NovelToon NovelToon
DUA AYAH UNTUK JAMES

DUA AYAH UNTUK JAMES

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Janda
Popularitas:90.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indah Nurlaeli

Namanya Sinta Anjani, janda satu anak yang mempunyai ambisi untuk mencari suami dan ayah baru untuk anaknya, James. Kegagalan rumah tangga disebabkan oleh mantan suami yang dengan tega menyelingkuhi dirinya bahkan ketika janda itu dalam keadaan hamil. Tentu saja banyak rintangan dalam masa pencarian jodohnya, beberapa konflik keluarga bahkan sahabat baru dalam hidupnya menjadi kendala besar bagi janda itu. Akankah Sinta melabuhkan lagi cintanya? atau dia memutuskan untuk hidup tanpa ikatan pernikahan dan memilih menjadi seorang janda seumur hidup? entahlah kita ikuti saja takdir sang kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Nurlaeli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KESEMPATAN FIRMAN

Dewi meminta Firman untuk menjemputnya pulang ke Bandung, sementara Sinta kini semakin sibuk di butiknya jika biasanya pada sore hari janda itu sudah berada di apartemen bersama James, maka sekarang dia selalu pulang malam. Entah apa saja yang dilakukan Sinta. Seperti hari ini, Dewi hendak berpamitan untuk pulang namun Sinta tidak kunjung tiba di apartemen juga, akhirnya dia dan Firman yang mendatangi butik Sinta.

Setelah mobil Firman sampai didepan butik Sinta, ternyata saat itu juga Sinta sudah berjalan arah pulang mereka sepertinya hanya kurang sabar menunggu kepulangan Sinta, dengan sedikit kesal Dewi menyuruh Firman untuk kembali lagi ke apartemen.

"Aku pulaang."

hiks hiks

Sinta mendengar tangisan dari arah kamar Siti, dia menghampiri pengasuh anaknya itu. Di dekatinya wanita setengah tua itu dia menangis sembari memegang telfonnya.

"Mbak kenapa?"

"Ano Bu Sinta sepertinya saya mau izin pulang, suami saya sedang sakit di kampung."

"Kasihan sekali Mbak, besok pagi aku antar pulang ya?" Sinta mengelus pundak Siti berusaha memberi ketenangan.

"Tidak usah Bu Sinta, saya akan naik bus saja."

"Mbak benar tidak apa-apa?"

"Iya Bu, terimakasih sudah mengizinkan saya pulang."

"Iya Mbak sama-sama."

Disaat pekerjaannya yang begitu banyak harus segera di selesaikan Siti malah ditimpa kesusahan, "lalu bagaimana dengan **Ja**mes siapa yang akan menjaganya?" begitu kata Sinta dalam hati.

"Sinta!"

Dewi sudah sampai di apartemen Sinta,

Firman berdiri di epan kamar janda muda itu,

Sinta menggiring sang mama untuk menjauh dari kamarnya hingga dia berhenti didapur.

"Jangan keras-keras nanti James bangun!"

"Kamu lama sekali, Mama ini mau pulang ke Bandung sampai malam seperti ini, kan."

"Jangan pulang dulu Ma! Siti akan libur mulai besok karena suaminya sakit, sedangkan aku ada banyak sekali pekerjaan yang harus segera diselesaikan ada pelanggan yang sudah menanyakan pesanannya."

"Tapi Mama-"

"Ayolah Ma hanya sampai pekerjaan Sinta selesai, setelah itu butik akan Sinta tutup dulu."

"Maaf Sayang, bukannya Mama tidak mau mengurus James tapi besok siang adalah jadwal arisan dirumah Mama."

"Tidak bisa dibatalkan?"

"Mama tidak enak Sinta."

"Baiklah silahkan pulang dan hati-hati dijalan."

Sinta berlalu kedalam kamarnya sementara Firman dan Dewi keluar dari apartemen Sinta,

mereka kembali ke Bandung meski dalam hati Dewi berat meninggalkan putri dan cucunya yang semakin menggemaskan itu, namun panggilan dan pesan dari teman-teman arisan yang mengingatkan jadwalnya besok membuat dia harus meninggalkan Sinta.

"Kalau Tante tidak keberatan saya mau menjaga James sementara waktu."

"Kamu serius Nak Firman?"

"Serius Tante."

"Baiklah Tante izinkan kamu disana, tante titip mereka ya!"

"Jangan sungkan-sungkan Tante."

"Tapi bagaimana dengan pekerjaanmu?"

"Tidak perlu khawatir, aku bisa menggerjakannya dari laptop."

