Haii, ayuk dukung saya.
Disini saya akan menceritakan kisah cinta pertama Ayra Syifania dengan seorang cowok.
Pertemuannya dengan seseorang yang bernama Arsen.
Saat melihat wajah cantik dan lugu Ayra, membuat nya tertantang untuk mendekati gadis itu.
Tapi apakah usahanya berhasil?
Bagaimana cerita cinta mereka dimulai.
Kita coba baca yuk... 😚😚
Cerita ini hanya cerita fiktiv jika ada kesamaan tempat dan nama tokoh, itu faktor ketidaksengajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Aɪɴᴜʀ Rᴏʜᴍᴀɴ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Jam istirahat, Ayra diminta Pak Eko untuk mengumpulkan buku tugas teman-teman sekelasnya dan membawakannya ke ruangan Pak Eko sebagai hukuman karena Ayra lupa mengerjakan PR matematikanya.
Tampak Ayra berjalan sembari membopong setumpuk buku yang lumayan berat.
(Tok tok tok) "Permisi pak." Ayra mengetuk pintu ruang Guru.
"Ya masuk, tolong bukunya taruh disini." perintah Pak Eko sembari menunjuk meja di depannya.
(Brukkk) Ayra menaruh buku tersebut di atas meja.
"Oh ya, habis ini kamu ke ruang musik, bersihin. Bawa sapu sama jangan lupa dipel yang bersih!" perintah Pak Eko.
"Hahh..? Kok masih ada hukuman Pak, kan tadi udah disuruh bawain buku." protes Ayra.
"Jangan protes, mau saya tambah hukumannya? Lari keliling lapangan 100x?" ancam Pak Eko.
"Ngg.. Nggak, Pak. Nggak. Udah cukup." ucap Ayra nyengir.
"Makanya kalau nggak mau dihukum, kerjakan PR nya. Nilai Matematika kamu itu paling jelek tahu nggak dari nilai mapel yang lain. Sudah sana kerjakan hukuman kamu, sebelum saya tambah hukumannya!" perintah Pak Eko.
"I.. Iya pak iya.” ucap Ayra sembari keluar dari ruangan Guru.
"Orang kok galak amat. Pasti dia sering disumpahi muridnya, deh. Pantesan nggak lakulaku." Ayra menggerutu di depan pintu ruang Guru.
"Ayraaaaa, saya dengar ya..!" Pak Eko berteriak dari dalam ruangan.
"Waduhh gawaat!" ucap Ayra panik dan lari ngacirr.
Ayra berlari kencang seperti dikejar harimau yang kelaparan, lalu berhenti di depan pintu ruang musik.
"Hosh.. Hosh.. Hosh.. Duhh engap. Sumpah ya itu Guru serem banget." ucap Ayra dengan nafas yang tersengal-sengal.
Saat Ayra hendak membuka pintu, dia mendengar seseorang sedang bernyanyi dari dalam ruangan. Dia memegang handel pintu dan membukanya pelan.
(ceklekk) Ayra membuka setengah pintu dengan pelan, dia mengintip dari balik pintu dan memperhatikan seseorang tersebut.
Terlihat pemuda tampan sedang memainkan gitar dan bernyanyi dengan merdunya. Suara itu tidak asing bagi Ayra, dia terpesona dengan apa yang dia lihat.
(greng.. Grengg.. Grengg..)
Oh, hush my dear, it's been a difficult year
And terrors don't prey on, innoncent victims
Trust me darling, trust me darling
It's been a loveless year, I'm a man of three fears
Integrity, faith and crocodile tears
Trust me darling, trust me darling
So look me in the eyes, Tell me what you see
Perfect paradise, Tearing at the seams
I wish i could escape, I don't wanna fake it
Wish i could erase it, Make you heart belive
But i'm a bad liar, bad liar
Now you know, now you know
That i'm a bad liar, bad liar
Now you know, you're free to go
Did all my dreams never mean one thing?
Does happiness lie in a diamond ring?
Oh, i've been askin for
Oh, i've been askin for problems, problems, problems
I wage my war, on the world inside
I take my gun to the enemy's side
Oh, i've been askin for
Oh, i've been askin for problems, problems, problems
So look me in the eyes, Tell me what you see
Perfect paradise, Tearing at the seams
I wish i could escape, I don't wanna fake it
Wish i could erase it, Make you heart belive
But i'm a bad liar, bad liar
Now you know, now you know
That i'm a bad liar, bad liar Now you know, you're free to go
.....
Belum selesai pemuda itu bernyayi tiba-tiba... (Gubrakkk..!) Ayra terjatuh dibalik pintu, pemuda itu memandang ke arah Ayra terjatuh.
