[BANYAK SALAH KATA, CERITA CAMPUR ADUK!!!]
Sinopsis :
Dibenci, dibully, dikhianati, dikucilkan, diftnah, terasa dunia hanya mempermainkannya. Ini yang terjadi dengan seorang pemuda berumur 16 tahun bernama Ryan yang terus ditimpa hal semacam itu sejak masih kecil.
Sempat berpikir dunia ini hanya sebagai tempat penyiksaan baginya, karena bagaimanapun ia terus ditimpa hal semacam itu secara berulang-ulang seakan-akan dunia tidak menerima keberadaannya.
Pada akhirnya, ia pun dibunuh dengan tangan sahabatnya sendiri yang mengaku malu mempunyai sahabat seperti dia, dia, dan dia. Namun, itu hanya sebuah awalan dalam kehidupannya. Setelah itu, jiwanya di reinkarnasikan dalam tubuh seseorang bernama Luca dan mendapatkan sebuah System yang sangat canggih.
Di samping itu, Luca juga mendapatkan nasib yang sama seperti Ryan. Akan tetapi, semuanya berubah semenjak ia bertemu dengan gadis bernama Aria yang dimana Aria adalah seorang Elf yang sangat cantik dan imut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B_Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Sebuah Ungkapan
Like : Komen : Share : Vote
"Sebenarnya..."
"Sebenarnya apa?" Tanya Aria yang kebingungan melihat ekspresi wajah Luca yang begitu gugup dengan menunduk ke bawah.
"Sebenarnya..."
"Eh... Hm... Sebenarnya..."
"Oh ya aku mau mandi dulu, sepertinya kau merasa tidak nyaman, ya sudah." Luca langsung menggunakan langkah seribu menuju air terjun dan membuat Aria sangat-sangat penasaran.
"Sebenarnya apa? Ih... Dasar Luca, membuatku penasaran saja." Ucap Aria yang berdecak kesal karena Luca terus saja membuatnya bingung.
...---...
Sebulan Kemudian...
Di siang hari yang begitu terik, Luca sedang tidur-tiduran santai di Padang rumput. Suara rumput bergoyang, angin yang terus berhembus lirih membuat Luca sangat nyaman dan ingin tidur.
"Tidak terasa sudah satu bulan berlalu, dan syukurlah kekuatan dan tubuhku sudah meningkat pesat, walaupun skill Penciptaan adalah teknik yang sulit dikuasai. Tapi aku harus tetap melatihnya."
"System, tunjukkan statusku." Layar virtual tiba-tiba muncul yang memperlihatkan status Luca itu sendiri.
[Status]
Nama : Luca
Kekuatan : Dewa Pencipta {60%}
Warrior : Platinum Tahap Menengah
Tingkat Kultivasi : Surgawi Level 1
Energi : Suci
Element : Cahaya {20%} Kegelapan {1%} Api {84%} Air {90%} Angin {67%} Petir {1%} Tanah {72%}
Skill : Penciptaan, Aura Kematian
Point : 790
>>> Toko <<<
>>> Inventaris <<<
>>> Settings <<<
[---------------]
"Bagaimana caranya aku menggunakan elemen kegelapan? Selama satu bulan ini aku sama sekali tidak bisa mengendalikan ataupun memunculkannya." Luca menarik nafas panjangnya dan memejamkan matanya.
Tanpa Luca sadari, karena saking nyamannya untuk tidur, Luca pada akhirnya tertidur pulas dibawah terik matahari yang hangat disertai awan yang menutup langit di bawahnya agar tidak terlalu panas. Sementara Aria tadinya sudah bilang kepada Luca bahwa ia akan ke Utara kembali untuk menenangkan dirinya sementara waktu.
...---...
Malam hari tiba, Luca tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ia melihat Aria sedang duduk di sampingnya "Aria!" Luca lalu bangun dan duduk sembari mengusap matanya yang masih setengah sadar.
"Luca, selamat malam. Bagaimana dengan tidurmu hari ini?" Ucap Aria dengan tersenyum ke arah Luca.
"Hehehehe saking nyamannya suasana disini, membuatku tertidur hingga larut." Sejenak mereka berdua melihat rerumputan serta dedaunan yang bergoyang di gelapnya malam itu.
Luca akhirnya duduk di samping Aria. Di malam itu, mereka berdua memutuskan untuk merasakan malam diluar terlebih dahulu. Di sisi lain, tiba-tiba Luca terpikirkan sesuatu yang harus ia lakukan sekarang juga.
"Oh ya ini adalah waktu yang tepat." Batin Luca, ia lalu menolehkan wajahnya ke Aria. Dengan itu, mereka saling menoleh satu sama lain secara bersamaan.
Muka Aria berubah menjadi merah, begitu juga dengan Luca yang gugup ingin sekali menyatakan perasaannya padanya. Suasana mereka menjadi hening sesaat. Setelah itu, Luca memulai berbicara dengan nada-nada yang cukup rendah dan lembut.