"Ah syukurlah kalau begitu."

Dewi memang pintar memilihkan laki-laki untuk Sinta bukan hanya ketampanan juga kesabaran laki-laki itu, kemurahan hatinya yang membuat Dewi yakin bahwa Firman mampu menjadi sosok ayah dan suami yang baik bagi anak dan cucunya itu.

........

Tepat pukul 05.30 wib Siti keluar dari apartemen Sinta, James yang sudah bangun Sinta rebahkan di ranjang miliknya sementara dirinya mencuci baju-baju kotor miliknya dan James, melirik bayi itu sekilas sebelum akhirnya Sinta masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan diri.

Setelah dirinya dan James sudah rapi, Sinta menyiapkan sarapan untuknya. Lidahnya bukan lidah orang yang menyukai roti, dia lebih suka membuat nasi goreng untuk sarapan meski tidak sesimple roti yang bisa langsung dilahap hanya dengan diolesi selai.

.........

James sudah anteng dalam gendongan Sinta, ibu dan anak itu meninggalkan gedung apartemen yang sudah hampir lima bulan ditempatinya. Ini pertama kali Sinta membawa james kebutik semoga anaknya tidak rewel dan tidak mengganggu pekerjaannya, kalau bukan karena Tiara calon istri mantan suaminya yang begitu cerewet itu, Sinta pasti sudah rampung menggarap gaun untuk Tiara. Gadis itu seolah-olah sengaja membuat Sinta kesal, mulai dari hal-hal kecil yang Tiara selalu protes tentang gaunnya entah warnanya terlalu terang atau lengannya yang kekecilan padahal waktu Tiara mencoba pertama kali gadis itu sudah mantap dan telah membawa gaun itu keluar, namun keesokannya Tiara kembali lagi dengan ocehan yang membuat Sinta harus mengelus dada, hal seperti itu sudah sering Sinta alami namun rasanya kali ini berbeda mungkin karena wanita itu telah merebut kebahagiaannya dulu, mungkin.

Dari kejauhan Sinta dapat melihat sebuah mobil terparkir didepan butiknya, dia menuruni mobil dan menghampiri pengunjungnya yang sudah lebih dulu datang itu. Seorang laki-laki menyapa Sinta dengan sebuah senyuman, dia adalah Firman.

"Jika kamu hanya menggangguku maaf aku sibuk."

"Aku yang akan menjaga James."

"Kamu pikir kamu siapa?" Sinta memasuki butik yang diikuti oleh langkah lebar Firman.

"Aku calon Ayahnya, apa kamu lupa?"

Sinta berbalik menghadap wajah datar Firman.

"Sudah berapa kali aku katakan aku sudah tidak minat!"

"Terserah, karena aku akan terus mencobanya," Firman merebut James dari gendongan Sinta, laki-laki itu sedikit kewalahan menenangkan James yang menangis kencang ketika pindah kedalam gendongannya, Firman membawa James keluar butik berharap akan ada sesuatu yang bisa membuat bayi itu berhenti menangis, dia terus melangkahkan kakinya entah kemana bayi itu masih belum diam juga, sedangkan Sinta tidak sempat melihat kepergian Firman karena satu pengunjung memasuki butiknya tepat ketika Firman keluar.

.......

Sudah hampir pukul sebelas siang dan James belum kembali juga, Sinta hendak menyusul namun mobil tiara dan kkelvin sedang memarkir didepan butiknya, Sinta mencoba bersikap seperti biasa nya.

"Bagaimana dengan gaunku?"

"Sudah siap."

"Dimana aku mau mencobanya?"

Sinta membawa langkah anggunnya untuk memberi tahu letak gaun yang sudah dipesan Tiara, sedangkan Kelvin hanya menatap dua perempuan dihadapannya, Tiara memasuki ruang ganti sekarang hanya ada Kelvin dan Sinta disana.

"Bagaimana dengan James?" kali ini Kelvin bersuara lebih dulu.

"Baik."

"Aku akan membawanya dihari pernikahanku."

"Aku tidak mengizinkannya."

"Oh ayolah Sinta, biarkan di hari bahagiaku James menyaksikannya."

"Aku yang akan membawanya."

"Bukankah kamu mengatakan tidak akan pernah datang?"

"Sebagai penghormatan karena calon istri kamu sudah mau membeli gaun di butik ini."

"Benarkah hanya itu, apa hatimu itu tidak sakit?"

