Nama gue Arin.Umur dua puluh tahun. Gue hanya gadis miskin .Keinginan gue hanya satu yaitu menaikkan derajat hidup keluarga gue agar tidak dihina dan direndahkan.Gue bekerja sebagai buruh pabrik di siang hari ,sore harinya gue kuliah. Jalan hidup gue penuh dengan liku-liku dan jalan terjal. Banyak cobaan cacian dan makian . Tapi gue tidak akan patah semangat walaupun gue terjatuh berkali-kali gue akan terus bangkit. Ini hidup gue ,dan gue akan terus bangkit dan berjalan menuju cita-cita dan cinta gue. Yuk ikuti dan lihat perjalanan hidup gue untuk memperjuangkan cita-cita dan cinta gue. Karena disitu akan penuh dengan canda tawa dan air mata juga tentang persahabatan yang abadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 🌹Ossy😘, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 9
Masih yang kemarin
Arin terbangun pukul tiga sore. Badannya sudah semakin terasa membaik. Rasa sakit bekas pukulan sudah tidak terasa lagi. Suhu tubuhnya sudah turun. Sakit kepala yang dirasakan pun sudah hilang . Arin sudah merasa lebih baik dari sebelumnya."Jam berapa ya..sudah sore ternyata. Nyenyak banget gue tidur. Badan terasa ringan. Seger rasanya...infus sudah habis ternyata. Mungkin harus pencet bel ya untuk memanggil suster apa dokter " Arin mencari-cari tombol untuk memanggil petugas. Belum sempat menekan tombol, terdengar pintu terbuka. Dr Bara masuk ke dalam ruangan
" Sudah bangun Arin. Cairan infus sudah habis .Dicopot saja ya. Badan kamu bagaimana rasanya. Sudah membaik kan Sakit kepalanya bagaimana.Suhu tubuh sudah normal. Semua sudah baik-baik saja . Sudah boleh pulang ." Dr Bara mencopot alat infus dan memeriksa seluruh tubuh Arin dengan teliti. Sebenarnya jam dinas dia susah habis tapi karena masih penasaran dengan luka yang dialami Arin ,dia minta ijin untuk tetap memantau keadaan Arin. Biarlah dia pulang terlambat asal bisa tau informasi tentang Arin.
"Dokter kalau tanya tu satu- satu gue jawabnya bingung. .." Arin cemberut.
"Hahahaha.. baiklah maaf...maaf.. sekarang ngomongnya sudah pake gue. Sudah rileks ya...hahaha...baguslah." Dr Bara merasa lucu melihat wajah Arin yang cemberut"Manis..."
" Apa yang manis dok...maaf dok kok jadi ngomong gue ..maaf pak dokter saya keceplosan. Sudah kebiasaan kalo ngobrol pakai lo gue ..maaf ya dok.,"
" Apa yang manis....hahaha...mungkin inget tadi makan kue masih terasa manisnya hahaha ..." Sang dokter menggaruk kepalanya kebingungan menjawab pertanyaan Arin karena dia keceplosan tadi. "Tidak apa malah terasa lebih akrab. Ok kita ngobrol bukan sebagai dokter dan pasien bagaimana Arin .Boleh kita pakai lo gue, tidak apa- apa yang penting kamu nyaman. bagaimana setuju ..deal ya.." Dokter Bara mengacungkan kelingkingnya ke arah Arin. Arin tidak langsung menjawab.Tentu saja Arin kebingungan.Apa maksud Pak dokter . Dia hanya bengong ,melongo. " Hahaha.. mulutnya ditutup ada lalat masuk. Kenapa bengong hm... Aku cuma mau mengajak berteman sama kamu, Arin. bagaimana setuju kan ..kayaknya seru ni ngomong lo gue hahahaha . Kita berteman ya ..setuju kan?" Dr Bara tertawa merasa senang sekali melihat Arin yang bengong terlihat menggemaskan . Dia acak rambut Arin .
"Ikh Pak dokter apaan si.. " Arin tentu merasa risih diperlakukan seperti itu , secara mereka dokter dan pasien. Tapi juga merasa senang ditengah kebingungannya mencari biaya ada seseorang yang membantu."Baiklah gue setuju , tapi bener tidak apa-apa ngomong begini. Jangan lo gue kali ya. Aku kamu aja mungkin lebih sopan dok."
