Selma adalah seorang janda dengan 3 orang anak. Dia berkerja di sebuah perusahaan swasta yg hampir bangkrut..
Dengan gaji pas-pasan dia berusaha mencukupi kebutuhan sekolah dan hari-hari mereka.. Tapi di kantor sudah tersebar surat edaran bahwa akan ada pengurangan karyawan,dia harap itu bukan dirinya. Karna jika itu dia,maka dia tidak tau harus bekerja apa lagi,di kota sebesar ini mencari pekerjaan bukanlah sesuatu yg mudah. Apalagi mengingat statusnya seorang janda yg memilikki dasar pendidikan yg rendah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audwibill, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa Bersalah
Saat sedang dalam perjalanan pulang, tiba-tiba ponselnya berdering.. Andreas mengangkat telepon dengan mode mengemudi...
"...iya katakan..."
"Dia adalah mantan pegawai Presdir. Dia di pecat bulan lalu karena kualifikasinya kerjanya tidak berkembang..."
"Aku sudah tau itu,aku ingin informasi pribadinya" kata Andreas menyela...
"dia seorang ibu dengan tiga anak pak,tidak ada yang special dari wanita ini..selain wajahnya yang cantik dia juga..."
"statusnya bagaimana" lagi-lagi Andreas menyela...
"itu dia pak,dia seorang Janda.. dia bercerai dengan suaminya dua tahun lalu dengan suatu skandal dari suaminya. Suaminya mengkhianatinya... Untuk golongan,mantan suaminya bukan dari kalangan atas.. tapi secara finansial,mantan suaminya cukup menengah pak"
"baiklah... untuk sekarang itu saja" kata Andreas mematikan telepon...
Sepanjang perjalanan,Andreas semakin bersalah,karena menuduh Selma yang tidak-tidak.. Andreas mengerti mengapa Selma menutupi perceraiannya... dia tidak ingin dikasihani.. Dengan perasaan itu,Andreas memutar arah tujuannya...
Ia ke supermarket, membeli banyak bahan makanan,cemilan dan buah.. juga beberapa mainan anak-anak.. Ia ingin meminta maaf kepada Selma karena sudah menuduhnya waktu itu...
Setelah dirasa cukup,Andreas meninggalkan supermarket dan segera menuju kerumah Selma..
Ia melihat jam tangannya,dan ternyata ini baru pukul empat sore,Selma blm pulang kerja.. Tapi ada anak-anaknya.. Dia berpikir akan berkunjung dengan anak-anaknya saja...
Sampai di rumah Selma,terlihat anak-anak Selma sedang berada di teras rumah, sepertinya sedang menunggu Selma pulang kerja.. Andreas menyapanya...
"haii... kalian ingat Paman 'kan?"
"Paman yang waktu itu mengizinkan kami di antar kesekolah memakai mobil Paman 'kan?"
"tepat sekali cantik.." katanya memuji anak tertua Selma..
"ada apa Paman,ibuku belum pulang bekerja" tanya anak Selma dengan sopan..
"tidak apa-apa,Paman hanya mampir,ingin memberikan ini pada kalian,ini ambilah" kata Andreas sambil memberikan buah tangan yang dia beli tadi..
"apa ibu sudah mengizinkan? Kata anak-anak Selma ragu-ragu...
"Ehmmm... Paman belum bertemu dengan ibumu,tapi nanti akan paman beritahu kalau paman yang memberi ini" katanya sambil membujuk
"ambilah,Paman hari ini sedang mendapat bonus,jadi Paman ingin berbagi dengan kalian" sambungnya kembali dengan berbohong,agar anak-anak Selma mau menerimanya...
"baiklah Paman, terimakasih" Si Sulung menjawab dengan sopan ..
"Paman akan pamit,sampaikan salam pada ibu kalian ketika ia pulang" seraya beranjak keluar dari rumah...
Tapi saat hendak keluar dari halaman rumah,Ia bertemu dengan Selma yang baru pulang kerja...
Mereka saling menatap dengan canggung,tidak tau siapa yang akan memulai pembicaraan. Akhirnya Selma memberanikan diri untuk bicara...
"ada perlu apa Presdir kerumahku?"
Belum sempat Andreas menjawab, anak-anak Selma sudah berhamburan keluar menyapanya...
"ibu sudah pulang?" tanya Si Bungsu sambil memeluk kaki Selma...
"iya .. ada apa kalian begitu senang?" tanya Selma penasaraan..
"ibu Paman ini membelikan kami banyak mainan dan makanan,Ia berkata sedang mendapat bonus besar,jadi mau berbagi kepada kami" jawab anak kedua Selma...
Seketika pandangan Selma mengarah ke Andreas. Andreas hanya memalingkan mukanya tidak berani menatap mata Selma...
"kalian masuklah,ibu ingin bicara sebentar dengan Paman ini" perintah Selma yang kepada anak-anaknya.. mereka pun menurut dan segera masuk kedalam rumah...
Melihat tatapan tajam Selma,Andreas tak berani bicara ataupun menatapnya.. Dia hanya menundukan kepala sambil mengusap-usap wajahnya.. Menyadari kemarahan di mata Selma...