NovelToon NovelToon
My Perfect Mafia Daddy

My Perfect Mafia Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintamanis / Mafia / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: kenz....567

Aqila Lawrance seorang putri angkat dari Alden Leon wesley yang terjebak kesalahan satu malam dengan Steve Frans Gevonac.


"Gugurkan bayi itu!"

Seketika dunia Aqila berasa runtuh, pria yang merupakan mantan calon tunangannya sekaligus ayah dari anak dalam kandungannya memaksanya untuk mengugurkan kandungannya.

"GAK! AKU GAK MAU! KAMU HARUS TANGGUNG JAWAB FRANS!"



PERINGATAN! CERITA INI HANYA KHAYALAN AUTHOR BUKAN KENYATAAN!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 9 : Hamil

Hari silih berganti, kini tepatnya 2 minggu setelah kejadian itu. Aqila pun menjalankan aktifitasnya seperti biasa, walau terkadang traumanya kambuh akibat kesalahan satu malam itu tapi Aqila bisa melewatinya.

"Bu! ibu!"

Aqila tersadar dari lamunannya, dia menatap asistennya yang sedang menatapnya dengan khawatir.

"Ah iya, kenapa?" linglung Aqila.

Mereka yang sedang meeting harus menunda karena Aqila tak juga merespon apa yang mereka bicarakan sehingga Syifa menatap Aqila khawatir.

"Ibu sakit?" tanya Syifa.

Aqila menggeleng. "Gak, saya gak sakit. Tadi pembahasannya sampai mana?" tanya balik Aqila.

Syifa pun menunjukkan apa yang mereka bahas, Aqila pun sesekali menyampaikan usulannya.

Selang setengah jam meeting pun selesai, Aqila Keluar bersama Syifa yang setia di sampingnya. Dapat di lihat bahwa Aqila tengah banyak pikirannya ditambah wajahnya yang terlihat sangat pucat.

"Bu, apa gak sebaiknya ibu pulang saja? saya khawatir ibu sakit," ujar Syifa bermaksud baik.

Aqila menggeleng, senyuman terhias di bibir pucatnya.

"Gak, saya gak papa. Saya hanya kurang minum air putih saja," sela Aqila.

Syifa tak bisa lagi membujuknya, dia hanya bisa memantau Aqila takutnya terjadi sesuatu pada wanita itu.

Sesampainya di ruangan Aqila, wanita itu pun langsung duduk di sofanya dan merebahkan kepalanya. Tangannya pun setia memijit pelipisnya.

Sedangkan sang asisten membawakan air untuknya dan menunggu sang atasan menyadari nya.

"Oh makasih Syifa," ujar Aqila yang kini sudah membuka matanya.

"Sama-sama bu," sahut Syifa.

Aqila menegakkan tubuhnya, tangannya terulur untuk mengambil gelas di meja depannya. Dia meminumnya seketika tenggorokannya berasa hangat akibat air hangat yang Syifa berikan.

"Apa ada kerjaan lagi sehabis ini?" tanya Aqila.

Syifa melihat jadwal mereka di Ipad miliknya, kemudian dia menggelengkan kepalanya menandakan bahwa tak ada lagi jadwal Aqila.

"Baguslah, aku akan ke kafe depan kantor. Aku ingin meminum kopi, apa kau mau ikut." ajak Aqila.

Syifa tampak menimbang, di satu sisi dia sangat malas keluar akibat panasnya matahari yang sangat terik tapi di sisi lain dirinya khawatir kepada bosnya itu.

"Kalau kau tidak mau tak apa, aku bisa sendiri. Lagi pula ini hanya di depan kantor," ujar Aqila.

"Aku ... aku ikut," seru Syifa.

Aqila tersenyum dan mengangguk, dia mengambil tasnya yang ada di meja dan beranjak lebih dulu.

Sementara Syifa, dia segera mengikuti bosnya itu.

Di depan kantor tampak banyaknya mobil dan motor yang berlalu lalang, Aqila dan Syifa pun akan menyebrang tapi kenapa banyak sekali mobil dan motor siang ini?

"Bu apa gak sebaiknya kita pesan online saja?" tanya Syifa.

"Aku ingin sekali minum kopi langsung disana," ujar Aqila.

Tepat saat mereka selesai bicara, keadaan sudah sedikit sepi sehingga mereka bisa menyebrang.

