NovelToon NovelToon
Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Fantasi Isekai / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Aku yang menciptakan penderitaanmu... maka aku juga yang akan jadi takdir bahagiamu."

Lili tidak pernah menyangka akan bertransmigrasi ke dalam novel buatannya sendiri—menjadi Lilian, seorang pelayan biasa. Mengerikannya, ia datang saat Damian, sang tokoh utama pria, berada di titik terendah.

Dibuang keluarga, posisinya dijarah, dan tunangannya direbut anak angkat yang licik.

Tahu betul penderitaan ciptaannya, Lilian pasang badan. Berbekal 'pengetahuan masa depan', ia membongkar kejahatan anak angkat itu dan menuntun Damian merebut kembali segalanya.

Namun, saat dendam terbalaskan dan Lilian berniat pergi, Damian justru menguncinya erat.

"Kamu yang mengajarkanku cara bangkit, Lilian. Jangan harap bisa pergi setelah merebut hatiku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.8 -Perhatian dan Sentuhan

"CUKUP! BERHENTI!"

Pekikan keras Eleanor menggema di seluruh sudut ruangan, menghentikan cambuk pengawal yang sudah melayang di udara. Semua orang di ruang tamu terkejut. Arthur menatap istrinya dengan dahi berkerut heran, sementara Gavin mendadak panik melihat reaksi ibunya.

"Eleanor? Ada apa?" tanya Arthur bingung.

Dada Eleanor naik turun, napasnya memburu dengan wajah sepucat kapas. Tangannya yang gemetar mengusap dadanya sendiri yang terasa sesak luar biasa. Matanya tidak berani lagi menatap tubuh Damian yang bersimbah darah di atas lantai.

"A-aku... aku tidak kuat melihat darah sebanyak ini di dalam rumah. Bikin kepalaku pusing," kilah Eleanor beralasan, berusaha menyembunyikan naluri ibunya yang mendadak bergejolak hebat. "Sudah cukup hubungannya malam ini, Dad. Suruh mereka pergi."

Gavin yang tidak puas langsung menyela, "Tapi Mom! Dia belum ngaku!"

"Gavin! Cukup!" bentak Eleanor dengan nada yang tak biasa, membuat Gavin seketika mengatup rapat.

Tanpa membuang kesempatan, Lilian langsung melepaskan diri dari cengkeraman pengawal. Ia berlari dan berlutut di samping Damian. Dengan hati-hati, Lilian merengkuh kepala dan bahu pemuda itu ke dalam pangkuannya.

Napas Damian terasa sangat lemah, dadanya naik turun menahan rasa sakit yang membakar di punggungnya. Baju barunya yang dibelikan Lilian kemarin kini robek dan basah oleh darah merah pekat.

"Damian... bertahan ya," bisik Lilian dengan suara bergetar, air matanya tak terbendung lagi.

Damian perlahan membuka matanya yang berat. Tatapannya yang kabur tertuju pada wajah Lilian yang penuh kepanikan dan rasa bersalah. Bibirnya yang pucat dan berdarah tersenyum tipis, sangat tipis.

"Terima... kasih, Lilian..." bisik Damian lirih sebelum matanya terpejam sepenuhnya. Pemuda itu pingsan tak berdaya di pangkuan Lilian.

"Gavin, kamu puas sekarang?!" bentak Lilian melempar tatapan membunuh ke arah Gavin. "Tuan Arthur, Nyonya Elea, kalau sampai terjadi apa-apa pada Damian malam ini, Anda berdua yang paling berdosa!"

Tanpa menunggu balasan dari pemilik mansion, Lilian dibantu oleh seorang pengawal tua yang merasa kasihan, membopong tubuh Damian meninggalkan ruang tamu yang mencekam itu menuju kamar gudang di belakang.

*

*

Kamar gudang terasa sangat dingin dan lembap malam itu. Setelah pengawal tua menyalakan lampu kuning yang temaram dan pamit pergi, Lilian langsung merebahkan tubuh Damian secara telungkup di atas kasur tipisnya.

