Mengandung benih calon kakak ipar membuat Rahma terusir dari rumah nya sendiri meski Rahma sudah menjelaskan kenapa semua itu terjadi tapi ibu dan kakaknya lebih percaya pada calon kakak iparnya.
Sebenarnya apa yang terjadi sampai Rahma harus mengandung benih calon kakak iparnya ?
Apa mungkin Rahma dan calon kakak iparnya memang saling mencintai sampai sampai Rahma tega merusak kebahagiaan kakaknya sendiri ataukah ada sebab lain sampai hal itu bisa terjadi ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ragu
Dan seperti hasil yang di tunjukan alat tes kehamilan yang baru saja Rahma pakai begitu juga hasil pemeriksaan dokter kandungan dimana Rahma memang sedang hamil dan usia kandungan Rahma baru memasuki enam Minggu di hitung dari hari terakhir Rahma datang bulan.
" selamat ya pak, Bu " ucap dokter yang tak tau hubungan sebenarnya antara Rahma dan Kahfi.
" terima kasih dok " ucap Kahfi sambil tersenyum memaklumi kesalahpahaman yang dokter tunjukan saat ini dan tak lama Kahfi dan Rahma pun keluar dari ruangan dokter diikuti Caca yang tak akan mungkin di tinggal di rumah.
" kamu masih belum memberitahu dimana rumah orang tua mu "ucap Kahfi sambil mengemudikan mobilnya.
" apa bapak sudah memikirkan semuanya dengan baik ?" tanya Rahma yang tak ingin Kahfi menanggung kesalahan orang lain.
" jangan merasa iba dan kasihan atas apa yang terjadi pada saya " ucap Rahma sambil menatap sisi jalanan sedangkan Caca sedang menatap layar handphone di kursi belakang.
" entah kamu akan berpikir apa atas kesediaan saya menikahi mu di saat kamu seperti ini "
" tapi niat saya tulus bukan hanya demi anak yang ada dalam kandungan mu tapi juga untuk Caca yang juga butuh kasih sayang seorang ibu dan saya bisa melihat dan merasakan ketulusan dari mu untuk Caca " ucap Kahfi panjang lebar.
" jadi besok pagi kita akan menuju rumah ayah mu dan aku juga akan meminta izin untuk menikahi mu di hadapannya " ucap Kahfi yakin.
Setelah mengatakan itu Kahfi dan Rahma pun sama sama diam dan tak butuh waktu lama mereka pun sampai di rumah Kahfi dimana saat sampai ternyata Caca sudah tertidur di kursi belakang mobil.
" Biar saya yang menggendong Caca " ucap Kahfi yang akan membatasi pergerakan Rahma agar kondisi kandungannya baik baik saja sampai saatnya melahirkan nanti.
Seperti keluar kecil pada umumnya dimana dari luar atau dari pandangan orang orang yang tak mengetahui hubungan rahma dan Kahfi yang sebenarnya mereka pasti akan menduga jika Rahma Kahfi dan Caca adalah keluarga.
Setelah dugaan Aslan yang menyebut jika saat ini Rahma sedang mengandung anaknya hubungannya dengan Via pun semakin memburuk.
" kamu aku kemana mas ?" tanya Via saat Aslan mengemasi pakaiannya pada sebuah koper yang Aslan bawa saat pernikahan mereka beberapa bulan lalu.
" aku akan pergi dari rumah ini " ucap Aslan yakin.
" tidak, kamu tidak boleh pergi !"
" kamu tidak boleh meninggalkan ku " ucap Via yang tak bisa lagi menutupi ketakutannya jika Aslan benar benar meninggalkan nya.
" aku pasti bisa hamil anak mu " ucap Via yang ingin mempertahankan Aslan di sisinya.
" ini bukan soal kamu bisa hamil anak ku atau tidak tapi aku sudah tak bisa lagi menjalani pernikahan ini " ucap Aslan yang mungkin terdengar jahat tapi Aslan tak menemukan kebahagiaan di pernikahan nya dengan via.
" kenapa ?"
" jelaskan padaku apa kurangnya aku sampai sampai kamu tak bisa lagi bersama dengan ku ?" tanya Via sambil menatap ke arah Aslan yang kini sudah menghentikan pergerakannya yang sedang merapihkan pakaian yang akan iya bawa dari rumah Via.
" kamu tak memiliki kekurangan tapi aku tak bisa menemukan kebahagiaan dari pernikahan ini " ucap Aslan jujur.