Namun, saat sampai di tengah jalan tiba-tiba Aqila merasa sesak di dadanya dan pandangannya pun memburam. Semuanya terlihat putih dan abu-abu. Bahkan Aqila berusaha menggapai tangan Syifa yang ada di sebelahnya.

Syifa pun memanggil nama bosnya itu tapi mendadak telinga Aqila seperti tak berfungsi, suara Syifa sangat samar dia dengarkan.

Tak lama pandangan Aqila pun menjadi gelap, dia jatuh dan Syifa pun menahan tubuhnya sehingga mereka mengundang orang lain untuk menolong Aqila.

"Aduh kenapa tuh neng?" tanya seorang bapak-bapak.

"Pingsan pak, bisa bantu saya carikan taksi? saya akan membawanya ke rumah sakit," ujar Syifa.

Bapak tersebut mengangguk, dia pergi mencari kan taksi sementara Syifa berusaha untuk membangunkan Aqila.

"Ada apa ini?" suara berat nan tegas itu membuat Syifa mendongak.

Silaunya matahari menghalangi pandangan Syifa sehingga di harus menyipitkan matanya.

"Kenapa dengan dia?" tanya pria itu sambil berjongkok di dekat Syifa.

"Anda gak liat bos saya pingsan?" sinis Syifa.

Pria itu tak menjawab, dia menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah Aqila. Seketika raut terkejut tercetak jelas di wajah pria itu.

"Aqila?" kejutnya.

"Kok anda bisa tau nama bos saya?" bingung Syifa.

Pria itu tak menjawab, dia segera menyingkirkan Syifa dan menggendong Aqila.

"Bapak mau di bawa kemana bos saya pak!" seru Syifa.

Pria itu tak menjawab, dia hanya menggendong Aqila dan membawa masuk ke mobilnya.

Syifa akan mengejarnya, tapi anak buah pria itu menghalanginya sehingga Syifa harus menatap kepergian mobil yang membawa Aqila.

Dertt!!

Syifa menepi, dia mencari asal suara ponsel dan ternyata itu adalah ponsel Aqila yang ada di tas wanita itu.

Syifa pun membuka tas Aqila dan mengambil ponselnya, terlihat disana kontak bernama Elbert menghubunginya.

"Gue angkat gak yah?" gumam Syifa.

"Angkat enggak angkat enggak? sopan gak sih?" ragu Syifa.

Ponsel itu tak berhenti berdering sehingga terpaksa Syifa mengangkatnya.

"Halo kak, kau kemana saja? aku sungguh khawatir padamu, oh ya apa kau sudah makan siang? ayo kita makan siang aku akan ..."

"Halo maaf tuan, ini Syifa asisten pribadi ibu Aqila," sela Syifa karena sedari tadi Elbert tak berhenti berbicara yang mana membuatnya kesal.

"Apa? apa aku salah menghubungi orang?" gumam Elbert.

"Maaf tuan, anda menghubungi ibu Aqila tapi ponselnya ada di saya sementara ibu Aqila sedang di bawah kerumah sakit,"

"APA? DIMANA RUMAH SAKITNYA AKU AKAN KESANA SEGERA," sentak Elbert.

Syifa tampak berpikir, setahunya rumah sakit terdekat adalah rumah sakit Kasih yang tak jauh dari kantor. Pasti pria tadi membawa Aqila kesana bukan?

"Rumah sakit Kasih, seorang pria membantunya membawanya ke rumah sakit. Kau bisa kesana," ujar Syifa dan mematikan ponselnya.

Syifa pun menaiki taksi yang tadi sempat di hentikan oleh bapak yang hendak menolong Aqila, dia meminta sang supir untuk membawanya ke rumah sakit tujuannya saat ini.

Taksi itu pun membawanya ke rumah sakit tersebut, sesampainya disana Syifa membayar sang supir dan segera turun memasuki rumah sakit tersebut.

"Ruang UGD kan pasti?" gumam Syifa.

Syifa oun beranjak ke ruang UGD dan benar saja disana terdapat pria itu yang tengah menunggu dengan cemas. Jangan lupakan banyaknya orang berpakaian hitam yang menjaga pria tersebut.

"Mana bos gue?" sentak Syifa.