"Aria..."
"Iy-iya, ada apa?" Tanya Aria yang masih saja menatapkan wajahnya ke arah Luca yang ekspresinya gugup. Tingkah laku Luca membuat Aria ikut gugup dan malu.
Jantung Aria berdetak kencang tanpa ia sadari. Luca mulai berbicara kembali dengan nada suara yang gugup lagi-lagi.
"Sejujurnya..."
"Ak-aku..."
"Aku? apa?" Wajah Aria semakin memerah begitu juga dengan jantungnya yang mulai berdetak lebih cepat dari tadi.
"Aku... Mencintaimu!!!" Ucapan dari Luca membuat Aria sangat-sangat terkejut dan wajahnya semakin memerah seperti kepanasan karena terik matahari.
"Sejak pertama kali bertemu denganmu, tiba-tiba saja sebuah rasa muncul begitu saja. Seakan-akan takdir menjodohkan dan mempertemukan kita berdua disini. Ak-aku mencintaimu dengan tulus, Aria..."
"... Aku ingin selalu berada di sisimu, aku rela mati hanya untuk melindungimu. Aku ingin, kita berdua tetap bersama setiap waktu..."
"Aku selalu berlatih dengan sangat keras untuk menjadi lebih kuat. Aku ingin melindungimu walaupun nyawaku sebagai taruhannya." Aria hanya bisa diam sampai Luca berhenti berbicara, jantungnya pun semakin berdetak kencang, dan terkejut ketika Luca menyatakan itu semua kepadanya.
"Di samping itu, bagiku, kau seperti belahan jiwaku. Jika kau menghilang aku juga akan menghilang!" Karena perasaannya yang sudah tidak tertahankan juga bagi Aria. Aria lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Luca dan membuat wajah Luca memerah sama seperti dirinya.
"Aku juga, Luca. Sepertinya memang takdirlah." Tiba-tiba Aria mencium bibir Luca, membuat Luca sangat terkejut dan jantungnya berdebar kencang. Pada akhirnya, Aria memberikan ciuman pertamanya kepada orang pertama yang ia cintai yakni, Luca.
"Cup."
Akan tetapi Luca juga tidak bisa menolak, ia pun menikmati ciumannya bersama Aria. Tiba-tiba Bulan yang cerah muncul di atas mereka berdua dan memancarkan cahayanya ke arah Luca dan Aria.
Mereka terus berciuman satu sama lain tanpa memperdulikan sekitarnya, walaupun suara-suara aneh terdengar. Beberapa menit kemudian, Aria melepaskan ciumannya.
Dengan muka merah padam, Aria pun berganti untuk menyatakan cintanya juga dengan sejujur-jujurnya.
"Luca, aku juga mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu. Walaupun kita baru mengenal satu sama lain sebulan lalu, tapi entah kenapa perasaanku begitu dekat padamu."
"Aku juga tidak tau apa yang terjadi padaku saat ini, mengapa aku tiba-tiba menyukaimu. Tapi, aku hanya ingin terus bersamamu apapun resikonya."
Aria tersenyum bahagia ke arah Luca "Luca~ terimakasih sudah datang dalam hidupku. Aku juga tidak tau bagaimana mengatakannya."Aria kembali mencium bibir Luca, mereka berdua menikmati kembali ciuman satu sama lain.
"Cup."
Walaupun Luca dan Aria berbeda ras, dengan adanya cinta mereka bersatu dengan disaksikan bulan purnama dan rerumputan di sekitarnya. Karena cinta adalah segalanya.
Angin berhembus kencang, Aria melepaskan ciumannya kembali "Malam ini dan seterusnya aku akan terus berada di sampingmu, Luca." Ucap Aria yang tersenyum bahagia kembali.
"Iya, aku juga."
Pada akhirnya, mereka berdua memutuskan untuk tidur di padang rumput itu. Dengan rasa cintanya, Luca memeluk erat Aria agar ia tidak kedinginan. Aria pun hanya diam saja dan lebih memilih untuk menikmati pelukan dari Luca. Ini pertama kalinya bagi mereka berdua dipeluk oleh seseorang dengan lawan jenis, yang pasti membuat mereka saling berdebar satu sama lain.
"Sekarang dan selamanya, kita akan selalu bersama~" Ucap Aria membuat Luca sangat bahagia.
Di kehidupan sebelumnya Luca sama sekali tidak mendapatkan kasih sayang seorang Ibu ataupun Ayahnya. Itu karena Ayahnya meninggalkan mereka yang membuat Ibu Luca harus menjadi tulang punggung juga.
Namun, setelah penderitaannya selama ini, akhirnya ada juga kebahagiaan yang datang pada Luca tanpa ia sadari sendiri. Luca berjanji dalam lubuk hatinya yang terdalam bahwa sampai kapanpun ia akan tetap bersama dengannya.
...To be Continued...
[Revisi : ✓]
paraaaaahh..