Suatu kehormatan, seorang gadis muda belia memilih menikah dengan seorang dokter duda tua, daripada menjual harga diri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyambut Hari Jadi
Pagi hari dilain waktu,
Masih dalam rangka memperingati hari jadi rumah sakit dimana Sifa bekerja
Siang ini, Sifa kembali mengikuti lomba menghias tumpeng.
Satu team memiliki tiga personil, dan semua peserta lomba diikuti oleh seluruh karyawan diberbagai departemen.
Semua peserta sudah menumpuk diruang aula.
Aula disulap menjadi tempat perlombaan semacam pencarian bakat berjudul masak memasak.
Meja dibuat memanjang, agar juri bisa berjalan didepan para cheff dadakan plus gadungan. Pasalnya, mereka belum tentu bisa memasak. Hanya saja, disetiap departemen wajib mengikuti lomba, bisa tidak bisa, wajib untuk mengikuti.
Semua bahan sayur sayuran untuk menghias, disediakan oleh panitia lomba, tapi tidak termasuk nasinya.
Nasi kuning tersebut, dimasak dari rumah peserta masing masing, karena memasak nasi butuh waktu lama, jadi menghemat kompor.
Peserta lomba hanya bisa mengapresiasi kemampuan menghias. Peserta tidak boleh menambahi bahan dari luar, cukup bawa nasi kerucut, lalu hias dengan sayur serta apa yang tersedia disitu, tanpa harus menambahi sesuatu, dan yang jelas, peserta disini dibebaskan untuk berkreasi
Disisi lain, lomba mengisi air dalam botol ukuran 600 ml yang berjumlah 3 botol kosong ini sudah berjajar didepan sana.
Peserta ini gantian satu persatu dengan cara, mengisi air menggunakan gelas air mineral.
Cara mainnya, botol sudah berdiri disana sekitar 5 meter dari peserta berdiri dengan ember berisi air, lalu, peserta membawa air dengan cara mengisi gelas tersebut, setelah gelas terisi air, peserta lari menuju botol, lalu mengisi sampai penuh. Jika peserta sanggup memenuhi air dalam botol penuh duluan, berarti peserta tersebut sebagai pemenangnya
Masih dihalaman parkir
Peserta satu departemen menunjuk 2 jagoannya masing masing yang bisa lari, mau badan gemuk, ideal, krempeng boleh.
Satu team larinya bergantian, jika temannya sudah sampai, dan salaman atau tos saja, teman lainnya boleh berlari.
Peserta pertama dari grup koki rumah sakit, juru masak ini biarpun badannya bulet, katanya mantan jago lari marathon diwaktu mudanya. Sedang peserta satunya tinggi kurus, pas angka 10 pasangan ini.
Peserta kedua, dari grup keamanan. Cowok berprofesi sebagai satpam ini orangnya tinggi, badan atletis. Katanya, dulu dia jago renang waktu jamannya kerja dipemandian, Yaiyalah, kalau pengunjung tenggelam, dia harus bantu dong, nggak mungkin ada pengunjung tenggelam dia main liprit.. Bisa bisa pengunjung menjemput maut kalau caranya dilipritin terus tanpa dibantu. Sedang teman seperjuangan badannya agak gebor, katanya stok satpam sudah tidak ada, karena ikut lomba lainnya.
Peserta ketiga diisi oleh grup OG OB, biasa orangnya krempeng, celananya gebor gebor karena kakinya kecil, tapi seragam dari sini tidak ada yang kecil, semuanya longgar. Waktu kecil dulu katanya, dia pemenang lomba makan krupuk, ya, rasain deh sampai sekarang badannya kurus, sedang pasangannya asal comot saja, padahal hari ini masih tugas.
Peserta keempat ini diisi oleh grup dokter, dan dokter tersebut ahli bedah masalah persunatan atau khitan. Dokter muda yang tiap harinya mengkhitan ini, dulu katanya, sering jadi pemenang lomba mengadu burung dara, yaitu burung daranya dokter digabur biar terbang dari kejauhan, lalu burung tersebut bisa masuk dalam kolongan yang tersedia dilapangan. Jika burungnya bisa menikuk cantik dan masuk pada kotak kolongan, ialah pemenangnya, sedang pasangannya sudah kehabisan stok juga, jadi, dokter Ilhamlah yang ikut menemani dokter Bayu.
"OKE PESERTA SIAAAP !!!??? SATU !! DUA !! TIGAAAAAAAA!!!!!!"
Keempat peserta sudah siap. Mereka mulai membawa gelas berisi air dan berlari sekencang mungkin
Yel yel sudah memekakkan telinga semua orang.