" Tidak apa-apa Arin .its oklah kalo kamu maunya begitu . Anggep aja aku temen kamu .. bagaimana ...setuju kan . Panggil aku Mas ..ya mas Bara ..gitu ya .. hahahaha." Bara masih saja tertawa. Seru juga berbincang dengan ABG pikirnya . Sedikit mengerjai juga tidak berdosa kan. Mumpung masih disini di rumah sakit . Sebentar lagi dia akan pergi ke luar negeri melanjutkan study untuk memperdalam ilmu spesialis yang dia inginkan. Ya tiga hari lagi Bara berangkat. Tapi dia tidak mau memberitahu Arin. Sebenarnya Bara juga merasa berat ada suatu rasa yang dia rasakan buat Arin . Baru mulai sudah harus menjauh. Tapi Bara harus mengejar cita-citanya . Ini ujian bagi Bara ,tapi dia tentu tetep memilih cita-citanya. Kalo memang jodoh pasti akan dipertemukan . Lagian Arin juga masih sekolah.
"Sekarang kamu siap- siap, bersih- bersih , ganti baju . Kita makan di kantin yukk . Makanan pasien kan tidak enak. O ya semua biaya rumah sakit sudah aku bayar semua . Biaya kamu dan ayah kamu sudah lunas. "
" Memang dokter tau ayah aku yang mana ."
" Tentu tau dong. Nama ayah kamu Suparyanto . Tapi lebih sering dipanggil pak Yanto dirawat di kamar aster 4 . Sakit karena serangan jantung ringan."Dr Bara menjelaskan dengan rinci.
" Serangan jantung dok..yang bener dok ..tapi penjelasan dokter kemarin cuma tekanan darahnya yang rendah .Apakah parah dok..?"Arin baru mengerti sekarang kenapa biayanya cukup mahal.
" Tidak parah . Kan tadi aku ngomong , serangan jantung ringan. O ya ini baju ganti buat kamu. Masa mau pakai baju yang kemarin. Jangan heran ya kok tau ukurannya hahaha ....ups maaf . Itu semua suster yang memilih ."
Arin cuma bisa menatap sang dokter dengan tidak mengerti .Dia bingung apa maksudnya ucapan dokter Bara . Dia terima kantong yang diberikan oleh dokter." Makasih ya dok..maaf sudah banyak merepotkan. Nanti kalo Arin sudah dapat uang pasti Arin kembalikan semua biaya yang telah di keluarkan dokter. Ya udah Arin ganti baju dulu ." Arin berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti baju. Ternyata baju yang dibelikan pak dokter pas ditubuh Arin . Arin jadi mengerti maksud ucapan pak dokter tadi. Dia merasa malu sendiri karena ternyata ****** ***** dan BH nya pun pas ditubuhnya. Jadi ini maksudnya . Arin keluar dari kamar mandi dengan menunduk. Dia masih merasa malu .
" Begini kan jadi cantik. Ayo kita keluar . Makan dulu di kantin ,lalu baru menemui keluarga kamu . Tadi aku sudah bilang sama ibu kamu, kalo kamu tadi pagi sedikit pusing dan istirahat sebentar di kamar sebelah. Tenang saja beliau sudah tau dan mengerti. Ayo ..keburu laper ini."
" Bunda ga kaget dok.. keadaan ayah bagaimana." tanya Arin tidak sabar ingin mengetahui keadaan ayahnya
" Pertama bunda kamu pasti kaget dan panik. sudah aku jelaskan pelan- pekan. Ayah kamu tadi masih tidur jadi tidak mendengar apa yang aku katakan. Ayah sudah semakin sehat . Besok sudah boleh pulang. Kamu anak yang berbakti ya. Walaupun keadaan kamu tidak baik- baik masih memikirkan orang tua . .. Ayo sambil jalan ngobrolnya .Aku lepas dulu baju dokternya.Tidak enak makan dengan seorang gadis cantik masih pakai baju dinas. Mampir ke ruangan aku sebentar ya .itu diujung sana .Tidak lama kok."
" Alhamdulillah ayah sudah semakin sehat. Terima kasih ya dok telah membantu menjelaskan semuanya kepada bunda... Baiklah pak dokter sekarang Arin nurut aja apa kata pak dokter."
" Nah gitu ..kan manis ."
" Memangnya aku gula dok .. udahlah ayo dok . " Arin mendahului keluar kamar Dia berpikir omongan dokter semakin kacau.
" Eittsss tunggu dulu sebentar. Jalannya cepet amat si cewek ,..Arin. .. tungguin ." Bara berjalan cepat menyusul Arin. Dasar cewek aneh pikirnya
Tapi lucu dan menggemaskan. Bara tersenyum- senyum sendiri. " Ada apa denganku ya Hahaha."
gumannya lagi sambil menggelengkan kepala.
"Ada apa dok,kok tertawa sendiri .Ada yang lucu kah." kata suster yang berpapasan dengan Bara . Bara tidak menyadari kalo dari tadi ada yang melihat kelakuannya Bara hanya tersenyum.Dia melihat sekitar nya dia jadi tertawa lagi .Bara hanya mengangguk menjawab pertanyaan sang suster
" Arin ..ayo itu kantin nya .Kamu pilih tempat duduk ,aku mau ke toilet dulu , sekalian pesankan menu untukku ya ..apa saja aku mau."
