NovelToon NovelToon
Aset Besar Milik Istri Kecilku

Aset Besar Milik Istri Kecilku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Cintapertama
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Atik's

Semua orang terkejut saat bos besar mereka muncul dengan menggandeng seorang wanita muda. Karyawan pria terpesona karena lekuk tubuh dan aset besar yang terpampang itu, sementara karyawan wanita merasa cemburu pada sosok yang berjalan bersama atasan mereka.

"Turunkan pandangan kalian!" desis Vino dengan nada dingin. Banyak yang berbisik-bisik tentang Sea menyebutnya sebagai perayu ulung. Mendengar itu, David merasa darahnya mendidih. Ia berhenti, berputar, dan menatap tajam mereka yang berani menggunjing istrinya.

"Berani-beraninya kalian menyebut istriku penggoda!Kalian ingin mencari masalah, ya?"

Semua orang kaget saat tahu bahwa wanita yang mereka bicarakan ternyata adalah istri dari atasan mereka.

"A-ampun, Tuan. Kami tidak tahu kalau Nyonya adalah istri Anda!" kata salah satu dari mereka dengan nada takut.

David mendengus kesal. Wajahnya menjadi lebih lembut saat merasakan usapan halus di tangannya.

"Jangan emosi, sayang. Nanti mereka bisa ketakutan," bisik Sea den

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atik's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28

28

"Sea, ikut ambil rumah di sini, yuk! Biar tiap hari kita bisa ngobrol seru, hahaha. Lagian, kan kamu sekarang istri bos, pasti gampang beli rumah dua sekaligus. Jatah bulananmu pasti gede banget!"

"Pengen sih, tapi aku belum bisa beli cash, Erna. Bisa dicicil, nggak?"

"Ya bisalah, Sea! Emang kamu kira aku bayar kontan? Duit dari mana? Aku juga nyicil kok tiap bulan."

"Oke deh, kita lihat-lihat dulu. Eh, Er, tipe ini kayaknya bagus. Ada kolam renang, terus dekat sama tempat wisata di dalam komplek." Sea menunjuk brosur dengan antusias. Mereka berdua lalu berdiskusi sebelum memutuskan pilihan.

"Aku setuju sama kamu. Harganya juga masih masuk akal. Ya udah, kita ambil rumah yang sebelahan aja!"

Akhirnya, mereka membeli dua rumah berdampingan. Sea memang sudah lama ingin punya rumah sendiri, jadi kalau suatu saat David nggak menginginkannya lagi, dia nggak perlu bingung mau tinggal dimana.

"Walaupun sekarang David masih kasih aku uang bulanan bulanan buatku, tapi aku harus berjaga-jaga dengan semua kemungkinan terburuk. Menjalani pernikahan tanpa hati tidak boleh larut dalam kemewahan yang ditawarkan sesaat. Be strong Sea." Batin Sea penuh semangat.

****

Seminggu sudah David berada di luar negeri. Seminggu itu pula Sea merasakan sedikit kebebasan. Untuk menghilangkan rasa bosannya di akhir pekan, Sea memutuskan untuk mendatangi mertuanya. Mereka memasak dan membuat kue bersama-sama.

Sea sangat bersyukur memiliki mertua yang baik dan begitu pengertian padanya. Karena Citra tidak pernah sungkan bercerita dengan apapun yang terjadi padanya sehingga membuat Sea merasa nyaman ketika berada di samping mertuanya.

"Sea, nanti kue keju yang itu kamu bawa pulang aja ya! Siapa tahu David pulang hari ini, dia pasti senang kamu suguhkan makanan kesukaannya." Ucap Citra ketika mereka baru saja selesai membuat kue.

"Iya Ma. Harusnya sih hari ini sudah pulang, tapi nggak tahu juga kalau diundur." Ucap Sea.

"Biasanya David selalu tepat waktu."

"Kalau gitu aku pulang sekarang aja Ma, takutnya nanti Kak David sudah pulang." Sea sambil menyiapkan kue yang akan ia bawa pulang.

