NovelToon NovelToon
Wanita Pilihan Ibunya

Wanita Pilihan Ibunya

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:206.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: El Geisya Tin

Lintni Syahrain seorang wanita yang mengalami pelecehan dalam satu malam yang membuat hidupnya hancur, bahkan terpaksa menikah dengan pria yang tidak disukainya.

Askelan Harrad seorang pria yang berhasil mencapai kekuasaan dengan segala cara, tapi dia sangat mencintai ibunya hingga terpaksa menikah demi membahagiakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Tidak Bisa Kabur

Tidak Bisa Kabur

 

Askelan dan Harrad, dua pria berpakaian rapi itu melangkah masuk dan duduk di salah satu kursi dekat jendela, sambil mengamati keadaan di sekitar restoran. Mereka kembali berbincang setelah memesan secangkir kopi, pada seorang pria gemuk yang duduk di belakang meja kasir. Saat mereka datang tadi, pria itu sedang marah-marah pada seseorang.

 Jordan, sang asisten pun memesan minuman yang sama dengan Askelan. Mereka datang ke tempat itu hanya untuk memastikan jika kabar tentang kepulangan seorang gadis dari penjara, dan kabur dari keluarganya berakhir di sana.

“Kau yakin tempat ini yang ditunjukkan asisten Ibuku?” Tanya Askelan pada Jordan.

“Ya,” jawab Jordan dengan sopan, dia duduk di hadapan Askelan sambil melihat layar ponsel dan menunjukkan gambar seorang wanita pada bosnya.

Askelan meliriknya sekilas dan tetap terlihat tenang walaupun bosan, apalagi mereka mendatangi tempat yang tidak menarik. Bangunan yang digunakan sebagai restoran itu terbuat dari kayu tua berkualitas tinggi tapi, tidak terawat.

“Silakan, Tuan.” Suara lembut dari seorang perempuan yang menyajikan kopi, membuat Askelan mengalihkan atensinya dari pemandangan di luar jendela.

Askelan menoleh dengan takjub melihat wanita cantik berkulit eksotis yang tersenyum lembut padanya sambil menyimpan cangkir kopi di atas meja.

Selesai menyajikan kopi, Lintani segera beranjak lagi untuk kembali ke tempatnya semula, ketika Askelan memegang tangannya.

“Tunggu!” katanya. Interaksinya itu dilihat jelas oleh Jordan dengan mata yang menyipit.

“Maaf, apa Anda masih membutuhkan yang lainnya, camilan, misalnya?” tanya Lintani setelah melepaskan cekalan tangan pelanggan yang kurang ajar itu.

“Aku pesan dirimu!” kata Askelan lagi, dan sedetik kemudian, plak! Satu tamparan keras mengenai pipinya.

Jordan terbelalak melihat gerakan Lintani yang tidak terduga telah menampar tuannya. Seketika dia menghalangi dan tubuhnya menjadi jarak antara Askelan dan Lintani.

“Sarah! Apa yang kau lakukan perempuan sialan!” kata pria gemuk, dialah putra Yesa yang mewarisi restoran ibunya.

“Maafkan aku, tuan Ford. Dia sudah kurang ajar padaku.” Kata Lintani pada pria gemuk itu untuk membela diri.

Askelan menyingkirkan tubuh Jordan dari hadapannya dan kembali berhadapan dengan Lintani sambil menyeringai.

“Kau bilang nama perempuan ini, Sarah?” tanyanya pada Ford, si gemuk anak Yesa. Pria itu mengangguk karena setahu dia perempuan itu memang bernama Sarah.

“Aku Sarah! Mau apa kalian?”

“Kau kira aku mau apa setelah kau tampar tadi! Kau harus ikut denganku!”

“Tidak akan, pergi saja sendiri karena aku bukan wanita murahan!”

