NovelToon NovelToon
ISTRI SUAMIKU

ISTRI SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Umi Asmarani

Seorang suami yang mempunyai dua istri, namun keduanya baik-baik saja tidak ada masalah.

Istri pertama sakit-sakitan dan tidak di karuniai anak, sementara Istri kedua di karuniai seorang putra.
Akan tetapi Sang Suami tidak puas dengan dua Istri, Dia masih tergoda wanita lain.
Akhirnya Dia jatuh dalam pelukan wanita jahat dan serakah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umi Asmarani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 8 Hamil

Keesokan harinya Nando udah bersiap untuk ngantor, pagi sekali Nando udah turun dan siap di meja makan.

Aku curiga saat aku turun Mas Nando sedang menelpon seseorang dan buru-buru menutupnya setelah melihat kedatanganku.

" Telpon siapa Mas, apa udah ada orang yang di kantor jam segini?" tanyaku cuek mendekati meja makan.

" Ini...Edo minta ketemuan nanti siang," jawabnya gugup sembari memasukan ponselnya ke saku.

" Ngapain jam segini udah telepon ngajak ketemuan, kapan Edo pulang dari Australi Mas, setauku dia masih di sana seminggu yang lalu,"

" Baru pulang kemarin Ra...udah deh kamu jangan sinis gitu sama aku," ngapain sih kamu selalu mengintrogasi aku," ketus Nando.

Sejenak ruangan jadi hening, Ibu dan Aura hanya saling pandang,

" Bu...Mba...aku mau nyuapin Bara dulu di belakang," pamitku untuk menghindari ketegangan aku sama Mas Nando.

Nara mengambil nasi sama lauk dan bergegas ke belakang meninggalkan meja makan.

Kalau pagi Bara pasti ikut sibuk sama Mang Ujang ngurusi tanaman.

Nara tidak percaya bahwa Nando di telpon Edo, dia yakin dan samar mendengar suara perempuan dari suara ponsel Nando.

" Bu...Ra, aku berangkat ke kantor dulu," Nando berpamitan.

****

Nando berangkat pagi karena harus jemput Lina, dia sudah menunggu dari tadi.

Lina tampak bolak-balik melihat jam, dia sedikit lega karena dari jauh nampak mobil Nando melaju ke arahnya.

" Kok baru sampai sini Mas, bukannya dari tadi udah siap meluncur," Lina denga nada sewot.

" Biasa kalau lagi pada kumpul ya begini, sering telat ngantor," 

" Emm...Lin ke diller nya besok aja ya, dan hari ini kamu terakhir ngantor, nanti mobilnya buat aktifitas kamu sehari-hari saja," ucap Nando.

" Asyikk, akhirnya beli mobil juga...yess," batin Lina.

" Tapi Mas...nanti aku gimana, mau kerja di mana lagi?" tanya Lina.

" Apa uang belanjaanku yang tiap minggu aku trafer masih kurang, itu sudah lebih dari cukup untuk kamu dan juga ibumu.

Ada banyak pasang mata yang mengawasi kedatangan mereka berdua, salah satunya Rere temen Nara.

Rere mengawasinya sampai mereka berdua masuk, Rere mengikutinya dari kejauhan.

Nando langsung masuk ke ruangannya, tidak lama setelah itu datang Gunawan dengan membawa setumpuk berkas yang harus segera Nando tanda tangani.

Lina di luar ruangan fokus dengan kerjaannya, hari ini dia harus menyelesaikan pekerjaannya karena besok dia sudah mulai resign.

Gunawan tau kalau Lina mau resign besok, Nando yang memberitahu tadi waktu Gunawan ada dalam ruangannya, dia mampir ke meja Lina.

" Lin, apa bener besok kamu mau resign?" tanya Gunawan, kali ini dia serius ngga pakai bercanda.

" Apa kamu mau menikah sama Alex? 

" Iihhh...apa-apaan sih kamu, aku udah ngga ada urusan sama Alex, ngapain kamu masih kaitkan aku sama Alex? tanya Lina geram.

" Sorry...sorry...lantas kenapa kamu resign, apa mau pindah dari sini.

Atau gajinya kurang gede kerja di sini,? Gunawan menghujani Lina dengan banyak pertanyaan.

" Ngga ada yang bener, semuanya salah...aku cuma pengin istirahat ngrawat ibu yang sakit-sakitan," jawab Lina serius.

