Puber kedua, menghancurkan pernikahan Tatiana Ramos dan Brandon Wirawan. Ketika sang istri sibuk mengembangkan bisnis di luar negeri, suaminya yang ditinggal selama 2 bulan justru sedang mabuk kepayang dengan gadis muda yang usianya 10 tahun lebih muda dari istrinya.
"Kamu membiarkan dia menginap di kamar kita, mas? apa kamu sudah gilaa?"
"Siska tak punya kerabat di kota ini, dia sebatang kara. Ingatkah saat aku bertemu denganmu pertama kali, kamu juga sebatang kara Tatiana!"
Dengan dalih mirip dengan istrinya 10 tahun lalu, untuk pertama kalinya selama 10 tahun, Brand mendebat Tatiana.
"Maafkan aku Nyonya, tempat tinggal ku sedang diperbaiki..."
Mata Tatiana melebar, wanita itu bahkan mengenakan gaun tidurnya. Dia tidak tahan lagi, hanya dua bulan, dan itupun demi perusahaan mereka yang sempat merugi milyaran rupiah. Tapi begitu dia kembali, suaminya malah bermain api.
'Suami pengkhianatan dan bodoh seperti ini, aku benar-benar tidak butuh' geram Tatiana dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
'Dia tampan sekali, dan dia adalah ini orang terkaya di kota F?' batin Siska yang melirik ke arah Brandon sekilas untuk membandingkan pria yang sedang berada di sampingnya itu dengan pria yang berada di podium saat ini.
'Kalau di lihat lagi, tuan Brandon sih tidak ada apa-apanya!' lanjutnya lagi membatin.
"Siska, nanti kalau ada yang kamu suka. Kamu tinggal bilang saja, aku pasti akan membelikannya untukmu!"
Siska langsung menoleh dan merangkul manja Brandon.
"Tuan memang yang terbaik! tapi tuan, mereka berdua itu benar-benar duduk di bangku VIP. Tapi kenapa bisa? bahkan tuan dan beberapa orang pemilik perusahaan lain saja duduk di barisan apa biasa ini?" tanya Siska penasaran.
"Siska, aku yakin sekali kalau mereka memang salah tempat duduk. Untuk bisa duduk di barisan kita ini saja, setidaknya terus menunjukkan deposit 500 juta sebelum kita memiliki undangan. Yang ada di barisan di depan kita itu untuk deposit 1 milyar, mereka para pejabat dan investor. Yang di barisan VIP itu, paling tidak harus menunjukkan deposit 5 milyar. Memangnya kamu pikir mereka berdua punya uang sebanyak itu? keduanya berarti 10 milyar, mana mungkin!"
Brandon begitu meremehkan istrinya. Ya, tentu saja begitu. Karena selama ini memang segala pengeluaran dan pendapatan Tatiana. Wanita itu dengan sukarela menunjukkannya pada Brandon. Mereka bahkan memiliki rekening bersama. Dan itulah rekening utama Tatiana.
Dan sebenarnya, Tatiana memang tidak punya rekening lain. Biasanya kakaknya akan memberikan investasi langsung ke rekening perusahaan. Dan akan memberikannya barang-barang saja. Dan sebuah kartu unlimited, jarang sekali kakaknya memberikannya uang tunai.
"Selamat malam, sebuah kehormatan bagi saya dapat hadir malam ini. Saya tidak punya banyak hal yang ingin disampaikan. Hanya saja, sebagai orang-orang terhormat. Harap jaga sikap dan taati semua peraturan pada acara lelang malam hari ini! jika ada yang membuat keributan, maka akan langsung di blacklist! terima kasih!"
Tepuk tangan gemuruh kembali terdengar. Kenneth Julian Kwan kemudian turun dari podium. Dia berjalan ke arah kursi yang sudah di siapkan oleh pihak penyelenggara.
Di sebuah tempat tersendiri, yang bisa melihat semua hal yang terjadi di acara lelang itu.
"Dia keren sekali!" puji Yuli.
Tatiana hanya tersenyum dan mengangguk sekilas.
