Lusiana mengakhiri hidupnya karena sangat kecewa dengan Sang Mama yang tidak pernah mengerti akan perasaannya.
Lusiana mengira setelah kematiannya adalah akhir dari rasa sakitnya, tetapi, justru arwah yang penuh luka dalam dendam itu membawanya harus terjebak di dalam boneka.
Lusiana yang berada di dalam boneka memuaskan dendam dan mencari siapapun yang pantas mendapatkan hukumannya.
Lusiana, dialah boneka yang akan menghasut siapa pemiliknya untuk melakukan kejahatan.
Cerita ini hanya fiktif, bagi yang menyukainya, jangan lupa untuk like dan komen setelah membacanya, ya.
Dukung karya author, ya. 💙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendapatkan Teman Baru
Lusiana yang terlempar itu berjalan dengan merangkak, begitu cepatnya, lalu menyerang leher si pria bertato yang sedang melepaskan kaos.
Lusiana menggigit dan gigitan boneka yang sama sekali tidak mempunyai gigi itu hanya membuat si pria terkejut dan si pria bertato itu menarik tubuh kecil Lusiana, pria bertato itu terkejut saat melihat mata merah dari boneka yang digenggamnya itu.
Pria itu mencoba membanting, tetapi, Lusiana sudah menempel di tangan si pria dan si pria yang ternyata sangat penakut itu mengibaskan Lusiana dan Lusiana pun terlepas.
Tanpa memungut celana jeans nya, si pria sudah harus berlari, dan Lusiana yang melihat ada serpihan besi sedikit runcing itu mengambilnya.
Lusiana melemparkan besi itu dan mengenai leher si pria.
"Aaaa!" pekik si pria yang merasakan sakit di lehernya, darah mengalir dan itu membuat si pria bertekuk lutut.
Lusiana berjalan dengan begitu cepatnya, segera mengambil besi yang masih menancap di leher pria tersebut dan Lusiana mengakhiri kesakitan pria itu dengan caranya yang begitu sadis.
"Sampah sepertimu, tidak pantas hidup!" kata Lusiana.
Sementara itu, gadis yang terduduk di sudut gang buntu itu menekuk lututnya, ia menatap Lusiana yang berjalan mendekat.
"Mahluk apa kamu?" tanya gadis yang belum berkenalan dengan Lusiana.
"Aku, namaku Lusiana." Lusiana mengenalkan dirinya.
"Siapa namamu?" tanya Lusiana seraya meraih tangan gadis itu yang gemetar.
"Namaku Alea," jawab Alea yang merasa takut, gadis berambut pendek itu mengibaskan tangan Lusiana.
"Jangan takut, aku ada di pihakmu, sekarang, kita harus cepat pergi sebelum ada yang melihat kita," kata Lusiana dan Alea pun membebaskannya.
Alea berjalan cepat meninggalkan pria bertato yang sudah tidak bernyawa.
Alea semakin mempercepat langkah kakinya saat menyadari Lusiana masih mengikutinya.
Karena sangat takut, Alea sampai terjatuh karena kakinya harus masuk ke selokan yang berlubang.
Dengan tergesa dan nafas yang tersengal, Alea kembali bangun dan walau bertubuh sangat kecil, Lusiana membantu Alea dan Alea tak berani menolak karena takut pada Lusiana.
Mau tak mau, Alea membiarkan Lusiana ikut pulang. Alea masuk melalui pintu belakang dan Alea terpergok oleh Ibunya yang galak.
"Dari mana kamu?" tengah malam seperti ini baru pulang, mau jadi jablai, kamu?"
Alea menggelengkan kepala dan Ibu Alea merasa ada yang berbeda dengan putrinya.
"Kamu kenapa? Dari mana kamu, kenapa kamu ketakutan?" tanya Ibu Alea.
Alea kembali hanya bisa menggeleng dan tangannya tak lepas menggenggam tangan Lusiana.
Alea ingin memberitahu Ibunya, tetapi, karena takut akan terancam, Alea yang gemetar itu hanya bisa diam.
"Kamu kenapa, sih?" tanya Ibunya yang mendesak supaya Alea mau menceritakannya.
"Ibu, sudah malam. Alea harus tidur, besok ada ujian," kata Alea dan Ibunya itu mengangguk.
"Jangan lupa mandi, bajumu sangat kotor!" perintah Ibu Alea dan Alea hanya mengangguk.
Semalaman penuh, Alea tidak memejamkan matanya, ia menatap Lusiana yang duduk di depannya.
Alea takut untuk memejamkan mata dan Lusiana yang duduk di depan Alea mengikuti pergerakan Alea. Alea memiringkan kepalanya ke kanan dan Lusiana mengikuti.
Lalu, Lusiana yang menyadari ketakutan Alea itu membuka mulutnya dan Alea terjengkang sehingga kepalanya membentur dinding.
Di kamar Ibunya, ia yang masih terjaga itu mengira kalau Alea terjedot saat tidur.
"Ssssstt!" Lusiana meletakkan jarinya di depan mulut, memberitahu Alea supaya tidak berisik.
"Aku tidak akan melukaimu," kata Lusiana seraya menatap Alea yang sedang membenarkan posisinya.