"Biar diantar sopir Mama saja!"

"Baik Ma, terimakasih." Sea tidak lupa mencium punggung tangan Ibu mertuanya sebelum dia pulang. Jarak rumahnya dengan rumah sang mertua tidak begitu jauh sehingga tidak perlu waktu lama untuk Sea sampai dirumahnya. Namun saat sampai dirumah, dia sangat terkejut melihat David yang sudah duduk di teras.

"Dari mana saja kamu? Sudah tahu suami mau pulang, kamu malah kelayapan." Sentak David.

"Aku tadi main ke rumah Mama Kak. Ini aku bawakan kue keju hasil aku sama Mama uprek di dapur. Kata Mama ini kue kesukaan Kak David?" Sea membuka paper bag yang dibawanya.

"Bukan kue itu yang aku inginkan." Ucap David sambil mendekati Sea.

"Loh, kal David sudah tidak menyukainya lagi? Padahal tadi Mama sengaja buat kue ini buat kak David dan aku sekalian belajar."

David hanya menggelengkan kepalanya, lalu ia berbisik di telinga istrinya. "Aku ingin makan kue empuk milikmu, cepat bersihkan badanmu!"

Sea yang mengerti dengan keinginan suaminya hanya tersenyum samar. Dia sama sekali tidak mengerti dengan sikap David. Mulutnya sering menyakitinya, tapi tubuhnya selalu memujanya dan membuat Sea ikut menikmati permainan David

"Sea, kenapa kamu lama sekali mandinya?" Tanya David yang sudah tidak sabar dan sudah menerobos ikut masuk ke kamar mandi.

Hasratnya semakin menggebu saat melihat Sea sedang membilas tubuhnya di bawah guyuran air shower. Tanpa lama-lama dia langsung melucuti pakaiannya dan segera memojokkan Sea ke dinding. David langsung meraup bibir ranum Sea dengan tangan yang meremas dan memainkan anakan gunung kembar milik Sea. Merasa kurang nyaman dengan posisi berdiri, dia pun langsung membopong Sea dan membawanya ke tempat tidur. Kini mereka sudah sama-sama polos diatas ranjang dan David sudah sangat siap untuk masuk dan menggempur goa istrinya dengan ritme sesuka hatinya.

Akhirnya setelah satu jam permainan dan dengan beberapa gaya, barulah mereka saling melepas kenikmatan dengan suara sana-sama puas.

"Ahhh,,," desah Sea yang masih terkulai lemas karena David sangat keras menjamahnya.

"Sekali saja ya Kak! Aku capek banget." Ucap Sea karena ia sudah kewalahan melayani suaminya.

"Enak saja, nanti aku akan kembali menggempur mu, tapi sekarang aku beri kamu waktu satu jam untuk istirahat dan setelah itu kamu harus kembali siap melayani ku. Bukankah itu sudah menjadi kewajibanmu sebagai seorang istri untuk melayani suami?"

Sea mengangguk. Dan setelah satu jam berlalu benar saja tombak David sudah kembali berdiri dan siap menerobos lubang sempit istrinya. Dia pun kembali menggempur istrinya lagi dan lagi. Sampai saat tiga kali pelepasan, barulah ia ambruk di atas tubuh sang istri karena terakhir kali ia bermain dengan berdiri di tepi kasur.

"Sea, kamu semakin pintar bergaya. Apa selama aku tidak ada kamu belajar dengan pria lain?"

"Kak, bisa tidak kamu bicara baik padaku? Kalau Kak David ingin aku belajar dengan laki-laki lain, baiklah aku akan mencobanya dan membandingkan dengan permainan kamu. Aku menyesal sudah menuruti semua perintah dan kata-katamu jika akhirnya kamu tidak percaya padaku dan selalu menghujat ku tanpa memperdulikan perasaanku." Ucap Sea yang sudah kesal karena tuduhan David yang selalu buruk padanya.