Melihat kondisi punggung Damian yang memprihatinkan, Lilian mendadak panik. Robekan kain menyatu dengan luka cambuk yang mengelupas.

TRING!

Cahaya keemasan mendadak muncul di udara. Peri Mini bersayap tipis terbang keluar dengan raut muka prihatin, diikuti layar transparan Sistem 303 yang berkedip cepat.

[Notifikasi Misi Tersembunyi!]

[Selamat! Misi 'Membangkitkan Naluri Ibu Eleanor' Berhasil 25%!]

[Poin Misi Diterima: +400 Poin]

[Bonus Poin Kesetiaan Murni: +100 Poin]

[Total Poin Saat Ini: 500 Poin]

Lilian menyapu air matanya kasar. "Sistem! Gak usah basa-basi! Buka toko sekarang, aku mau beli ramuan penyembuh buat Damian!"

"Siap, Host! Ini dia!" sahut Peri Mini tanggap.

Layar katalog terbuka dan Lilian langsung menukarkan seluruh poin yang baru didapatkannya dengan `[Salep Pemulih Cepat Grade-A (Penyembuh Luka Fisik & Bekas Trauma)]`. Dalam sekejap, sebuah botol kaca berisi salep beraroma herbal menenangkan muncul di genggaman Lilian.

Dengan telaten dan pelan-pelan, Lilian menggunting sisa-sisa kain baju di punggung Damian. Ia mengusap darah yang mengering dengan kain basah, lalu mengoleskan salep ajaib itu ke atas luka-luka cambukan yang menganga.

Setiap kali jarinya menyentuh luka, tubuh Damian bergetar kecil refleks menahan perih. Lilian meringis merasakannya.

"Maaf ya, Damian..." gumam Lilian pelan sambil meneteskan air mata. "Maaf beneran... Ini semua gara-gara aku. Dulu pas nulis cerita ini, aku cuma mikir gimana caranya bikin cerita ini dramatis tanpa mikirin gimana sakitnya jadi kamu."

Lilian terus mengoleskan salep itu hingga perlahan-luka memar dan kemerahan di punggung Damian mulai mereda, darahnya berhenti mengalir, dan rasa nyerinya berkurang drastis berkat efek obat sistem.

Mendengar gumaman dan rasa hangat dari salep ajaib itu, Damian yang berada di antara sadar dan tidak, perlahan menggerakkan jarinya. Jemari tangannya yang kasar merayap di atas kasur, lalu menggenggam jemari Lilian dengan sangat erat.

Lilian tersentak kaget dan menunduk. Matanya beradu dengan manik mata gelap Damian yang setengah terbuka.

"Jangan... menangis..." bisik Damian dengan suara serak. "Ini... bukan salahmu, Lilian."

"Kamu itu bodoh ya? Masih sempat-sempatnya nenangin aku pas punggungmu hancur begini!" omel Lilian sambil sesenggukan, namun ia tidak melepaskan genggaman tangan Damian. Ia justru membalas genggaman itu dengan hangat.

"Aku... sudah terbiasa dengan rasa sakit ini," kata Damian pelan. Matanya menatap Lilian dengan pendar emosi yang sangat dalam—rasa syukur, haru, dan benih-benih perasaan yang mulai tumbuh merekah di dadanya. "Tapi malam ini... untuk pertama kalinya ada yang pasang badan membelaku. Terima kasih..."

Lilian terpaku. Pengakuan tulus dari Male Lead ciptaannya itu menghantam dadanya begitu keras.

Genggaman tangan Damian semakin erat sebelum pemuda itu kembali memejamkan mata, tertidur lelap akibat efek menenangkan dari salep sistem.

Lilian menarik napas panjang, merapikan selimut lusuh untuk menutupi tubuh Damian. Ia berdiri, berjalan ke arah jendela kecil gudang dan menatap megahnya bangunan mansion utama Laurent di luar sana.

Rasa iba di hatinya kini telah sepenuhnya berganti menjadi kobaran api dendam yang membara.