" kita mulai lagi semuanya dari awal, kita saling introspeksi diri dan berniat memperbaiki pernikahan ini setidaknya beri kesempatan untuk hubungan pernikahan kita sampai enam bulan kedepan " ucap Via yang ingin kembali membangkitkan rasa cinta Aslan pada dirinya setidaknya itu yang bisa iya lakukan untuk mempertahankan pernikahan mereka.
" kamu mau kan ?" tanya Via penuh harap.
" aku sangat mencintai mu " ucap Via.
" aku akan melakukan apapun untuk bisa mempertahankan pernikahan ini " ucap Via sambil menggenggam tangan Aslan berharap aslan mau memberikan kesempatan kedua pada pernikahan mereka.
" bagaimana jika semua itu tidak berhasil ?" tanya Aslan yang tak yakin karena sejak kejadian malam itu yang ada dalam hati dan pikirannya hanya Rahma bukan Via, bahkan saat Aslan menghabiskan malam bersama dengan via pun yang Aslan bayangkan itu wajah Rahma.
" setidaknya kita sudah berusaha memperbaiki semuanya " ucap Via yang merasa yakin jika niat kita kuat untuk mempertahankan pernikahan ini semua itu bisa saja terjadi.
" kamu mau kan ?" tanya Via sambil menangkup kedua pipi Aslan dan seperti biasanya Via memulai semuanya dari awal dimana Via juga lah yang lebih dulu melumat bibir Aslan.
Sebagai laki laki Aslan yang mengikuti naluri laki lakinya saat di beri umpan tak akan mungkin Aslan sia siakan begitu saja karena baginya hubungan seksual tak harus berlandaskan cinta.
" aku akan menaklukan mu dan membuat kamu tak berpaling dari ku " ucap Via sambil memainkan aksinya memuaskan Aslan seperti prinsipnya saat mulai menjalin hubungan dengan Aslan dimana Aslan tak akan berpaling selama dirinya bisa memuaskan Aslan.
Prinsip atau pola pikir yang salah membuat Via menuai apa yang iya tanam saat memulai hubungan dengan Aslan dan kini dirinya hanya bisa berjuang sendiri untuk mempertahankan pernikahan ini.
" Tante, kita mau kemana ?" tanya Caca saat tau mereka bertiga akan pergi ke suatu tempat.
" kita akan bertemu dengan ayahnya tante Caca " jelas Kahfi yang tak sengaja mendengar pertanyaan putri kecilnya.
" ayahnya Tante Rahma ?" tanya Caca sambil menatap ke arah Rahma yang malah bersikap dingin saat ini.
" iya, karena ayah harus meminta izin ayahnya Tante Rahma sebelum ayah bisa menikahinya " ucap Kahfi sambil membuka pintu mobil untuk Caca dan juga untuk Rahma.
Tak butuh waktu lama mobil yang Kahfi kemudikan pun sampai di sebuah rumah yang tak beda jauh dengan rumah nya.
" apa ini benar rumah mu ?" tanya Kahfi sebelum membelokkan mobilnya ke halaman rumah pak Candra.
" ya " ucap Rahma dengan hati yang mulai berdetak cepat dimana bayang bayang saat dirinya di usir oleh Bu Hana tepat di hadapan ayahnya kembali terulang.
" kamu kenapa ?" tanya Kahfi yang bisa melihat keraguan dan raut sedih di wajah Rahma secara bersamaan saat ini.
" apa langkah kita sudah benar ?" tanya Rahma yang sejujurnya ragu untuk berbicara dengan kedua ayahnya.
" bagaimana jika di dalam rumah itu juga ada kak Via dan abang aslan ?"
" lalu kenapa ?"
" ada aku bersama mu dan juga niat kita ke rumah ini untuk bertemu dengan ayah mu dan meminta izin untuk pernikahan kita " ucap Kahfi mencoba meyakinkan Rahma jika semuanya pasti baik baik saja.
" dan untuk kakak dan kakak ipar mu sapa mereka sekedarnya saja karena tujuan kita ke rumah ini hanya untuk bertemu dengan ayah mu " ucap Kahfi lagi.
" pak, apa bapak bisa berjanji untuk tak mengatakan jika saat ini Rahma sedang hamil ?"
✍🏻✍🏻✍🏻 apa Kahfi akan merahasiakan kehamilan Rahma dari ayahnya sendiri ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘 😘 😘