Setelah membaca tolong tekan LIKE ya.
Diusia yang menginjak usia 25 tahun Keysha Prameswari harus dihadapkan dengan Daniel remaja baru lulus SMA yang setia mengganggunya dengan kata-kata gombal.
Berawal dari pertemuan tak sengaja mereka membuat Daniel jatuh cinta dengan Keysha pada pandangan pertama, Daniel dengan gigih berusaha meraih cinta Keysha meskipun sering di acuhkan tetapi Daniel tak pantang menyerah.
Berbeda dengan Keysha yang merasa ragu karena perbedaan usia mereka.
Yuk ikuti perjuangan Daniel dalam meluluhkan hati Keysha dan keluarga nya.
"Mbak I Love You,"
Yuk kepoin cerita mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di terima
Makanan maupun minuman yang di pesan akhirnya datang.
"Mbak mau tidak baksonya enak loh," tanya Daniel menyodorkan baksonya kearah mulut Keysha.
"Ayo mbak aaaa....," bujuk Daniel menusuk bulatan bakso itu dan mengarahkan ke mulut Keysha.
Keysha menggeleng tanda dia tidak mau di suapi oleh Daniel.
"Ayo lah mbak," pinta Daniel dengan memelas.
"Tidak kamu aja yang makan," tolak Keysha dengan nada lembut.
Bukan Daniel namanya kalau tidak bisa mendapatkan keinginannya. Muncullah ide licik di benaknya.
"Mbak mau terima suapanku atau ku cium mbak di sini biar di lihat orang banyak," ancam Daniel membuat Keysha melotot tak percaya.
Dengan berat hati Keysha pun membuka mulutnya.
"Nah gitu kan cantik," kata Daniel merasa senang.
"Enak Mbak?" tanya Daniel sumringah.
"Hmm..." jawab Keysha mengangguk karena mulutnya berisi daging bakso.
Setelah selesai mengunyah habis bakso yang ada di mulutnya, Daniel hendak menyuapi lagi tetapi Keysha menggeleng menolak.
"Ayo mbak buka mulutnya lagi," pinta Daniel.
"Ish suka banget sih maksa, lihat mie ayamku saja belum ku makan," protes Keysha memperlihatkan mie ayamnya.
"Ha ha ha ha, lupa mbak," jawab Daniel cengengesan.
"Mbak tidak niat gitu suapin aku," tanya Daniel membuat Keysha melongo.
Keysha pura-pura cuek mengambil kecap dan sambal untuk di campur di mie ayamnya.
Merasa kesal karena wanita di depannya mengacuhkannya membuat Daniel cemberut, dengan perasaan kesal Daniel pun memasukan bakso ke mulutnya dengan tergesa-gesa.
Keysha tersenyum tipis saat melihat remaja di depannya terlihat seperti berperang melahap bulatan-bulatan bakso.
"Nih minum biar tidak nyangkut di tenggorokan," ejek Keysha menyodorkan jus jeruk kepada Daniel.
Daniel yang masih kesal hanya melirik tanpa berniat mengambil jus pemberian Keysha.
'Ish mbak Keysha tidak peka banget sih jadi orang,'batin Daniel.
Tanpa di duga Keysha menyodorkan mienya dengan sumpit ke depan muka Daniel, perlakuan itu sontak Daniel terkejut dan diam karena masih belum percaya.
"Ayo cepat buka mulutnya,"pinta Keysha merasa malu karena di lihat beberapa pengunjung.
'Benar kan ini bukan mimpi,' batin Daniel.
"Tanganku pegal nih," protes Keysha. Lamunan Daniel buyar mendengar kata Keysha, akhirnya Daniel membuka mulutnya lebar-lebar dan mengunyah mie itu sambil tersenyum.
"Ssst haaa pedas mbak," kata Daniel meraih minumannya.
"Makanya dari tadi aku tidak mau nyuapin kamu," jawab Keysha merasa kasihan.
Daniel masih mengibas mulutnya dengan tangan karena mulutnya masih pedas.
"Kirain mbak," ucap Daniel engan meneruskan katanya.
"Kirain apa?" tanya Keysha masih penasaran.
"Tidak apa-apa mbak," jawab Daniel.
'Ternyata mbak cantik perhatian juga ya,' batin Daniel.
Keysha kembali memakan mie tersebut sedangkan Daniel memandang wajah cantik Keysha, pemandangan yang tak kan dia lewatkan.
"Mbak cantik I Love you," celetuk Daniel tanpa di duga membuat Keysha terbatuk-batuk.
Uhukk uhukkk....
"Pelan-pelan sayang," ucap Daniel menyodorkan minuman ke arah Keysha.
"Alhamdulillah," ucap Keysha merasa lega.
Keysha menghentikan makannya karena merasa kenyang. Keysha menghembuskan nafas kasar memandang kearah Daniel yang masih setia tersenyum memandang dirinya.
"Kita baru 3 kali bertemu, kenapa kamu bisa langsung suka denganku?" tanya Keysha yang merasa penasaran.
"Saat melihat Mbak pertama kali, hatiku berkata mbak adalah jodohku," jawab Daniel membuat Keysha pusing.
"Aku cinta mbak tulus dari sini," tunjuk Daniel pada dadanya.
Keysha memijit kepala mendengar jawaban bocah di depannya.
