"Siapa kamu? Kenapa kamu masih virgin?" teriak Zico saat malam pertamanya dengan Nirmala yang ia sangka adalah Viola, istrinya. Jika kebanyakan laki-laki akan marah jika mengetahui istrinya sudah tidak virgin lagi, tapi Zico malah marah saat mengetahui istrinya masih virgin.
Bagaimana tidak marah kalau sebelum dirinya menikah dengan Viola, mereka sudah sering melakukan hubungan suami istri.
Lalu kenapa bisa Viola berganti menjadi Nirmala? Mari kita ikuti cerita Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Setengah jam kemudian.
"Dimana Tuan Muda?" Tanya dokter Sonny pada Bibi Below yang memang menunggu kedatangan dokter Sonny.
"Ada di kamar-nya dok." Jawab Bibi Below.
Dengan setengah berlari, dokter Sonny pun naik ke lantai atas dengan menggunakan tangga.
Sesampainya di lantai atas, dokter Sonny melihat empat bodyguard Zico dan Paman Dru berdiri di depan pintu kamar, mereka berlima terlihat sangat gelisah, terutama Paman Dru. Selain memikirkan kesehatan Zico, otak Paman Dru juga berpikir tentang kemunculan Viola yang sangat tiba-tiba.
Apa aku melewatkan sesuatu?
Begitulah yang ada di pikiran Paman Dru. Ia mencoba mengingat kembali rentetan kejadian mulai dari resepsi pernikahan.
Di dalam kamar.
"Eugh.." Zico melenguh sambil mengerjapkan matanya.
"Sayang.." panggil Viola yang sejak tadi duduk di samping Zico.
"Siapa kamu? Viola atau Nirmala?" Tanya Zico setelah matanya terbuka sempurna.
"Ini aku Viola, Sayang." Jawab Viola.
Zico diam dan hanya menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya kasar.
"Kamu tidak apa-apa kan? Apa kepala mu masih sakit?" Tanya Viola seraya hendak memegang kepala Zico namun dengan cepat Zico menghindar.
Melihat Zico menghindar, Viola pun memasang wajah melas-nya dan mulai berdrama.
"Apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi? Makanya kamu tidak mau aku sentuh?" Tanya Viola dengan wajah sedihnya.
Melihat wajah sedih Viola, Zico pun merasa bersalah.
"Maaf, aku hanya masih shock dan bingung dengan keadaan ini. Aku harap aku mengerti Vi." Ucap Zico.
Di luar kamar.
"Tuan Dru.." sapa dokter Sonny.
Sangking seriusnya mengingat, Paman Dru sampai tidak sadar kalau dokter Sonny telah tiba.
Sontak Paman Dru menoleh.
"Anda sudah datang? Mari masuk." Ajak Paman Dru sambil berjalan menuju pintu kamar Zico dan membuka-nya.
Paman Dru dan dokter Sonny pun masuk ke dalam kamar Zico.
Sesampainya di ruang tidur, ternyata Zico sudah sadarkan diri.
"Selamat pagi Tuan Muda." Sapa dokter Sonny.
"Mmm.." balas Zico.
Dokter Sonny pun berjalan mendekati Zico.
"Tolong tinggalkan saya dan dokter Sonny berdua." Ucap Zico dingin.
Mau tidak mau Viola dan Paman Dru pun keluar dari dalam kamar.
Setelah Paman Dru dan Viola keluar dari kamar, dokter Sonny pun melanjutkan pemeriksaannya pada Zico.
"Apa yang Anda rasakan saat ini Tuan?" Tanya dokter Sonny.
"Sakit." Jawab Zico dengan tatapan kosong.
"Kepala Anda sakit? Kalau begitu, bagaimana kalau sekarang kita pergi kerumah sakit untuk melakukan MRI."
Zico menggelengkan kepalanya.
"Hati ku yang sakit dok." Jawab Zico.
Dokter Sonny mengernyitkan keningnya mencoba untuk mencerna kata-kata Zico.
"Orang yang selama ini selama ini aku percaya, orang yang sudah aku anggap sebagai Ayah sendiri, ternyata melakukan konspirasi untuk menguasai harta-ku." Lanjut Zico.
Mendengar kata-kata Zico, barulah dokter Sonny paham rasa sakit yang sedang Zico rasakan.
Dokter Sonny tidak menanggapi kata-kata Zico dan hanya menjadi pendengar yang baik.