Dari bawah melihat keatas gedung sudah tidak terlihat kaca. Semua kaca yang mengitari balkon, isinya ratusan orang, baik pasien, keluarga pasien, atau siapapun ingin nemplok pada kaca pembatas agar tidak jatuh dari ketinggian.
"Goreng, masak ,tumis !! goreng, masak, tumis!!" Yel kelompok koki sambil jingkrak jingkrak
"Minggir lainnya minggir piprittt !! minggir lainnya minggir pipritttt !!!" Yel para satpam sampai giginya keluar semua
"Sikat lainnya sikat hahayy !! Sikat lainnya sikat hahayy !!" Yel para OB/OG riuh, tangannya keatas satu sambil teriak teriak sampai urat lehernya terlihat
Dokter Bayu berlari sambil kopat kapit membawa air dan terus berusaha "Periksa bius potong !! periksa bius potong !!" Yel para dokter menyemangati.
Setelah dokter Bayu tos dengan dokter Ilham, dokter Ilhampun berlari.
"Bius bedah oekk !! bius bedah oekk !!"
Para penonton tertawa ngakak bukan sama yelnya saja, melainkan pada peserta yang cengap cengap karena kehabisan napas. Bayangkan, dokter Ilham usianya sudah tua, stok lain juga sudah tidak ada. Daripada Ilham ikut lomba sepakbola, sebelum pingsan, lebih baik ikut lomba ini
"Ya Allah, dokter bayu itu kalau lagi meriksa kayak apa coolnya, sekarang bewh, wajahnya merah kayak disiram saos wkwkwk " Salah satu penggemar Bayu
"Lihat, dokter Ilham, emmp biarpun usianya matang, semangat larinya menggoda jiwaku" Ucap penggemar dokter Ilham
"Dokteeeerrrr, ayo dok larinya yang kencang, jangan mikirin burungnya pasien !!! ayo bius bius potong !!! bius bius potong !!!"
"Dokteeeerrrr, jangan mikirin orang hamil meluluuuu, biarin singkirin duluuu..Ada suaminyaaaa.. Bius bedah oeekkkk !!! bius bedah oeeeekkk !!!
Perut penonton tidak ada yang lemas, semuanya kaku karena tertawa, mikirin utang saja tidak no way... Gigi kering, mulut kering, tenggoran kering.
"Mas didik, isi terus mas jangan sampai kendor. Ayo mas, jangan mikirin micin yang didapur !! Goreng masak tumis !! isi air terus biar penuh mas.. Banyakin airnya mas !!" Suara supporter sampai serak
"Mbak mbak, kalau banyakin air namanya bukan tumis dong mbak, tapi sayur haha" Celetuk penonton yang ingin terkencing kencing.
Giliran koki lain yang badannya bulet " Pak Bidiiiinnn ngglundung aja paaaaakkk, masak makan kenyang !!! masak makan kenyang !!! ahaha"
"Andi terus ndi, ayo sikat lainnya ndiii !! biar bersih ndiii !!!"
Andi terjungkal
"Waduh Andiiii, celanamu lepas aja ndii daripada nyrimbet nyrimbetin, ala tobil tobil anak kadal" Penggemar Andi kecewa
"Kang Ramlaaannn... Jangan malu maluin hayo kamu pasti bisa pripiittt !!! kamu pasti bisa pripiiit"
Sementara satpam satunya bernama fried fil "Ayo pak pritpil... Jin ipriiiiiitttttt tampilkan pesonamuuuu!!!"
"Husss sembarangan"
"Halaaaa dia ga denger"
Sementara lomba terus bergulir, lomba lainnya juga harus selesai untuk hari ini.
Termasuk turnamen bulu tangkis, tenis meja, volly, futsal, dan banyak lagi turnamen turnamen lainnya.
Panitia lomba sudah mengumumkan, bahwa hari ini harus sudah selesai, karena malam ini, malam puncak pemotongan tumpeng oleh sang pemilik rumah sakit.
Tumpeng para peserta sudah dibawa kerooftop, tak ketinggalan berbagai macam hadiah sudah diangkat kegedung paling atas ini.
Karena malam ini malam istimewa, semua peserta diharap hadir, tanpa kecuali.
Bersambung....
Sengaja author menulis novel ini hingga seribu kata per episode, othor ingin semua pembaca yang hadir dinovel ini semuanya terhibur...
Monggo yang mau senam mulut, jangan cekikikan sendiri, komen agar othor tau apa yang readers mau
komen, like ,vote...
kangen sama cerita lama...
kangen pengen baca lagi...
sakjane ki aku kangen karro karrya mu thor...😩
gak buat karya lagi kah🤔
kata *samoza* jadi kelingan sama novel ini🙈
klw suami di dunia nyata kayak bgtu.. ummmm senangx