Mereka oun langsung menghadang Syifa, tapi pria itu menghalangi bawahannya untuk menghadang Syifa.

"Dia sedang di periksa, kau tak usah cemas," ujarnya.

"Lu siapa sih? kok seenaknya aja bawa bos gue?" sentak Syifa dengan kilatan kesal.

Pria itu mendekati Syifa, dia menatap Syifa yang mundur akibat takut dengan aura pria tersebut.

"Saya ... saya Steve Frans Gevonac, calon tunangan dari Aqeela Lawrance," ujar pria itu yang tak lain adalah Frans.

Tubuh Syifa menegang sempurna, dia baru saja berbicara kasar pada pimpinan mafia yang terkenal disini. Dia baru saja membentak pria itu, bagaimana jika ini hari terakhir nya?

"Gak usah takut, aku tak akan melukaimu hanya saja ... beri tahu aku mengapa bisa bosmu pingsan seperti tadi?" tanya Frans.

"Itu ... sedari kemarin ibu Aqila tampak kurang sehat, dia terus muntah-muntah dan wajahnya juga sangat pucat ... dia ... dia,"

CKLEK!

Frans dan Syifa merubah atensi mereka menatap sang dokter yang keluar dari ruang UGD.

"Suami pasien?" tanya sang dokter.

"Ehmm maaf dok, saya calon tunangannya," ujar Frans setelah menghampiri dokter itu.

Dokter tersebut tampak mengerutkan keningnya, dia menatap Frans dengan bingung.

"Saya bertanya dimana suami pasien bukan calon tunangannya, saya perlu bicara dengannya mengenai kandungan pasien," ujar sang dokter.

Mendadak tubuh Frans kaku, netranya membulat sempurna bahkan bahunya kini melemas akibat ucapan dari sang dokter.

"Ha ... hamil dok?" gugup Frans.

"Iya, pasien tengah mengandung. Pasien sudah sadar, dan saat saya tanyakan mengenai beberapa hal dapat saya simpulkan. jika memang pasien mengandung dengan usia kandungan 1 bulan, apa anda bukan suaminya?" ujar sang dokter.

Frans tampak menggelengkan kepalanya, dia mengepalkan tangannya seiring langkahnya bergerak mundur.

"Kita lakuin itu dua minggu yang lalu, bagaimana bisa satu bulan usia kandungannya. Apa benar jika Aqila sudah bermain di belakangku?" batin Frans.

"Untuk pemeriksaan selanjutnya kalian bisa membawa pasien ke dokter kandungan agar tahu lebih pasti. Kalau begitu saya permisi," ujar sang dokter dan setelah nya beranjak dari sana.

Setelah kepergian sang dokter Frans mengeraskan rahangnya, dia berjalan cepat menuju ruang UGD dan membuka pintunya dengan keras.

"Eh ... kok ngamuk?" gumam Syifa.

Syifa akan ikut masuk tapi para bawahan Frans menghalanginya karena mereka tau King mereka sedang dalam emosi yang tak stabil.

"Iiihh apaan sih jangan pegang-pegang! gak halal!" sinis Syifa.

**PENCET TOMBOL LIKE !

LIKE !

LIKE !

HADIAH DAN KOMENNYA JANGAN LUPA ... 🥳🥳🥳🥳🥳.

VOTENYA JUGA LOH ... LOVE UNTUK KALIAN😘😘😘😘😘😘**

1
Bahari Sandra Puspita
ceritanya tetep bagus kok kak, walopun kehilangan inspirasi..
saya yg hanya sebagai pembaca dan penikmat novel (bukan penulis maupun kritikus), merasa terhibur dan masih bisa mencerna jalan ceritanya..
ya walopun kadang bingung jg mau dibawa kemana alurnya, tapi masih bisa dimengerti..
apalagi ada bumbu2 komedinya, jadi masih cukup menghibur..

semoga selalu diberi kesehatan ya kak..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
🙏🏻💪🏻😘😍🤩🥰💕💕💕
Ra~~~~~
ya Allah gini amat liat orang tua 1 ini 😄
RaDja
setuju sih terus berkarya dengan cara berbeda dan yakinlah dan terus belajar dan memberikan pembelajaran
makanya saya suka baca disini
meski ya susah koment males nulis suka baca aja
maaf sebelumnya dan terima kasih sukses sehat selalu
Nuri_cha: Halo Kak, mungkin berkenan juga mampir di novelku

Aku baru saja menulis novel terbaru: SIAPA AKU DI SISIMU

Bercerita tentang seorang wanita yang baru terbangun dari koma, dan tiba-tiba sudah memiliki suami.

