NovelToon NovelToon
DENDAM

DENDAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Contest / Kriminal / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosma Yulianti

Fiona Delvina
Seorang psychopath gila, itulah panggilan yang pantas bagi seorang gadis berdarah dingin ini. kasus pembunuhan yang ia lakukan sudah tak terhitung jumlahnya, kelihaian gadis itu dalam menyembunyikan jati diri membuat orang orang disekitarnya tidak ada yang mengira bahwa dialah pelaku pembunuhan tersebut. Fiona melakukan itu semata-mata hanya untuk mencari siapa pembunuh adik, kakak, serta papanya, dendam lama Fiona membuat gadis itu menjadi serigala pembunuh tanpa jejak.

Elbara Cesar Roosevelt
Pria yang tak kalah kejamnya dari Fiona, Elbara merupakan CEO dari bidang perfilman action tentu saja semua itu hanya topeng untuk menyembunyikan sifat aslinya karena orang orang mengenal Bara sebagai pria hebat yang selalu berhasil mengantar para aktor debut dalam filmnya. Bara juga terkenal ramah pada staf dan orang orang sekitar tapi siapa yang tau bahwa pria itu hidup penuh dengan dendam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Yulianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 8

"Tuan kau ingin membawaku kemana jika kau membawa ku kerumah itu lagi aku akan berteriak!" Ancam Fiona.

"Masuk."

"Tidak!!"

"Nona anda dipanggil ke lokasi shooting oleh tuan Bara."

"Aku tidak mau."

"Sayangnya ini perintah bukan penawaran nona."

Fiona memberikan tatapan dingin pada Rezza hingga pria itu tidak sanggup menatapnya.

"Silahkan nona."

Fiona menepis tangan Rezza yang ingin membukakan nya pintu.

"Aku bisa melakukan nya sendiri." Ucap Fiona.

Rezza mempersembahkan dengan tangannya untuk membuka pintu seperti keinginan Fiona.

10 menit dalam perjalanan Rezza membuka pintu mobil lalu menarik Fiona masuk kedalam lokasi shooting lebih tepatnya menghadap ke Bara.

"Ganti pakaiannya!" Titah Bara.

Tim langsung membawa Fiona kedalam ruang ganti dan berpakaian persis seperti Liora. Awalnya gadis itu menolak tapi bukan Bara makan jika tidak bisa mengajak Fiona bekerjasama.

"Kau hanya menjadi peran pengganti jadi wajah mu tidak akan terlihat, tugasmu hanya menyobet perut ular itu kau mengerti?" Tanya Bara.

"Aku tidak bisa."

"Kau bisa, semuanya siap? Action!!"

Bara duduk dikursi belakang layar untuk melihat kelihaian Fiona mengeluarkan isi perut ular tersebut.

Fiona tersenyum sinis lalu mengambil pisau dan mencincang ular tersebut asal asalan.

"Cat!!"

"Kalian semua keluar dulu aku ingin melatih pemeran pengganti kita." Ucap Bara pada staf-nya diiringi senyum manis.

"Baik tuan."

Semua keluar dan hanya Rezza yang merasa tidak nyaman karena sejatinya Bara pasti akan berubah didepan Fiona.

Dan sekarang tebakan Rezza benar, Bara tidak tersenyum sama sekali mendekati Fiona.

"Kenapa kau selalu bermain main padaku Fiona?" Tanya Bara sembari mengambil pisau ditangan gadis itu.

"Aku mengatakan yang sejujurnya apa aku bisa memaksa diriku agar bisa melakukan itu?"

Bara mendorong tubuh Fiona kebelakang hingga tubuhnya menabrak meja.

"Perlu ku ajari langsung dengan tubuh mu?"

Bara meletakkan pisau itu tepat ditengah tengah dada Fiona.

"Seperti ini caranya." Kata Bara sembari menjalankan pisau tersebut perut Fiona.

"Kau selalu menggangguku, aku tidak punya urusan dengan mu dan aku tidak mau melakukan apapun untuk mu."

"Ella Fitzgerald gadis cantik dengan tipe ideal para lelaki, sayang tubuhnya sangat indah jika tidak dinikmati terlebih dahulu sebelum..."

