NovelToon NovelToon
Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Rasa percaya diri Refisha benar-benar hilang karena di usianya yang sudah memasuki 29 tahun, orang tuanya berkali-kali menjodohkan, tetapi banyak kendala pria menikahinya dan termasuk banyak orang tua pria yang tidak setuju menikah dengan.

Refisha juga selalu bertentangan dengan adiknya yang sudah berusia 24 tahun dan ingin secepatnya menikah. Banyak sekali permasalahan percintaan dalam hidupnya yang tidak sesuai dengan karirnya dalam dunia pekerjaan.

Sampai seketika orang tuanya kembali menjodohkannya dengan seorang Ustadz, Refisha tidak pernah menolak apapun yang dilakukan orang tuanya, dia setuju, tetapi bukannya kebahagiaan yang didapatkan justru penghinaan dari pria yang memahami permasalahan agama itu membuat kepercayaan dirinya semakin hilang.

Lalu siapa sangka Ustadz pemuka agama itu menolaknya, satu pria pria yang dia temui tidak sengaja dengan usianya yang lebih muda, justru ingin melamarnya, mengejarnya dengan cara ugal-ugalan.

Mari mengikuti ceritanya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8 Pembicaraan Ta'aruf

Mila selalu excited jika sudah berhubungan Refisha yang akan di lamar pria, sebagai seorang ibu dia tidak pernah lelah untuk menjamu tamunya mau tamu itu pada akhirnya menolak putrinya atau tidak dan bahkan mempermalukan putrinya pun dia masih tetap menghargai tamu itu sampai pulang.

Kali ini terasa sangat berbeda karena pria itu yang datang sendiri dan bukan adanya perjodohan antara kedua orang tua.

Mila, sudah pasti memesan banyak makanan dan juga memerintahkan orang-orang yang bekerja di rumah untuk ikut membantu dalam menyiapkan makanan untuk menjamu tamu.

Laudya yang sejak tadi berdiri di lantai 2 tampak begitu kesal.

"Jadi beneran, Ezra akan melamar kak Refisha, tidak mungkin!" ucapnya dengan sangat kesal.

"Aku harus berpenampilan cantik dan menarik, aku sangat yakin Ezra akan langsung berpaling, mungkin saja kedua orang tuanya juga akan langsung menyukaiku," ucap Laudya ternyata tidak mau kalah.

Dia selalu cari perhatian di depan orang-orang yang ingin melamar Kakaknya, sementara Refisha yang saat ini berada di dalam kamarnya terlihat gugup yang duduk di depan cermin, dia selalu berpenampilan apa adanya, tidak terlalu heboh dan penting sopan dan juga tidak memalukan.

"Ya Allah, kembali lagi hamba hanya menyerahkan kepadamu, semoga pertemuan ini membawa aura kebahagiaan dan kebaikan," batin Refisha.

******

Ezra benar-benar serius datang ke rumah Refisha dengan membawa kedua orang tuanya, saat ini Ezra yang duduk di tengah di antara kedua orang tuanya.

"Ezra, Mama benar-benar tidak tahu apa yang ada di pikiran kamu, kamu ini ya," kesal Rami yang berbicara berbisik-bisik dengan Ezra.

"Mama Diamlah, tunggu sebentar lagi calon menantu Mama akan tiba," ucap Ezra dengan menaikkan satu alisnya membuat Rami geleng-geleng kepala.

"Maaf, Mbak. Mas, putri kami baru saja dipanggil dan sebentar lagi akan segera turun!" ucap Mila sejak tadi sangat sopan menjamu tamunya itu.

"Iya, hmmmm, sebaiknya dinikmati saja kuenya!" sahut Tio.

"Iya. Mas," sahut Dellon.

Suara heels di anak tangga terdengar membuat perhatian semua orang tertuju, bukan Refisha melainkan Laudya, terlihat tampil begitu cantik dan sedikit berlebihan karena ini bukanlah acara untuk dirinya dan lagi pula ini bukan acara lamaran besar dan hanya pertemuan dua keluarga inti.

Laudya menghampiri ruang tamu, tersenyum ramah menyapa kedua orang tua Ezra.

"Tante, Om!" Laudya mencium punggung tangan kedua orang tua Ezra.

"Apakah ini yang bernama Laudya?" tanya Rami.

"Bukan. Mbak, ini putri kedua kami," sahut Mila.

"Sudah kuduga, pasti kedua orang tua Ezra mulai tertarik kepadaku, ujung-ujungnya lamaran ini juga akan batal, tetapi kenapa Ezra saat ini tidak melirikku sedikitpun," batin Laudya tampak sangat percaya diri.

"Itu Refisha!" Mila melihat kedatangan putrinya membuat mata Rami yang baru pertama kali melihat Refisha.

Refisha berjalan dengan anggun menuruni anak tangga, Refisha menggunakan blus yang dipadukan dengan rok dan tampak hijab pashmina yang teruntai rapi menutup auratnya.

Pandangan Laudya langsung melihat ke arah Ezra dan ternyata Ezra lebih tertarik untuk melihat calon istrinya yang berjalan menuju ruang tamu dengan menundukkan kepala.

"Assalamualaikum!" sapa Refisha.

"Walaikum salam," jawab semuanya dengan serentak.