"Kamu benar!"
"Bukannya dulu kalian dekat, pernah makan mie ayam satu mangkuk berdua kan?" tanya Yuli.
"Itu karena di warung itu tinggal satu porsi. Dan kami, sama-sama hanya mampu membeli setengah porsi. Tapi, lihat dia sekarang! dia adalah orang terkaya di kota F. Menurut mu, apa dia masih kenal padaku? rasanya tidak mungkin kan?" tanya Tatiana.
"Tapi kamu juga asik kandung pemilik Ramos global Corpora..."
"Sssttt, jangan katakan itu!" sela Tatiana meletakan tangannya di depan bibir Yuli.
Yuli mengangguk dengan cepat.
"Oke oke paham!"
"Baiklah para hadirin yang terhormat. Sebelum saya menunjukkan barang pertama yang akan dilelang pada malam hari ini. Saya akan mengatakan secara terbuka, peraturannya tidak sulit. Ketika barang dikeluarkan maka proses yang akan dimulai dan harga akan jatuh pada penawaran tertinggi, siapapun itu. Yang membayar adalah yang mengajukan penawaran. Tidak bisa diwakilkan. Dan sistem mendapatkan barang tersebut harus segera melakukan proses administrasinya dan tidak bisa mengembalikan atau membatalkan pembelian barang. Baiklah, itu saja peraturan yang ada di malam hari ini. Barang pertama...!"
Seorang wanita cantik dengan gaun malam yang sopan, mendorong sebuah troli yang sudah dihias sedemikian rupa sehingga tampak sangat elegan. Di atas troli itu terlihat sebuah kotak perhiasan dari kaca.
Di balik pelindung mewah itu, terbaring sebuah set ruby Burma Pigeon Blood yang memancarkan aura kemewahan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Kalungnya menjadi pusat perhatian. Puluhan ruby merah darah merpati berukuran besar tersusun membentuk gradasi sempurna, masing-masing dipeluk oleh bingkai emas putih dan dikelilingi berlian putih yang berkilauan bagai embun pagi. Cahaya lampu yang menyentuh permukaan batu-batu itu membuat warna merahnya tampak hidup.
Di kedua sisinya, sepasang anting menjuntai anggun, masing-masing dihiasi ruby berbentuk tetesan air yang bergoyang lembut setiap kali kotak kaca bergetar nyaris tak terasa. Di bawahnya, sebuah gelang melingkar rapi dengan deretan ruby oval yang ukurannya seragam, diselingi berlian bundar berpotongan sempurna. Tak jauh dari sana, sebuah cincin dengan ruby terbesar bertengger di atas bantalan beludru hitam.
Siska sampai ternganga melihat perhiasan itu. Tapi Tatiana biasa saja. Dia memang sejak dulu tidak pernah menyukai hal-hal seperti itu. Dia lebih suka menggunakan uangnya untuk berinvestasi. Kali ini, dia ikut acara lelang begini karena memang hanya sekedar ingin membantu. Karena hasil penggalangan dana yang didapat dari lelang ini akan disumbangkan ke berbagai yayasan yang membutuhkan. Tapi, tentu saja dia akan menggunakan uangnya untuk membeli sesuatu yang bermanfaat. Sementara set perhiasan itu baginya kurang memberi manfaat.
"Harga penawaran di mulai dari 20 juta!"
"Wah, 20 juta saja!"
"Itu barang bagus, langka sekali!"
"Tapi aku tidak punya istri!" kata salah seorang di barisan investor.
"Kalau begitu aku saja, aku akan berikan pada pacarku!" kata salah satu pemilik perusahaan perdagangan yang duduk di barisan yang sama dengan Brandon.
Pria itu mengangkat papan nomor, dan menyebutkan harga yang dia ajukan.
"50 juta!"
Yang lain jadi makin tertarik.
"75 juta!"
Mata Siska melebar. Perhiasan yang paling mahal yang pernah diberikan oleh Brandon padanya hanya 10 juta saja. Dia pun tidak ingin kehilangan kesempatan ini. Harga perhiasan itu puluhan juta, dia pasti akan sangat bangga kalau bisa memamerkan di depan semua orang.