Tangan Sinta mengepal mencoba menahan marahnya, Tiara datang dari arah belakang dia memutar tubuhnya ketika berada didepan Kelvin, pasangan pengkhianat itu benar-benar sudah tidak punya malu. Bagaimana mereka bisa bersikap biasa saja dan tak sungkan menunjukkan kemesraannya didepan wanita yang pernah mereka hancurkan kebahagiaannya, Sinta lebih memilih mengarahkan pandangannya kedalam laptop berpura-pura sedang mengerjakan sesuatu.

drtt drtt

Getaran diponselnya mengalihkan pandangan Sinta.

bram send one message

12.06 wib

Jangan lupa makan siang.

Sinta mengetik beberapa kata membalas pesan singkat yang dengan tumben Bram kirim, laki-laki itu sudah dua hari tidak menemuinya, sepertinya dia masih berada di Solo. Deheman di depan Sinta membuat kepalanya mendongak dua sejoli itu sudah bersiap-siap untuk pulang.

"Aku harap lusa kamu datang Sinta," kali ini Kelvin yang bersuara.

"Kalau perlu berangkat bersama Bram ya?" Tiara dengan centil mengucapkannya sembari mengait lengan Kelvin, keduanya keluar tanpa mendengar jawaban dari Sinta.

"Dasar tidak tahu diri!" Sinta mengumpat dalam diam dia sentuh ponselnya lalu menelfon seseorang.

"Dimana James?"

"Iya hallo, dia bersamaku makan siang."

"Cepat kembalikan dia!"

"Baiklah."

Sinta sengaja pulang lebih cepat sekarang, setelah urusan dengan Tiara dan Kelvin selesai dia merasa sudah lebih santai. Sekarang dia hanya ingin meluangkan waktunya bersama James bersantai dirumah dan menonton televisi, Sinta keluar dari butik dan menunggu James didepan mobil, Firman disana dengan gentlenya membopong seorang bayi, ames tampak mengantuk bayi itu sudah tidak lagi menangis Sinta langsung mengambil alih James begitu Firman tepat dihadapannya.

"Butikmu sudah tutup?"

"Menurutmu?" Sinta memicing dan berlalu kedalam mobil memposisikan James kedalam gendongan eratnya, setelah mobilnya berhasil keluar dari area butik itu Firman menyusulnya dari belakang, ternyata janda muda itu menuju apartemennya. Sesaat Sinta menggeram ketika mengetahui Firman mengikutinya, apa boleh buat laki-laki itu pasti akan dengan keras mendekatinya. Meskipun Sinta sedikit risi namun dia membiarkan Firman mengekorinya menuju apartemen.

brak

Setelah sampai didalam Sinta menutup dengan keras pintu kamarnya, dia menyusui James hingga bayi itu terlelap setelah dirasa telah pulas Sinta menaruh James dalam keranjang bayinya. Perempuan itu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, tidak membutuhkan waktu yang lama Sinta sudah selesai dia keluar dan berganti pakaian dengan dress kasual, teringat dengan Firman yang masih didalam apartemennya Sinta menghampiri laki-laki itu, disana Firman duduk diruang tamu dengan laptop didepannya, seperti sedang mengerjakan sesuatu.

"Aku sudah selesai, kalau begitu pulanglah!"

"Aku masih mempunyai waktu sampai besok pagi di Jogja."

"Kalau begitu carilah tempat lain!"

"Maaf Sinta tujuanku berada di Jogja adalah untuk menemui James jadi aku akan tetap disini."

"Apa aku harus berterimakasih dulu karena telah menjaga James tadi untuk membuatmu pulang?" Sinta membalikkan posisinya menghadap ke luar balkon.

"Baiklah kalau begitu terima kasih dan segeralah pergi."

"Aku akan pulang nanti malam, biarkan aku mengerjakan ini dulu," Firman menjunjung laptopnya mengisyaratkan kepada Sinta bahwa laki-laki itu tengah sibuk, namun sepertinya itu sia-sia karena Sinta sama sekali tak melihat kearahnya, perempuan itu berdiri dan menuju balkon tidak menggubris Firman kembali.