Refisha, juga sangat sopan mencium punggung tangan kedua orang tua dari calon suaminya. Rami menghela nafas, ekspresinya tidak terbaca apakah dia langsung menyukai calon menantunya itu atau tidak.

"Sini Refisha, ayo duduk!" ajak Mila membuat Refisha menganggukan kepala dan duduk diantara kedua orang tuanya.

"Alhamdulillah pertemuan kita ternyata dimudahkan. Ini adalah putri kami, putri pertama kami Refisha," ucap Tio.

"Kami sebagai orang tua Ezra sudah pasti datang ke rumah ini ingin membangun silaturahmi karena keinginan putra kami untuk menjalin hubungan rumah tangga dengan Refisha, kami sebagai orang tua hanya memberikan dukungan kepada putra kami dan selebihnya kami serahkan kembali kepada putra kami," sahut Dion.

"Ezra, sebelum semuanya terlambat kamu putuskan baik-baik, tidak apa-apa jika tidak jadi, jangan sudah terlanjur dan tiba-tiba kamu berubah pikiran," sahut Rami mengingatkan putranya itu.

"Refisha, saya tidak tahu siapa kamu, yang saya ingin katakan adalah kepada kamu, putra kami ini masih berada di bawah naungan kami. Kami memang mintanya untuk menikah agar dia bisa fokus pada pekerjaannya dan tidak hanya main-main saja, tetapi siapa sangka dia melakukan semua itu dan di luar dugaan kami, jadi kamu juga harus memikirkan dan mempertimbangkan apakah harus menerima putra saya atau tidak, jangan sampai dua latar belakang dan sifat kalian yang berbeda bagai langit dan bumi justru akan membangun konflik dalam pernikahan kalian!" tegas Rami.

"Ma, hal seperti itu tidak perlu dibicarakan!" tegas Ezra dengan nada suaranya yang pelan.

"Sepertinya ibunya Ezra juga tidak menyukai. Kak Refisha, artinya aku masih punya peluang untuk disukai," batin Laudya.

"Saya akan tetap pada keputusan saya untuk meminang Refisha dan mengikuti syarat yang telah diajukan Refisha, untuk menjelang proses selanjutnya maka kami akan melakukan perkenalan lebih dekat lagi dengan cara proses taaruf," sahut Ezra ternyata tidak ada yang mengubah keputusannya.

Refisha tidak berkomentar apa-apa, karena menurutnya hari ini sangat dipermudah yang artinya ini adalah petunjuk dari sang maha kuasa.

"Baiklah kalau begitu kita lanjutkan prosesnya sesuai dengan ketentuan yang sudah berlaku. Alhamdulillah pertemuan ini membawa cerita yang bahagia dan keputusan yang tepat," sahut Tio.

"Apa-apaan, jadi proses perkenalan mereka akan dilanjutkan, artinya mereka benar-benar akan menikah?" Laudya justru terlihat khawatir yang tidak menyukai hal itu terjadi.

"Alhamdulillah, semoga semuanya di beri kelancaran," sahut Mila.

*******

Ezra saat ini sudah kembali ke rumahnya bersama dengan kedua orang tuanya.

"Ezra kamu berpikir dua kali, kamu yakin akan menikahi wanita itu, usianya 4 tahun berada di atas kamu, saat ini dia sudah memasuki kepala tiga dan kamu masih 26 tahun," Rami kembali ingin memastikan putranya agar berpikir dalam menuju bahtera rumah tangga yang tidak mudah.

"Mama, kenapa sih yang dipermasalahkan dari kemarin itu hanya masalah umur, memang kenapa jika Refisha lebih tua dan lagi pula usia tidak pernah menjadi hambatan untuk seseorang ingin berumah tangga!" tegas Ezra.

"Tetapi wanita itu sudah matang, Mama juga mendengar bahwa dia memiliki perusahaan sendiri, dia wanita karir dan sementara kamu kerja saja sangat malas, padahal itu perusahaan orang tua kamu, bisa-bisa wanita itu akan menyetir kamu ketika sudah berumah tangga dan yang akan menjadi permasalahan dalam rumah tangga kalian nanti!" tegas Mila.

"Mama itu jangan berburuk sangka dulu, laki-laki tetap pada kodratnya dan wanita juga tetap pada kodratnya. Mama juga dulu wanita karir, tetapi Mama tetap pada kodrat Mama sebagai seorang istri dan sebagai seorang ibu," sahut Ezra.

"Berbeda, Mama usianya berada di bawah papa kamu dan papa kamu sudah pria matang, sudah mapan dan bisa memberi nafkah keluarga dan sementara kamu belum memiliki apapun dan masih dalam kendali kedua orang tua!" tegas Rami.

"Sudahlah. Ma, jangan terlalu dibesar-besarkan, Ezra sudah tetap pada pilihannya dan pasti mempertimbangkan banyak hal, ini yang kita inginkan untuk dia tidak menikah. Jadi biarkan saja pada keputusannya," sahut Dion menyerahkan kepada putranya.

Bersambung.....

1
Dew666
Belah durenya di cut nanggung nih
Yasinta Niken
saya suka dengan cerita2nya tapi kenapa selalu putus 2
Dew666
💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!