Siska merangkul lengan Brandon, menempelkan dua benda yang menggantung di dadanya itu di lengan Brandon. Membuat jakun pria itu naik turun.
"Tuan, aku suka perhiasan itu. Maukah tuan membelikannya untukku?"
Brandon tersenyum dan menyentuh dagu Siska.
"Tentu saja, aku akan menawar untukmu!" kata Brandon yang segera mengangkat papan nomornya, "77 juta!"
Yuli dan Tatiana menoleh ke belakang karena mereka berdua mendengar suara Brandon.
"Tatiana, aku rasa dia tidak waras. Perusahaannya masih bergejolak kan? investasi dari kakakmu belum dikirim kan? kenapa dia malah menghabiskan uang sebanyak itu...!"
"80 juta!" seorang investor mengangkat papan nomor dan menawar dengan harga yang lebih tinggi dari Brandon.
Tatiana mengepalkan tangannya. Ketika Brandon mengangkat papan nomor lagi.
"85 juta!" katanya sambil tersenyum sombong.
Tatiana mendengus kesal. Dia segera berbalik melihat ke depan lagi.
"Tatiana, Brandon sudah gilaa...!"
"90 juta!"
Tatiana berusaha menahan amarahnya. Dia mati-matian mencari investor, memperbaiki keuangan perusahaan. Tapi suaminya malah dengan sombongnya menawar perhiasan dengan harga yang sangat tinggi.
"100 juta!"
Tatiana kembali menoleh.
'Kamu keterlaluan mas! aku benar-benar tidak akan pernah berkompromi denganmu lagi!' batin Tatiana kesal sekali.
Bukan masalah Brandon akan memberikan perhiasan itu untuk Siska. Tapi dia sudah menyia-nyiakan hasil kerja keras Tatiana untuk perusahaan.
***
Bersambung...
Lagian ya Tatiana, jabatan mu di perusahaan itu sudah tidak ada lagi..
Apalagi status istri..
Walaupun baru kau & Yuli yg mengetahui..
Namun yg perlu kau sadari..
Di perusahaan itu bukan tempat mu lagi..
Dan menjauh dari orang² toxic adalah pilihan yg tepat hingga surat cerai keluar nanti..
Kau seharusnya sadar, kau bahkan tak diberikan kepercayaan mengelola keuangan darinya..
Bahkan kau tak pernah menerima nafkah dari nya..
Di mata nya kau bukan istri, Tatiana..
Kau hanya di perlakukan seperti sapi perah oleh nya..
Ternyata cinta membuat Tatiana buta..
Begitulah cinta tanpa menggunakan logika..
Di kibulin pasangan, manut² saja.. 🤭
Tapi Brandon itu LLP (Lugu² Paok) namanya Tatiana.. 🤣
Dia bukan lelaki, dia itu boti..
Ada pula suami, tapi peran nya seperti seorang istri..
Bini kerja banting tulang, dia cuma modal telur &:ongkang² kaki..
Astaghfirullah.. Kacau sekali jika dapat tipe suami seperti ini..
Lelaki, tp kelakuan nya kyk banci..😏
aq kasihan takut si buaya ke racunan ,,
Mana ada seorang Kk yg tega melihat adiknya di perlakukan kurang ajar..
Mana kelakuan suami nya sendiri yang minta di hajar..
Hanya karena rasa kasihan pada ayah mertua, maka Tatiana harus lebih sabar..
Agar ayah mertua tak terlalu terkejut saat Brandon & Tatiana bubar..
Karena jalan perpisahan mereka berdua sudah terbuka lebar..
mampooss buat Brandon
orang gila dimana nyari 4 millyar dalam berapa jam
mang sakit jiwa 🙄
yg bisanya cuman buka kaki buat para pria🙄
lagi spaneng nih k
masa ga ada kelonggaran mau nafas dulu🤣
apa pun masalahnya nangis terus siwalang sangit gak tega , gitu aja terus sampai jadi gembel 🤣🤣🤣🤣🤣