"Mungkin kamu hanya suka bukan cinta kepada saya, remaja seusia kamu yakin itu cinta. Kamu sudah tahu berapa umurku? umurku dua puluh lima tahun dan perbedaan kita itu sangat jauh baik dari sifat maupun umur," Jelas panjang lebar Keysha kepada Daniel.
"Mbak aku yakin kalau aku cinta sama mbak," ucap Daniel mengengam tangan Keysha.
Keysha beruntung meja mereka berada jauh dari meja yang lainnya sehingga pembicaraan mereka tidak ada yang mendengar.
Keysha masih terdiam berfikir bagaimana cara supaya bocah yang ada di depannya menyerah.
Melihat Keysha yang terdiam, Daniel pun berfikir cara meyakinkan wanita pujaannya.
"Kalau Mbak tidak percaya, besok saya akan mengajak kedua orang tua saya untuk ke rumah dan melamar mbak," kata Daniel mencoba meyakinkan Keysha.
"Ha" Keysha kaget mendengar perkataan Daniel.
"Jangan," ceplos Keysha.
"Kenapa mbak?" tanya Daniel.
"Sekolah dulu yang benar," bujuk Keysha takut besoknya Daniel mewujudkan kata-kata dia melamar Keysha, bisa-bisa keluarga Keysha di buat senam jantung.
"Sebentar lagi aku lulus mbak, tinggal kuliah aja mbak," jawab Daniel.
"Kerja dulu baru menikah, mau di kasih makan batu nanti anaknya," celetuk Keysha merasa jengkel karena Daniel menanggapi ucapan dia dengan enteng.
Karena merasa gemas Daniel pun mencubit pipi Keysha. "Aduh sakit," protes Keysha mengusap pipinya yang terasa sakit.
"Sekarang kita jadian ya mbak?" tanya Daniel dengan berbinar seolah mendapat hadiah.
"Eh siapa bilang," protes Keysha karena merasa belum menerima bocah tengil di depannya ini.
Daniel tersenyum licik, dia berdiri berbicara dengan keras supaya seluruh pengunjung tempat ini mendengar dan menjadi saksinya.
"Keysha mau kah kamu menjadi pacarku," ucap Daniel lantang sambil mengengam tangan Keysha.
Keysha sungguh tidak percaya, ingin rasanya Keysha bersembunyi karena malu. bagaimana tidak semua memandang kearah mereka berdua.
Terima terima terima....
Semua berteriak kencang mendukung usaha Daniel, sedangkan Daniel tersenyum menaik turunkan alisnya karena rencana dia berhasil.
'Haha Daniel tidak akan menyerah begitu saja,' batin Daniel tersenyum licik.
"Ayo mbak terima biar aku tidak malu, di sini banyak temanku," bujuk Daniel dengan suara pelan.
"Kalau Mbak tolak aku, nanti mereka buat berita heboh di sekolah,"Daniel masih berusaha membujuk Keysha karena melihat Keysha bimbang.
Keysha memandang ke seluruh penjuru tempat dan benar di sana banyak remaja seumuran dengan Daniel. Keysha tentu bukan orang yang kejam.
Dengan terpaksa akhirnya Keysha mengangguk. Daniel masih belum terima karena Keysha cuma memberi anggukan.
"Mbak jawab yang keras biar temanku tidak mengira kalau aku telah di tolak oleh cewek cantik," pinta Daniel dengan tatapan memohon.
"Iya," jawab Keysha dengan keras.
Daniel langsung memeluk Keysha erat membuat Keysha kaget langsung mencubit pinggang Daniel.
Prok prok prok prok
Semua bertepuk tangan ikut senang melihat adegan romantis Daniel.
Daniel merasa hari ini adalah hari yang spesial buatnya. Sebagai rasa terima kasih Daniel berbicara pada semua pengunjung.
"Terimakasih semuanya dan sebagai ucapan rasa syukur, saya akan mentraktir semua yang ada di sini gratis," kata Daniel membuat mereka di sana ikut senang.
Mereka semua yang ada di sana ikut senang.
Cie cie cie cie.... Banyak yang meledek pasangan baru itu.
"Terimakasih"
"Semoga langgeng,"
Berbagai teriakan pengunjung untuk pasangan baru itu.
Keysha pun mengajak Daniel pergi karena merasa malu.
"Ayo kita pulang, Bunda sudah menunggu," pinta Keysha.
"Sebentar aku bayar dulu," kata Daniel hendak meninggalkan Keysha.
"Apa kamu punya uang, biar aku saja yang bayar," tanya Keysha hati-hati.
"Mbak tenang saja," pinta Daniel tahu kekhawatiran Keysha.
Keysha merasa khawatir karena Keysha pikir Daniel hanya anak SMA biasa, Keysha belum tahu siapa Daniel sebenarnya.
Sampailah Daniel di depan kasir.
"Angga jaga nih tempat buatku, besok aku ke sini lagi," kata Daniel.
"Siap bos, btw selamat ya bos. Cantik bos Nemu di mana," celetuk Angga tetapi Daniel berlalu meninggalkan Angga tanpa berniat membalas ucapannya.
"Ayo," ajak Daniel mengandeng tangan Keysha menuju pintu keluar.
Bersambung.....
Terimakasih masih setia dengan cerita recehku.
Jangan lupa untuk like, rate komen maupun vote.
Terimakasih banyak atas dukungan kalian semua 🙏🙏