Janda muda dengan seribu pesona itu tengah menatap layar ponselnya, menimbang-nimbang apakah dia harus menelfon Bram atau tidak. Tak disangka rasa rindu sedikit menyelimuti dirinya laki-laki penuh perhatian itu sudah membuat Sinta penasaran setengah mati sedang apa gerangan disana, mengalahkan gengsinya Sinta akhirnya menelfon lebih dulu.

tuuut tuuut tuut

Telfon itu tidak terjawab, Sinta merasa malu seharusnya dia tidak perlu menelfon laki-laki itu, sinta merasa ditolak sekarang sungguh memalukan dia menyimpan telfonnya didalam jemarinya menghampiri kembali Firman yang masih asyik berkutik dengan laptopnya. Laki-laki itu sama sekali tak menoleh ketika Sinta mendudukkan diri dihadapannya, Sinta sendiri tidak merasa keberatan toh itu lebih bagus daripada laki-laki itu mengganggunya. Pikiran Sinta berlari-lari apa yang membuat Bram tidak menjawab telfonnya, bahkan biasanya laki-laki itu yang selalu menelfon atau mengiriminya pesan lebih dulu. Firman menatap Sinta dia melihat gurat keresahan disana, tidak ingin mengganggu laki-laki itu kembali menatap layar laptop jari-jari besarnya mengetik dengan lincah keybordnya.

Dentingan telfon membuat Sinta membeku Bram menelfonnya kembali, tanpa pikir panjang Sinta mengangkatnya.

"Kamu kemana saja kenapa telfon ku tidak diangkat?"

"Kenapa cantik, kamu merindukanku?"

Firman mendengar dengan jelas percakapan ditelfon Sinta, dia mengerutkan keningnya.

"Siapa laki-laki yang sedang berbincang dengan Sinta?" batinnya menjerit dengan penasaran.

"Tidak, aku hanya penasaran apa yang kamu lakukan disitu?"

"Tenanglah Sinta tidak usah berlebihan mengkhawatirkanku, aku hanya ketiduran dan tidak mendengar telfonmu."

"Apa aku harus percaya?"

"Tentu saja."

Sinta melangkahkan kakinya dengan tetap mengobrol lewat ponsel, janda itu menuju kedalam kamar semua itu tidak luput dari pandangan Firman, hati laki-laki itu terasa sangat panas kobaran api cemburu menyaksikan sendiri pujaan hatinya tengah bercanda gurau bersama laki-laki lain, meski hanya lewat telfon namun Firman bisa melihat pipi perempuan itu yang bersemu ketika lawan bicaranya sedikit menggombal. Rasa penasaran semakin menjadi ketika perempuan itu keluar kembali dan masih dengan keadaan berbicara dalam telfon, namun kali ini sepertinya percakapan mereka tampak serius. Firman tidak menguping laki-laki itu hanya memfokuskan saja pendengarannya ketika Sinta berbicara di balkon apartemen itu.

"Mereka menyuruhku untuk datang bersamamu."

Firman tidak bisa mendengar suara lawan bicara Sinta, perempuan itu tengah mengadu keresahan sepertinya.

"Lalu bagaimana dengan Natasya?" Sinta kembali terdiam.

"Tidak semudah itu dia akan mengetahui kedekatan kita."

Hening kembali.

"Bukan begitu maksudku dia akan berfikir yang tidak-tidak jika melihat kita berdua."

Sekarang Firman sedikit mengerti arah pembicaraan Sinta dan orang itu.

"Tidak bisa, aku akan berangkat berdua bersama James."

Sekian lama tidak terdengar kembali suara Sinta, Firman berdiri dan menghampiri janda cantik itu dia berdiri disamping Sinta, tidak ada pergerakan apapun dari perempuan itu ketika Firman mendekatinya.

"Kamu mencoba merebut seseorang eh?" Firman menatap sinis wajah ayu sinta, perempuan itu mengernyitkan dahinya.

"Maksudmu?"

"Tidak perlu berpura-pura Sinta, kamu pasti tengah dekat dengan seseorang yang sudah mempunyai kekasih bukan?"

"Mereka sudah berpisah."

"Berpisah karenamu?"

Sinta mematung mendengar ucapan Firman yang sialnya benar, Bram dan Natasya memang berpisah bukan sepenuhnya karena dirinya namun Sinta seolah-olah yang menjadi alasan kuat untuk keduanya berpisah.

"Tidak kah kamu berfikir bagaimana perasaan wanita itu? Seperti dirimu ketika bersama mantan suamimu dulu dan kamu sekarang menjadikan perempuan lain ikut merasakan apa yang kamu rasakan, kalau kamu sedang berbalas dendam dan kurasa target balas dendam mu salah."

Sinta tidak bergeming sedikitpun, Firman seolah menyadarkan Sinta bahwa apa yang didengarnya itu benar dia sudah menyakiti Natasya, melukai hati gadis itu tanpa sengaja.