"Kenapa Paman Dru melakukan itu? Kenapa? Kenapa dokter?!" Tanya Zico seraya menangis.
"Tenangkan pikiran Anda, Tuan. Bisa jadi ini hanya salah paham." Balas dokter Sonny.
"Salah paham bagaimana dok, semua bukti konspirasi Paman Dru dan wanita yang mirip dengan Viola sudah ada di depan mata!"
"Anda kan bisa mencari tahu lebih dulu kebenarannya."
"Jadi maksud dokter, Viola lah yang berbohong??!" Tanya Zico dengan tatapan tajam.
"Saya sangat tahu istri saya dok!! Dia wanita yang lemah hati, jangankan melakukan konspirasi, di bentak saja dia sudah menangis. Jadi dokter jangan asal bicara yah!!" Lanjut Zico.
"Maaf Tuan." Hanya kata maaf yang bisa dokter Sonny katakan. Dokter Sonny tahu saat ini Zico pasti sedang labil, jadi daripada jiwa tempramental Zico bangkit, maka dari itu dokter Sonny memilih untuk tidak melanjutkan perdebatan dengan Zico.
"Sekarang dokter keluar!" Usir Zico.
"Tapi saya belum memeriksa Anda, Tuan."
"Saya tidak mau di periksa Anda lagi!! Saya akan mencari dokter pribadi yang baru!" Balas Zico. Secara tidak langsung Zico sudah memecat dokter Sonny sebagai dokter pribadinya.
Dokter Sonny hanya bisa menghela nafasnya kasar.
"Baik Tuan, saya mengerti. Terimakasih sudah mempercayakan saya menjadi dokter pribadi Anda kurang lebih sepuluh tahun. Semoga Anda mendapat dokter pribadi yang lebih baik dari saya." Ucap dokter Sonny.
"Saya permisi dulu, Tuan." Pamit dokter Sonny lalu keluar dari dalam kamar Zico.
Setelah dokter Sonny keluar dari dalam kamarnya, Zico pun mengambil bukti-bukti palsu yang Viola letakkan di nakas samping ranjangnya, ia kembali membaca satu persatu bukti palsu itu.
"Sssh... Aaargh.." ringis Zico sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit lagi.
Kepalanya yang sakit ditambah lagi bukti-bukti palsu yang ia baca membuat Zico emosi Zico menjadi meledak.
Zico pun mengambil ponselnya, lalu menghubungi pihak kepolisian untuk segera datang ke ZG Mansion.
Viola yang hendak masuk ke ruang tidur, menghentikan langkahnya dan bersembunyi di balik dinding penyekat antara ruang tidur dengan ruang santai kamar Zico.
Mendengar Zico menghubungi polisi, Viola tersenyum penuh kemenangan.
"Ini yang dinamakan sekali tepuk, dua nyamuk mati." Gumam Viola dalam hati.
"Sayang..." Panggil Viola sambil berjalan memasuki ruang tidur dan berpura-pura tidak tahu kalau Zico baru saja menghubungi polisi.
Zico menoleh sambil meletakkan ponselnya kembali ke nakas lalu menurunkan kaki-nya ke lantai.
"Dimana Paman Dru dan wanita itu?" Tanya Zico.
"Kalau Paman Dru tadi ke bawah mengantar dokter Sonny, sedangkan wanita itu, aku tidak tahu. Mungkin bersembunyi di paviliun belakang atau mungkin saja diam-diam sudah kabur dari mansion ini, karena sejak tadi aku tidak melihatnya." Jawab Viola.
Zico pun mulai berdiri dari duduknya di pinggir ranjang.
"Kamu mau kemana Sayang?" Tanya Viola.
"Mau menemui Paman Dru dan wanita itu!" Jawab Zico dengan tatapan penuh amarah.
"Suruh saja mereka kesini, kenapa juga harus kamu yang menemui mereka?"
"Aku tidak sudi mereka menginjakkan kaki-nya di kamar ku lagi!" Jawab Zico.
Viola tersenyum tipis mendengar kata-kata Zico.
Zico pun keluar dari dalam kamarnya dan diikuti Viola dari belakang.
• • • • •
Di lantai bawah.
Setelah mengantar dokter Sonny sampai di halaman mansion, Paman Dru pun masuk lagi ke dalam mansion.
