NovelToon NovelToon
Aku Belum Mati, Suamiku!

Aku Belum Mati, Suamiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Berondong / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kecelakaan tragis menimpanya, dianggap sudah mati. Rinda kembali ke rumah setelah beberapa bulan.

Namun ketika kembali, bukan sebuah sambutan selamat datang, melainkan sebuah pesta pernikahan megah antara suami dan kakaknya.

"Jasad ku tak kau cari, Gani! Dan kalian malah menikah lalu menggelar pesta megah? Ingat, aku masih istrimu, dan aku masih pimpinan TBBA!"

Semua mata menatap Rinda dengan tubuh yang bergetar takut. Seolah dirinya bangkit dari kematian. Tak terkecuali dengan Gani dan Teani

Namun diantara ketakutan semua orang, ada satu orang yang tersenyum atas kembalinya dirinya. Sang asisten pribadi, Jexen. Pria muda itu terus saja tersenyum ke arahnya.

Lalu, apakah Rinda akan bertahan dalam pernikahannya lalu menerima Teani sebagai madunya, atau melepaskannya?

Dan bagaimana reaksi Rinda ketika Jexen mengungkapkan perasaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku hidup 08

"Adik beda ibu? Nania bukan ibu kandung Rinda?"

Mereka tercengang dengan fakta itu. Memang tak banyak yang tahu bahwa mereka adalah saudara satu ayah beda ibu. Yang membuat bingung, Rinda ini adalah si adik, sedangkan Teani si kakak.

"Dari rumor yang aku dengar, sebelum menikah dengan ibunya Rinda, lebih dulu Pak Nadisyah sudah memilki wanita. Entah dinikahi atau tidak, tapi mereka punya anak. Pak Nadisyah menikah dengan ibunya Rinda, Keluarga dari ibu Rinda memang yang sebenarnya kaya. Setelah ibunya Rinda meninggal saat usia Rinda baru 7 tahun, beberapa bulan kemudian Pak Nadisyah membawa Nania dan Teani ke rumah. lalu menikahi Nania dan menjadikan Teani sebagai putri sulung. Namun Rinda tetap yang dijadikan pewaris karena memang apa yang dimiliki oleh Nadisyah berasal dari keluarga ibunya Rinda."

Mendengar cerita itu, semakin banyak saja spekulasi yang muncul tentang semua yang terjadi di TBBA. Namun mereka tak berani berkata apa-apa, dan memilih diam.

Hari pernikahan antara Gani dan Teani pun tiba. Semua karyawan TBBA hadir di gedung tempat pernikahan diadakan.

Aina dan Lina juga sudah ada di sana, akan tetapi Aina tidak ingin masuk, dan memilih untuk berada di depan.

Hatinya merasa sakit, ketika melihat foto Rinda ada di sana. Seolah dirinya lah yang dikhianati.

"Tidak masuk?" tanya Lina.

"Tidak, malas lihatnya. Sana kamu saja yang masuk, Lin. Ambilkan makanan buat ku ya," ujar Aina.

Lina hanya menggelengkan kepala pelan, tapi dia tetap masuk ke dalam venue. Sedangkan Aina menunggu di luar. Tak berselang lama, Jexen tiba. Aina mengerutkan alisnya melihat keberadaan Jexen dia sana.

"Kamu datang juga, Jex? Ku pikir tidak datang," ucap Aina.

"Datang Mbak," jawab Jexen sambil tersenyum.

Degh!

Aina tersentak, senyum Jexen seperti menyimpan banyak makna. Dan jujur saja membuat Aina merinding.

"Sejak kapan pemuda itu memili aura yang seperti ini," ucap Aina dalam hati.

"Masuk yuk Mbak," ajak Jexen

Awalnya Aina enggan, tapi karena Jexen yang mengajaknya, ia pun setuju.

Masuk ke dalam venue, nampak suasana dalam begitu megah dan mewah. Senyum kedua mempelai begitu lebarnya. Seolah dunia milik mereka berdua. Genggaman tangan keduanya begitu erat hingga semua bisa melihat keduanya saling mencintai.