"Aku sudah selesai maaf tidak bisa ikut menjaga James sekarang, besok aku harus keluar kota," Sinta tidak menggubris ucapan Firman, perempuan itu mengikuti Firman dari belakang mengantar Firman kedepan pintu apartemen. Meski tatapannya kosong sedari tadi, Sinta juga tidak menyadari bahwa Firman sudah tidak terlihat, dia terlalu mencerna dengan baik setiap ucapan Firman membuat setetes air mata rapuhnya jatuh membasahi pipi merahnya.

1
Dhina ♑
Seorang ibu yang lucnut
Tidak punya harga diri rupanya
Dhina ♑
Harus lanjut
Lanjut lagi
Mau lanjut baca nih
Maaf tekat
Dhina ♑
maaf thor baru kembali, ini ceritanya lanjut ga? ayo share ke gc, tidak apa-aps
Sajiwo
Hallo teman-teman.
Lama ya, kita nggak berjumpa.wkwkwk
Btwe sekarang author sudah ada kerjaan lain. Alhamdulillah.
Aku datang membawa info tentang cuan. Hehe.
Apakah di sini ada yang mau menjajal platfrom lain? Kebetulan saya salah satu Editor Akuisisi di sana. Maaf sebelumnya, saya sengaja tulis ini di kolom komentar. Takutnya kalau lewat pengumuman menyinggung pemilik rumah. Buat kalian yang mau dapat fee hingga 400 dollar. Boleh whatsapp ke saya 081413030520.. untuk info lain saya jelaskan di wa ya teman-teman. Terima kasih.
Evi Sofia
kenapa belum up..
apa dibiarkan menggantung..
Sajiwo: 🙏🙏🙏🙏..
total 1 replies
Lala tsu
Thor lapor like ku Uda mendarat tanpa terpeleset.

up trus Thor sukak banget sma karyamu lope lope
Sania Ahnaf
Lanjut thor jngan lama lama
*-*-Sincerely💕 of APRIL
lanjut
semangat terus jangan sampai DOWN
neng siska
lanjut
Sajiwo: siap kaka❤
total 1 replies
IrmaYanti
ksh kebahagiaan bt Sinta dong,.kasian masa menderita trs
Dilla Fadilla
thorr ...bikin sinta sukses n bahagia...
Evi Sofia
lanjut..penasaran..
Sajiwo: pantengin terus ya🤗❤
total 1 replies
Woro Sri
Klo ga lanjut kaya makan gda minum donk thor, tetap semangat lanjuuuuuuuuutttt
Sajiwo: terimakasih ya kak❤❤❤🙏🙏
total 1 replies
Dilla Fadilla
lanjutlh thorr...nanggung udah kesemsem ama jln ceritanya ...
Sajiwo: alhamdulillah🙏 terimakasih ya.❤❤❤💛💛
total 1 replies
*-*-Sincerely💕 of APRIL
semangat woke! Selesai sampai ni novel tamat.Memang kadang siders tu kagak peka.Mereka kadang tu sangat pelit bwat kasih komen pa lagi like padahal hal itu yang membuat authornya semangat update.

Contohnya dilapak aku banyak siders yang baca perhari tapi kamu lihatkan yang komen hanya itu2 saja, like cuma seberapa? Tapi itu tak apa? Yang penting Aku sudah memberikan yang terbaik untuk mereka kalau masalah like dan komen itu Bonus bwat aku yang penting mereka BACA.

Sebenarnya aku nulis ini desakkan dari temen2 sesama author padahal aku sibuk banget kerja.Ini aku juga nulis di sela-sela waktu santai kalau gak ada kerjaan.Makanya saat ada yang minta bwat crazy Up itu tidak mungkin terjadi...??!

Semangat jangan sampai menyerah begitu mudah 🤗🤗🤗
*-*-Sincerely💕 of APRIL: sama-sama 😁😁
total 2 replies
IrmaYanti
jgn putus asa STP karya ada yg suka ada yg gak yg penting niat kt menghibur dan memberi karya yg terbaik,...syukur2 respon pembaca sllu baik kan ga mudah bt nulis crt novel KY gini,..semangat terus lanjut kan syng klo cm smpe sini aja
Sajiwo: Terimakasih kak🙏🙏❤❤.. dan jangan lupa share ya
total 1 replies
Dilla Fadilla
kapan ...karma tiara ama kelvin thorrr...😡😡😡
Sajiwo: ditunggu ya🤗❤
total 1 replies
Julita Jokohael
natasya ikutan makan micin dr tiara.
Sajiwo
Jngan lupa share cerita ini ke teman-teman kalian ya🤗🤗🤗🙏🙏
Lala tsu
like parkir Thor.
main main ke karyaku ya mkasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!