"Ayra, lo ngapain disitu? " tanya Arsen masih memangku gitarnya.
Ayra bangun dan menepuk-nepuk lengan dan lututnya yang memar, dia merasa sangat malu.
"Astagaa malu banget gue. Udah ketahuan ngintip, pake jatuh segala, sial." batin Ayra.
(Prokk.. Prok.. Prokk..) Ayra bertepuk tangan sembari menutupi kegugupannya dan mendekati Arsen.
"Suara lo keren, Ars." ucap Ayra sembari mengacungkan kedua jempolnya.
"Biasa aja.” ucap Arsen dingin.
"Astaga, gue lupa kalau dia orang yang paling nyebelin, nyesel deh gue muji dia." batin Ayra
Arsen yang melihat lengan dan lutut Ayra berdarah, segera dia memegang lengan Ayra.
"Eh, lengan sama lutut lo berdarah?" Arsen terlihat cemas dan menarik Ayra untuk duduk di sofa pojok ruangan.
"Eh...?" Ayra bingung karena Arsen tiba-tiba menariknya.
Arsen mendudukan Ayra ke sofa, lalu dia mengambil kotak P3K yang ada di rak kayu samping pintu.
Arsen mengeluarkan Betadine, plaster dan kawan-kawannya, dan mulai mengobati luka Ayra dengan sabar.
(Deg deg deg) suara jantung Ayra.
"Masya Allah. Ternyata kalau dilihat dari dekat gini, dia cakep banget. Mirip Joen Jungkook. Hihihi.. " batin Ayra mengagumi ketampanan Arsen.
"Astagfirullahaladzim. Gue mikir apaan, sih?! Sadar Ayra, sadar. Huft.. Semoga dia nggak dengar suara jantung gue yang nggak karuan ini." batin Ayra tersadar
"Kenapa si dia ini, kadang nyebelin, kadang dingin, kadang lembut, apa dia titisan bungklon," batin Ayra.
Setelah Arsen mengobati Ayra, dia mendongakkan wajahnya yang ternyata Ayra sedang menatap wajahnya. Kini wajah mereka hanya berjarak 10 cm. Setelah sekian menit mereka saling menatap akhirnya mereka tersadar, mereka terlihat sedikit gugup.
"Lo ngapain di sini?" tanya Arsen.
"Astagfirullahaladzim!!! Ayra tersadar akan sesuatu dengan menepuk jidatnya sendiri.
"Eh, kenapa?" tanya Arsen kaget.
"Ya Allah, gue lupa. Gue kan kesini disuruh Pak Eko buat bersihin tempat ini.” ucap Ayra panik.
"Ya udah ayok gue bantuin, biar cepet selesai." ucap Arsen.
"Tumben lo baik." ucap Ayra.
"Mau dibantuin nggak?" tanya Arsen sewot.
"Idihh baru juga dibilang baik, udah nyebelin lagi." ucap Ayra kesal.
Mereka pun mulai membersihkan ruangan tersebut. Disela-sela Ayra menyapu, dia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku dan menyetel lagu dangdut, lagu milik Zazkia Gotik yang berjudul BANG JONO.
Ayra memegang sapu layaknya Microphone, dia bernyanyi dan menggoyang goyangkan badanya heboh.
Arsen tidak berhenti tertawa melihat kekonyolan Ayra.
Sedang asyik Ayra bergoyang, tiba-tiba dia menginjak sapu di lantai, kakinya tidak bisa mengimbangi gerakan tubuhnya akhirnya Ayra terpeleset.
(Bruukk!)
Ayra terjatuh, dengan sigap Arsen memegangi tubuh Ayra yang jatuh di depannya dengan memeluk pinggang Ayra erat, lalu ayra mendongakkan wajahnya ke atas.
Wajah mereka bertemu dan saling menatap satu sama lain.
(deg deg deg) jantung Arsen dan Ayra berdetak kencang.
"(Kau bidadari jatuh dari surga dihadapanku, eaaa) " Arsen.
"Apaa gue bakal mati sekarang? Astaga semoga dia nggak denger suara jantung gue." batin Arsen.
"Duhh ni jantung nggak bersahabat banget." batin Ayra.
Mereka tersadar dari lamunan dengan suasana yang sangat canggung. Tiba-tiba bel pulang sekolah berbunyi dan mereka pun kembali ke kelas dan pulang ke rumah masing-masing dengan jantung yang masih terus berdetak kencang.
SKIP
Di kediaman keluarga Pradipta.