"Coba saja kalau berani! Akan ku potong-potong sosis pria itu dan aku berikan pada hewan tetangga." David langsung turun dari tubuh Sea dan berbaring di samping wanita itu dengan pandangan menatap lurus ke arah langit-langit kamar.

"Kenapa harus marah Kak? Bukankah Kak David tidak mencintaiku lagi? Tapi tenang saja, aku belum pernah mencobanya dengan laki-laki lain. Hanya kamu saja yang mencicipi untuk pertama kali dan melanjutkannya sampai saat ini." Sea tersenyum nakal di depan David karena ia penasaran dengan reaksi laki-laki itu.

"Sea kamu pinter banget bicara. Ahh,,," David menarik selimut dan akan segera menggempur Sea untuk yang ke empat kalinya. Namun wanita itu langsung bangun dan berlari ke toilet.

"Maaf Kak, aku kebelet." Teriak Sea didalam kamar mandi yang sudah dia kunci.

"Brengsek. Dia sengaja mempermainkan aku. Kamu juga ngapain berdiri terus dari tadi?" Umpat David melihat tombaknya yang sudah kembali tegang. David segera beranjak menuju kamar mandi yang satunya dan dengan terpaksa dia bermain solo untuk menidurkan alat vitalnya. Sementara Sea cekikikan dalam hati mendengar suara umpatan David karena kesal.

"Bukan hanya kamu yang bisa mempermainkan ku Kak, tapi aku juga bisa. Baiklah Kak, kita lihat sejauh mana Kak David membenciku."

Malam harinya mereka makan malam berdua dalam diam. David beneran mendiamkan Sea karena kesal sudah dipermainkan. Sementara Sea, wanti-wanti takut laki-laki itu akan membalasnya.

"Tok,,tok,,tok."

Suara ketukan pintu terdengar dari luar rumah David dan Sea. Mbok Sum yang sedang di dapur langsung beranjak ke pintu depan. Terlihat Arda dibalik pintu yang tersenyum ramah pada wanita paruh baya itu.

1
Midah Zaenudien
perasaan Bru start eh tau x udh hbis SJ double up boleh GK 🤭🤭
Atik's: insyallah nanti malam ya kakak 😍
total 1 replies
Midah Zaenudien
semangat nulis x jgn lupa up x aku penasaran
Midah Zaenudien
bgus wlu bnyk yg hrus d koreksi
Midah Zaenudien
mf Thor aku jdi binggung SM alur x
Kartini Davi
lucu kamu sea Tia gemes liat kamu sea
Kartini Davi
sea-sea kamu terlalu polos
Kartini Davi
ternyata David posesif juga
Kartini Davi
terlalu polol kau sea.....
azka
👋
Uji Coba
Mr p
Uji Coba
dari awal baca sampai bab 21 masih ok. alur masih nyambung. semoga kedepannya tidak ada pelakor ya Thor. semangat nulisnya. aku akan setia padamu seperti David ya g setia pada Sea. wkwkwk.. ku tunggu dobel update setiap hari
Uji Coba: dari awal sampai bab 21 dibikin senyum-senyum sama tingkah Sea dan David. semoga kedepannya tidak ada drama pelakor ya Thor. tapi ya terserah author lah. aku akan setia padamu.. wkwkwk.. seperti David yang setia pada istri kecilnya yang agak oon.. Ups... bukan ngejek ya Thor, ya. 😍😍
total 1 replies
Uji Coba
🤣
azka
Sea bikin ngakak brutal🤣🤣
sabun
Sea Sea😎😎
sabun
semangat💪💪
Mama Farez
buatlah karya dengan fikiran sendiri jangan menjiplak karya orang lain..
karna cerita anda sama dengan orang lain yg judulnya istri kecil sang pewaris cuma yg beda cm nama tokohnya...klu gak percaya cb cek dia udah ada bab 2 hargailah karya orang tor ...
jangan asal ketik kasihan orang yg udah mikir2 eh gak tau udah d jiplak
baru 2
nice
baru 2
😍
baru 2
sangat puas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!