fatimah azzahra yang kerap di panggil fafa atau patimah oleh teman dekat maupun orang lain. fatimah sudah 3 tahun nikah bersama Hengki Affandi.dari pernikahan itu belum juga mendapatkan seorang pun anak sampai ia di usir oleh suaminya.
beberapa tahun hengki dan fatimah berpisah dan gak pernah ketemu,di suatu hari hengki bertemu dengan fatimah dan kedua anak kembar fatimah dari pernikahan mereka.
apa kelanjutannya baca ajah yah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ridwan jujun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
jalan-jalan keluarga
Saat ini seluruh keluarga Affandi berencana untuk pergi jalan-jalan. Usia kandungan Jihan sekarang sudah menginjak 4 bulan. Jihan tak pernah merasakan yang namanya ngidam. Tapi itu semua dirasakan oleh Hengki.
Setiap pagi Hengki sering merasakan muntah, dan tengah malam ngidam yang aneh-aneh. Kadang Hengki juga menangis jika apa yang diinginkannya tidak ia dapatkan.Hengki seperti anak kecil yang terus merengek tak menentu jika ngidamnya tak terwujud.
Kadang juga keluarga Hengki menertawakannya karena bertingkah seperti anak kecil. Hengki yang ditertawakan seperti itu malah semakin menjadi. Hanya Jihan yang bisa menenangkan sang suami.
"Mas, kita mau pergi ke mana?" tanya Jihan lembut.
"Kita akan pergi jalan-jalan Sayang, apa kamu bahagia?" Hengki kembali melontarkan pertanyaan.
"Iya Mas, aku bahagia. Akhirnya kita pergi jalan-jalan setelah sekian lama," jawab Jihan sambil mengeratkan pelukannya.
"Yaudah Sayang, mari kita turun. Yang lain sudah menunggu kita di bawah," ajak Hengki menggandeng tangan sang istri.
"Ayo Mas," ujarnya antusias.
Tujuan mereka sekarang adalah ke kebun binatang, karena itu permintaan dari Jihan. Mereka semua hanya bisa menuruti keinginan Jihan. Tak ada yang mau membuat Jihan sedih. Lebih baik memenuhi keinginan Jihan toh itu semua juga keinginan janin di kandungan Jihan.
Netra jernih itu tak henti-hentinya berbinar saat melihat berbagai macam hewan yang ada di sana. Jihan sangat bahagia keinginannya dipenuhi sang suami maupun keluarganya.
"Mas lihat," Tunjuknya pada seekor angsa yang sedang berenang. "dia sangat lucu ya, Mas?" lanjutnya dengan senyuman.
"Iya, Sayang. Mereka sangat lucu," jawab Hengki dengan senyuman sambil mengusap kepala sang istri dengan sayang.
Selanjutnya mereka melanjutkan kebagian hewan yang lain. Mereka berhenti di dekat kandang burung merak.
"Mas, aku mau berfoto dengan burung ini, Mas. Sangat lucu dan manis," ujarnya sambil menyodorkan HP kepada Hengki.
Dengan senang hati Hengki memotret istrinya dengan berbagai gaya. Jihan berpose seperti orang kehabisan gaya karena banyaknya gaya sudah ia gunakan.
"Sudah Mas?" tanyanya dengan menyodorkan tangannya.
"Iya, Sayang,"
2 jam lamanya mereka di kebun binatang selanjutnya mereka akan pergi ke pusat perbelanjaan yang tak jauh dari kebun binatang tersebut.
Berkeliling mencari makanan untuk dibawa pulang. Jihan berhenti di tempat jejeran makanan ringan. Ia memilih berbagai makanan ringan dan memasukkannya ke dalam troli yang dibawa Hengki.
Tak lupa Jihan juga memasukkan susu ibu hamil ke dalam troli itu. Terus berjalan hingga ke tempat berbagai aneka buah tersusun rapi. Mengambil buah anggur, jeruk, dan pir lalu memasukkan juga ke dalam troli.
Jihan sangat senang dengan apa yang ia ambil. Selama hamil porsi makan Jihan juga sangat bertambah. Bahkan ia sangat suka dengan buah-buahan. Setiap pulang kerja Hengki terus membelikan buah untuk istri tercinta.
Mata Jihan terpaku saat melihat berbagai macam pakaian bayi yang sangat menarik menggantung indah. "Mas, kita masuk ke sana yuk?" ajaknya sambil menunjuk pakain bayi.
"Buat apa ke sana, Sayang? Lahirannya masih lama loh, Sayang?" ujarnya.
"Mas ayo kita ke sana. Aku ingin beli satu aja ya Mas. Ya ya ya," ungkap Jihan dengan memperlihatkan muka memelasnya.
Hengki yang tak tega menganggukkan kepalanya. "Yaudah, ayo kita ke sana,"
Dengan senang hati mereka berjalan ke arah berbagai macam pakain bayi. Jihan yang awalnya hanya meminta satu malah merengek meminta lebih banyak lagi. Hengki hanya pasrah mengiyakan permintaan istrinya.
Jihan asik memilih berbagai macam pakain bayi yang menurutnya sangat lucu. Memasukkan ke dalam troli yang ia pilih hingga troli itu tampak penuh.
Saatnya mereka membayar kepada kasir apa yang mereka beli. Sedangkan semua keluarga yang lain sudah pulang duluan saat Hengki berada di toko perlengkapan bayi.
Bergabung
walaupun singkat tapi mantap sekali 👍👍
teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
makasih banyak kak thor 😘❤️