Lina resign ternyata sudah sampai juga ke telinga Rere, dia mengumpulkan banyak informasi buat Nara, tapi dia ngga mau buru-buru. Dia sangat berhati-hati karena ini juga menyangkut kariernya.

" Lin...kamu masuk ke ruangan saya sekarang," suara Nando dari ujung telepon.

Lina segera masuk ke ruangan, di sana Nando sedang bersandar di kursi kebesarannya.

" Duduk Lin, kalau kerjaan kamu udah beres semua kamu bisa langsung pulang, berpamitan sama mereka dengan alasan yang masuk akal, jangan sampai mereka curiga.

" Iya Mas, nanti aku langsung pulang kalau kerjaan udah beres," Lina berjalan mendekati kursi Nando dan satu kecupan mendarat di kening Nando.

" Masih di kantor Lin, jangan bikin kerjaanku kacau," Nando menarik Lina kedalam pangkuannya dengan membalas kecupan di bibir Lina.

Untuk sesaat mereka saling berpagutan bibir dan saling menikmati, suasana hening hanya tangan sama bibir mereka yang bicara.

" Emm...udah Mas, nanti aja kalau Mas pulang mampir...jangan di terusin di sini.

Nando menghentikan aktifitasnya, membantu memasangkan kancing pakaian Lina yang sempet terbuka bagian atasnya.

" Ya udah, kamu pulang dulu...untuk sementara naik taksi aja dulu, nanti aku menyusul," Nando melepaskan pelukannya.

Hari itu Lina pulang lebih awal, mulai besok dia udah resign.

Nando takut keberadaan Lina ketauan sama istri-istrinya dan juga ibunya.

Lina naik taksi menuju rumahnya, tapi sebelum nyampai rumah dia mampir ke apotek dulu, sekitar setengah jam baru sampai rumah.

Lina mandi dan terlihat seger, dia sudah siap menunggu Nando pulang ke rumah kontrakannya.

Tidak lama setelah itu suara mobil terparkir di halaman rumahnya.

Nando langsung masuk ke rumah, karena pintu sudah terbuka, dia udah ngga sabar untuk segera memeluk dan melahap Lina yang tampak seksi, dia sengaja memakai pakaian seperti itu supaya tampil lebih menggoda di hadapan Nando.

" Ngga mandi dulu Mas biar seger," Lina sedikit melepaskan pelukan Nando yang terasa sesak.

Hingga malam Nando baru pulang ke rumah, Nando langsung naik ke kamarnya setelah mencium dan menggendong Bara sebentar.

Nando mandi langsung tidur, tak ada acara makan malam bersama, Nara semakin gusar, dia sudah tidak tahan dengan hari-harinya.

" Aku harus telepon Rere, ada kabar apa hari ini," gumamnya.

" Hallo, Re...kamu lagi ngapain, boleh ngganggu sebentar Re?" ada yang mau aku tanyakan.

" Hallo juga Ra, maaf aku belum sempet kasih kabar...tadi sibuk banyak kerjaan Ra," jawab Rere dari sebrang sana.

" Ra...mulai besok Lina udah resign, tapi aku juga ngga tau kenapa dia resign, dan tadi pagi aku liat mereka berangkat bersama, Lina ikut mobil Pak Nando," 

Dada Nara langsung bergemuruh, ingin rasanya dia langsung labrak mereka.

" Sabar Ra, jangan gegabah nunggu saat yang tepat," Nina menenangkan dirinya sendiri.

" Hallo Ra...masih denger suaraku?" Rere menyadarkan Nara yang terdiam.

" I-iya Re, makasih infonya ya," Nara menutup teleponnya.

Nara terdiam, tatapannya kosong..." Inikah balasan cinta suciku, Mas...kamu bilang tidak akan menyakitiku dan juga mba Aura, tapi ternyata...kamu jahat Mas..." Nara menangis di kamarnnya di samping Bara yang pulas tertidur.

Nara mengusap wajah dan rambut Bara dengan penuh kasih sayang.

" Bara adalah buah cinta kita Mas, kamu yang sekarang bukan Mas Nando yang dulu.

Nara mengingat masa indah saat bahagia dulu, hingga akhirnya terlelap dalam buaian malam.

Pagi sekali Lina udah kirim pesan ke Nando," Aura mengambil ponsel Nando, dia ngga berani buka ponsel Nando.

" Mas...ini ada pesan masuk, ngga tau dari siapa," panggil Aura.

" Iya bentar, aku belum selesai," jawab Nando dari dalam kamar mandi.