"Gavin... Clara..." bisik Lilian dingin, matanya berkilat di bawah kegelapan malam. "Kalian pikir kalian sudah menang malam ini? Lihat saja besok di Kampus Lunaria. Aku bakal bikin kalian berlutut dan mengemis ampun di depan Damian!"

Setelah selesai, Lilian menatap Damian yang tertidur lelap akibat efek obat dan kelelahan. Si peri kecil melayang di dekat Damian, lalu menyalurkan kekuatannya untuk mempercepat proses penyembuhan.

"Host, lihat kan? Aslinya dia menderita banget. Kamu sih..." omel si peri kecil pelan.

"Loh! Kok malah nyalahin aku, sih?" kesal Lilian sambil berjalan dan duduk di pojok ruangan yang bersih.

"Ya mau gimana lagi? Kan kamu penulisnya!" balas peri kecil.

"Iya, udah sih! Jangan dibahas lagi! Mangkanya sekarang aku lagi berusaha mengubah alur ceritanya, biar Damian jadi kuat dan sukses!" balas Lilian membela diri.

"Ya sudah, tidur sana. Nanti aku bangunin kalau ada orang yang masuk."

Lilian mengangguk pelan. Karena tubuhnya memang sudah sangat lelah, ia pun tertidur dengan cepat.

Namun, tepat sebelum kesadarannya benar-benar menghilang, sayup-sayup Lilian melihat bayangan Eleanor yang berjalan mendekati pembaringan Damian.

"Damian..." lirih Eleanor. Air matanya menetes tak henti-hentinya. Luka masa lalunya kembali terbuka, dan kini luka baru justru hadir di depan matanya.

"Maafkan Mommy, sayang... Mommy enggak bisa jagain kamu pas masih bayi, dan sekarang kamu malah makin menderita..." lirih Eleanor membelai pelan rambut Damian.

"Tapi... kenapa kamu harus buat adikmu koma, Damian?"

Bersambung ...

1
Jannah R
yaaa thor minimal buar 2 prat lh ini mah author ny yg ragu bwt nambah🤭...neeext thor semangat
jumirah slavina
hadohhhh periiii kepooooo
jumirah slavina
dengerin tuh baik²
buat apa bertahan demi laki² yang tidak mau menikahi'mu

balik wwooii... balikk...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Kang bakso'y yang ganteng ya Kak., buat vitamin mata

🤣🤣
total 4 replies
jumirah slavina
wow....
wow....
kejutan....
ada apa ini Li...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
neeext thor,dh gc sabar nunggu jeluanjutan cerita ny
jumirah slavina
tenang Li.. tar d'dunia nyata kita nyari berondong tampan rupawan yang kaya raya royal baik serta setia
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
udah 3th aja...
Emak Bapak'mu gak nyariin Kamu Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
hilihhhhhhhhhh... akal²n Cla biar d'samperin Kamu...
jumirah slavina
kumpul dugong ya mereka
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
jumirah slavina
udah lh Li... ngak apa... ganti pacar baru
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
seru,tdk bertele² dn konflik gc terlalu berat semoga cerita ny makin seru,dn gc ngantung
Jannah R
cerita ny seru gc bertele² dn jika ad konflik cepat terselesai kn gc kepanjangan,cerita seperti ini yg ku cari semoga cerita ny mangkin seru ke depan ny
jumirah slavina: wajib seru ya🤲🤲
total 1 replies
jumirah slavina
tenang... tenang....
tarik nafas lewat mulut...
buang lwt bawah...

bbrrooootttt🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
jomblo lagi deh pas balik dunia nyata

tapi Kamu jadi kaya raya Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
hheehh Cicak... jurus nemplok'mu udah gak. ampuh lagi., minggir Kamu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
maklumin Peri., Host pikun🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
minggir lh wwooii.,
mengganggu aja
jumirah slavina
brisik banget wwooii
dia kau Gagav
jumirah slavina
walaupun perempuan tinggal Kamu satu²y d'dunia., Dami. lebih memilih jomblo abadi
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
dasar parasit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!