Hanya saja, pesta itu terlihat tidak meriah. Meski megah dan mewah, tapi semua tamu undangan wajahnya tak sepenuhnya merasa bahagia.

Berbeda dengan kedua pengantin yang sangat bahagia, terlihat dari senyumannya yang sangat lebar.

"Selamat ya Pak Gani dan Bu Teani untuk pernikahannya. Pasti Bu Rinda senang di sana," ucap salah satu tamu undangan.

Aina dan Jexen hanya melihat saja tanpa berkata apapun. Dan Lina yang baru saja menghampiri mereka, juga hanya diam dan hanya bermain mata.

3 tahun bekerja bersama mereka, Jexen menjadi lumayan dekat dengan keduanya. Padahal pemuda itu termasuk orang yang tidak mudah dekat dengan orang lain.

"Kangen Bu Rinda," ucap Aina.

"Sama," sahut Lina cepat.

Jexen tak ikut berkata, dia hany tersenyum tipis sambil menikmati sampanye di tangannya.

Ting ting ting

Semua perhatian langsung terarah ke sumber suara. Di depan, Teani memukul gelas sebanyak tiga kali.

"Tamu undangan semuanya. Terimakasih atas kehadiran Anda semua pada acara pernikahan saya dan suami. Saya sungguh merasa terharu atas semua doa dan ucapannya. Untuk itu, silakan nikmati semua sajian yang telah kami siapkan untuk Anda semua."

Teani berkata dengan sangat tenang dan senyuman tak lepas dari bibirnya. Pun dengan Gani, pria itu juga nampak begitu bahagia sekarang.

Sebuah musik mengalun, kedua mempelai saling berpelukan sambil melakukan dansa yang pelan. Tak hanya itu, mereka juga berciuman dengan sangat dalam dan mesra.

Beberapa bertepuk tangan, namun beberapa diantara lainnya hanya diam sambil melayangkan sebuah tatapan yang tajam.

"I love you, Teani," ucap Gani lirih.

"I love you too, Gani. Aku benar-benar mencintaimu," jawab Teani.

Gani menempelkan keningnya pada kening Teani yang sekarang telah menjadi istrinya yang sah. Di sisi lain, Nania nampak bahagia melihat putrinya akhirnya menikah. Dia bak orang tua yang benar-benar terharu saat prosesi pernikahan putrinya. Tak ada wajah sendu atau risau. Mungkin Nania sama sekali tak mengingat Rinda. Meski di sana diletakkan foto Rinda dengan ukuran yang besar.

Suasana semakin meriah, ketika Teani membagi-bagikan hadiah dengan permainan-permainan kecil. Semua nampak antusias, hanya tiga orang saja yang sama sekali tak bereaksi dengan keriuhan itu.,

Jexen, Aina dan Lina, tiga orang itu tetap konsisten berdiri di pojok dengan tatapan yang enggan.

"Aku mau pulang," ucap Aina. Dia meletakkan gelas jus yang sedari tadi di pegangnya erat.

"Aku juga ah, malas sekali lama-lama di sini. Bibir ku sudah sangat kaku karena sedari tadi sudah harus kupaksa senyum," tukas Lina cepat.

Keduanya sudah melangkah menuju ke pintu. Tapi Jexen menghadang dua seniornya itu.

"Kenapa Jex? kamu mau di sini lebih lama, kalau aku sih tidak ya," ucap Aina.

"Tunggu sebentar ya mbak-mbakku cantik. Sebentar lagi saja oke," jawab Jexen.

Aina dan Lina mengerutkan kedua alis mereka. Mereka berdua tahu kalau Jexen pun enggan berada di pesta ini lama-lama, tapi pemuda itu menahan mereka.

"Ada apa?" tanya Aina dengan rasa penasaran yang meluap-luap. "Bukannya kamu juga tidak suka ada di sini ya?" imbuhnya.

"Iya, tapi tunggu sebentar oke?" ucap Jexen lagi.

Aina dan Lina saling pandang. Dan akhirnya mereka pun menuruti keinginan Jexen meski tidak tahu apa yang akan pemuda itu lakukan.

