Mengisahkan Perjalanan kisah cinta Adel Emanuella Sanjaya anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Max Sanjaya dan ibu Jenny Andreas. Kisah ini berawal ketika Adel berkenalan dengan seorang polisi yang identitasnya sengaja di rahasiakan karena tugas negaranya. Di pertemukan lagi ketika Adel sudah menjadi seorang dokter. Saat itu Adel Emanuella Sanjaya baru tahu bahwa Karel Imanuel Barnabas seorang perwira Kepolisian berpangkat Iptu. Apakah cinta mereka bisa bertahan menembus segala cobaan dengan profesi Karel yang adalah seorang intel??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bandara Jakarta
Ketibaan pesawat dari Singapore, lima menit setelah pesawat dari Doha mendarat. Karel bersama istri dan dua temannya menuju ke tempat mengambil koper lagu mereka mengantri ke imigrasi. Bagian bea dan cukai, untuk pemeriksaan barang bawaan mereka.
Meskipun Karel bisa mendapat kemudahan namun dia tidak mau melakukan itu, kemudahan itu akan dia gunakan pada saat dia dinas atau saat emergency. Dia antri sama seperti penumpang dari luar negeri lainnya yang baru pulang berlibur.
Jack tersenyum, waktu melihat dokter Adel, perempuan yang sedang menarik perhatiannya. Dia menatap tubuh itu. Dan dia begitu takjub melihat perubahan di tubuh perempuan itu ternyata dia memiliki tatto. Jack yang penasaran dengan gambar di punggung leher Adel. Berusaha untuk konsentrasi.
"Seperti tatto nama. Cantik dia terlihat cantik." Hati Jack berkata dengan jujur. Dia akui bahwa Dokter Adel Emanuella Sanjaya spesialis bedah saraf dan pembulu itu sangat cantik.
Perhatian Jack Omar kepada istri bosnya membuat Resa mendekatinya dan menegur. Karena terlihat sampai antrian didepannya kosong, Jack belum beranjak atau bergeser, karena tatapannya masih tertuju pada Adel.
"Pak, silahkan maju." Jack kaget dan memohon maaf. Resa berkata dalam hati dasar buaya darat. Padahal istrinya juga cantik, masih bisa melihat perempuan lain.
Ketika keluar bandara Jack terpisah mobil dengan keluarganya istri serta kedua anaknya. Karena dia masih harus ke perusahaan ada surat- surat yang harus dia periksa dan tanda - tangan.
"Saya mau informasi lengkap tentang dokter Adel ."
"Bos.... Itu istrinya polisi."
"Terus??? Saya hanya butuh datanya saja."
Adel dan Karel sudah di jemput oleh supir dari rumah mereka. Simeon dan Resa sudah dia pesan mobil online untuk menuju ke markas kesatuan mereka.
Adel disambut oleh mama dan papa mertuanya. Bahkan mama ngak sabar ingin melihat tatto menantunya.
"Maaf ya ma, pa, Adel melakukan ini."
"Itu pilihan Adel. Mama suka kok. Kenapa harus tatto nama Karel sih."
"Ma, saya suaminya." Mamanya sengaja menganggu anak bungsunya itu.
"Bagaimana bulan madunya?? Kamu tetap menjaga pola makanmukan sayang."
"Iya ma Adel jaga. Dan Adel bahagia sekali."
"Kami juga kerja setiap subuh, siang dan malam. Sudah seperti minum obat. Karel terus berinvestasi di dalam rahim Adel. Sisa mama dan papa berdoa agar apa yang Karel investasikan berbuah hasil yang baik."
Muka Adel susah memerah melihat dan mendengar suaminya membocorkan aktivitas mereka. Sementara papa dan mama mertua Adel hanya tersenyum. Papa mertua malah memuji anaknya dan memberi jempol.
"Pasti, kalau berdoa sudah pasti papa dan mama lakukan."
Jack sudah mendapat informasi tentang Adel Emanuella Sanjaya. Namun informasi orangtuanya tertutup. Jack tidak bisa mendapat informasi itu, nama dan dimana mereka tinggal.
"Kok hanya segini."
"Iya bos. Sepertinya data dokter Adel sengaja ditutupi. Mengingat pekerjaan suaminya bos."
"Yes.... I see.... I see."
Malam hari, Jack Omar baru kembali ke rumah, istri dan kedua anaknya sudah tertidur. Dia mencium kedua anaknya. Dan dia ke kamarnya. Ternyata kedatangannya membuat Elisabeth istrinya ke bagun.
"Baru pulang??"
"Iya."
"Sudah makan??"
"Sudah, tadi di kantor."
