Ini adalah kisah perjalanan hidup dan rumah tangga Arya Wiguna Albert Kim Said dengan saudaranya (Keluarga Besar Wiguna).
Lika-liku kehidupan, aroma balas dendam serta cinta buta yang membuat hubungan mereka menjadi rumit.
Kebersamaan, kekompakan di antara mereka membuat musuh-musuh mereka menciut nyalinya.
Penantian yang kadang membuat mereka ingin menyerah dengan keadaan, tapi keyakinan mereka tetap satu untuk terus bersabar dalam penantian.
Jika bertahan dalam penantian adalah jalan yang paling terbaik, maka aku akan tetap menjaga hati dan raga ini hanya untukmu Seseorang yang aku kasihi setulus hati, jiwa dan raga hingga maut menjemput.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 9. Menemaninya Makan Malam
Happy Reading...
Ting tong.. Ting tong...
Bunyi Bel di rumah Arya, Pertanda ada Tamu yang datang. Delia berlari kecil keluar dari kamarnya menuju pintu rumahnya, Untung Saja Kamarnya berada di lantai dasar.
Tapi sebelum kedatangan Para sahabatnya,Delia terlebih dahulu Meminta sebagian barang-barang pribadi milik suaminya untuk disimpan di dalam kamarnya,Hal ini dilakukan Delia untuk menghindari kecurigaan dari Sahabat ataupun orang lain.
Delia ngos-ngosan karena harus berlari, Delia tidak ingin sahabatnya terlalu lama menunggunya di depan pintu.
Pintu pun terbuka lebar,dan masuklah rombongan kompoi sahabat Delia.
Mereka langsung nyosor masuk ke dalam rumah tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu.
"Kalian ini anak kucing apa Orang sih, masuk ke rumah orang tanpa permisi dan salam?". Delia pura-pura menunjukkan wajah jutek dan marah-marahnya.
"uuppss maaf Lupa nyonya Arya"Hehehehe Dessy cengengesan.
"Des Ayo kita keluar dulu, entar tuan rumahnya gak menjamu kita lagi kalau marah-marah gini lihat tuh sudah nampak kerutan di wajahnya". Rina langsung kabur keluar pintu sebelum mendapatkan jitakan di kepalanya.
"iya betul Rin,apa lagi nyonya besar belum dapat jatah malam pertama dari suaminya, bisa-bisa kita lagi yang jadi sasaran kemarahannya" Ucap Desy.
Dessy dan Rina berlarian keluar rumah sebelum Delia bertindak.
"Awas yah kalian datang-datang di rumah orang buat kacau saja kalian, Awas yah aku tidak bakalan kasih kalian makanan dan minuman biar kalian tahu rasa sudah mengejek aku"
Mereka berlarian mengelilingi rumah bagaikan anak kecil Saja.
Sampailah mereka di taman belakang rumah, ternyata di taman belakang ada Balai-balai yang cukup untuk mereka tempati bersantai.
Mereka ngos-ngosan bersamaan, mereka juga merebahkan tubuh mereka ke atas balai-balai.
Beberapa saat kemudian,Delia pamit kepada temannya untuk menutup pagar dan pintu depan rumahnya.
"Aku masuk dulu yah,mau nutup pintu sama pagar dulu, takut ada orang jahat masuk" Ucap Delia.
"Aku perhatiin dari aku masuk sini kayaknya ni perumahan pengamanannya bagus loh Del, kamu gak perlu khawatir,waktu kami masuk saja diperiksa kayak orang yang mau menemui pejabat saja" kata Dessy
"Betul kata Dessy Loh Del, Rumah suamimu ini lumayan aman tadi saja Security-nya menelpon seseorang dulu baru kami diijinkan Masuk loh ke sini" Ucap Rina
"Serius,Aku saja yang tinggal di sini gak tahu tentang itu, mungkin karena baru tadi pagi aku ke sini dan belum lama juga tinggalnya jadi gak tahu apa-apa"
"MayBee, Jawab Rina dan Dessy bersamaan
"Aku ke depan dulu yah kalau mau ikut masuk silahkan masuk saja, Sempat mo lihat-lihat" hehehe
Delia masuk ke dalam rumahnya setelah menutup pagar dan Pintu Rumahnya, Kemudian masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil Laptop dan beberapa cemilan maupun minuman ringan.
"Dessy menurut kamu Kerjaan Arya itu apa yah, masa cuma kerja sebagai pelayan biasa saja bisa memiliki rumah yang lumayan elit dan bagus kayak gini" Ucap Rina
"Iya juga sih, nabung selama 10 tahun pun kalau cuma kerja sebagai pelayan gak mungkin bisa, Kecuali punya kerja sampingan yang gajinya lumayan bisa kebeli ini rumah"
"Mantul banget katamu Des". kata Rina
"Apa kita tanyakan langsung sama Delia,Tapi aku tidak mau Delia kepikiran dan betfikir Negatif lagi tentang suaminya"
"Iya juga entar Delia sakit hati dengan kata-kata kita" kata Dessy
"jadi kita diemin saja Sambil cari tahu siapa Arya sebenarnya" Kata Rina
Mereka berperang dengan pikirannya masing-masing,di satu sisi mereka tidak ingin Delia terluka dan Sekaligus tidak ingin melihat Delia terbebani dengan pemikiran mereka.