(Tok.. Tok.. Tok..) suara pintu diketuk dari luar dan Mama Ria membukakan pintu. "Assalamualaikum, tante." ucap Jojo, Darren, Dave dan Keanu serentak dengan senyum pepsodent pastinya.
"Waalaikumsalam. Eh kalian sudah datang?! Tadi Ayra bilang katanya kalian mau datang ke sini. Mau ngerjain tugas kelompok, ya?" Tanya Mama Ria dengan senyum cantik
"Hehe iya tante." jawab Jojo nyengir.
"Bagus kalau begitu. Ayok masuk. Ayra sudah menunggu di taman belakang." ajak Mama Ria dan mereka pun berjalan menuju taman belakang.
"Hay, guys. Sini sini duduk. Gue udah siapin makanan banyak nih. Hehehe.." ucap Ayra.
"Waahhh mantep nih, Ra. Ada jambuu juga, lo emang sobat gue yang terbaik dahh." ucap Keanu senang melihat buah kesukaannya.
"Ya dong. Gue kan pengertian." ucap Ayra bangga.
Mereka pun mengerjakan tugas hingga selesai. Di saat mereka sedang asik mengerjakan, tiba-tiba datanglah dua lelaki tampan turun dari tangga dengan suara berisik.
"Baangg, pinjem mobil dong, please." rengek Agra memelas.
"Nggak ada!" ucap Andra singkat.
"Ayolah bang. Jangan pelit sama adek sendiri." Agra merengek sembari membuntuti Andra.
"Hihh.. Apaan sih kamu, dek?! Ganggu banget deh! mobilnya mau Abang bawa sejam lagi.
Kamu pake mobil Papa aja sana!" Andra mulai kesal.
"Ogahh. Mobil Papa terlalu keren, aku maunya mobil Abang aja yang Jelek." ucap Agra memaksa.
"Wahhh.. Wah... Songong, udah maksa, ngehina lagi." ucap Andra kesal dan menjitak kepala Agra.
Sementara disisi lain ada lima makhluk hidup yang sedang memperhatikan pertengkaran kedua saudara tersebut.
"Ngapain sih, bang?! Berantem segala. Ada temen aku nih. Malu tahu. Udah tua juga masih kaya anak kecil." ucap Ayra memajukan bibirnya.
Andra dan Agra mendekati kelima makhluk hidup tersebut.
"Eh lagi pada ngerjain tugas, ya? Maafin abang, ya." ucap Andra nyengir.
"Eh, iya. Gue sampai lupa. Kenalin ini bang Andra, yang sering gue ceritain." ucap Ayra.
Dave, Darren dan Keanu berkenalan dengan Andra, sementara Jojo masih syok dengan apa yang dia lihat. Dia masih tidak percaya pangeran impiannya ternyata abang dari sahabatnya sendiri.
"Pangeranku." batin Jojo masih terdiam syok.
"Kalau yang ini namanya siapa?" tanya Andra tersenyum.
(Puuk) Ayra menepuk bahu Jojo yang terdiam membisu, Jojo pun tersadar.
"Jojo, lo nggak apa-apa?" tanya Ayra cemas.
"Eh, ah, iya, enggak, gue nggak apa-apa. Eh kenalin nama saya Jovita, kak." ucap Jovita gagap.
"Ng.. Kakak masih ingat saya nggak? Saya yang waktu itu di taman, yang kakak tolongin dari gangguan preman, " ucap Jojo.
Andra masih tampak mengingat-ingat kejadian di taman.
"Oh ya, saya ingat. Wah ternyata kamu sahabat adek saya, ya?! Dunia ini benar-benar sempit." ucap Andra tersenyum.
"Ya udah, lanjutin belajarnya. Bang Andra sama bang Agra mau pergi dulu, Assalamualaikum." ucap Andra berlalu pergi.
"Waalaikumsalam." ucap Ayra dan kawan-kawan serentak.
"Jadi gimana, bang? Pinjem, ya. Plasenta." Agra masih memohon.
"Abang anterin." ucap Andra.
"Idiih, ogah. Aku mau pergi sama Vivian." ucap Agra.
"Waahhh... Kamu mau kencan, ya? Abang ikut." ucap Andra.
"Nggak. Siapa juga sih yang mau kencan." ucap Agra.
"Pokoknya Abang ikut." Andra memaksa.
Tampak Jojo masih memandangi punggung Andra yang berlalu pergi sampai tak terlihat lagi.
"Apa ini yang namanya jodoh?" Batin Jojo sembari tersenyum membayangkan wajah tampan Andra.
📽To be continue🎞
hai bang!