Setelah selesai mandi Nando pakai handuk, dan keluar dari kamar mandi.

Aura udah menyiapkan keperluan Nando seperti biasa, dari pakaian, dasi, sepatu dan yang lainnya.

Nando memakai pakaian yang udah di siapkan oleh Aura, sementara Aura turun ke bawah nyiapin sarapan pagi di bantu sama Bi Ijah.

Setelah selesai Nando membuka ponsel dan membaca pesan satu persatu, Nando mengernyitkan dahinya saat membaca pesan dari Lina.

Ada foto tespeck bergaris merah dua," Lina hamil..!! 

Nando terduduk lemas di ranjang, dia bingung apa yang akan dia lakukan sebagai bentuk pertanggung jawabannya terhadap Lina.

Nando yang sudah terlihat rapi kini rambutnya kusut, berulang kali menarik nafas dan melepasnya pelan.

Di pesan tertulis, minta segera di nikahi takut perutnya semakin membesar.

" Apa yang harus aku lakukan?" Nando terus bertanya dalam hati.

Nando turun ke bawah tapi tidak ikut sarapan pagi bersama, Nando langsung berpamitan sama kita, aku berdiri berjalan kearah Nando, " Kenapa sih Mas, sekarang kamu kelihatan sibuk ngga ada waktu buat kita, Mas banyak sekali berubah ngga seperti dulu," aku jauh-jauh dari Bogor ke sini sebagai bentuk kewajiban istri melayani suami, tapi apa yang Mas lakukan?" Aku di biarin di rumah sementara Mas tiap hari pergi, dengan alasan sibuk. Ini kah Mas Nando yang sekarang," Nara nangis lari naik ke kamar.

Terdengar suara pintu di banting, " brakk...!!!

Nando terduduk di sofa mengusap wajah dan rambutnya dengan kasar.

Seketika ruangan jadi hening, nampak ibu berjalan ke arah Nando, kamu kenapa Nak, ngga seperti biasanya kamu seperti ini. Kamu banyak berubah akhir-akhir ini, susul Nara ke atas Nak...

" Maaf Bu, sekarang Nando sibuk, nanti sepulang kerja aku temui Nara, assalamu'alaikum bu, " Nando salaman berpamitan.

Sang ibu masih berdiri mematung, membalas salamnya dengan lirih.

Ibu kambali duduk melanjutkan sarapan paginya yang terrunda, sementara Aura hanya terdim, matanya berkaca-kaca...batinnya ikut menangis dengan perubahan Nando akhir-akhir ini.

" Bu...bantu kami supaya Mas Nando kembali seperti dulu lagi, rumah ini yang dulu rame, Mas Nando yang dulu periang tapi romantis, sekarang sudah tidak ada lagi," Aura diam mengenang, memohon sama Ibu untuk jadi penengah.

Selesai sarapan Aura naik ke kamar Nara," dia mengetuk pintu pelan, " Nara...sarapan dulu, Bara belum sarapan lho...

" Nara...," Aura mengulanginya, namun tetap tidak ada jawaban.

" Aura...biarkan dia menenangkan pikirannya dulu, kamu suapin aja Bara, udah siang kasian dia," terdengar suara ibu dari bawah.

****

Sementara Lina sudah menunggu kedatangan Nando, dia udah siap berakting nangis minta pertanggung jawaban Nando.

Betapa licik, jahat dasar ibl*s Kau...!!!

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Jangan sewot liat Nando ya, kita tunggu kelajutannya...jangan lupa follow, like dan komentar ya biar semangat nulisnya.

