rudo pun sudah tiba di perpustakaan
"Ini taro dimana pak" tanya renata pada pak rudo
"Taro disini aja na" sahut pak rudo
Renata pun meletakkan buku buku tersebut di tempat yang di beritakan oleh pak rudo, setelah meletakkan buku buku tersebut renata ingin segera ke toilet karna ia sudah merasa bener bener mules.
"Pak saya permisi dulu ya" pamit renata pada pak rudo
"Ehh tunggu dulu" tahan pak rudo
"Kenapa pak, kan saya udah menyelesaikan tugas saya, membantu bapak" tanya renata yang sudah tidak tahan ingin ke toilet untuk membuang hajat nya
"Iya tapi sa...." Belum selesai pak rudo berbicara, renata langsung memotong nya
"Maaf pak saya harus segera ke toilet Karna saya sudah tidak tahan ingin BERAKKK" teriak renata yang sangat frontal karna ia sudah tidak tahan lagi dan ia tak perduli kepada siapa saat itu dia sedang berbicara
Renata pun berlari lari menuju ke toilet, bahkan iya juga sesekali menabrak orang yang menghalangi jalan nya
"WOY MINGGIR MINGGIR GUE MAU BERAKK" teriak renata kepada orang yang menghalangi jalan nya
Sangat memalukan sebagai seorang perempuan yang sangat frontal tersebut, akan tetapi itulah sifat asli renata yang selalu frontal dan blak blakan kepada siapapun.
BERSAMBUNG.....