NovelToon NovelToon
Singgah Yang Tertukar

Singgah Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Terlarang
Popularitas:818
Nilai: 5
Nama Author: Ranu Kallanie Jingga

Enam tahun berpisah dari Nathaniel meninggalkan Elena dalam kehampaan, memikul rahasia besar: seorang anak rahasia bernama Gavin. Di tengah keterpurukannnya, Elena kembali pada sahabat masa kecilnya, Julian. Hubungan mereka kian rumit ketika Julian terikat open marriage dengan wanita lain demi tetap bisa melindungi Elena dan Gavin.
​Takdir berputar kejam saat Elena tak sengaja bertemu kembali dengan Nathaniel di pesawat. Penyesalan memuncak ketika wajah Gavin tanpa sengaja terpampang sebagai brand ambassador perusahaan Nathaniel. Terjebak di antara cinta masa lalu, ikatan darah, dan kompromi sunyi sahabatnya, ke mana Elena harus melabuhkan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranu Kallanie Jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hujan

Malam kian larut, namun keheningan di dua tempat yang berbeda itu sama sekali tidak membawa ketenangan bagi keduanya. Julian dan Elena sama-sama terjaga, terperangkap dalam pusaran pikiran mereka sendiri dengan alasan yang berbanding terbalik bumi dan langit.

Di apartemennya, Julian mondar-mandir gelisah di dekat jendela kamar. Ponselnya sudah ia genggam sejak tadi. Jarinya berulang kali mengetik lalu menghapus pesan untuk Elena, ragu-ragu.

Ia ingin memastikan sahabatnya itu sudah tidur dengan nyenyak, ingin mendengar suaranya sekali lagi, namun ia takut kehadirannya justru mengganggu waktu istirahat Elena setelah hari yang melelahkan. Rasa rindu dan protektif bercampur aduk di dadanya, membuatnya terus menatap layar ponsel yang menyala dalam gelap.

Sementara itu, di kamar tidurnya yang temaram, Elena justru bergulat dengan rasa bersalah yang kian mencekik. Isakannya sudah mereda, berganti dengan tatapan kosong penuh siksaan batin.

Didorong oleh rasa rindu yang salah tempat dan rasa bersalah yang teramat besar karena merasa telah "mengotori" ingatannya tentang Nathaniel, jemari Elena yang gemetar dengan cepat meraih ponsel di atas nakas.

Ia tahu ini bodoh. Ia tahu ini menyiksa dirinya sendiri.

Nomor WhatsApp-nya sudah lama diblokir. Akun Instagram-nya pun bernasib sama. Tak ada lagi jalan untuk menyapa pria itu, kecuali satu celah terakhir yang luput dari daftar hitam Nathaniel: TikTok.

Dengan napas yang tercekat dan air mata yang kembali menetes, Elena membuka aplikasi tersebut. Ia mencari akun milik Nathaniel—melihat profil pria itu yang terasa begitu jauh, seolah hidup di belahan dunia lain yang tak tersentuh.

Tanpa memedulikan kewarasannya, Elena mulai mengetik pesan demi pesan di kolom direct message.

“Nath... kamu apa kabar?”

“Kenapa tega banget sama aku?”

“Aku kangen...”

Pesan-pesan itu dikirimkan beruntun, meskipun ia sangat sadar bahwa kemungkinan besar pesan itu hanya akan menjadi angin lalu, menumpuk di kotak masuk yang tidak akan pernah dibuka, atau sekadar dibaca sekilas lalu diabaikan begitu saja oleh Nathaniel pria yang bahkan sudah lama mengubur kenangan mereka, sementara Elena justru menyiksa dirinya sendiri di atas reruntuhan masa lalu, tepat di hari saat ia baru saja menyerahkan hatinya sepenuhnya pada pelukan Julian.

Jarum jam dinding di kamar masing-masing bergeser ke angka 03.15 dini hari. Malam yang sunyi mendadak dipecahkan oleh suara gemuruh petir yang menyambar kuat di langit Medan, membelah gulita dengan kilatan cahaya terang.

Di apartemennya, debar di dada Julian kian tak keruan. Suara guntur yang menggelegar membuat rasa khawatirnya pada Elena melonjak drastis. Insting protektifnya berteriak keras—takut gadis itu terbangun dalam ketakutan, takut trauma masa lalunya kambuh di tengah kesendirian dan rasa bersalah yang mungkin melanda.

Tak lagi mampu menahan gelisah, Julian menyambar jaket dan kunci mobilnya di atas meja. Ia tahu betul ini adalah kenekatan luar biasa; bertamu ke rumah orang lain pukul tiga pagi adalah hal mustahil yang berisiko membuat dirinya diusir mentah-mentah, namun logika Julian sudah lumpuh oleh rasa khawatirnya.

Baru saja roda Lexus-nya keluar dari gerbang apartemen, langit seolah tumpah. Hujan turun dengan sangat deras, mengubah jalanan kota menjadi hamparan air yang pekat. Namun Julian tidak peduli. Ia menginjak pedal gas lebih dalam, membelah badai malam menuju rumah Elena.

Sementara itu, di kamar tidurnya, tangisan Elena semakin menjadi-jadi. Layar ponselnya yang menampilkan ruang obrolan TikTok tetap sunyi. Tak ada balasan, tak ada centang biru, tak ada tanda-tanda pria itu peduli. Kenyataan pahit itu menghujam ulu hatinya, membuatnya merasa begitu hampa, kotor, dan tidak diinginkan.

Namun, di tengah isak tangis yang pilu itu, sebuah getaran aneh tiba-tiba merayap di dadanya. Seolah ada ikatan batin yang begitu kuat dan tak kasat mata sebuah frekuensi yang terjalin erat setelah belasan tahun bersama dan malam penyatuan mereka Elena mendadak merasa debar yang berbeda.

Tanpa sadar, tubuhnya bergerak sendiri. Dengan air mata yang masih basah di pipi dan balutan piyama tidur yang tipis, Elena turun dari ranjang. Kakinya melangkah keluar kamar, menuruni anak tangga rumah yang gelap gulita, lalu berjalan cepat menuju pintu depan.

Cklek.

Begitu pintu utama terbuka dan ia menerobos teras, matanya langsung menangkap sosok sebuah mobil mewah yang terparkir tepat di depan pagar rumahnya.

Di saat yang bersamaan, Julian baru saja turun dari balik kemudi Lexus-nya.

Pria itu berdiri di bawah guyuran hujan deras yang langsung membasahi rambut dan pakaiannya, napasnya memburu, bersiap menghadapi risiko apapun demi memastikan keselamatan gadisnya.

Julian terperanjat kaget di tempatnya.

Matanya membelalak lebar saat melihat pintu rumah terbuka dan sosok Elena berlari keluar menerobos hujan tanpa payung, langsung menghambur ke pelukannya.

Pria itu sama sekali tidak memberi kabar. Suara mesin mobilnya pun tadi benar-benar tertelan oleh deru lebatnya badai dan suara petir.

Namun di sini gadis itu berdiri, memeluk tubuhnya erat-erat seolah menyambut kepulangan seorang kekasih yang melintasi medan perang, membuktikan bahwa jiwa mereka telah terikat jauh melampaui logika dunia.

1
Aurora odelyn Nakeisha
alurnya agak berat tapi bikin penasaran
Anandaaa
lanjutin torr gas
Langi Wijaya
ceritanya seru agak bikin tensi naik turun.....
ayo tor lanjutin update nya
Langi Wijaya
julian cowo bingung tapi clear agak out of the box pemikirannya😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!