"Paman..." Panggil Nirmala yang ternyata sejak tadi menunggu Paman Dru turun dari lantai atas tapi begitu Paman Dru turun, ternyata Paman Dru bersama dengan dokter, jadi Nirmala kembali menunggu sampai Paman Dru selesai mengantar dokter Sonny.
"Nona..." Paman Dru pun menghentikan langkahnya yang ingin berjalan menuju tangga.
Nirmala pun mendekati Paman Dru.
"Paman, bagaimana ini Paman? Nona Viola telah kembali, lalu saya harus bagaimana sekarang?" Tanya Nirmala dengan suara bergetar.
"Tenang. Saya akan mencari tahu dan mencari solusi-nya." Jawab Paman Dru.
"Bagaimana saya bisa tenang Paman, nyawa saya terancam sekarang."
"Percayalah, Tuan Muda tidak akan membunuh-mu. Sekalipun Tuan Muda marah, pasti dia akan marah pada ku. Karena dia tahu kalau ini semua adalah ide ku, tidak ada kaitannya dengan mu." Balas Paman Dru.
"Lalu bagaimana nasib keluarga ku Paman? Apa biaya pengobatan Ibu ku akan terus berlanjut atau malah berhenti di tengah jalan? Lalu sekolah adik-adik ku bagaimana?" Itulah ketakutan Nirmala yang paling besar. Ia takut biaya pengobatan Ibu-nya akan berhenti di tengah jalan dan biaya pendidikan kedua adik-adiknya di hentikan serta Ibu dan kedua adiknya di usir dari rumah yang di belikan Paman Dru sebagai kompensasi untuk Nirmala sebagai istri pengganti.
"Tenang saja, semua itu tidak akan terjadi. Percayalah." Jawab Paman Dru. Paman Dru sangat percaya diri kalau Zico juga akan memaafkan dirinya dan Nirmala sama seperti saat pertama kali Zico tahu kalau Nirmala bukan lah Viola.
Paman Dru masih belum tahu kalau Viola menunjukkan bukti palsu yang sudah membuatnya sebagai tersangka utama. Dan Nirmala juga tidak tahu apa yang tadi di berikan Viola tadi sebelum Zico pingsan. Begitupun dokter Sonny juga tidak menceritakan pada Paman Dru perihal Zico yang menuduh Paman Dru dan Nirmala telah bersekongkol melakukan konspirasi.
Saat Paman Dru dan Nirmala sedang berbicara di depan tangga, tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang sedang menatap tajam ke arah mereka dari depan pintu lift.
Dua pasang mata itu tak lain dan tak bukan adalah Zico dan Viola.
"Kamu lihat itu Sayang. Mereka sangat akrab. Aku yakin saat ini mereka sedang membicarakan sebuah rencana licik lagi. Karena mereka tidak menyangka dengan kemunculan ku ini." Ucap Viola memanas-manasi.
"Kamu harus segera menyingkirkan mereka dari mansion ini Sayang, kalau tidak nyawa kita berdua terancam. Kita tidak bisa lagi mempercayai Paman Dru, Paman Dru orang yang sangat berbahaya, semua akses ada dalam genggamannya." Lanjut Viola.
Dengan sorot mata yang tajam, rahang yang mengeras dan tangan yang mengepal, Zico berjalan mendekati Paman Dru dan Nirmala.
Mendengar langkah suara langkah kaki, sontak Paman Dru dan Nirmala pun menoleh ke arah sumber suara. Melihat Zico yang berjalan menghampiri mereka, Nirmala pun menundukkan kepalanya dan Paman Dru berjalan menghampiri Zico.
"Tuan Muda, apa Anda sudah baik-baik saja?" Tanya Paman Dru begitu berada di dekat Zico.
Zico melirik Nirmala sesaat lalu menengadahkan tangannya pada Viola yang ada di belakangnya sebagai tanda dirinya meminta bukti konspirasi Paman Dru dan Nirmala.
Viola pun memberikan bukti pada Zico dan Zico langsung melempar bukti itu ke dada Paman Dru.
"Apa maksud semua itu, Paman?" Tanya Zico dengan pandangan ke arah depan dan sorot mata yang tajam sambil sesekali melirik Nirmala yang masih menunduk.
Paman Dru membuka lembaran pertama bukti yang Zico lempar kasar ke dada-nya.