Askelan dan Jordan mengerutkan alis, menurut informasi yang di berikan ibunya, gadis itu bernama Lintani Syahrain dan bukan Sarah. Apalagi sikapnya lembut dan ramah, tapi yang terlihat saat ini adalah wanita kasar yang tidak tahu diri.

“Hai, Nona Lin. Apa kau mencoba menipu kami?” kata Jordan, membuat Lintani bingung karena ada orang yang tidak dikenalnya memanggil namanya. Dia benar-benar tidak ingat siapa kedua pria yang tampak berkuasa itu.

Mendengar ucapan Jordan, seketika Ford marah dan dia mengusir Lintani begitu saja. Seketika gadis itu berlutut di hadapan Ford dan menangis.

“Tuan Ford, tolong berikan gajiku, aku sudah bekerja dengan Bibi Yesa selama hampir satu bulan,” dia berkata sambil terisak-isak.

“Tuan Ford, besok aku akan mendapatkan gajiku. Bisakah kau berikan gajiku hari ini, Tuan? Tolonglah!”

“Tidak bisa, aku bukan ibuku dan kau bekerja padaku, sekarang. Jadi pergilah. Aku tidak akan memberimu pesangon karena kau sudah mempermalukan restoranku!”

Ford berkata sambil berlalu dan memberi isyarat pada dua pria gagah itu untuk membawa Lintani pergi.

“Tuan Ford, aku sudah tidak punya apa-apa lagi, bisakah kau beri aku belas kasihan saja?” Lintani benar-benar kehabisan akal, rumah sewanya harus di bayar dan dia tidak punya uang untuk makan atau membeli kebutuhan lainnya. Lalu, bagaimana dia bisa hidup sekarang.

“Ayo! Ikut aku!” kata Askelan dan secara kasar dia menyeret Lintani keluar dari restoran tanpa membawa barang-barang miliknya yang ditinggalkannya di loker pegawai.

“Kalian, berhenti!” Lintani berkata sambil menepis tangan kekar yang menahan di pergelangannya. “Untuk apa kalian membawaku!”

“Untuk membelimu!” kata Askelan lagi membuat Jordan kesal, sebab bukan seperti ini caranya membujuk wanita keras kepala.

“Tuan, Anda tidak perlu memaksanya. Kita bisa membujuknya pelan-pelan.”

“Sudah habis kesabaranku, Jode! Dia menamparku!” Askelan berteriak tanpa melepaskan pegangan tangannya walaupun,  penolakan dari gadis itu begitu kuat.

“Ya, saya tahu. Ayo! Nona, kalau Anda mau bekerjasama maka, kami bisa memberimu kompensasi!”

Lintani berpikir di mana dia pernah mendengar suara dan gaya seperti ini. Namun, ingatannya terlalu lelah untuk mengenal seseorang, otaknya seperti jemu memikirkan hal yang tidak penting kecuali uang dan cara bertahan hidup.

Demi mendengar kata kompensasi, seketika matanya membesar dan bibirnya terbuka untuk berkata, “Benarkah? Kompensasi seperti apa?”

“Menikah denganku!”

Saat Askelan berkata seperti itu mereka sudah berada di mobil, Jordan segera membuka pintu mobil dan Askelan mendorong Lintani dengan kasar untuk masuk ke dalamnya.

‘Ah, yang benar saja aku harus menikah dengan laki-laki kasar seperti dia? Tidak! Kalau aku menikah dengannya, lalu bagaimana janjiku dengan Ibu Elly?’ batin Lintani. Dia seperti tersadar dan memberontak lagi dengan memukuli lengan Askelan yang duduk di sampingnya. Sementara mobil terus bergerak maju menuju pusat kota.

Tinggal di pusat kota akan membutuhkan biaya tinggi, seandainya dia kabur dari cengkraman dua laki-laki itu pun hanya bisa menjadi gelandangan atau pengemis, sedangkan semua barang-barangnya tertinggal di restoran.