1
Neti Herawati
Luar biasa
Endang Supriati
menghayal si lina, semua harta milik naura,krn istri pwrtama ygvsah. nara pun tdk bisa mebguasai klu nikahbairu. apalagi lina! ujug2 mau ambil.
andai dirimu nikahbdg nando dgn siri, harta ygvdiberikan nando ke kamu, jd harta gono gini istri yg sah sexara afama dan negara.
jd perkawinan dgn suri, tdk punya kekuatan hukum apapun.
Sri Wahyuni
s nando memang dah dua x nyakitin knp ga d ksih ksemptan k 3 smoga az brubah y bnar2 ini dpt suami s varo jg d kcewain lg mna ada ank lgi nara smua psangan klau cari yg smpurna itu ga bkalan ada nma y jg manusia tpi d stiap kkurangan ga ada slh y bsa sling mlengkapi
Umi
bagus sih ada sisi positifnya juga, supaya kita bijaksana dalam mengambil keputusan supaya tidak ada penyesalan
Ima Yuliantina Tony
buknnya 50 seh msh blm tua banget ya dn masih sangat mampu kecuali dah umur 70/80 thn hahaha
Arias Binerkah: permisi kakak ijin promo jika berkenan silahkan mampir di novelku judul suami turun level, terima kasih kak
total 1 replies
Ima Yuliantina Tony
eneknya svari balikan sm s angelica
Ima Yuliantina Tony
ne ceritanya pegimane seh kocak dah
Indah Triwahyuni
bgs ceritanya thor
Dyah Shinta
Hana umur berapa?
Sudah tua kan ?
Waktu Nando selingkuh dgn Lina umurnya diatas 40 th. 23 tahun kemudian berarti sudah di atas 60th.
Hena teman sekolah Nando.
Masih melacur...
nesya
sdh ku bilang kan... varo km mati aja.
nesya
mati aja km varo
nesya
jd cerita nya mbulet aja nih Thor. ini br yg nama nya dunia cm selebar daun kelor, di mana pun sll itu" aja ketemu nya.
nesya
Nara itu hny wanita yg baik dan lembut, yg dlm hidup nya sll mengutamakan keluarga, tp di kecewakan dan di sakiti. jd pd saat ada pria lajang yg dgn mati"an mengejar cinta nya, sbg seorang wanita, sdh tentu dia pun pd akhirnya luluh dgn kesungguhan pria tersebut, Nara tdk salah, kl pd akhirnya apa yg dia harapkan ternyata tdk sesuai dgn angan. mgkin ujian dr Allah swt masih hrs dia jalani sampai nanti dia menemukan kebahagiaan yg haqiqi. Krn tak ada hal baik yg tak akan di balas dgn setimpal oleh Allah swt di ujung takdir hidup setiap hamba nya yg sabar.
nesya
varo lebih jahat drpd Nando. Nando mmg selingkuh di belakang Nara, tp dia tdk pernah ingin menceraikan Nara, bahkan Nando jg tdk pernah mengabaikan anak nya. sdg si varo ini malah sdh berencana utk meninggalkan Nara dan kembali pd Angel bahkan dia sdh menyetujui kl Nara menggugat cerai diri nya. dia jg bahkan mengabaikan anak nya yg sdg sakit. Nando itu tipis iman, makanya sll tak bs menahan hawa nafsu syahwat nya. sdg kan varo tak berakhlaq Krn bahkan dia tak pny rasa empati terhadap istri dan anak nya apa bila dia sdg senang.
nesya
Nara wanita yg hebat, meskipun di kecewakan, di bohongi, bahkan di khianati oleh suami nya, dia tetap tegar membesarkan anak nya dgn penuh cinta dan kasih sayang, tanpa mengeluh pd siapapun. makanya anak, menantu, bahkan teman" anak nya pun begitu menyayangi diri nya
nesya
ternyata varo pun tdk bs bijaksana sbg suami dan kepala rmh tangga. kl ada masalah hrs nya itu duduk bersama dan mencari solusi nya, bkn malah melarikan diri spt itu, bahkan sampai gk nengok anak nya yg sakit. mending cerai aja Nara, lebih baik menjanda dan menikmati hidup, meski sendiri tp tdk hrs sll di dera emosi dan was was.
nesya
Nando ini laki-laki tdk puny hati, dl di saat istri pertama nya sakit, dia di izinkan utk menikah lg, dan setelah istri ke dua bs memberikan keturunan, dia bkn nya bahagia dan bersyukur memiliki 2 istri yg baik, dan anak yg lucu, eh dia nya malah selingkuh Sm sekretaris nya si Lina itu. sampai istri pertama nya meninggal Krn shock. dan setelah di maaf kan Sm Nara, dia kembali berkhianat tepat di saat Nara br sj kecelakaan. alasan nya Krn Nara sakit dan tdk bs melayani nafsu nya. bnr" laki-laki tdk pny hati, kl sampai Nara mau balikan lg Sm Nando, berarti Nara bnr" bodoh, Krn dia sengaja mencari sakit yg berkali kali utk diri sendiri.
nesya
nah lho hena kena HIV Aids trs gmn dgn Nando yg sdh nyelup ke hena, apakah Nando jg terjangkit...?
nesya
hati dan mata mu buta Krn nafsu syahwat yg menyesatkan.
nesya
gmn ya rasa nya setelah jd CEO trs terjun bebas jd pemulung.. sungguh sgt miris dan tragis.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!