"Baik dok...." Arin menuju ke kedai yang ada di kantin itu Dia memilih beberapa menu buat dia dan Dr Bara. Lalu mencari tempat duduk .Kantin terlihat lumayan rame. Untung masih mendapatkan tempat duduk . Dia memilih duduk dipojok paling pinggir . Bisa melihat keluar. Ternyata ada sebuah taman yang sangat indah , ditumbuhi beberapa macam tanaman bunga yang sedang berbunga . Suasana sore yang sangat indah. Di taman juga terlihat lumayan rame .Dilihatnya di kejauhan Dr Bara berjalan mendekati nya . Tapi Arin lebih fokus melihat taman bunga lagi. Karena bunga yang bermekaran terlihat sangat indah
" Sudah pesan makanan. Aku sudah dipesankan juga kan." Arin mengangguk.Dia lagi melihat ke arah taman . Disana banyak pasien yang duduk di kursi roda sedang menikmati sore .
"Dok..." Arin menoleh dia tidak meneruskan ucapannya .Dia lihat penampilan Bara yang berubah padahal cuma cuci muka saja .Tapi kelihatan berbeda . Sangat menawan . Arin sampe bengong.
" Hey ..ada apa si. sampe gitu banget .... . ada yang aneh ya . Kok bengong . Apa aku terlihat tampan . hahahaha." kata Bara sambil mengibaskan tangannya ke muka Arin.Bara merasa lucu melihat respon Arin.
" Ikh dokter .. Ga ada apa-apa . Kaget aja dokter apa bukan kok terlihat berbeda " Arin tersipu malu ." Ternyata Dr Bara ganteng juga ya Tapi aku masih sekolah tidak boleh memikirkan hal yang bukan- bukan . Lagian kan aku sukanya sama Fian ." Arin berkata dalam hati memalingkan muka karena malu. Untung pelayan segera datang membawa pesanan mereka .
" Ini pesanan kalian .betul semua kan . Silahkan dinikmati Dr Bara sama mbaknya " pelayan meletakkan semua yang dipesan Arin
" Terima kasih mbak.." Jawab mereka berdua bersamaan. Pelayan tadi hanya menganggukkan kepala dan pergi dari meja Arin.
" Pak dokter terkenal ya. sampai pelayan kantin juga tau..." Arin mengangguk- anggukkan kepala.dia menyuap makanan yang dia pesan
"Kan aku sering kemari pasti semua yang bertugas di kantin kenal dong.. kok manggil pak dokter lagi si .Tadi kan sudah aku bilang manggil Mas...mas Bara ..inget ya kalo diluar manggilnya begitu ." Bara tersenyum setelah mengucapkan itu semua. Dia merasa geli sendiri. Mengerjai Arin menjadi hobi barunya.Sangat menggemaskan pikirnya.
" Tadi mau ngomong apa hm..ayo teruskan. Tapi sambil dimakan makanannya ya.aku laper." Bara begitu lahab memakan makanan yang dipesan Arin tadi.
" Bagaimana cara Arin melunasi semua hutang Arin dok..eeeh mas. jadi aneh ,manggil dokter aja deh." Arin merasa aneh sendiri dengan panggilan mas pada sang dokter.
"Hahahaha...ya udah terserah kamu enaknya manggil apa ." seneng juga mengerjai Arin .Dr Bara tertawa lagi" Sekarang makan dulu .Besok kita bahas di taman itu jam empat sore ya .Aku tunggu.Jangan sampe tidak datang ok."
Mereka berdua menghabiskan makanan yang dipesan . Mereka tidak menyadari ada tiga pasang mata mengawasi mereka berdua.
Siapakah mereka Kira-kira siapa ya...
aku menanti mu....
kenapa seperti ini....
🤔🤔🤔🤔
semua masalah ada penyelesaiannya
jangan berbuat konyol ..dan merugikan diri sendiri
karna kau siram dengan kasih sayang mu 😘😘😘😘😘
ngak ngaca apa yg menimpa diri nya 😡😡😡 masih untung selamat dari maut kecelakaan kok gak Sada mulut masih lemes aja
dasar Mak Mak komplek 😡😡😡😡
pada akhirnya penderitaan Arin berakhir seiring dengan hembusan nafas nya juga ikut berakhir....
tega banget kamu thor,,,,
gak kasih kesempatan Arin buat ngerasain kebahagiaan.... 😭😭
kenapa harus meninggalkan
kisah Airin sangat nyenyak didada. rasa rasa nya. jarang ke bahagian menghampiri nya
takdir Airin memilukan.
terus kapan pertemuan di ujung jalan nya 🤗🙏🥰 apa bertemu dokter bara di jembatan siritolmustakim 😭😭😭😭