Semoga sesuai dengan genre Kakak.

Terima kasih 🙏🏻
total 1 replies
matchalatte
ceritanya Ica sama Gibran mana thorr
Anita Juwita
/Good/
wahhh anak na daddy alden banak kali ya 😁😂
Bundanya Pandu Pharamadina
👍❤
ijin baca marathon ulang kak Author
@ni
👍❤️❤️❤️❤️❤️
Mochimolala
benerrr Qil hajarrr terossss jangan kasih ampun..
hypinky
gender. genre mah genre lagu jazz, genre novel romance, genre film horor
hypinky
itulah knp di dunia nyata kadang banyak orang yg peduli sm latar belakang keluarga pasangan anaknya. krn mau bagaimana pun, anak yg terlahir dr keluarga cemara itu gak bisa cocok sm anak yg terlahir dr keluarga broken home. emosional mereka udah beda. cerita mereka udah beda. di dunia nyata ada anak broken home yg benci sm keluarganya krn keluarganya ngebuang dia, eh sama si paling cemara dibilang "mau gimana pun dia ibu mu, dia bapakmu, gak pantes km kayak gitu. tanpa mereka km gak ada di dunia."
i mean gak ada anak broken home yg milih lahir di keluarga busuk kayak gitu. mau bilang "ezra gak boleh gitu, krn selama ini hidupmu terjamin walau hidup sm bokapmu" juga gak bisa. nyatanya zidan gak bisa ngelakuin hal itu ke bokapnya juga.
hypinky
seperti biasa, anak dr keluarga cemara gak akan tau bagaimana hidup sebagai anak yang broken home. ezra udah bener sih, dia paling tersakiti di sini. gak ada ceritanya orang tua tersakiti krn keluarganya berantakan, mau gimanapun mereka sendiri yg bikin itu berantakan. tp menurutku diana gak salah, gak pantes dia dpt kebencian dr ezra apalagi dia pernah pertaruhin nyawa kayak gitu. mungkin klo ezra kecewa krn nyokapnya gak nyari dia setelah sembuh, itu wajar. zidan sm kirana yg jauh lebih salah dan pantes dibenci. keliatan zidan emng tolol, sama kek bapaknya. masa kecil zidan tuh sakit tp dia malah ngulang kejadian yg jauh lebih menyakitkan buat anaknya. kirana juga muna banget, jujur jijik sm dia malah wkwk. wanita bloon mana yg rela dimadu? wanita baik mana yg rela nyakitin wanita lain demi pernikahan dia bahagia? terlalu enak klo zidan sm kirana hidupnya bahagia, krn emng mereka juga sama salahnya kek bokap zidan.
GiZaNyA
Thor... ini ngga ada lanjutannya lagi..? 😁
Anonymous
Endingnya gak jelas bingung, kenapa daniel tembak gibran, gibran masih koma kalo hidup dendam apa nggak
Siti Romlah
ya Thoor
aku males kalo baca atau nonton banyak tingkah pelakornya. sering ku scrool ja.
bikin aku ikutan emosi. tujuanku baca kan refresing, cari hiburan. bukan ikut stres dengan cerita novel yg di baca.
Berarti yg buka masa lalu Aqila ke Frans pasti ulat bulu Cleo ya Thoor. tujuannya biar Frans ilfeel ma Aqila.
Lusi Sabila
biar tau alur nya..harus baca yg mana dulu ya thor?
Call Me_Rara: Transmigrasi mommy kak😃 cuman ini karyaku dari tahun 2022 masih berantakan banget😭☝️ mending baca karyaku dari 2024 ka😁
total 1 replies
Siti Romlah
Elbert ada dalam cerita, kenapa Lia dan Lio gak diceritakan thoor.
kenapa semenjak dimasukan ke asrama gak lagi terdengar kabar. kangen pasti walao gk cadel lg.
awesome moment
siapa tu?
awesome moment
g denyut koq? btoolll...masih langsing, lavin. calm
awesome moment
msh untg dgn org yg sama kn?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!