Semenjak Jack sering jajan diluar, Elisabeth sudah tidak memberi jatah batin lagi kepada suaminya.
"Jack, aku mau kembali bekerja??"
"Anak - anak bagaimana??"
"Ethan dan Eliana sudah besar. Aku stres tinggal di rumah saja. Mantan managerku menawarkan pekerjaan lagi buatku."
Jack melihat istrinya. Sebenarnya Jack tidak menyetujui, karena dia takut kebanyakan cewek - cewek yang menjadi cewek panggilannya adalah dari kalangan artis. Namun melihat muka istrinya. Akhirnya dia mengijinkan.
"Oke, tetapi jika Ethan dan Eliana tidak di perhatikan dengan baik. Kamu berhenti bekerja. Lagian uang yang aku berikan banyak. Kamu bebas mengunakan uang itu."
Pagi ini, Adel terbangun karena dia merasa mual. Maka dia buru - buru menuju ke kamar mandi. Dan sampai di sana dia langsung muntah. Adel memagang nadinya. Dia mulai curiga. Maka secepatnya dia mengambil tiga alat tespack berbeda yang selalu dia stock di kamar mandi.
Suara muntah Adel di kamar mandi membangunkan Karel. Dengan cepat dia bangun dan menyusul istrinya. Semalam mereka baru saja melakukan hubungan jadi mereka masih dalam keadaan tubuh tak berkain satu pun.
"Sayang....... mas buka pintunya ya....." Karel masuk dan melihat istrinya sedang berlutut di depan toilet. Langsung di peluk istrinya.
"Kamu kenapa sayang???" karel bertanya sambil menggunakan celana dalam menutupi organ intimnya.
"Mas..... Sepertinya adek hamil deh." Adel langsung meminta suaminya melihat alat tespack yang sedang dia rendam didalam air seninya di atas meja westafel. Karel begitu bahagia, ternyata benar ketiga alat itu menyatakan istrinya positif.
"Sayang, kamu hamil. Apa yang harus mas lakukan."
"Mas bantu ade mandi. Pagi ini kita ke rumah sakit. Sepertinya ade harus di infus."
"Oke sayang."
Karel dan Adel langsung mandi bersama. Namun keadaan Adel masih mual dan mau muntah. Selesai mandi, Karel langsung memperlihatkan alat tespack. Kepada kedua orangtuanya. Sementara Adel sudah pucat pasih. Mereka langsung membawa Adel ke rumah sakit.
Dalam perjalanan, Karel menginformasikan kondisi Adel. Dan sampai di IGD sudah ada dokter jaga, dokter Samuel, langsung di letakan di bangkar rumah sakit dan di dorong ke ruangan. Pemasangan infus yang pertama dilakukan.
"Sepertinya aku hamil dokter." Samuel langsung menatap Adel. Samuel tahu ketika memeriksa detak jantung dan mendengar ada suara detak jantung kecil. Karena sudah jam tujuh oagi, dokter siti dokter spesialis kandungan sudah datang dan langsung memeriksa Adel. Setelah memberi obat, Adel dipindahkan keruangan khusus dokter untuk dirawat. Setelah di suntik obat kuat janin, vitamin dan mual yang lewat infus. Adel bisa pulang.
Lambat laun raut wajah Adel berubah, tidak terlihat pucat lagi. Karel langsung memeluk Adel istrinya. Karel diminta menemui dokter Siti memberitahukan kondisi istrinya. Dan memberikan resep obat.
"Dokter, bisakah istri saya diberi makan??"
"Bisa, walaupun mual harus tetap ada makanan yang masuk. Mual itu biasa bagi ibu hamil sampai usia tiga bulan kandungan. Dokter Adel sekarang usia kandungannya enam minggu pak. Jadi sudah sebulan lebih."
Karel bersyukur ternyata tidak terjadi sesuatu pada istri dan calon anaknya. Karena berdasarkan usia kandungannya sebelum mereka bulan madu Adel sudah hamil, dan selama itu dia terus berhubungan badan dengan istrinya. Kadang berhubungan sangat ekstrim.
Jam sepuluh Adel sudah bisa pulang. Adel ijin sehari, besok baru dia bekerja. Sementara pasiennya masih dibantu oleh dokter residen. Yang tetap komunikasi dan konsultasi dengannya.
"Sayang... Mas harus ke kantor ada rapat. Kamu ngak papa mas tinggali."
"Its oke mas. Kan ada mama." Karel mencium istrinya. Sekarang Adel sedang berjemur di teras samping rumah mereka sambil tidur - tiduran. Mama berjanji untuk menjaga Adel istrinya, itu yang membuat Karel tenang.