‘Bibi Yesa, maafkan aku, tidak bisa berpamitan dan mengucapkan terima kasih padamu ' batin Lintani sambil menangis, dia sudah lelah memukul dan berteriak agar dirinya di bebaskan dari Askelan.

“Sungguh aku tidak mengenal kalian, bagaimana mungkin aku akan menikahi salah satu dari kalian, dasar gila!”

Lintani diam sejenak lalu kembali berteriak setelah mengambil napas dalam.

“Aku ini wanita hamil! Apa kau tetap akan menikah denganku?” Lintani berkata demi melindungi diri agar tidak jadi dinikahi karena dia sudah berjanji akan menikah dengan putra Ellyat. Dia juga khawatir seandainya dia hamil karena perbuatannya sebulan yang lalu, tentu Ellyat akan sangat kecewa. Tidak, dia tidak ingin wanita yang sudah dianggap sebagai ibunya itu bersedih.

Askelan tidak menjawab, dia ibarat kayu yang ditebang tapi tidak patah, ibarat rotan yang dilengkungkan tapi tidak melengkung! Dia seperti batu yang tidak bergerak, seolah pukulan Lintani adalah belaian. Dia tidak peduli apakah gadis itu hamil atau tidak karena yang dia butuhkan hanyalah ketenangan ibunya.

“Kita akan ke mana, Tuan. Langsung ke balai kota atau ke Vila Harrad?” kata Jordan saat berada di Lampu merah.

“Ke balai kota.” Askelan menjawabnya singkat, dia berniat langsung daftarkan pernikahannya dengan Lintani, lalu, menjenguk Ibunya, sambil menunjukkan surat pernikahannya.

“Seperti Nyonya menunggu terlalu lama, jadi lebih baik kalau mengajak Nona Lin bertemu dengan Ibu Anda lebih dulu.” Jordan berkata dengan sopan dan lemah lembut.

Sejenak Lintani menghentikan tangisannya, dia menyimak ucapan Jordan yang menyebut seorang ibu sebagai alasan mereka berdua. Namun, dia kembali mennagis karena menyesali nasibnya, seharusnya dia bisa menerima uang gajinya besok, tapi dua pria ini telah melenyapkan kesempatan untuk mendapatkan uangnya! Dia masih bingung bagaimana dia akan hidup setelah ini dan sama sekali tidak berpikir untuk menikah!

 

Bersambung

1
she_cookiez
pamali lin .. ingat kau sedang hamil
xixixixxiixixi
El_Tien: Wah iya ya Kak? 🤭🤔 hehe
total 1 replies
Dede
luar biasa
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
ya ampun, jadi top komen.... makasih banyak kakEl. 😘😘😘😘
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Oh Dewi: sama sama😉
total 2 replies
Eleon02
luar biasa
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
soookooorrr
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
astaga ngomong begitu di depan orang² dasar Askel
El_Tien: mulutnya minta di sumpal pake bibir juga tuh 🤣🤣
total 1 replies
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
tegang bacanya.. buang aja tuh haifa dan Rauja ke hutan kek
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
jangan percaya kang tipu
Dede01
bagus, sangat layak di baca
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
keluarga ga punya malu ya
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
pendekatan yang sweet..
El_Tien: manis oh manis ya sweet
total 1 replies
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
sama² dalam kerapuhan untuk itu kalian harus saling menguatkan
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
pasti si Askel lah Lin yang melakukan itu
El_Tien: hemmm... gitu ya
total 1 replies
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
kalian sama2 terluka waktunya untuk saling menyembuhkan
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
akhirnya dipotong rambut Lin setelah tau Askel pelakunya
El_Tien: iya pada akhirnya 🙂
total 1 replies
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
semua merasa kehilangan Lin..bersabar Askel
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
mau ngapain tuh di apartemen
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
emosinya dikeluarkan penuh sampek kelelahan sendiri.. kasihan Lin
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
gara2 si Askel.ga jujur nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!