"Kenapa kamu bisa bicara, sedangkan kamu hanya boneka."
Lalu, Lusiana bercerita..
Tiga tahun lalu, Lusiana yang menjatuhkan dirinya dari jendela itu sempat meminta pada Tuhannya.
"Tuhan, jika aku menjadi arwah penasaran, ijinkan aku menghukum mereka yang berbuat jahat," pinta Lusiana sebelum memejamkan matanya.
Ia yang kesakitan itu memejamkan mata dan saat membuka mata, Lusiana sudah berada di dalam boneka yang ia peluk.
Setelah mendengar itu, Alea semakin merinding dan ketakutan, ia mengerti kalau yang ada di depannya itu adalah boneka hantu.
"A-apa yang membuatmu bunuh diri?" tanya Alea yang menekuk lutut, lalu memeluk lutut itu.
"Aku kecewa dengan hidup yang begitu tidak adil," jawab Lusiana, ia menitikkan air mata dan segera menghapusnya.
Setelah itu, Lusiana menatap tajam Alea. "Aku rasa, hidupmu juga tak jauh lebih baik dariku," kata Lusiana dan Alea menggeleng.
"Jangan bohong, baru saja aku melihat sendiri," kata Lusiana.
Dan sepertinya, Alea mulai akrab dengan Lusiana, terbukti dari Alea yang sudah mulai bercerita tentang hidupnya.
"Pria itu sebenarnya penagih hutang, Ibuku mengambil pinjaman untuk modal usahanya," jawab Alea.
Dan tanpa terasa, waktu menunjukkan pukul empat pagi dan Lusiana yang mendengar suara dari masjid itu terdiam.
"Aku harus istirahat," kata Lusiana dan Alea mengangguk.
Alea pun ikut memejamkan mata dan tidak lama kemudian, Ibu Alea membangunkannya.
"Alea, sekolah, Nak!" teriaknya dari pintu.
Dan Alea membuka matanya.
Alea melihat Lusiana yang tertidur di sampingnya dan Alea mengusap dadanya saat mendapati dirinya masih bernafas.
****
Singkat cerita, Alea yang sudah dalam perjalanan ke sekolah itu melihat kerumunan.
Alea sudah tau apa yang mereka lihat itu adalah mayat penagih hutang. Alea memilih untuk tidak melihatnya. Gadis berseragam putih abu itu berjalan melewatinya.
"Apa di jalan itu ada cctv?" tanya Alea dalam hati, Alea takut dirinya akan dituduh.
****
Dan detektif yang menangani kasus Karin itu menangani kasus kematian pria bertato.
Ia merasa heran karena lagi-lagi tanpa sidik jari, tetapi, kali ini pria berbadan tegap dan tinggi itu menemukan sebelah anting milik Alea.
Penyelidikan terus berjalan dan detektif itu mewawancarai warga sekitar dan dari barang bukti, ada seseorang yang mengenal anting itu.
"Itu milik Alea, anak penjual sayur di ujung jalan sana," kata si ibu berbadan gendut langganan Ibu Alea.
Singkat cerita, detektif itu sudah datang ke rumah Alea dan Ibu tidak menampik kalau itu adalah milik anaknya.
"Ya, benar. Itu milik anak saya yang hilang dua hari lalu," jawabnya.
"Boleh saya minta itu kembali, saya membelikannya untuk hadiah waktu ulang tahunnya," pinta Ibu Alea dan detektif itu mengatakan akan mengembalikan setelah kasus selesai.
"Dimana putri Ibu semalam?"
"Setelah mengerjakan PR, dia tidur," jawab Ibu Alea.
Tentu saja, Ibu Alea berbohong untuk melindungi putrinya.
Setelah itu, detektif pun pergi.
Sepulang sekolah, Alea mendapatkan pertanyaan.
"Dari mana kamu semalam?" tanya Ibunya yang langsung menutup pintu rumah saat Alea sudah masuk.
"Kamu tau, ada mayat di gang buntu, dia penagih hutang dan di sana ada anting milik kamu," ucap Ibu Alea dengan lirih, takut ada yang mendengar.
Alea mengusap telinganya dan benar saja, antingnya hanya ada sebelah.
"Di mana anting itu, Bu?" tanya Alea.
Ibunya tidak menjawab, tetapi memberi pertanyaan,
"Apa kamu yang melakukannya?"
Alea menggeleng.
Setelah itu, Ibunya memberitahu jawaban apa yang Alea harus berikan saat polisi bertanya nanti.
Alea mengerti dan bersambung.
Apakah Alea akan menjadi tersangka?
Like dan komen setelah membaca, ya.
Jangan lupa untuk vote/giftnya, terima kasih banyak 💙
Mohon maaf untuk typonya.
Thanks 🙏
kunti pula,lain perangai kok suka anak manusia...tpi untung bisa di atur juga...menurut orgtua2...kunti klo di paku cantik amat.....gimana klo kunti laki2 pasti ensome ya thor...🤣🤣
gimana menghapus kn lusi itu....gercep amat...brandal loh
jgn kmu coba2 lepas kn kalung cincin itu cilla...klo nggk mau kluarga mu mampus oleh lusi...dgn kau sekali mampus lohhh...
ada aja kelakuan.ny..
buruan cariin..