Mata Paman Dru langsung membulat lebar melihat di halaman pertama saja, namanya sudah di fitnah meretas rekening pribadi Zico.
Gila!! Untuk apa juga aku meretasnya, tanpa meretas pun, aku tahu berapa sandi rekening Zico.
Gumam Paman Dru dalam hati.
Mata Paman Dru semakin membulat kala melihat jumlah uang yang berhasil terkuras.
Sepuluh miliar?
Kaget Paman Dru dalam hati melihat angka yang fantastis itu. Dan yang lebih mencengangkan disana tertulis bahwa uang sepuluh miliar itu Paman Dru pakai untuk membeli rumah Ibu Nirmala serta membiayai pengobatan dan pendidikan kedua adik Nirmala, serta membayar orang-orang yang sudah turut membantu kelancaran konspirasi.
Paman Dru pun membuka lembaran-lembaran selanjutnya, dia makin kaget melihat namanya dan Nirmala di fitnah dengan begitu kejam-nya.
"Gila.. ini benar-benar gila!! Sangat tidak masuk akal!!" Lirih Paman Dru pelan namun masih bisa di dengar oleh Zico sambil menggeleng-gelangkan kepalanya.
"Apanya yang tidak masuk di akal Paman? Jelas saja semua masuk di akal! Paman kan sudah lama bekerja Daddy ku, jadi Paman bisa dengan mudahnya melakukan konspirasi ini dengan sangat rapih!" Zico menjeda sesaat kata-katanya.
"Pantas saja, Paman tidak ingin aku pergi ke perusahaan dan menutupi hilangnya Viola dan tidak mengusut penyebab kenapa helikopter itu bisa mati mesin agar tidak di ketahui publik, karena kalau publik sudah tahu, pasti mereka akan meminta polisi untuk ikut turun tangan mengusut kasus ini. Kalau publik sudah mengikuti kasus ini, Paman kan tidak akan mungkin bisa melobi kepolisian untuk menghilangkan jejak kriminal Paman." Ucap Zico.
"Pikiran Anda terlalu jauh Tuan. Kalau memang saya mau melakukan itu, kenapa tidak dari dulu saya melakukan itu saat Anda belum tahu apa tentang bisnis. Dan kenapa juga saya harus menghilangkan Nona Viola dan menyeret Nona Nirmala dalam masalah ini. Tolong pakai logika Anda Tuan Muda." Jawab Paman Dru.
"Cih... Jangan mengajari ku untuk memakai logika ku!! Karena logika ku sangat dangkal, tidak seperti logika mu dan gundik-mu itu yang tinggi, sangking tingginya sampai-sampai kalian merencanakan hal keji seperti ini." Balas Zico dengan nada penuh penekanan dan tatapan yang membunuh.
"Tuan-" baru saja Paman Dru ingin membela dirinya dan membersihkan nama Nirmala, tiba-tiba saja suara langkah sepatu mengalihkan pandangan mereka.
"Tuan Dru, Anda kami tangkap atas dugaan penggelapan uang, percobaan pembunuhan, penghilangan barang bukti dan kasus suap lembaga negara." Ucap salah satu polisi dari empat polisi yang datang ke ZG Mansion.
Mata Paman Dru membulat lebar sambil menoleh ke arah Zico.
"Tuan Muda..."
"Cepat bawa dia dan wanita itu." Perintah Zico.
Polisi itu pun langsung menarik tangan Paman Dru dan Nirmala.
"Tuan Muda ini tidak benar, tolong dengarkan penjelasan saya dulu." Ronta Paman Dru saat polisi hendak membawa Paman Dru.
Sama seperti Paman Dru, Nirmala juga meronta dan minta Zico untuk menaruh belas kasihan pada-nya. Tapi sayangnya Zico sama sekali tidak memperdulikan permohonan Nirmala dan Paman Dru.
Malah sekarang Zico pergi dari tempat itu, hati kecil Zico tidak kuat melihat Paman Dru dan Nirmala meronta memohon maaf, tapi pikirannya tetap saja bersikeras ingin menghukum Paman Dru dan Nirmala berdasarkan bukti palsu yang Viola berikan.
Karena terlalu emosi di tambah lagi kepalanya yang terus berdenyut, membuat Zico tidak bisa berpikir dengan jernih.
• • • • •
Bersambung....
...Jangan lupa LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE-NYA. ...
...💋💋 Sarangbeo 💋💋...