"Bedebah sialan!!" Fiona merebut pisau itu dari tangan Bara.

"Good girl." Bara memegang kepala Fiona lalu kembali duduk.

Bara memanggil semua kembali masuk untuk menjalankan tugas masing-masing.

"Duduk dan keluarkan isi perutnya." Ucap Bara sekali lagi.

"Oke action!!"

Fiona menatap ular itu seperti manusia yang sedang terbaring lemah, senyum tipisnya terlihat ketika pisau untuk menancap diperut ular.

Staf lain menghadap lain karena ular itu bukan hanya properti, dia nyata dan sekarang Fiona merobek perutnya hingga isi isi ular tersebut terjejer dilantai.

"Cat!!"

Semua bertepuk tangan karena keberanian Fiona melakukan itu, walau wajahnya tidak terlihat nanti setidaknya tangannya lah yang menghancurkan bagian tubuh ular itu.

Fiona langsung melepas pisau tersebut lalu pergi keruang ganti dan mengganti pakaiannya dengan cepat sebelum Bara datang.

Tok.. tok.. tok

Walau sudah selesai berganti pakaian, Fiona tidak ingin membuka pintu karena orang yang tidak ingin ia lihat pasti ada diluar.

"Fiona buka pintunya."

Semakin disuruh maka semakin tidak berlaku bagi Fiona, dia mematung disofa menunggu Bara pergi.

Ceklek

Bara masuk kedalam ruang ganti menggunakan kunci duplikat yang diberikan oleh staf.

"Hay baby girl kenapa kau terus saja menghindar dariku." Ucap Bara sembari mengalungkan tangannya dileher Fiona dari belakang.

"Kenapa kau selalu menggangguku." Ujar Fiona dengan suara dingin.

"Aku akan membantumu melakukan apapun asal kau patuh terhadap ku." Bisik Bara.

"Benarkah?" Tanya Viona diiringi sedikit senyuman.

"Tentu saja."

"Sayangnya aku tidak peduli dan aku tidak tertarik tuan Elbara." Kata Fiona mengembalikan wajah datarnya.

"Bagaimana jika aku bisa membantu mu mencari siapa pembunuh keluarga mu?"

Fiona terdiam, bertahun tahun dia mencari titik terang soal kematian keluarga nya namun tidak ada sama sekali hasil yang memuaskan.

"Katakan apa mau mu."

"Gampang saja aku hanya perlu hitam di atas putih." Bara memberikan kertas kosong pada Fiona.

"Kau kira aku bodoh? Bagaimana jika isi surat ini tidak sesuai dengan keinginan ku?"

Bara yang harus menyiapkan kesabaran penuh menghadapi Fiona, mengelabui gadis ini tidak semudah membolak-balikkan tangan.

1
Gwen Ran
seru
Merilyn
Luar biasa
Merilyn
Biasa
Elara
Semangat Kak, jangan lupa mampir juga di karya aku ya, judulnya My Love's Aylin
Alice Crooper
fajar terbit dari Barat kah bukan timur ak ngeleng sumpah /Sweat/
Anna Belova: 🤣🤣🤣 namanya juga dunia hayal.
total 1 replies
Alice Crooper
terus kan nak mama mendukungmu
gaby
Maaf, awal2nya aja seru, makin ksini ga masuk akal. Masa psikopat sekelas Fiona bucin sm pembunuh kluarganya. Bertahun2 dendam, baru kenal Bara sebentar lngs bucin & lupa sm dendamnya.
gaby
Katanya Fiona psikopat, tp ko gampang bgt jth cinta. Pdhl blm lama kenal
Anonymous
ah ga seru klo fiona ngalah mau sm bara
Aromah Iyut
Luar biasa
Alfaro
beecocok tanam
@mamamuda
Bagus
Sri hartati Sri
ok
wily andriani
apa iya??
Jam 3 dini hari sampai sore??
🤔🤔
Hartono
baru awal baca Uda ngeri kali ceritanya
Thince M
pingin tau kelanjutnx,,semoga seru
epifania rendo
ngeri bangat
epifania rendo
ngeri
Nyai Sri Rahayu
luar biasa
Indah Sri Rezeki
haaaah rasanya nano nano❤️😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!