Jexen membawa Aina dan Lina ke meja yang lebih dekat kepada kedua mempelai. Mereka nampak kesal bukan main, wajah Aina apalagi, sama sekali tak bisa menyembunyikan kekesalannya.

"Kontrol wajahmu, Mbak," ucap Jexen.

"Cih, malas aku tuh," sahut Aina cepat.

Tak!

Lampu dalam venue tiba-tiba padam. Semua orang nampak bingung dengan hal tersebut. Mereka mengira ada pemadaman listrik.

Terlebih Teani dan Gani. Dua orang itu benar-benar panik.

"Ada apa ini?"

"Kenapa mati lampunya?"

Nania mencoba menghubungi wo yang menangani hal ini, tapi mereka tak punya jawaban apapun karena memang tak tahu apa yang sedang terjadi.

Tak!

Lampu kembali menyala. Namun tidak semuanya. Hanya satu saja, dan itu pun lampu sorot.

Akan tetapi lampu sorot itu tidak menyorot ke arah pengantin. Teani dan Gani beranggapan bahwa ini bagian dari acara yang WO siapkan. Sayangnya mereka salah.

Tap tap tap

Di keadaan yang hening itu, langkah kaki yang tengah berjalan terdengar begitu jelas. Dalam kegelapan semua berusaha mencari, milik siapa langkah kaki itu. Dan ketika kaki tersebut menuju ke lampu sorot, semua mata membelalak dengan sangat lebarnya saat melihat si pemilik kaki yang sebenarnya.

"R-rinda?"

"Woaaah pesta yang indah ya, suamiku dan kakakku."

Doeeeeng

TBC

1
GiZaNyA
denger tuh Jexen.. jangan kebablasan lhooo sama Rinda... bisa dijadiin penyetan kamu sama keluarga kamu kalo macem2🤣🤣🤣
GiZaNyA
heh Gani... situ kenapa Rinda kecelakaan ngga dicari dulu main langsung nikah aja... ya sekarang makanlah penyesalan kamu dan bersiap untuk diceraikan oleh Rinda...
dewi rofiqoh
Harus bersabar jexen! Dan harus bisa menahan diri 🤭🤭
GiZaNyA
akhirnya Rinda ngurus berkas cerai nya.... gaya banget si Teani mau balik ke TBBA... bae2 kena sleding Jexen kalo kerjanya main2...
Arin
Tapi lumayan lah hari ini bisa peluk Rinda sambil curi kecupan di kepala nya..... iya kan Jex. Mumpung Rinda gak sadar🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
huh sok pamer tp bukan harta km dasar mokondo
GiZaNyA
pepet teeusss Rinda nya Jex... 🤣🤣
Arin
Ternyata yang ditakutkan Gani adalah kehilangan penopang hidupnya🤣🤣🤣. Gak ada yang biayain lagi untuk berfoya-foya dan bergaya seperti orang kaya. Sokor
Mundri Astuti
makanya buruan pisah rinda
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
di kristen mana bisa suami atau istri lebih dari satu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: berarti mualaf cmn buat bisa nikah aja?
total 6 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
bisa jd kecelakaan itu emng disengaja tinggal siapa pelakunya blm jelas
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
pede bgt km masih ditempatkan posisi direktur kerjaan ajh g becus
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
orang numpang tapi mau menguasai huh,ada itu g ada hak ny
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
boleh g sih di gampar biar tau km tuh g PNY apa apa atas harta rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ada hak apa yang bangun itu rumah PNY ibunya Rinda,hak apa yg km mau akui km tuh cm numpang
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
alasan aja padahal mah mau dekat sama Rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hahahah kaget kan km
dewi rofiqoh
Sepertinya rinda harus mengkaji ulang jabatan yang diberikannya pada temani! 🤔🤔Jika perlu tendang aja si tes dari TBBA
Sri Supriatin
Kalau kalimatnya bisa dimengerti hanya typo buat sy g masalah thor 👍👍👍
Ilfa Yarni
yg tegas ya rinda parasit hrs disingkirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!