Delia pun datang dengan berbagai macam barang bawaan.
"Ini aku bawain kalian makanan plus minumannya,sama tugas Aku ada di dalam laptop ini"
"Aku minum dulu haus nih,Siang kali ini panasnya menyengat banget, mataharinya tidak tahu Saja kalau aku dari salon" ucap Desy Sambil mengibaskan tangannya di depan wajahnya.
"Biasa songonnya keluar nih anak mentang- anak sultan yah Del"
"Aku mau nyicipin kuenya kayaknya enak nih"Rina langsung menyambar kue kering yang ada di depannya.
"Kamu gitu emang kalau udah perawatan pasti gak mau keluar rumah" ucap Delia
"iya nih si Dessy padahal berjemur seharian pun gak bakalan item" Ucap Rina
Mereka menghabiskan waktunya dengan mengerjakan tugas dari Dosennya, Sekarang mereka sudah semester 7, Jadi tidak lama lagi akan magang di salah satu perusahaan yang ditunjuk oleh kampusnya.
Karena mereka sangat serius mengerjakan tugas sampai-sampai mereka lupa waktu kalau sekarang sudah mo masuk waktu Magrib.
"Akhirnya selesai juga" ucap Dessy
"Kalian saja yang malas mengerjakan tugas, kalau kalian serius pasti gak bakalan terlambat setor tugasnya".
"iya nyonya Arya,Maaf sudah merepotkan" Dessy berdiri seakan-akan sedang menghadapi Ratu.Hahahaha
" Kalau gitu kami pamit dulu Cin, Sampai jumpa besok di kampus yah Vin n makasih banyak atas bantuannya" Ucap Desy
"Kamu ngomong gitu kayak sama orang lain saja,Suntay kali"
"kita kan sahabat selamanya"
Mereka berpelukan dan sing tersenyum.
Kejadian ini tak lepas dari penglihatan Arya, Ternyata Arya sudah pulang sedari tadi.
"Hati-hati di jalan Cin,inget jangan ngebut kasihan si Rina Belum Nikah" Delia tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Rina
"Dari pada sudah nikah tapi dianggurin Mulu,emang patung apa" Rina menjulurkan lidahnya dan mengolok-olok Delia
Delia ingin mencubit Pipi Rina tapi Mobil Dessy sudah melaju meninggalkan garasi rumah Delia.
"Awas yah nanti aku akan balas kalian" Delia berteriak seakan-akan Dessy dan Rina mendengarnya.
Delia kembali ke dalm rumahnya dan membereskan sisa-sisa kekacauan yang dilakukan oleh ke dua temannya.
Sebenarnya Mereka berempat tapi salah satu mereka pindah ke luar negeri dan menetap di London. Nama temannya Riana.
Setelah mencuci piring dan perabot lainnya, Delia masuk ke dalam kamarnya dan bersiap-siap untuk mandi.
Delia bersenandung di dalam kamar mandi,hal ini terdengar oleh Arya yang sedang Lewat depan kamar Delia, Arya penasaran dengan suara dan aksi Delia, Akhirnya membuka kenop pintu kamarnya Delia dan ternyata pintunya tak terkunci.
"Ternyata Suaranya bagus juga, suara dan wajahnya sama- Cantik dan indah"
Sebelum meninggalkan kamar Delia, Arya menyimpan Paper bag di atas ranjang milik Delia dan secarik kertas.
Delia keluar dari kamar mandi berbarengan dengan Arya keluar dari kamarnya Delia.
Karena Paper bagnya besar jadi sangat jelas kelihatan oleh mata Delia.
"Paper bag siapa ini,kok ada di kamarku, aku kan gak pesan apa-apa Lewat online lagian kalau pesan gak mungkin langsung di bawa ke dalam kamar?".
Delia membuka Paper bag itu dan tiba-tiba terjatuh secarik kertas yang bertuliskan
"Pakai pakaian ini dan temani aku ke suatu tempat, kamu harus tampil cantik jangan buat aku kecewa" dari Arya
"ternyata kak Arya yang mengirimkan untuk aku, mungkin kak Arya udah pulang kerja.
Delia membuka Paper bag itu ternyata isinya satu stel pakaian gamis cewek lengkap dengan hijabnya.
"modelnya Cantik, kainnya juga halus pasti ni pakaian mahal, tapi kak Arya punya uang sebanyak ini untuk membelinya dari mana? ohh mungkin kak Arya sudah gajian".
TBC...
Update 3 bab hari ini lumayan buat mataku agak perih. Tapi di Readers yang setia dukung Novel Fania tak apa-apa lah.
Jangan Lupa tungguin terus Updatenya dan kelanjutan kisah Rumah tangga Delia dan Arya.
Fania ucapkan Makasih Banyak untuk Readers all😘💗💞
atau lebih baik di ganti dengan tidak sadarkan diri gitu,soalnya pengulangan kata pingsang mu terus dari awal sangat"mengganggu🙏